Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)

Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)
New Generation Part 44


__ADS_3

Rehan bangun pagi untuk membuat sarapan untuk Cinta. Dia memasak didapur. Tapi karena dia tidak pernah memasak, semua masakannya gosong. Bau gosong itu sampai terhirup ke kamar. Cinta yang mencium bau gosong itu menghampiri Rehan didapur.


"Kak Rehan lagi ngapain?"tanya Cinta.


"Gadis kecil, tadinya aku ingin memasak sarapan untukmu, tapi begini hasilnya"ucap Rehan menunjukkan hasil masakannya yang gosong itu.


Cinta mendekati Rehan dan mencium pipinya.


Cup


"Makasih ya Kak Rehan sudah susah payah membuat sarapan untuk Cinta"ucap Cinta.


"Iya sayang"ucap Rehan.


"Kak Rehan mau sarapan apa? biar Cinta yang membuatkan"ucap Cinta.


"Gadis kecil, kau tidak boleh capek, besok akan ada pembantu yang menjagamu dan mengurusmu selama aku dikantor"ucap Rehan.


"Kalau gitu, aku buatkan roti panggang mau?" tanya Cinta.


"Boleh, makasih ya sayang"ucap Rehan.


Cinta mengangguk, lalu membuatkan Rehan roti panggang dan segelas susu. Cinta meletakkan roti panggang dan susu itu dimeja makan. Lalu mereka sarapan. Meskipun Cinta berkali-kali mual dia tetap berusaha sarapan. Rehan menjadi penyemangat hidupnya yang baru.


Selesai sarapan Rehan mandi dan memakai setelan jas rapi, Cinta membantunya mengenakan dasi.


"Istriku sayang, aku pergi bekerja dulu ya"ucap Rehan.


"Iya suamiku sayang"ucap Cinta.


"I Love You"ucap Rehan.


"I Love You Too"ucap Cinta.


Rehan mencium Cinta dan memeluknya sebelum berangkat bekerja. Rasanya dia tak ingin jauh dari Cinta disaat seperti ini.


"Sayang dimeja itu, ada handphone baru untukmu, atm, kartu kredit beserta uang tunai, kalau ada apa-apa cepat telpon aku ya"ucap Rehan.


"Iya Tuan yang sombong ku sayang"ucap Cinta.


"Pengennya masih berduaan denganmu gadis kecil, tapi aku sudah cuti beberapa hari ini"ucap Rehan.


"Kak Rehan harus pergi bekerja, semangat!!!"ucap Cinta.


"Semangat!!!!"ucap Rehan.


Cinta mengantar Rehan sampai depan pintu apartemennya. Diluar pintu, Sekretaris Yuda sudah menunggu Rehan.


"Pagi Presdir"ucap Sekretaris Yuda.


"Pagi Yuda"ucap Rehan.


"Gadis kecil aku berangkat dulu ya, assalamu'alaikum"ucap Rehan.

__ADS_1


"Wa'alaikumsallam"ucap Cinta.


Didalam mobil Rehan bertanya pada Sekretaris Yuda yang pagi-pagi sekali sudah mendatanginya.


"Yuda, kenapa kau mendatangiku sepagi ini?" tanya Rehan.


"Ada kabar yang kurang baik Presdir"ucap Yuda.


"Kabar apa?"tanya Rehan.


"Saudara Anda, Eden sudah melobi para pemegang saham. Dia kemarin datang ke perusahaan untuk mengambil alih perusahaan. Tapi saya minta waktu sampai hari ini, pagi ini akan ada rapat dengan para pemegang saham untuk menentukan siapa yang akan memimpin perusahaan"ucap Sekretaris Yuda.


"Eden benar-benar ingin menghancurkanku" ucap Rehan.


"Lalu apa yang harus kita lakukan Presdir?"tanya Sekretaris Yuda.


"Ada berapa pemegang saham yang mendukung kita?"tanya Rehan.


"Kemungkinan hampir sama dengan para pemegang saham yang mendukung Eden"ucap Sekretaris Yuda.


"Berarti kesempatanku dan Eden hampir sama" ucap Rehan.


"Kalau Eden berhasil menduduki perusahaan, gimana dengan nasib kita semua. Eden akan mengganti semua petinggi perusahaan karena dianggap pendukung Anda"ucap Sekretaris Yuda.


"Eden.....aku tak menyangka dia bergerak sejauh ini, apa Papa juga mendukungnya?"ucap Rehan.


Rehan menduga pasti ada campur tangan Papanya. Eden tak mungkin berani bergerak sejauh ini kalau bukan karena persetujuan Papanya.


Mobil itu melaju ke Perusahaan Bright Light Group. Sampai diperusahaan Rehan dan Sekretaris Yuda langsung memasuki ruang rapat. Para pemegang saham dan Eden sudah ada diruangan rapat itu. Rehan dan Sekretaris Yuda duduk dikursi mereka.


"Pagi"ucap Semua yang ada diruangan itu.


"Aku tahu kenapa para pemegang saham yang terhormat ada diruangan ini"ucap Rehan.


"Presdir yang terhormat tidak perlu basa basi lagi, tinggal kita tentukan siapa yang akan memimpin perusahaan selanjutnya"ucap Eden.


"Betul"ucap Para pemegang saham.


"Baiklah, akan ada pemungutan suara, bagi suara terbanyak dialah yang akan memimpin perusahaan dan jika seri maka ditentukan oleh suara semua karyawan diperusahaan ini, bagaimana?"tanya Rehan.


"Setuju"ucap Eden dan Para pemegang saham.


Pemungutan suara itu dilaksanakan diruangan itu. Setelah selesai Sekretaris Yuda mulai menghitung jumlah suara dan mengumumkan hasilnya.


"Berdasarkan hasil pemungutan suara para pemegang saham, hasilnya seri"ucap Sekretaris Yuda.


"Tidak mungkin"ucap Eden.


"Sesuai kesepakatan awal yang sudah disetujui bersama, karena hasil pemungutan suaranya seri maka akan diadakan pemungutan suata semua karyawan diperusahaan ini"ucap Rehan.


"Sial, tak kusangka Rehan mendapat dukungan sama dari para pemegang saham, bahkan seri denganku"batin Eden.


Setelah itu diadakan pemungutan suara semua karyawan diperusahaan. Satu hari penuh digunakan untuk pemungutan suara dan penghitungan suara. Dan hasilnya dibawa ke ruang rapat. Sekretaris Yuda membacakan hasil pemungutan suata semua karyawan perusahaan.

__ADS_1


"Hasil pemungutan suara semua karyawan perusahaan jatuh pada Presdir Rehan sebagai pemimpin perusahaan"ucap Sekretaris Yuda.


"Tidak mungkin, ini pasti salah, kau pasti menekan semua karyawan agar memilihmu" ucap Eden.


"Oya, apa perlu diadakan pemungutan suara kembali, itu akan merugikan perusahaan karena off selama satu hari, dan Bos besar pasti akan sangat marah"ucap Rehan.


"Tidak, kami setuju"ucap Para pemegang saham.


"Baguslah, kalau para pemegang saham yang terhormat setuju"ucap Rehan.


Eden berdiri dari kursinya dan menghampiri Rehan. Lalu dia menarik kerah kemeja Rehan.


"Kau pasti berbuat curang"ucap Eden.


"Benarkah? bukankah kau yang curang, melobi para pemegang saham dengan iming-iming keuntungan"ucap Rehan berbicara pelan.


"Kau....."ucap Eden hampir menonjok pipi Rehan.


"Kau yakin mau memukulku didepan para pemegang saham? memalukan"ucap Rehan.


"Lihat saja caraku menghancurkanmu, ini baru permulaan"ucap Eden.


Eden melepas kerah kemeja Rehan lalu pergi meninggalkan ruangan itu. Rehan tersenyum karena berhasil menghentikan rencana Eden.


"Saya berterimakasih atas dukungannya untuk saya. Bagi yang tadi belum mendukung saya, ada satu hal yang harus kalian tahu, Eden belum pernah memimpin perusahaan, bagaimana dia sanggup memenuhi keuntungan yang dijanjikannya. Saya tidak menjamin perusahaan akan tetap berdiri jika dia yang memimpin"ucap Rehan.


Rehan berdiri dan mengucapkan salam.


"Assalamu'alaikum"ucap Rehan.


"Wa'alaikum salam"ucap Para pemegang saham.


Rehan keluar dari ruangan rapat itu, dia berjalan dengan senyuman tipis dibibirnya. Dia berhasil membuat Eden keluar dari perusahaan dan mengagalkan rencananya.


Siang itu Rehan membereskan semua pekerjaannya tiba-tiba Cinta masuk ke ruangan kerja Rehan.


Dia menghampiri Rehan yang sedang fokus membereskan pekerjaannya.


"Assalamu'alakum"ucap Cinta.


"wa'alaikumsallam"ucap Rehan.


"Aku membawakanmu makan siang"ucap Cinta.


Rehan langsung menarik Cinta ke pangkuannya.


"Gadis kecil, jangan capek-capek, kau harus menjaga kesehatanmu"ucap Rehan.


"Aku bosan di apatemen, aku pikir ingin mengantarkan makan siang untukmu"ucap Cinta.


"Makasih ya sayang"ucap Rehan.


"Iya Kak Rehan"ucap Cinta.

__ADS_1


"Kalau begitu ayo kita makan bersama"ucap Rehan.


Cinta hanya menggangguk, kemudian mereka makan bersama sambil suap menyuapi. Rehan senang sekali bisa bertemu Cinta disiang itu. Dia jadi makin bersemangat untuk hidup.


__ADS_2