
Leo dan Zara memutuskan untuk pulang ke rumah orangtua Leo. Mobil jemputan pribadi Leo menjemput mereka. Sampai dirumah besar itu, mereka langsung masuk ke dalam. Ibu Vivi sedang berada dikamarnya. Sementara ayah Leo sedang bekerja. Leo langsung mengajak Zara ke kamar lamanya.
"Leo, itu foto pernikahan kita"ucap Zara melihat foto pernikahan mereka terpajang didinding kamar Leo.
"Iya Zara sayang, itu foto pernikahan kita. Hari yang paling bersejarah untuk kita, karena itu kita bisa bersama sekarang"ucap Leo.
"Jadi ingat kejadian di hotel waktu study tour. Waktu itu Zara takut sekali, Zara takut hamil dan gak bisa sekolah karena kejadian malam itu"ucap Zara.
"Leo juga takut waktu itu, takut udah ngelakuin sesuatu pada Zara soalnya Leo mabuk waktu masuk ke kamar hotel itu, tapi karena kejadian itu kita bisa bersama Zara. Leo bisa memandangi Zara tiap hari"ucap Leo.
Leo mulai mendekati Zara dan memojokkannya lalu mencium bibir cantik Zara. Leo menikmati bibir cantik itu sampai dia lupa memberi jeda untuk Zara bernafas. Zara sampai berusaha melepas ciuman itu.
"Leo aku susah bernafas"ucap Zara.
"Maaf Zara sayang, habis Leo kangen dari kemarin belum nyium Zara"ucap Leo.
"Terus sekarang mau nyium Zara sampai sepuasnya gitu"ucap Zara ngambek manja pada Leo.
"Iya Zara sayang, kalau perlu sampai bibir Zara bengkak karena ciuman dari Leo"ucap Leo.
"Zara gak mau dicium sampai bengkak, Leo mulai nakal sekarang"ucap Zara cemberut.
"Kalau gitu Leo mau yang lain ah"ucap Leo.
Leo menggendong Zara, lalu membawanya ke toilet.
"Leo mau apa?"tanya Zara.
"Habis tadi Zara bilang Leo nakal, jadi Leo mau yang lebih nakal"ucap Leo.
Leo menceburkan Zara dibak mandi yang sudah terisi air. Mereka masuk ke bak mandi itu bersama, kemudian Leo menggelitik pinggang Zara.
"Leo geli, aku balas nih, rasain geli gak?"ucap Zara sambil menggelitik dada Leo.
"Geli Zara, ampun. Leo gak usil lagi deh"ucap Leo merasa geli saat Zara menggelitik dadanya.
Leo melihat tubuh Zara basah kuyup, tubuh Zara terlihat seksi, Leo langsung memeluk Zara.
"Zara seksi banget kalau lagi gini, Leo jadi ingin tapi Leo akan sabar menanti"ucap Leo.
"Leo makasih ya mau sabar menanti"ucap Zara.
"Leo ingin kita bisa wisuda bareng Zara, nanti kita bisa kuliah sama-sama. Kalau ngikutin keinginan Leo, jujur Leo udah gak sabar sebagai seorang laki-laki normal tapi Leo inget kita masih sekolah, Leo gak mau merusak masa depan kita. Leo akan menanti toh tinggal dua bulan lagi"ucap Leo.
"Leo"ucap Zara.
"Nanti jangan kaget kalau Leo ganas, habis udah nahan lama nih"ucap Leo mulai menggoda Zara.
"Leo, Zara jadi takut"ucap Zara.
"Biarin, biar Zara meronta dan merengek"ucap Leo.
"Leo"ucap Zara memeluk erat Leo.
"Zara, walaupun keadaan kita sulit tapi kalau terus bersama seperti ini, Leo merasa tak punya beban lagi, semua terasa ringan"ucap Leo.
"Aku juga merasakan seperti itu, Leo. Saat kita bersama semua masalah terasa ringan"ucap Zara.
"Ayo mandi Zara"ucap Leo.
"Mandi bersama?"tanya Zara.
"Iya, memang kenapa? takut Leo menerkam ya"ucap Leo.
Zara hanya tersenyum dengan ucapan Leo. Mereka mandi bersama, Leo membantu Zara mandi sambil sesekali melakukan hal yang dia inginkan pada Zara. Mereka begitu bahagia meskipun mereka tahu ada masalah yang harus dihadapi. Selesai mandi Leo dan Zara tidur diranjang kamar itu. Leo memeluk Zara saat tidur. Dia begitu bahagia bisa tidur memeluk Zara lagi.
********
Leo dan Zara makan malam bersama dengan orangtua Leo. Pak Anton dan Ibu Vivi senang bisa makan malam bersama anak dan menantunya. Hal seperti ini sudah lama mereka rindukan. Selesai makan barulah Leo menceritakan kejadian disekolah tadi pada orangtuanya.
"Jadi kabar itu sudah sampai dipihak sekolah, padahal Papa sudah meminta orang untuk menghapusnya"ucap Pak Anton.
"Pa, sepertinya kabar itu dalam hitungan jam dihari pertama disebar sudah menyebar luas sampai ke pihak sekolah, apalagi ada siswa yang membuat laporan"ucap Leo.
"Papa sudah tahu siapa yang menyebar kabar miring itu, namanya Mimi. Apa kalian kenal?"tanya Pak Anton.
"Mimi"ucap Leo dan Zara bersamaan.
"Memang kalian kenal dengan Mimi?"tanya Ibu Vivi.
"Kenal banget sih enggak Ma, tapi Leo dan Zara kenal Mimi"ucap Leo.
"Apa perlu Papa laporin aja dia ke polisi?"tanya Pak Anton.
"Jangan Pa, nanti biar Leo dan Zara yang bicara baik-baik padanya. Yang penting kita sudah tahu pelaku penyebar kabar miring itu"ucap Leo.
__ADS_1
"Tadi Papa juga dapat telpon dari sekolahmu, besok Papa dan Mama ke sekolah kalian"ucap Pak Anton.
"Maaf ya Pa, Ma jadi merepotkan kalian padahal ini masalah Leo dan Zara"ucap Leo.
"Kalian inikan anak kita, jadi sudah jadi tanggungjawab Papa dan Mama. Lagi pula masalah ini memang harus segera diselesaikan agar kalian bisa sekolah kembali"ucap Pak Anton.
"Orangtua Zara juga akan kesini besok, tapi hanya Ibu dan Kak Yusuf yang akan kesini"ucap Ibu Vivi.
"Semoga besok masalah ini bisa diselesaikan dengan baik, banyak berdoa ya Leo, Zara. Papa percaya hanya Allah yang akan bisa membantu kalian. Meskipun kita berusaha tetap saja Allah yang berkehendak"ucap Pak Anton.
"Iya Pa"ucap Leo dan Zara.
Setelah makan malam, Leo dan Zara kembali ke kamar. Leo dan Zara beribadah dan berdoa bersama. Mereka meminta pada Allah agar semua masalah mereka cepat selesai dengan baik. Mereka sampai menangis memohon pada Allah agar bisa mengikuti UAN. Mereka ingin bisa lulus dan wisuda bersama teman-teman satu angkatan.
*********
Harun, Beni, Gerald dan King pergi ke Club malam untuk mencari Mimi. Harun tahu dari informasi temannya kalau Mimi yang menyebar kabar miring tentang Leo dan Zara. Mereka ingin menemui Mimi dan memberi peringatan padanya. Karena ulah Mimi, Leo dan Zara sampai diskors sekolah selama satu minggu.
"Gerald tempat apa ini?"tanya King.
"Ini Club malam King, memang kau belum pernah ke tempat seperti ini?"tanya Gerald.
"Belum, cuma ngelihat ditelevisi aja. Ini pertama kali gue kesini"ucap King.
"Dulu gue, Beni, Andi dan Leo biasa nongkrong ditempat seperti ini"ucap Harun.
"Leo nongkrong ditempat ini dulu? gue baru tahu kalau dulu Leo badung juga ya"ucap King.
"Itu dulu saat dia belum bertemu Zara. Saat bersama Zara, Leo insyaf sekarang malah jadi panutan kita-kita"ucap Harun.
"Leo hebat, dari badung jadi anak baik dan berprestasi. Zara memang membawa pengaruh positif untuk Leo"ucap King.
"Lo yakin Mimi malam ini ada disini Harun?"tanya Beni.
"Harusnya iya, tadi gue sengaja booking dia. Nanti kita masuk ke ruangan VIP janjian sama Mimi. Nah disitu baru kita beraksi"ucap Harun.
"Oke, tapi gue kebelet ke toilet dulu ya"ucap King.
"Lo tahukan toiletnya dimana?"tanya Harun.
"Gampang, tar gue nanya orang kalau gak tahu"ucap King.
King berjalan mencari toilet, dia berjalan kesana kemari, dia kebingungan dan malah bertemu tiga cewek yang menggodanya. King dibawa masuk ke ruangan untuk berkencan.
"Puaskan apanya ya"ucap King.
"Pokoknya yang enak-enak bikin ketagihan deh"ucap Yani.
"Enak-enak bikin ketagihan?"ucap King kebingungan.
"Mau gaya apa aja kita bisa sayang"ucap Elis.
"Aduh gue mau diapain sama tiga cewek cantik ini"ucap King dalam hatinya.
Ketiga cewek itu meraba-raba King, mereka juga mulai melepas kancing kemeja King.
"Eh, ini gue mau diapain? geli nih. Jangan dibuka kemeja gue, nanti masuk angin"ucap King.
"Elis nih cowok oon atau bego? masa diraba-raba malah bilang geli, orang dimana-mana keenakan"ucap Sisil.
"Gue rasa oon plus bego tapi liat barang-barang yang dipakai branded semua, pasti tajir"ucap Elis.
"Perlu diasah dulu kali, dia ini masih polos, belum ngarti hal beginian"ucap Sisil.
"Udah biar gue urus pemanasannya, kalian cek dompetnya ada isinya gak?"ucap Yani.
Yani mulai mencium King dan memeluknya sambil meraba dada bidang King.
"Ampun jangan, gue belum siap beginian"ucap King melepas ciuman dari Yani.
"Sayang gak usah takut, enak Lo"ucap Yani.
"Udah sikat aja Yani, dompetnya tebel nih"ucap Sisil.
"Itu dompet gue, kenapa ditanganmu?"ucap King.
"Mau yang enak gak sih, dijamin puas pokoknya sesuai isi dompetmu"ucap Elis.
"Gak mau, ini dosa. Gue masih perjaka gak mau ternoda"ucap King.
Ketiga cewek itu mulai melepas kemeja King.
"Jangan, nanti orangtua gue marah, ini belum saatnya. Lepaskan gue ya, ambil aja isi dompet gue tapi lepaskan gue"ucap King.
"Pelanggan harus puas itu moto kami trio centil"ucap Sisil.
__ADS_1
"Tapi gue udah puas, biarkan gue pergi ya"ucap King.
Mereka bertiga mulai melakukan pemanasan disekujur tubuh King.
"Ampun jangan ambil keperjakaan gue, kasihan bini gue nanti kalau begini"ucap King.
"Baru kali ini ada cowok takut disentuh cewek" ucap Elis.
"Iya, aneh banget. Orang mah kesenengan dilayani kita bertiga. Ini malah minta ampun"ucap Sisil.
"Dia ini masih polos plus perjaka jadi kaya gini, biasa belum pengalaman"ucap Yani.
Tak lama Gerald masuk ke ruangan itu. Dia melihat King diserang trio centil.
"Gerald tolong gue, nih trio centil mau menodai gue"ucap King yang berbaring disofa dan diterkam trio centil.
"Wah mas gantengnya nambah, apa mau dipuasin juga"ucap Sisil.
"Lepasin dia, mau kusebar foto kalian, biar semua orang tahu kalian memperkosa temen gue"ucap Gerald.
"Yaudah kita damai aja, nih temen Lo gue lepasin. Lagian belum diapa-apain juga. Baru pemanasan aja udah ketakutan minta ampun segala"ucap Yani.
"Nih dompetmu ganteng, ku kembalikan. Isinya masih utuh"ucap Elis.
Ketiga cewek itu keluar dari ruangan itu, Gerald langsung menghampiri King.
"King Lo gak kenapa-kenapakan?"tanya Gerald.
"Untung Lo cepat kesini, kalau gak keperjakaan gue direnggut trio centil tadi. Mereka ganas banget. Baru tahu gue ada cewek menyerang duluan tanpa ampun. Aduh nasib gue hampir diujung tanduk"ucap King.
"Ditempat kaya gini banyak cewek-cewek model trio centil tadi"ucap Gerald.
"Apa?....kalau tau begini gue gak ikut. Hampir aja gue jadi korban pemerkosaan trio centil"ucap King.
Gerald dan King keluar dari ruangan itu kembali berkumpul bersama Harun dan Beni. Mereka akhirnya menemui Mimi diruangan VIP yang sudah dipesan.
"Lo Mimi kan?"tanya Harun.
"Kok berempat, bukannya yang pesan cuma satu orang ya"ucap Mimi.
"Hei Mimi, kamu yang nyebarin kabar miring tentang Leo dan Zara disekolahkan?"tanya Beni.
"Apaan sih, ngapain aku ngurus urusan mereka, gak penting"ucap Mimi.
"Oh, gak mau ngaku. Kamu mau aku nyebarin ke semua siswa kalau kamu itu cewek panggilan"ucap Harun.
"Udah kita kasih tahu ke semua temen kita disekolah kalau Mimi kupu-kupu malam. Biar dia ngerasain rasanya kaya Leo dan Zara jadi omongan satu sekolah karena kabar miring yang kamu sebar seenaknya"ucap Gerald.
"Kalian mengancam ku ya"ucap Mimi.
"Kami gak mengancammu, tapi perbuatanmu itu udah ngerugiin Leo dan Zara. Mereka sampai diskors sekolah, belum lagi nama baik mereka tercoreng karena kabar miring yang Lo sebarin"ucap Beni.
"Kamu gak mikir, Leo dan Zara jadi kesusahan karena masalah ini. Sekolah mereka terancam karena ulahmu yang seenaknya sendiri. Kamu gak tahu gimana rasanya jadi Leo dan Zara sekarang"ucap King.
"Aku cuma mau membalas perbuatan Leo dan Zara aja. Habis waktu itu mereka bikin aku kesel, aku jadi dihajar sama pelanggan yang marah dan Leo ngancem aku. Bikin susah nyari temen yang mau ku ajak kerja sama aku"ucap Mimi.
"Leo dan Zara udah bener, lagian kamu ngapain sih mau ngajak temen-temen kita buat kerja kotor kaya kamu. Pikir dong ini pekerjaan yang melanggar hukum, kamu punya harga diri gak? tiap malam menjajakan diri buat menuhi nafsu lelaki hidung belang. Mi, kamu itu pelajar gak pantas menjual diri. Kamu tahukan yang mana yang bener sama gak"ucap Harun.
"Kalau kamu berani ngajak temen satu sekolah kerja begini, gue laporin ke polisi kamu Mi"ucap King.
"Jangan, Mimi gak akan ngajak temen sekolah lagi kerja kaya aku kok beneran"ucap Mimi.
"Aku akan laporin kamu ke sekolah juga Mi, biar kamu juga ngerasain kaya Leo dan Zara. Kalau pihak sekolah tahu pekerjaanmu seperti ini, aku yakin kamu pasti dikeluarin dari sekolah"ucap Gerald.
"Jangan dong, Mimikan juga masih mau sekolah sampai lulus"ucap Mimi.
"Kamu mau sekolah sampai lulus, tapi kamu bikin Leo dan Zara terancam dikeluarkan dari sekolah. Dimana nuranimu, mereka itu baik dan rajin disekolah tapi sekarang mereka jadi bahan omongan yang gak bener"ucap Beni.
"Aku minta maaf, tolong jangan laporin aku kesekolah"ucap Mimi.
"Minta maaf sama Leo dan Zara, bukan sama kami. Terus kamu juga harus mengakui kesalahanmu telah menyebar kabar miring itu dimedsos, bersihkan kembali nama baik Leo dan Zara"ucap Harun.
"Tapi nanti aku pasti dihujat kalau mengaku salah"ucap Mimi.
"Mau berbuat kok gak berani tanggungjawab, kamu gak mau ngelakuin itu, lihat aja kita laporin ke pihak sekolah pekerjaanmu ini terus kita sebarin dimedsos biar temen satu sekolahan tahu siapa kamu yang sebenarnya"ucap Gerald.
"Ampun jangan, iya deh aku akan mengaku salah menyebar kabar miring itu dimedsos, nanti aku akan membersihkan nama baik Leo dan Zara juga"ucap Mimi.
"Besok kita tunggu ya pengakuanmu, kalau gak lihat aja apa yang kita lakukan padamu nanti"ucap King.
"Betul, nih rekamanmu udah ada disini. Dan fotomu juga udah ada. Kalau kamu besok gak mau mengaku salah. Ini gue sebarin oke"ucap Beni.
"Oke"ucap Mimi.
Akhirnya Harun, Beni, Gerald dan King membuat Mimi mau mengakui kesalahannya. Mereka tinggal menunggu pengakuan Mimi besok. Mereka geram dengan perbuatan Mimi yang merugikan Leo dan Zara.
__ADS_1