
Leo dan Zara pergi ke taman hiburan bersama mumpung hari ini hari libur sekolah. Leo senang bisa mengantar Zara pergi ke taman hiburan.
Dengan mengayuh sepedanya Leo berangkat bersama Zara. Sepanjang jalan mereka tak henti menebar senyuman dan semangat yang ada dalam dirinya.
Beberapa jam berlalu. Mereka sampai tempat tujuan. Masuk ke ke dalam area taman hiburan itu. Menemui pengelola taman hiburan. Di dalam ruangan pengelola taman hiburan, mereka menemui Ibu Rosi pengelola taman hiburan itu. Ibu Rosa langsung menyuruh Zara untuk segera berganti costum badut beruang. Segera Zara mengenakan kostum beruang.
"Kamu siapanya Zara?" tanya Bu Rosi.
"Saya suaminya Zara Bu," ucap Leo.
"Begini, seharusnya dua orang yang jadi badut beruangnya tapi dia berhalangan hadir, apa kamu mau menggantikannya jadi badut beruang?" tanya Bu Rosi. Dia berharap Leo mau menggantikan badut beruang yang lainnya. Karena klien memesan 2 badut beruang.
"Boleh Bu, kebetulan saya juga sedang ada waktu luang," ucap Leo. Dia setuju untuk menjadi badut beruang seperti Zara. Justru dia senang bisa bekerja bersama istrinya.
"Kalau begitu silahkan dipakai kostumnya," ucap Bu Rosi.
"Baik Bu," ucap Leo dengan senang hati.
Leo masuk ke ruang ganti mengenakan kostum badut beruang. Setelah itu Leo dan Zahra masuk wahana ke tempat diadakannya ulang tahun.
Leo dan Zara jadi badut beruang di acara ulang tahun anak orang kaya. Mereka menari, bernyanyi dan berfoto bersama anak-anak kecil. Leo senang bisa bekerja bersama Zara.
Setelah acara selesai, Leo dan Zara istirahat di kursi taman hiburan itu. Sejenak mengistirahatkan tubuh yang lelah dan letih. Membuka kostum di bagian kepala agar lebih dingin. Maklum dari tadi mereka berkeringat dan kepanasan.
"Zara kostumnya sangat berat, kau pasti lelah memakainya ya Zara?" tanya Leo.
"Sebenarnya berat tapi kalau sudah dijalani dan melihat senyuman anak-anak itu, Zara jadi lupa kalau kostumnya berat," ucap Zara.
"Leo bangga Zara tidak mengeluh bahkan Zara lebih bersemangat dari Leo saat memakai kostum ini," ucap Leo.
"Leo keringatan, biar Zara elap pakai tisu"ucap Zara.
"Makasih Zara sayang,"ucap Leo.
Zara mengelap muka Leo yang basah kuyup karena keringat dengan tisu, ketika tangan Zara menyentuh dekat bibir Leo, Leo mencium tangan Zara. Dia begitu menyayangi istrinya.
"Leo," ucap Zara malu ketika tangannya dicium Leo.
"Habis Leo gemes lihat Zara jadi badut yang cantik," ucap Leo memuji istrinya.
Zara tersenyum. Pujian itu membuat hatinya berbunga-bunga.
Setelah mereka beristirahat, mereka ganti baju kembali. Membersihkan tubuh dan mandi di toilet umum. Kemudian berganti baju, barulah Leo dan Zara menghadap Bu Rosi.
"Ini upah kalian, ada nasi kotak dan tiket gratis ke taman hiburan untuk kalian," ucap Bu Rosi sambil memberikan amplop, tiket dan nasi kotak pada Leo dan Zara.
"Terimakasih Bu," ucap Leo dan Zara menerima nasi kotak, tiket, dan amplop itu.
"Sama-sama," ucap Bu Rosi.
Leo dan Zara keluar dari ruangan Bu Rosi, mencari tempat duduk untuk makan nasi kotak, mereka melihat tempat duduk yang kosong di bawah pohon, berjalan menghampiri tempat duduk itu dan duduk bersama.
"Zara senengnya hari ini, dapat upah, nasi kotak dan malah dapat dua tiket gratis ke taman hiburan ini," ucap Leo.
"Iya, hari ini rejeki kita begitu banyak Leo. Aku jadi makin semangat untuk tetap bekerja keras untuk mencapai cita-cita kita," ucap Zara
"Besok kita berangkat Lomba Cerdas Cermat Zara," ucap Leo.
__ADS_1
"Semoga besok semuanya lancar ya Leo," ucap Zara.
"Iya, kita harus optimis"ucap Leo.
Mereka saling menyemangati satu sama lain. Berusaha sebaik mungkin agar bisa mengikuti lomba dengan baik.
Selesai makan nasi kotak mereka mulai menggunakan tiket gratis untuk ke taman hiburan itu. Mumpung taman hiburan itu masih buka. Mereka juga belum pernah jalan-jalan semenjak menikah.
"Zara, ayo naik halilintar itu, mau gak?" tanya Leo.
"Tapi Zara takut Leo," ucap Zara.
"Nanti Leo pegangin tangan Zara biar gak takut," ucap Leo.
"Baiklah, beneran ya Leo pegangin tangan Zara"
ucap Zara.
"Beneran Zara sayang," ucap Leo.
Mereka akhirnya naik halilintar itu. Leo dan Zara berteriak bersama sekuat tenaga dan tertawa riang. Setelah turun Leo lansung menggendong Zara di punggungnya dan berjalan mencari wahana lainnya.
"Leo kok gendong Zara, apa gak capek dan berat?" tanya Zara.
"Gak, tadikan Zara lemes habis naik halintar,"ucap Leo.
"Leo sering pergi ke taman hiburan seperti ini?"
tanya Zara.
perginya ke clubing sama keluyuran tiap malam.Kalau Zara sering gak pergi ke taman hiburan?"ucap Leo.
"Belum pernah,tiket masuk taman hiburan lumayan mahal,lebih baik untuk biaya sekolah.
Keluarga Zara paling pergi ke kebun binatang milik pemerintah yang harga tiketnya lebih murah"ucap Zara.
"Tapi Zara seneng gak tadi naik halilintar?"tanya Leo.
"Awalnya takut tapi karena Leo terus megangin tangan Zara,jadi gak takut lagi,malah seru dan menyenangkan"ucap Zara.
Lama-lama Zara tidur digendongan Leo karena kelelahan.Leo mengajak Zara ke bawah pohon itu.Zara dibaringkan dipangkuan Leo.Leo mengusap rambut Zara dengan penuh kelembutan
"Zara kamu capek ya,sampai ketiduran.
Terimakasih Zara kau sudah mau bersusah payah demi aku.Leo sayang banget sama Zara.Semoga kita bisa terus bersama-sama"ucap Leo.
Leo meneteskan air matanya melihat Zara yang tidur karena kelelahan.Leo ingin bisa membahagiakan Zara yang selalu ada disetiap kesulitan dan kesusahan Leo selama ini.Zara adalah sumber kekuatan untuk Leo.
************
Leo dan Zara berada dibus yang disewa sekolah untuk berangkat ke tempat Lomba Cerdas Cermat tingkat Kabupaten.Mereka sangat bahagia bisa mewakili sekolah.Sampai di SMA
Bhakti Husada,guru mulai mengabsen siswa SMA Buana.Selesai diabsen dan dibriefing,Leo dan Zara ke kelas mereka masing-masing.Mereka mengikuti lomba dengan soal tertulis dan soal kuis.Selesai mengerjakannya,Leo menyusul ke kelas Zara.Mereka duduk ditaman sekolah sambil membawa nasi kotak dan amplpop yang diberikan guru mereka.
"Zara gimana tadi soalnya sulit tidak?"tanya Leo.
"Lomba kali ini berbeda,soalnya tidak hanya tertulis,tapi berupa kuis juga.Masing-masing soal kuisnya dapat poin"ucap Zara.
__ADS_1
"Leo tadi juga gitu,tapi karena sudah belajar beberapa minggu ini jadi tidak terlalu sulit"ucap Leo.
"Zara katanya lombanya sampai sore,kita akan menginap satu malam dihotel"ucap Leo.
"Jadi ingat waktu pertama kita bertemu ya Leo"ucap Zara.
"Iya,apa Zara mau kita mengulangnya,mumpung kita sudah halal"ucap Leo.
"Malu Leo"ucap Zara.
"Wajahmu merah Zara"ucap Leo.
"Mana?"tanya Zara.
"Ini"ucap Leo mencium kening Zara.
Zara langsung tersenyum saat Leo mencium keningnya.Merekapun mulai makan nasi kotak itu,lalu membuka amplop yang diberikan guru.
"Leo,uangnya satu juta"ucap Zara.
"Iya,lumayan banyak ya,padahal belum juga lombanya menang atau tidak sudah dapat uang.
Ternyata jadi anak berprestasi itu menyenangkan"
ucap Leo.
"Dengan uang ini,bisa untuk menambah beli laptop yang Leo butuhkan"ucap Zara.
"Kau benar Zara,laptop yang ingin Leo beli memang cukup mahal,tapi dengan uang ini dan hasil kemarin kita jadi badut ditambah tabungan kita sepertinya sudah cukup"ucap Leo.
"Jadi Leo bisa mulai mengerjakan projek baru Leo"ucap Zara.
"Iya,Leo akan punya usaha kecil-kecilan dirumah, Zara,semoga hidup kita akan lebih baik dari sekarang"ucap Leo.
"Aku akan selalu mendoakanmu dan mendukungmu terus Leo"ucap Zara
"Itu yang paling Leo butuhkan Zara"ucap Leo.
Akhirnya Leo dan Zara bisa menyelesaikan masalah mereka dengan perjuangan,kerja keras dan doa yang selalu mereka lakukan.Cinta mereka jadi kekuatan untuk melewati berbagai rintangan yang datang silih berganti.
Hotel Cempaka Merah
Leo,Zara,teman-teman sejawat dan beberapa guru pendamping menginap dihotel itu.Besok barulah mereka akan pulang.Leo menyusul ke kamar hotel Zara setelah sudah malam.Dia tidak bisa tidur saat jauh dari Zara.Leo dan Zara tidur dikamar hotel yang sama.
"Zara,gak apa-apakan Leo tidur disini?"tanya Leo.
"Enggak,justru Zara senang tidurnya ditemenin sama Leo"ucap Zara.
"Habis biasa tidur meluk Zara,jadi susah tidur gak ada Zara disamping Leo"ucap Leo.
"Zara juga pengeng dipeluk Leo saat tidur,habis hangat dan nyaman"ucap Zara.
"Kalau begitu sini Leo peluk Zara"ucap Leo.
"Leo"ucap Zara lalu memeluk Leo.
Leo dan Zara akhirnya berpelukan,lalu Leo mencium bibir cantik istrinya itu.Zara senang bisa bermesraan dengannya walaupun hanya ciuman ataupun pelukan.Mereka akan sabar menanti hingga saatnya tiba untuk mereka bisa melakukan hal yang lebih intim.
__ADS_1