Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)

Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)
KING MURID BARU


__ADS_3

Zara sudah bangun dari jam 4 pagi, dia membantu Bu Ani mencuci baju, mencuci piring dan menyapu. Karena Leo dan Zara menumpang sementara dirumah itu Zara berusaha membantu pekerjaan rumah Bu Ani. Setelah membantu pekerjaan rumah Bu Ani, Zara membangunkan Leo. Leo masih tidur pulas, mungkin karena kemarin dia kelelahan habis pertandingan basket.


"Leo bangun....ayo bangun...."ucap Zara.


"Iya sayang masih ngantuk...."ucap Leo.


"Kok kamu manggil aku sayang?"tanya Zara malu.


"Karena kamu istriku tersayang"ucap Leo.


"Kamu lagi sakit ya?"tanya Zara.


"Gak, aku gak lagi sakit"ucap Leo.


"Tapi ngomongmu ngelantur, aku jadi malu"ucap Zara.


"Wajahmu merah Zara"ucap Leo.


"Mana? apa karena tadi motong tomat ya"ucap Zara mencari alasan.


Leo hanya tertawa melihat Zara malu dipanggil "sayang" oleh Leo. Ini pertama kali Leo memanggilnya dengan sebutan sayang. Leo bukan tipe pria yang suka menggombal tapi kata-katanya tadi tulus pada Zara. Leo mulai merasa dekat dengan Zara. Mungkin karena mereka harus bersama dalam suka dan duka.


Leo dan Zara berangkat ke sekolah, mereka berpisah ditempat biasa. Sampai dikelas ada murid baru menduduki kursi milik Zara.


"Maaf itu kursi milik saya"ucap Zara.


"Kursi ini milik sekolah, siapa saja bebas duduk dimana saja"ucap King.


King adalah murid baru pindahan dari luar kota. King kerabat dari kepala sekolah di SMA Buana.King berasal dari keluarga mampu. Kedua orangtuanya pengusaha. King sangat tampan dan keren, tetapi sikapnya arogan dan sok Boss.


"Tapi saya dan Niken duduk disini"ucap Zara.


"Kalau begitu aku yang duduk disini denganmu"ucap King.


"Tidak bisa, saya sudah lama duduk satu bangku dengan Niken. Dan Niken adalah sahabat saya"ucap Zara.


"Aku gak mau tahu, ini kursiku dan aku mau duduk disini denganmu"ucap King.


Zara kesal melihat sikap arogan King. Zara tidak tahu bagaimana cara mengusir King dari situ. Acong teman Zara satu kelas datang memberi surat izin tidak masuk sekolah milik Niken.


"Zara nih, aku dititipin surat izin sama Niken"ucap Acong.


"Ya, terimakasih Acong"ucap Zara.


"Tuh kan, kursi ini memang milikku, jadi kamu tidak punya alasan tidak duduk satu bangku denganku"ucap King.


Bel berbunyi semua siswa masuk ke kelas. Zara terpaksa duduk satu bangku dengan King karena sudah tidak ada kursi yang kosong. Guru mulai memperkenalkan King pada semua siswa dikelas itu.


"Anak-anak ini King murid baru disekolah kita. Dia akan belajar dikelas ini. Silahkan King memperkenalkan diri"ucap Pak guru wali kelas.


"Namaku King Arnold aku akan bergabung dikelas ini, cukupkan perkenalannya"ucap King sombong


Tidak ada satu siswa yang mau bertanya pada King. Mereka takut melihatĀ  kearogan King. Sebagian dari mereka tahu kalau King kerabat dari kepala sekolah.

__ADS_1


"Zara,King akan satu bangku denganmu. Karena kamu siswa yang paling pintar dikelas ini, kamu membantu King untuk mengajarinya materi-materi pelajaran yang sulit"ucap Pak Guru Wali kelas.


"Baik pak"ucap Zara.


Meski King arogan tapi nilai sekolahnya sangat jelek bahkan dibawah rata-rata. Itu sebabnya King satu bangku dengan Zara, agar Zara membantunya saat dia tidak memahami materi pelajaran tersebut.


Setelah bel istirahat berbunyi semua siswa keluar dari kelasnya. Zara mau keluar dari kursinya tapi King menghalanginya.


"Permisi King,aku mau lewat"ucap Zara.


"Kamu ikut aku ke kantin, aku gak tahu dimana kantinnya"ucap King.


"Kamu bisa tanya pada siswa lain"ucap Zara.


"Kamu teman sebangkuku jadi kamulah yang harus menunjukkan dimana kantinnya"ucap King.


"Baik"ucap Zara mengalah.


Zara tahu percuma berdebat dengan pria arogan seperti King. Zara menunjukkan King jalan menuju kantin. Semua siswa putri takjub melihat King yang tampan dan keren.


"Eh..., itu siapa ganteng bangeeeet"ucap Siswa 1.


"Iya,ganteng banget, dia murid baru ya"ucap Siswa 2.


"Iya katanya, dikelas 2 IPA 1"ucap Siswa 3.


King terus berjalan bersamaan Zara menuju kantin. Banyak siswa putri dikantin itu sampai melongo melihat King. King langsung duduk dikursi kantin itu dan menarik Zara duduk dikursi juga.


"Gak boleh, karena kamu sudah membantu menunjukkan kantin padaku jadi kamu harus temani aku makan"ucapĀ  King.


"Aku tidak lapar, aku harus kembali ke kelas"ucap Zara.


"Perutmu berbunyi seperti itu tandanya lapar, cepat duduk dan makan"ucap King.


"Heh......"ucap Zara mengeluh karena tidak bisa berdebat dengan King yang arogan.


King makan dikantin itu dengan Zara. King membayar semua tagihan makannya dengan Zara. Dia memberikan uang 100ribu untuk membayar tagihan itu.


"Nak,ini kembaliannya"ucap pemilik kantin.


"Untuk ibu saja, saya gak butuh uang recehan"ucap King.


King dan Zara kembali ke kelas, saat King mau masuk kelas ada anak laki-laki mengajak King berkenalan dan bersalaman.


"Hallo King, namaku Eri"ucap Eri sambil mengajak King bersalaman.


"Aku gak biasa berteman dengan sembarangan orang"ucap King arogan.


"......."Eri terdiam.


"King kamu gak boleh begitu, Eri hanya mengajakmu berkenalan saja. Apa masalahnya? "ucap Zara.


"Ayo Zara masuk kelas sudah bel"ucap King menarik tangan Zara kedalam kelas.

__ADS_1


Teman-teman sekelasnya kecewa dengan sikap King. King seperti tidak mau berteman dengan teman lainnya.


"Apa sih itu King arogan banget"ucap Acong.


"Biasa anak orang kaya"ucap Budi.


"Katanya kerabat kepala sekolah juga ya"ucap Eri.


"Eh udahan ngobrolnya dah bel masuk tuh"ucap Ika.


Semua siswa kembali ke kelas mereka masing-masing. King tiduran saat guru sedang menerangkan pelajaran. Zara yang melihat King tiduran, menegurnya.


"King jangan tidur saat jam pelajaran berlangsung" ucap Zara.


"Bosen dengerin materi yang panjang gak jelas" ucap King


"Gak boleh begitu, kalau kamu mau mengerti caranya harus mendengarkan guru menerangkan materinya"ucap Zara.


"Ya....Ya....gadis pintar"ucap King.


King bangun dari tidurnya dan ikut mendengarkan materi yang dijelaskan guru. Waktu terus berjalan, mapel silih berganti. Bel pulang sekolahpun berbunyi. Semua siswa keluar dari kelas.


"Hei Zara, kenapa kamu tidak pulang?"tanya King.


"Besok piketku jadi aku menyapu kelas dulu"ucap Zara


"Memang kamu sendirian piketnya"ucap King.


"Tidak, aku kebagian nyapu dengan Niken, karena Niken izin jadi aku menyapu sendiri"ucap Zara.


"Itukan kotor, memang kamu tidak gatal nanti"ucap King.


"Tidak, aku sudah terbiasa"ucap Zara.


Zara mengangkat kursi keatas meja untuk ditata agar mudah disapu. Melihat Zara mengangkat kursi itu sendiri, King membantu Zara.


"Sini, ini pekerjaan laki-laki, tulang kecilmu gak pantas mengangkat kursi ini"ucap King.


"Gak usah, aku bisa kok sendiri"ucap Zara.


"Jangan keras kepala, nanti aku akan mengotori kelas ini kalau kamu tetap bersikeras"ucap King.


Zara akhirnya mengalah dan membiarkan King membereskan kursi ke atas meja. Zara menyapu kelas itu. Setelah selesai King dan Zara keluar dari kelas itu.


Zara berjalan diparkiran depan sekolah, mobil King melaju disamping Zara. King menurunkan kaca mobil dan memanggil Zara.


"Gadis pintar, dimana rumahmu ayo kuantar pulang"ucap King.


"Gak usah dekat kok, aku jalan kaki saja"ucap Zara.


"Ambil itu payung, nanti kamu kepanasan"ucap King melempar payung kearah Zara.


Mobil King melaju keluar sekolah, Zara melanjutkan jalannya. King memang sangat arogan tapi sebenarnya dia peduli pada orang yang dekat dengannya.

__ADS_1


__ADS_2