
Cinta mengantarkan baju-baju milik pelanggannya. Tiba-tiba sepedanya berhenti. Cinta berpikir itu pasti Raja yang usil. Saat dia berbalik melihat kebelakang, Rehan menahan boncengan sepedanya.
"Tuan yang sombong ku pikir siapa"ucap Cinta.
"Aku mau ngapelin calon istriku"ucap Rehan.
"Bukannya tadi sudah"ucap Cinta.
"Gara-gara bocah sialan itu, aku gak bisa berduaan sama kamu cantik"ucap Rehan.
"Bosan kalau keseringan bertemu"ucap Cinta.
"Benarkah? pesonaku gak mungkin membuatmu bosan gadis kecil"ucap Rehan.
"Tuan yang sombong kau ini pede sekali, aku gak terpesona tuh"ucap Cinta.
"Gadis kecil kau lebih suka jalan dengan bocah sialan itu dari pada aku?"tanya Rehan.
"Namanya Raka, bukan bocah sialan"ucap Cinta.
"Wah, aku harus segera membelikanmu kaca mata kuda, biar kau tak tergoda bocah itu"ucap Rehan.
"Jadi kau cemburu"ucap Cinta.
"Iya aku cemburu, calon istriku kencan dengan pesaingku"ucap Rehan.
"Kalau begitu kenapa kau kesini, biasanya orang cemburu kabur atau ngambek. Tapi kau malah ngapelin aku"ucap Cinta.
"Aku tidak akan membiarkan bocah itu terlalu lama menghipnotismu, itu sebabnya aku harus terus menjagamu"ucap Rehan.
"Belum menikah saja kau sudah jadi satpamku, apalagi kalau udah nikah"ucap Cinta.
"Aku akan jadi superman yang menjagamu 24 jam"ucap Rehan.
"Overdosis kalau begitu"ucap Cinta.
"Gadis kecil, biar aku yang goes ya, kau bonceng" ucap Rehan.
"Boleh, kebetulan aku capek"ucapku..
Rehan mengayuh sepeda membonceng Cinta dibelakangnya. Rehan menemani Cinta mengantar baju-baju itu ke pelanggan Cinta.
"Neng Cinta, siapa? ganteng banget keren lagi, kaya seorang Presdir difilm-film Korea"ucap Tante Narti.
"Saya calon suaminya Cinta"ucap Rehan.
"Yah, calon suaminya Cinta ya, padahal baru mau daftar udah ditolak duluan"ucap Tante Narti.
"Masih buka lowongan kok tante"ucap Cinta.
"Gadis kecil kau mempromokanku pada orang lain"ucap Rehan.
"Sabar mas ganteng, tante bukan pelakor kok tapi kalau mas ganteng mau apa boleh buat"ucap Tante Narti.
"Ampun.....masa iya sama tante-tante"batin Rehan.
"Ha....ha....."Cinta tertawa.
"Tante ini Rehan Darien, calon suamiku"ucap Cinta.
__ADS_1
"Rehan Darien? CEO dari Perusahaan Bright Light Group ya?"tanya Tante Narti.
"Tante tau"ucap Cinta.
"Siapa yang gak tahu, dimajalah bisniskan sering membahas Rehan Darien sebagai CEO termuda yang paling sukses"ucap Tante Narti.
"Gadis kecil kau dengar, calon suamimu ini terkenalkan"ucap Rehan membanggakan dirinya didepan Cinta.
"Tante terlalu memuji"ucap Cinta.
"Beruntung sekali kau bisa memiliki calon suami yang tampan dan kaya, coba tante bisa ngehalu kaya kamu"ucap Tante Narti.
"Kalau begitu Cinta pamit dulu ya tante, assalamu'alaikum"ucap Cinta.
"Wa'alaikumsallam"ucap Tante Narti.
Setelah mengantar semua baju-baju itu, Rehan mengajak Cinta ke suatu tempat. Tempat itu berada ditepi danau buatan. Disana sudah ada karpet yang ditengahnya ada kue ulang tahun dan beberapa makanan dan minuman. Beberapa lampu hias dan bunga-bunga menghiasi tempat itu.
"Gadis kecil hari ini aku ulang tahun, tapi aku ingin merayakannya bersamamu"ucap Rehan.
"Selamat ulang tahun Tuan yang sombong"ucap Cinta.
"Ayo duduk disana"ucap Rehan.
Cinta hanya mengangguk. Kemudian mereka duduk dikarpet itu.
"Tuan yang sombong ini untukmu"ucap Cinta memberikan kado yang dikeluarkan dari tas miliknya.
"Aku pikir kau lupa"ucap Rehan.
"Masa aku lupa kalau calon suamiku ulang tahun" ucap Cinta.
"Ayo dibuka"ucap Cinta.
"Gak apa-apa dibuka sekarang?"tanya Rehan.
"Iya, bukalah"ucap Cinta.
Rehan membuka kado yang diberikan Cinta padanya. Sebuah sajadah, sarung, dan peci untuk Rehan.
".................."Rehan terdiam saat melihat isi kado itu.
"Tuan yang sombong apa kau tidak suka kado dariku?"tanya Cinta.
"Cinta ini kado paling berharga untukku"ucap Rehan.
"Aku berharap suatu hari nanti kau akan jadi imamku yang akan menuntunku menuju surgaNya"ucap Cinta.
"Gadis kecil aku sangat malu......apa lelaki sepertiku bisa menjadi imam yang baik untukmu"ucap Rehan.
"Aku percaya kau bisa"ucap Cinta.
"Aku janji akan berusaha menjadi imam yang baik untukmu"ucap Rehan.
"Kalau begitu ayo potong kuenya, aku lapar"ucap Cinta.
Rehan memotong kue ulang tahunnya.
"Potongan pertama ini untukmu gadis kecil"ucap Rehan menyuapi Cinta potongan kue itu.
__ADS_1
Cinta membuka mulutnya dan memakan potongan kue itu.
"Em......kuenya enak dan segar"ucap Cinta.
"Aku sengaja memilih rainbow cake karena kemarin kita melihat pelangi bersama, selain itu kue ini melambangkan hidupku yang sekarang lebih berwarna karena hadirnya dirimu"ucap Rehan.
"Aku mencintaimu Tuan yang sombong"ucap Cinta.
"Aku juga mencintaimu gadis kecil"ucap Rehan.
Rehan mengeluarkan sebuah kotak perhiasan dari sakunya. Dia menghampirinya dan duduk dibelakang Cinta.
"Tuan yang sombong, kau mau apa?"tanya Cinta.
Rehan menyibak rambut Cinta kesamping lalu dia membuka kotak perhiasan itu. Dia mengambil kalung dari kotak perhiasan itu dan memakaikannya pada Cinta.
"Ini sebuah kalung"ucap Cinta.
"Kalung ini sebagai tanda cintaku untukmu gadis kecil"ucap Rehan.
Cinta meraba liontin dikalung itu yang bertuliskan nama Rehan.
"Kok liontinnya namamu Tuan yang sombong?" tanya Cinta.
"Supaya para pesaingku tahu, kalau kau milikku, jadi mereka tak akan berani menggodamu saat aku jauh darimu"ucap Rehan.
"Wah kalung ini lebih garang darimu ternyata" ucap Cinta.
"Ingat, jangan berani melepasnya, mulai hari ini kalung ini harus terus bersamamu sebagai tanda cinta dariku"ucap Rehan.
"Ini tanda cinta atau police line? seakan siapa saja dilarang mendekat"ucap Cinta.
"Ya memang, tidak ada lelaki manapun yang boleh mendekatimu selain aku"ucap Rehan.
"Mengerikan, sungguh posesif"ucap Cinta.
"Tapi kau sukakan gadis kecil?"tanya Rehan.
Cinta hanya mengangguk dan tersenyum pada Rehan. Setelah itu mereka berbaring dikarpet itu sambil menikmati indahnya malam bersama.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
Vincent menemui Pak Theo di ruang bilyar dirumahnya. Dia ingin melaporkan hasil pencariannya pada Pak Theo. Diruangan itu Pak Theo asyik bermain bilyar. Vincent menghampiri Pak Theo dan mulai melaporkan hasil pencariannya.
"Bos besar ada informasi penting untuk Anda" ucap Vincent.
"Katakan informasi apa?"tanya Pak Theo.
"Tentang putri dari Leo Ariendra"ucap Vincent.
"Aku tertarik mendengarnya"ucap Pak Theo.
"Putri yang sekarang berada dirumah Leo itu bukan putri kandungnya, saya bisa pastikan itu benar. Saya sudah melenyapkan putri kandung Leo 17 tahun lalu"ucap Vincent.
"Bagus, Leo Ariendra memang harus membayar semuanya"ucap Pak Theo.
"Kalau begitu saya undur diri Bos"ucap Vincent.
"Ya"ucap Pak Theo.
__ADS_1
Vincent meninggalkan ruangan itu. Dengan tersenyum licik Pak Theo begitu senang rencananya dulu tidak gagal. Putri kandung Leo telah dilenyapkan.