
Seorang lelaki paruh baya dengan setelan baju sport sedang bermain golf di lahan miliknya yang luas itu. Beberapa anak buah mendampinginya saat dia bermain golf. Datang seorang anak buah suruhannya menghampiri lelaki paruh baya itu.
"Selamat pagi Bos"ucap Vincent. Seorang tangan kanan yang sangat dipercayai oleh lelaki paruh baya itu. Dia selalu mengenakan setelan jas hitam. rambutnya gondrong dikucir ke belakang. Dengan kumis tebal dan brewok di pipi nya.
"Pagi"ucap Pak Theo.
"Saya punya informasi penting untuk Anda"ucap Vincent. Tugasnya adalah mencari informasi dan melaporkannya pada lelaki paruh baya itu. Selain itu dia juga melakukan pekerjaan apa saja yang disuruh oleh bosnya.
"Cepat katakan!"ucap Pak Theo. Dia tak sabaran ingin tahu informasi apa yang didapatkan Vincent.
"Leo Ariendra sudah menemukan putrinya Bos" ucap Vincent.
"Bukannya aku sudah menyuruhmu menyingkirkan putrinya atau kau tidak sedang berkhianat padakukan"ucap Pak Theo. Dulu Pak Teo menyuruh Vincent untuk menyingkirkan anaknya Leo Ariendra. dia tak percaya ternyata putri kandung Leo Ariendra
masih hidup.
"Tidak Bos, saya sudah menyingkirkan putrinya, tapi entah kenapa putri Leo Ariendra sudah ditemukan"ucap Vincent. dia ingat betul saat menyingkirkan putri Leo Ariendra. Namun entah kenapa ternyata putrinya masih hidup.
"Untuk apa kau datang padaku dengan informasi yang tidak lengkap, kau tahu aku paling tidak suka pekerjaan yang dikerjakan setengah-setengah"ucap Pak Theo.
"Saya akan segera mencari tahu informasi lebih lanjutnya"ucap Vincent.
"Lakukan secepatnya, aku paling tak suka menunggu lama"ucap Pak Theo.
"Baik Bos"ucap Vincent.
Vincent langsung meninggalkan tempat itu setelah melapor pada Pak Theo. Dia tidak berani datang kembali pada bosnya sebelum semuanya lengkap dan benar. Bosnya akan sangat marah jika Vincent gagal melaksanakan tugasnya.
"Leo, kesedihan dibayar kesedihan, begitupun dengan nyawa harus dibayar dengan nyawa" ucap Pak Theo. Dia ingin membalas dendam pada Leo atas apa yang terjadi di masa lalu di antara mereka. Apapun akan dilakukan untuk membayar sakit hatinya di masa lalu.
Pak Theo kembali melanjutkan permainan golfnya. melupakan sejenak dendam yang ada di hatinya. Kembali bergulat dengan tongkat golf dan bola kecil di tangannya.
***
Pagi itu Cinta memakai dress bunga-bunga miliknya. Dia memakai bando dikepalanya. Rambutnya digerai memanjang. Dia tersenyum didepan cermin miliknya, Rehan menghampirinya dan menggoda Cinta.
"Tuan putri jelita mau kemana?"tanya Rehan. Menatap cinta yang begitu cantik.
"Aku mau jalan-jalan ke taman hiburan bersama seseorang yang menyebalkan"ucap Cinta.
"Apa? gadis kecil ini bilang aku menyebalkan?" batin Rehan. Dia tidak tahu ternyata Cinta begitu tidak menyukainya bahkan menganggap dirinya sangat menyebalkan.
"Seseorang yang menyebalkan? siapa?"tanya Rehan pura-pura tidak tahu. Padahal dia senang sekali saat cinta jadi datang untuk bertemu dengannya.
"Aku tidak tahu namanya siapa, tapi aku memanggilnya Tuan yang sombong"ucap Cinta.
"Apa dia tampan? ceritakan padaku seperti apa dia"ucap Rehan memancing Cinta agar mengatakan sesuatu tentangnya.
"Dia tampan, tinggi, kulitnya putih, bibirnya merah, keren sih tapi suka memerintah, tukang ngatur, sombong, pokoknya dia itu menyebalkan"ucap Cinta.
"Apa kau suka padanya?"tanya Rehan. Dia ingin tahu perasaan cinta padanya. Rehan berharap cinta merasakan hal yang sama dengannya.
"Apa sih Reni? aku baru saja mengenalkan. Perkenalan kami juga tidak cukup baik. Bahkan tampak buruk. Masa aku keserempet mobilnya, dia minta aku ganti rugi, udah gitu menciumku paksa padahalkan itu ciuman pertamaku"ucap Cinta. Dia terlihat kesal dan mengerucutkan bibirnya.
"Kau belum pernah ciuman sebelumnya?"tanya Rehan.
Cinta hanya menggeleng, kemudian Rehan mendekatinya.
"Memangnya kau belum pernah punya pacar?" tanya Rehan.
"Belum dan seperti tidak akan. Aku ingin langsung menikah saja, biar pacarannya setelah menikah pasti lebih romantis kan sudah halal"ucap Cinta. Dia tidak ingin membuang-buang waktunya hanya untuk pacaran yang akan menimbulkan banyak dosa lebih baik langsung menikah biar halal dan menjauhkannya dari dosa.
"Kalau ada seseorang mengajakmu menikah gimana Cinta?"tanya Rehan. Dia ingin kau tanggapan cinta tentang pernikahan siapa tahu Cinta mau diajak nikah duluan.
"Dia harus menungguku sampai aku lulus SMA, karena aku ingin menikah muda"ucap Cinta.
"Memangnya kenapa harus menikah muda, kaukan bisa pacaran lama dulu"ucap Rehan.
"Gak mau ah, kalau pacaran lama nanti ujung-ujungnya berzina karena tak mampu menahan keinginan yang selalu menggoda saat bersama"ucap Cinta.
"Gadis kecil aku akan menikahimu lihat saja nanti"batin Rehan.
"Cinta kau cantik"ucap Rehan sambil membelai rambut panjangnya.
"Makasih Reni"ucap Cinta.
Rehan mendekati wajah Cinta, dia ingin mencium bibir merah muda itu yang terlihat menggodanya.
__ADS_1
"Reni kenapa? apa dimataku ada beleknya atau diwajahku ada kotorannya ya?"tanya Cinta.
"Enggak kok Cinta"ucap Rehan tidak jadi mencium Cinta. GG
"Sial, hampir saja aku menciumnya dalam mode Reni. Kalau sampai kejadiankan aneh, masa cewek nyium cewek. Bibirnya itu membuatku kecanduan ingin menciumnya lagi, manis dan mungil"batin Rehan.
"Reni aku berangkat dulu ya, Tuan yang sombong itu suka marah-marah juga, nanti kalau aku terlambat pasti dia marah"ucap Cinta.
"Iya, selamat bersenang-senang dengan Tuan yang sombong"ucap Rehan.
"Dah Reni ..., assalamu'alaikum."ucap Cinta sambil keluar dari kamar asrama itu.
"Wa a ...,"ucap Rehan hampir membalas salam Cinta.
"Kenapa? apa kini hatiku mulai terbuka untuk Tuhan, Cinta, apa dia membuka pintu yang terkunci ini, sentuhan dan kehangatannya membuatku mulai mengenal Tuhan"batin Rehan.
Rehan merasa hatinya sedikit merasakan kehadiran Tuhan. Cinta seakan membawanya pada Tuhan yang tak pernah dia percayai keberadaannya.
***
Leo mengajak Zara, Kirana, Raka, Marwa, Bi Surti dan Mba Ida jalan-jalan ke taman hiburan. Mereka masuk ke taman hiburan itu. Kirana dan Marwa mengikuti Raka mencari wahana untuk anak remaja. Sementara Leo dan Zara pergi bersama Bi Surti dan Mba Ida mencari wahana yang cocok dengan usia mereka. Kirana dan Marwa terus berjalan di belakang Raka.
"Raka, tungguin"ucap Kirana. Dia ingin berjalan sejajar dengan Raka.
"Ngapain kalian ngikut aku, cari aja wahana buat cewek"ucap Raka. Dia kesal tidak ingin kedua adiknya mengikutinya terus.
"Ih ... Kak Raka, kali-kali kita adik-adikmu ini bermain bersamamu kan seru. Ayo naik roller coaster barengan"ucap Marwa.
"Iya Raka, pasti seru kalau naik barengan"ucap Kirana.
"Oke"ucap Raka.
Raka, Kirana dan Marwa naik roller coaster. Kebetulan Kirana duduk disamping Raka. Sementara Marwa duduk dibelakang. Saat Roller coaster itu bergerak cepat naik turun dan berbelok, Kirana ketakutan, Raka langsung memegang tangan Kirana. Dia kasihan melihat adiknya ke terlihat ketakutan. Sebagai seorang kakak Raka harus bisa melindungi adiknya.
"Aku ada di sini, kau tak perlu takut"ucap Raka.
Kirana sangat senang saat Raka memegang tangannya. Dia jadi tidak takut lagi dan ingin lebih lama lagi naik roller coaster agar bisa dipegang terus tangannya oleh Raka.
"Seandainya Raka selalu bersikap manis seperti ini padaku"batin Kirana. Dia menikmati kebersamaannya bersama Raka dan ingin lebih lama lagi bersamanya meskipun ketakutan.
***
Cinta menunggu Rehan di pom bensin didepan asramanya. Tak lama sebuah mobil mewah berhenti di depannya. Kaca mobil belakang itu diturunkan, didalamnya ada Rehan yang mengenakan kaos lengan pendek dengan motif daun supaya menyamai dress milik Cinta yang bermotif bunga.
"Gadis kecil ayo masuk mobil"ucap Rehan. Dia meminta Cinta untuk masuk ke dalam mobilnya.
"Biasanya cowok yang membukakan pintu mobilnya"ucap Cinta.
"Aku mau saja membukakan pintu mobilnya asal kau mau menciumku setelahnya"ucap Rehan.
"Ih ... ogah. Lebih baik aku buka sendiri"ucap Cinta.
Belum sempat Cinta melangkah, Rehan segera turun dari mobilnya dan membukakan pintu mobilnya untuk Cinta.
"Ayo masuk gadis kecilku"ucap Rehan.
"Tuan yang sombong kau takkan minta ciumankan? kalau kau masih kekeh, aku akan mengigit tanganmu, mumpung gigiku sudah ku asah tajam"ucap Cinta. Dia mengancam Rehan agar tidak berlaku aneh-aneh padanya.
"Kejam sekali, ini masih pagi gadis kecil, kau sudah galak saja"ucap Rehan.
"Makanya jangan macam-macam denganku Tuan yang sombong"ucap Cinta.
Rehan tersenyum tipis dengan tingkah gadis kecilnya itu. Dia mempersilahkan Cinta masuk ke dalam mobil. Mereka berangkat ke taman hiburan yang akan dituju. Cinta hanya dia melihat ke arah kaca sepanjang perjalanan menuju taman hiburan tersebut. Dia membiarkan Rehan berbicara sendiri dan terus menggodanya.
Sampai di taman hiburan Rehan dan Cinta masuk ke dalam taman hiburan itu. Rehan membeli sebuah bando mickey mouse dan minnie mouse.
"Nih ganti bandonya dengan yang ini, biar samaan dengan yang ku pakai"ucap Rehan menunjukkan bando mickey mouse yang dipakainya lalu memberikan bando minnie mouse pada Cinta.
"Ngapain aku harus samaan denganmu Tuan yang sombong"ucap Cinta.
"Hari ini kau pasanganku jalan-jalan gadis kecil, jadi menurutlah"ucap Rehan.
"Selalu menyuruh dan memerintah, itulah sifat batumu keras dan kaku"ucap Cinta.
"Gadis kecil mulutmu mulai pedas, aku jadi ingin melahapnya sampai habis, kau mau ikuti perintahku atau ku cium lagi"ucap Rehan.
Cinta langsung mengambil bando minnie mouse yang diberikan Rehan kemudian memakainya. Bando Itu tampak manis dipakai oleh Cinta. Dia terlihat imut dan lucu.
__ADS_1
"Imut sekali, kau terlihat manis, kalau kata orang kau seperti boneka barbie yang cantik"ucap Rehan.
"Kau sudah puas memujiku Tuan yang sombong, belikan aku es krim sebagai gantinya"ucap Cinta.
"Kau mau es krim gadis kecil? ayo kita beli es krim"ucap Rehan.
Rehan menarik lengan baju Cinta menuju tukang jualan es krim. Rehan berdiri di depan membeli es krim untuk gadis kecilnya.
"Bang beli es krimnya dua yang contong ya," ucap Rehan.
"Rasa apa?" tanya penjual es krim.
"Rasa cappucino dan buah-buahan," jawab Rehan.
"Oke," sahut penjual es krim. Dia mulai menyiapkan pesanan Rehan. Kemudian memberikannya pada Rehan yang berdiri di depannya.
"Makasih Bang," ucap Rehan sambil memberikan uang kepada penjual es krim itu.
"Sama-sama," sahut penjual es krim itu.
Rehan memberikan es krimnya kepada cinta. Dengan senang hati cinta menerima es krim itu.
Mereka memakannya sambil duduk di kursi di area taman hiburan itu.
"Gadis kecil lihat es krimmu besar sekali, kau sengaja memerasku ya, memilih ukuran yang paling besar"ucap Rehan.
"Tuan yang sombong, aku akan membuatmu bangkrut biar kau tak sombong lagi"ucap Cinta.
"Berarti aku harus kerja lebih keras lagi biar punya uang banyak untuk membelikanmu banyak es krim berukuran besar itu"ucap Rehan.
"Cobain es krim punyaku enak deh, ada rasa buah segarnya"ucap Cinta.
"Oya, sini suapi aku"ucap Rehan.
Cinta menyuapi Rehan es krim miliknya.
"Iya punyamu enak, seger"ucap Rehan.
"Punyamu rasa apa Tuan yang sombong?"tanya Cinta.
"Kau mau gadis kecil?"tanya Rehan.
Cinta mengangguk, Rehan menyuapi Cinta es krim miliknya.
"Rasa cappucino ya"ucap Cinta.
"Iya, enak gak?"tanya Rehan.
"Rasanya memang cocok untuk orangtua sepertimu"ucap Cinta.
"Apa?.....kau bilang apa tadi?"tanya Rehan ulang.
"Orangtua?....kau sudah tuakan?"ucap Cinta enteng bicara pada Rehan.
"Aku baru berusia 25 tahun tahu, hanya beda 8 tahun darimu, apa aku setua itu untukmu, bukannya aku ideal untuk jadi suamimu"ucap Rehan.
"Apa?....suamiku?....siapa juga yang mau menikah denganmu ya, sombong, suka memerintah, suka mengatur dan satu lagi menyebalkan"ucap Cinta.
"Heh, gadis kecil lihat saja aku akan menikahimu, kau akan hidup selamanya bersamaku dan mati bersamaku"ucap Rehan.
"Kenapa kau jadi emosi seperti itu, akukan cuma bercanda. Kau tampan kok"ucap Cinta.
"Aku tampan? kalau begitu ikut aku"ucap Rehan menarik lengan Cinta.
"Eh.....mau kemana Tuan yang sombong"ucap Cinta.
Rehan mengajak Cinta naik bianglala. Cinta cemberut saat naik bianglala bersama Rehan.
"Hei gadis kecil kenapa kau cemberut, ini wahana paling populer disini"ucap Rehan.
"Kenapa naik yang ini, kurang menantang, harusnya naik tornado atau roller coaster"ucap Cinta.
"Gadis kecil kau tahu difilm-film romantis biasanya ada adegan ciuman didalam bianglala, jadi kita juga bisa melakukannya disini"ucap Rehan.
"Tuan yang sombong, kau tak kapok-kapok ya, mau ku gigit lagi?"ucap Cinta.
"Sebenarnya aku takut naik wahana yang menantang seperti itu"ucap Rehan.
__ADS_1