
Pagi itu setelah mengantar Zara ke kampus, Leo pulang kembali ke rumahnya untuk membereskan perlengkapan yang akan dibawanya ke kantor. Beberapa desain arsitektur yang sudah dikerjakan timnya dikoreksi kembali Leo dirumah. Sebagai CEO sekaligus owner diperusahaannya, Leo tetap berusaha terjun mengurus langsung desain arsitektur itu walau dia hanya mengoreksi dan mengarahkan saja. Sudah ada tim Leo yang mengerjakan desain arsitektur itu. Tapi bila ada permintaan khusus padanya dari perusahaan besar atau konglomerat biasanya Leo mengerjakan sendiri sesuai permintaan mereka. Leo memiliki tim yang terdiri rekan kerja, arsitek senior dan arsitek profesional. Diperusahaan yang cukup besar Leo sangat sibuk dengan banyaknya pekerjaan setiap harinya. Belum lagi membagi waktunya untuk kuliahnya. Tapi Leo tetap bersyukur semua yang didapatnya sekarang adalah anugerah dari Allah SWT.
Leo diantarkan supir pribadinya pergi ke perusahaan miliknya. Perusahan Sun Leo Group adalah perusahan yang dipimpin Leo. Perusahaan itu baru berdiri selama dua tahun ini.
Tapi berkat kerja keras Leo dan tim akhirnya menjadi perusahaan baru yang maju dan cukup diperhitungkan. Perusahaan milik Leo menangani berbagai pekerjaan seperti jasa nasihat dan pra desain arsitektural, jasa desain arsitektural, jasa penilai perawatan dan kelayakan bangunan gedung, dan jasa desain interior. Harun, Gerald, dan Didi masih bekerja dengan Leo sebagai rekan dalam tim.
Harun dan Gerald kuliah jurusan arsitektur. Mereka menyukai pekerjaannya sekarang, itu alasan kenapa memilih jurusan arsitektur.
Leo turun dari mobilnya didepan lobi perusahaannya. Dia memberi salam dan tak jarang menyapa siapa saja yang berpapasan dengannya. Walaupun Leo adalah Bos mereka tapi Leo tetaplah Leo yang baik hati. Leo selalu ramah pada semua karyawannya. Tak jarang para karyawan lebih dulu memberi salam.
"Selamat pagi Bos"ucap ucap beberapa karyawannya.
"Pagi semuanya"ucap Leo.
Setelah Leo berjalan meninggalkan mereka. Para karyawan itu membicarakan Leo.
"Bos kita itu masih muda, tampan, baik dan sukses. Coba belum punya istri pasti banyak yang ngantri"ucap Rini.
"Jangan salah, istrinya cantik dan baik lagi"ucap Yuri.
"Pasangan yang serasi, masih muda sudah sukses lagi"ucap Didit.
"Istrinyakan pemilik Cafe Cappucinos
yang rame banget itu. Kalau kesana harus agak siangan jangan kesorean atau malam soalnya rame dan banyak anak remaja yang nongkrong soalnya tempatnya instagrammable banget. Secara suaminya pemilik perusahaan desain arsitektur"ucap Kara.
Dulu pertama berkarir Leo memimpin perusahaan milik Tuan Indrawan seorang pengusaha yang dulunya arsitek yang mengerjakan proyek pembangunan perumahan elit ditempat Leo bekerja dulu. Leo sempat jadi asistennya, membantu Tuan Indrawan mengerjakan desain arsitektur dari situlah Leo jadi punya pengalaman selain itu dia sendiri pernah mempelajari desain arsitektur dari Ayahnya. Dia pindah keluar negeri dan sukses disana. Dia mendirikan cabang perusahaannya didalam negeri dan meminta Leo memimpinnya. Sebenarnya perusahaan itu ingin dihadiahkan pada Leo atas jasanya dulu membantu istri dan anaknya. Tapi Leo malah membeli perusahaan itu secara bertahap. Awalnya perusahaan kecil, waktu itu Leo juga sempat dianggap sebelah mata dan diremehkan karena usianya dan dia masih kuliah. Ditambah lagi Leo bukan Sarjana Arsitektur. Leo hanya mengambil kursus arsitektur, tapi bakatnya diturunkan ayahnya yang merupakan pemilik perusahaan dibidang desain arsitektur dan kecerdasannya serta bimbingan dari Tua Indrawan diawal karir membuat Leo mampu melewati semuanya. Leo juga banyak belajar dari buku-buku yang ditinggalkan ayahnya. Selain itu Leo merekrut arsitek-arsitek muda pengangguran yang yang berbakat menjadi timnya. Kini Leo telah membuktikan kemampuannya.
Disaat para karyawannya membicarakannya. Leo memasuki ruangan kerjanya, Sekretaris Beti membuntutinya masuk ke ruangan itu. Leo duduk dikursi kerjanya, Sekretaris Beti mulai berbicara pada Leo.
"Bos kemarin ada Tuan Musa datang ke perusahaan kita ingin bertemu dengan Anda"ucap Beti.
"Untuk urusan apa seorang konglomerat terpandang seperti Tuan Musa datang ke perusahaan kita? apa urusan pekerjaan?"tanya Leo.
"Iya Bos, beliau ingin membicarakan desain arsitektur yang diinginkannya"ucap Beti.
"Bukannya ada Indra yang biasanya mengurus permintaan klien?"tanya Leo.
"Tapi Tuan Musa ingin langsung bertemu Bos" ucap Beti.
"Oke, atur waktu pertemuanku hari ini dengan Tuan Musa"ucap Leo.
"Baik Bos"ucap Beti.
Leo duduk dikursi kerjanya sambil memikirkan beberapa desain yang masih dikerjakan timnya.
Kini Leo seorang pemimpin yang harus bisa bertanggungjawab dan menyelesaikan segala permasalahan diperusahaannya.
Leo yang sekarang bukanlah Leo yang dulu. Kini Leo lebih bijaksana dan menjadi sosok pemimpin yang yang bisa mengayomi bawahannya. Bukan hanya itu saya juga menjadi suami yang baik untuk Zara.
Nama besarnya tidak merubah menjadi orang yang sombong dan angkuh. Justru sebaliknya, Leo menggunakan posisinya sekarang untuk bisa membantu banyak orang dan berguna untuk negaranya.
Leo ingin membuka banyak lapangan pekerjaan yang bisa membantu mengurangi pengangguran yang ada di negaranya. Dulu Leo yang hanya seorang anak SMA kini menjelma menjadi sosok bos yang berada di kursi kepemimpinannya. Menjadi pemilik perusahaan yang sangat besar di negaranya. Hal itu membuat senantiasa bersyukur Allah telah menitipkan amanah yang begitu besar padanya.
***
Leo pergi ke sebuah restoran untuk bertemu Tuan Musa. Sekretaris Beti berjalan dibelakang Leo. Meskipun usianya lebih tua dari Leo tapi dia sangat menghormati dan bangga dengan Leo.
Sekretaris Beti mengantar Leo bertemu Tuan Musa sampai di ruangan VIP direstoran itu. Leo bicara empat mata dengan Tuan Musa.
"Saya sudah mendengar prestasi Anda didunia arsitektur"ucap Tuan Musa. Dia sangat tahu seperti apa Leo. Bukan menjadi rahasia umum lagi seberapa prestasinya di bidang arsitektur. Leo menjelma menjadi seorang disegani banyak orang karena kemampuannya. Begitupun dengan Tuhan Musa yang tidak meragukan kemampuannya itu.
"Tuan Musa terlalu memuji, saya baru merintis dan masih harus banyak belajar"ucap Leo. Dia selalu merendah apabila ada orang yang memujinya. Bagi Leo Semua yang dia peroleh saat ini hanya sekedar titipan dari Allah SWT. Begitupun dengan harta dan ilmu yang dia miliki termasuk istrinya.
__ADS_1
"Maksud saya ingin menemui Anda untuk membicarakan keinginan saya mendirikan sebuah taman bunga yang ada air mancur ditengah taman bunga itu dan masjid besar didalam taman bunga itu. Saya ingin Anda sendiri yang mendesain gambarnya"ucap Tuan Musa. Dia tertarik dengan desain yang selama ini selalu menjadi andalan Leo, karena desain-desain ya itulah yang mengantarkan leo pada tingkat kesuksesan saat ini.
"Maaf Tuan Musa bagaimana bila tim sayalah yang menggambar desain gambarnya?"tanya Leo.
"Saya ingin Anda yang mendesain gambarnya" ucap Tuan Musa.
"Saya belum bisa saat ini, banyak pekerjaan diperusahaan yang harus saya kerjakan"ucap Leo. Semenjak menjadi pemimpin Leo sudah jarang mendesain gambar biasanya timnya lah yang mengerjakannya nya namun terkadang Leo mengerjakan permintaan beberapa orang yang yang memang khusus memesan desain buatannya.
"Sebenarnya taman bunga ini untuk mengenang almarhum istri saya. Dia sangat menyukai bunga tapi setiap pergi ke taman bunga kami suka kesulitan untuk shalat karena musholanya yang kecil sementara pengunjung banyak. Istri saya bilang kalau suatu saat jadi orang sukses dia ingin membangun taman bunga yang ada air mancur dan masjid besarnya supaya orang tak perlu mengantri saat shalat. Jadi memudahkan saat waktunya beribadah pada Allah SWT"ucap Tuan Musa.
"Masya Allah, saya terharu mendengarnya. Semoga beliau ditempatkan ditempat yang terbaik, amin"ucap Leo. Dia terharu mendengar cerita Tuhan Musa tentang istrinya. Dan keinginannya untuk mewujudkan mimpi istrinya yang begitu mulia.
"Amin"ucap Tuan Musa.
Mendengar cerita tentang keinginan almarhum istri Tuan Musa, Leo langsung berubah pikiran. Tak ada salahnya jika Leo mengabulkan keinginan Tuan Musa. Apalagi menyangkut pendirian sebuah masjid yang merupakan rumah Allah.
"Tuan Musa saya setuju mendesain gambarnya, tapi saya tidak bisa mengerjakan dalam waktu yang cepat, apa Anda tidak keberatan?"tanya Leo. Dia menyanggupinya hanya saja Leo tidak punya banyak waktu dalam satu hari, banyak pekerjaan yang harus dia kerjakan. Leo hanya bisa mengerjakan di saat waktu senggang nya.
"Tidak masalah, terimakasih atas kesediaan Anda"ucap Tuan Musa. dia tidak keberatan Leo mengerjakan sebisanya. Karena Tuan Musa ingin mendapatkan hasil yang terbaik untuk masjid yang diinginkan oleh istrinya.
"Sama-sama"ucap Leo.
Pertemuan merekapun berakhir. Leo kembali lagi ke perusahaan untuk rapat dengan timnya.
Setelah waktu mulai sore, Leo keluar dari perusahaan. Dia naik ke mobilnya, supir itu mulai mengemudikan mobil menuju ke rumah Leo. Saat dijalan raya ada seorang kurir jasa pengiriman paket yang menaiki motor diserempet mobil didepan mobil Leo. Semua paket itu berjatuhan dijalan. Kurir itu juga terjatuh ke jalan. Leo memperhatikan dari kaca mobilnya. Pengemudi mobil itu malah marah-marah pada kurir itu. Dia tidak mau tanggungjawab padahal sudah menyerempet motor yang dinaiki kurir itu hingga paket yang harus dikirimnya berjatuhan dijalan. Dan kurir itu juga terluka. Dia malah pergi setelah marah-marah. Setelah pengemudi mobil itu pergi, kurir itu membereskan paket yang berjatuhan dijalan raya. Leo turun dari mobilnya dan menghampiri kurir itu. Dia membantunya membereskan paket yang berjatuhan dijalan raya.
Untungnya jalan itu bukan jalan utama jadi agak sepi.
"Terimakasih mas sudah membantu saya"ucap Kardi kurir jasa pengiriman paket itu.
"Sama-sama, oya saya antar ke rumah sakit luka mas harus diobati biar tidak infeksi"ucap Leo.
"Maaf mas, bukannya menolak bantuan mas. Tapi saya harus segera mengurus paket-paket ini. Beberapa paket yang terjatuh tadi pasti rusak, terutama barang elektronik. Saya harus kembali ke kantor"ucap Pak Kardi.
Saat Pak Kardi coba menyalakan motornya ternyata motornya mengalami kerusakan karena terjatuh tadi.
"Apa tak merepotkan?"tanya Pak Kardi.
"Tidak, saya justru senang bisa membantu"ucap Leo.
Leo mengantarkan Pak Kardi mengantarkan kembali paket-paket itu ke kantornya. Leo duduk dikursi diluar kantor jasa pengiriman itu. Sementara Pak Kardi masuk ke dalam kantor membawa paket-paket itu, dia dimarahi Bosnya karena banyak barang yang rusak. Pak Kardi keluar dengan muka yang murung dan duduk disamping Leo.
"Mas gimana urusannya sudah selesai?"tanya Leo.
"Sudah, hanya saja banyak barang yang rusak. Saya harus mengganti rugi, padahal upah saya saja tak banyak jadi kurir jasa pengiriman ini. Tak jarang saya sering kesulitan mencari alamat, belum lagi kalau hujan saya harus memastikan barang tidak kehujanan, kena omel pelanggan karena keterlambatan waktu pengiriman padahal sayakan hanya kurir. Gak tahu harus bayar ganti ruginya dari mana"ucap Pak Kardi.
"Memang berapa ganti rugi yang harus dibayar mas?"tanya Leo.
"Kurang lebih 6 juta. Nyari uang segitu dari mana, gaji saya saja tidak segitu, mana belum gajian. Maaf ya mas jadi curhat"ucap Pak Kardi.
Leo merasa iba melihat Pak Kardi yang mengalami kerugian akibat pengemudi mobil yang menyerempetnya tidak mau tanggungjawab.
"Boleh saya menemui Bos mas?"tanya Leo.
"Silahkan mari saya antar"ucap Pak Kardi.
Leo masuk ke kantor itu dan bertemu Bosnya Pak Kardi. Dia menjelaskan semua kejadian dijalan raya tadi. Terus Leo membayar ganti rugi yang harus ditanggung Pak Kardi. Setelah urusannya selesai Leo keluar dari kantor itu. Pak Kardi berbicara pada Leo.
"Mas terimakasih, kalau bukan karena pertolongan mas saya gak tahu gimana caranya bisa bayar ganti ruginya"ucap Pak Kardi.
"Sama-sama mas, saya pulang dulu jangan lupa lukanya diobati"ucap Leo.
Leo berjalan meninggalkan Pak Kardi, baru beberapa langkah Pak Kardi bertanya pada Leo.
__ADS_1
"Mas siapa namamu?"tanya Pak Kardi.
"Hamba Allah"ucap Leo sambil mengentikan langkahnya.
Selesai bicara Leo pergi meninggalkan kantor jasa pengiriman itu.
"Subhanallah masih ada orang baik seperti dia dizaman serba susah seperti sekarang. Semoga Allah memberimu kesehatan, kemurahan rejeki dan selalu diberi kebahagian mas"ucap Pak Kardi.
Leo pulang ke rumahnya, dia langsung masuk ke dalam rumah dan mencari keberadaan Zara. Ternyata Zara sedang memasak bersama Bi Surti untuk menyiapkan makan malam. Leo berdiri dibelakang mereka dan mendengarkan Bi Surti yang mengobrol dengan Zara.
"Non, andai bisa pindah ke dunia halu, Bi Surti mau punya dua suami biar pemasukan double. Selama inikan cowok mulu yang punya bini dua. Kali-kali didunia halu gantian cewek punya suami dua gitu seru kali ya. Yang satu kearab-araban ma satunya korean gitu, aduh kaya disinetron diperebutkan dua cowok. Bi Surti sampai gak ketinggalan tuh Sinetron Kedua Cowok CEO ku"ucap Bi Surti.
"Pantes tiap malam kedengeran suara Bi Surti teriak-teriak"ucap Zara.
"Itu Non, kesel ma cewek keganjenan sama Ibu tiri yang kejam. Aduh Bi Surti sampai mukul-mukul kasur pakai sapu lidi saking keselnya"ucap Bi Surti.
Zara hanya tersenyum mendengar Bi Surti bercerita.
"Non menikah dengan Den Leo itukan masih muda ya, tapi kalian harmonis. Hampir gak pernah Bi Surti melihat Non dan Den Leo bertengkar. Kaya udah klop banget. Apa rahasianya Bi Surti jadi penasaran? mana tahu nanti kalau Bi Surti ketemu cinta sejati yang tertunda datangnya bisa jadi pedoman berumah tangga"tanya Bi Surti.
"Itu karena kami sudah berbagi suka dan duka bersama. Melewati berbagai kesulitan bersama.
Bahkan dikeadaan tersulitpun kami melaluinya bersama waupun penuh air mata"ucap Zara.
"Pantes kalau gitu mah, orang bilang rumah tangga harus melewati kesulitan dulu baru bisa dibilang romantis karena bisa melewatinya bersama-sama"ucap Bi Surti.
"Den Leo ganteng, apalagi kalau dah pakai jas kerja kelihatan keren, cocok sama Non yang cantik"ucap Bi Surti.
"Ada yang sedang ngomongin Leo, pantes dari tadi kuping panas"ucap Leo dibelakang Zara dan Bi Surti.
Zara menoleh melihat Leo dibelakangnya.
"Leo sudah pulang?"tanya Zara.
"Iya Zara sayang"ucap Leo.
"Non, Bi Surti undur diri. Udah tua gak sanggup baper terlalu lama takut kramnya kambuh, good bye"ucap Bi Surti.
Bi Surti pergi meninggalkan mereka berduaan didapur. Karena Bi Surti sudah pergi Leo langsung mencium bibir Zara. Mereka berciuman cukup lama sampai akhirnya melepasnya bersamaan.
"Zara sayang laper nih"ucap Leo manja pada Zara.
"Anak beruang kecil lapar"ucap Zara menggoda Leo dengan sebutan itu.
"Iya Ibu beruang"ucap Leo.
"Baik Ibu beruang akan menyajikan makanan segera, tunggu dimeja makan ya anak beruang kecil"ucap Zara.
Ada sebuah cerita kenapa Leo dan Zara memanggil Ibu beruang dan anak beruang. Mereka pernah datang ke sebuah yayasan kanker. Saat itu mereka membuat pertunjukan untuk menghibur anak-anak penderita kanker dengan mengenakan kostum beruang. Zara berperan jadi Ibu beruang sementara Leo berperan jadi anak beruang.
Leo mencium kembali pipi Zara lalu menuju ke ruang makan, dia duduk dikursi menunggu Zara menyajikan makanan. Setelah semua makanan tersaji dimeja makan, mereka mulai makan. Selesai makan mereka berbincang sebentar.
"Leo, King dan Niken mau tunangan akhir pekan ini"ucap Zara.
"Akhirnya mereka bisa bertunangan juga, seneng dengernya"ucap Leo.
"Hari ini kau pulang cepat, apa kerjaanmu dikantor sudah selesai?"tanya Zara.
"Belum, tapi pengen ketemu Zara lebih cepet aja. Malam inikan malam jumat biar ada persiapannya jadi pulang cepet"ucap Leo menggoda Zara.
"Oh, karena itu Leo pulang cepet. Tapi sayang Zara lagi kedatangan tamu istimewa Leo"ucap Zara.
"Yah, harus sering mandi nih malam ini buat nenangin pikiran yang udah traveling dari tadi siang buat persiapan entar malam"ucap Leo.
__ADS_1
"Sabar ya Leo"ucap Zara.
Leo harus mengubur dalam-dalam keinginannya sementara Zara kedatangan tamu istemewa. Tapi dia akan sabar menunggu sampai tamu istimewa itu pulang dan kembali lagi bulan depan.