Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)

Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)
New Generation Part 98


__ADS_3

Pagi itu Cinta berangkat sekolah bersama Rehan yang berdandan sebagai Reni agar bisa bersekolah bersama Cinta. Dia ingin bisa menghabiskan banyak waktu bersama Cinta, meskipun sebenarnya Rehan punya banyak kesibukan diperusahaan miliknya. Tapi setengah hari bersekolah bersama gadis kecilnya akan membuatnya bersemangat.


"Gadis kecil lihat, kepagiankan kita berangkatnya" ucap Rehan.


"Bukannya bagus ya kita berangkat pagi biar bisa belajar dulu, mau ulangan nih"ucap Cinta.


"Gadis kecil, makanya otakmu harus cerdas sepertiku, tak perlu belajar aku sudah pintar dari lahir"ucap Rehan membanggakan dirinya.


"Kalau begitu, Kak Rehan yang baik hati, bisakah kau pinjamkan otak jeniusmu itu sehari saja"ucap Cinta.


"Bisa, tapi biaya sewanya mahal, kau harus jadi pembantu cintaku seumur hidupmu, siang dan malam melayani keperluanku"ucap Rehan.


"Padahal aku mau pinjam sehari, tapi kau mau aku jadi pembantu cintamu seumur hidupku, sungguh kejam dirimu"ucap Cinta.


"Aku hanya akan kejam padamu gadis kecil, kalau perlu akan ku makan kau sampai habis"ucap Rehan.


"Dasar pangeran zombi pemakan otak"ucap Cinta.


"Iya aku ini pangeran zombi pemakan otak, haaa.....haaaa....."ucap Rehan menakuti Cinta.


"Kak Rehan masih pagi, jangan jadi zombi, ada matahari nanti kau gosong loh"ucap Cinta berlari meninggalkan Rehan.


"Gak takut, zombi satu ini anti matahari haaaa....eh...bola pingpongnya jatuh dari braku" ucap Rehan.


Bola pingpong itu menggelinding hingga ke kaki Raja, Rehan mengikuti bola pingpong itu hingga ke kaki Raja lalu Raja dan Rehan berjongkok bersamaan. Mereka saling memandang satu sama lain.


"Ini bola pingpong milikmu Reni"ucap Raja.


"Iya Raja"ucap Rehan.


"Kok dadamu gede sebelah ya"ucap Raja.


"Itu disebabkan terapi bola pingpong yang belum sempurna"ucap Tehan.


"Oh...dada mesti diterapi segala ya"ucap Raja.


"Tentu biar beter, gak miring ataupun mencong apalagi sampai bengkong"ucap Rehan.


"Kalau dadamu kurang gede tambahin balon aja gak usah mahal-mahal oplas, murah meriah tinggal beli diemang-emang"ucap Raja.


"Itu udah sering tapi pada kempes"ucap Rehan.


"Jadi dadamu itu palsu ya, aku tertipu ukurannya yang menantang"ucap Raja.


"Kalau ingin membayangkan lebih baik bayangkan kalau isinya balon air"ucap Rehan.


"Ya, cewek sekarang biasa menggunakan balon air sebagai isian bra, maklum oplas mahal"ucap Raja.


"Tapi dijamin balon air lebih memuaskan karena harga terjangkau"ucap Rehan.


"Jadi inget pacarku Hana, pas kuajak kencang nonton basket, eh dadanya kena bola basket tahu-tahu dadanya kempes, kirain dicuri dedemit, gak tahu bola airnya meletus"ucap Raja.


"Terimakasih atas informasinya ya"ucap Rehan.


"Aku mau jadi pacarmu meski dadamu isi bola pingpong"ucap Raja.


"Ampun, ini cowok ember dan mengarah ke gila, lebih baik kabur"ucap Rehan kabur meninggalkan Raja.


"Reni tunggu, itu wigmu lepas"ucap Raja.


"Ah....ampun deh ngapain wigku lepas segala" ucap Rehan.


Raja mengambil wig milik Rehan yang lepas.


"Nih wigmu, meski rambutmu tak seindah wigmu, tapi kau tetap cantik jelita"ucap Raja sambil memberikan wig itu pada Rehan.


"Makasih ya Raja dah..."ucap Rehan.


"Kabur....."batin Rehan.


Rehan secepat mungkin meninggalkan Raja.


Setelah Rehan pergi Raja menemui pacar-pacarnya yang sedang berkumpul diaula sekolah.


"Tenang pacar-pacarku tidak usah cekcok, aku bisa adil dan membagi kalian ciki dengan berat yang sama"ucap Raja.

__ADS_1


"Demo....demo....kita gak mau ciki"ucap Pacar-pacarnya Raja.


"Kalau begitu bagaimana kalau keripik singkong" ucap Raja.


"Gak mau kemurahan...demo...demo....."ucap Pacar-pacar Raja.


"Sembako gratis aja setiap bulan gimana?"ucap Raja.


"Kurang....kurang....kurang...."ucap Pacar-pacar Raja.


"Repot juga ya kalau pacar kebanyakan gini, padahal ini baru pacar sampingan, belum pacar inti 47 orang"batin Raja.


"Baiklah silahkan pilih tirai yang mana?"ucap Raja.


"Tirai yang mana?"tanya Sari.


"Tirai satu aja"ucap Tika.


"Nanti isinya zonk gimana? rugi udah dimadu-madu gak tahunya cuma dapet zonk"ucap Indah.


"Tirai dua aja"ucap Lilis.


"Nanti kalau isinya seperangkat alat tulis gimana?"tanya Maya.


"Paling gak bisa buat sekolah"ucap Nina.


"Tirai tiga aja"ucap Sari.


"Kalau isinya permen lolipop gimana?"tanya Tika.


"Masih untung dari pada isinya tagihan hutang" ucap Indah.


"Oke sepakat kita semua pilih tirai dua ya"ucap Lilis.


"Oke"ucap Semua pacar Raja.


"Tirai dua....tirai dua....."ucap Semua pacar Raja.


"Mat asistenku tolong buka tirai dua"ucap Raja.


"Buka ..buka....buka...."ucap Semua cewek Raja.


Mamat akhirnya membuka tirai dua. Ternyata isinya pempes dan kuaci.


"Selamat...tirai dua isinya pempes untuk jalan-jalan dan kuaci untuk cemilan awetnya" ucap Raja.


"Yah pempes sama kuaci"ucap Sari.


"Yaudahlah pempes bisa buat nenek gue"ucap Lilis.


"Gue pakai sendiri aja, kalau nonton film hantu malamnya takut pipis ke toilet, jadi bisa pipis dipempes"ucap Nina.


"Kalau gue kuacinya deh bisa buat bergadang bantuin bapak gue jaga makam"ucap Tika.


"Serem amet"ucap Lilis.


Mereka akhirnya mendapatkan pempes dan kuaci


***********


Dara membawa jus yang dibelinya, dia menghampiri Raka yang sedang duduk dikelas sendirian saat jam istirahat. Dia sengaja ingin mencari perhatian Raka. Dara duduk disamping Raka.


"Raka kenapa tidak istirahat?"tanya Dara.


"Males"ucap Raka.


"Nih jus melon untukmu"ucap Dara.


"Gak usah, gak aus"ucap Raka.


"Kalau gitu aku......"ucap Dara melepas kancing seragamnya.


Melihat sesuatu dibalik kancing terbuka itu, Raka langsung menutup matanya dengan kedua tangannya.


"Dara tutup, kau ini bodoh sekali"ucap Raka.

__ADS_1


"Raka kau boleh memegangnya"ucap Dara.


"Asragfirullahallazim, Dara inget kau tidak boleh memperlihatkan itu selain pada suamimu"ucap Raka.


"Aku mau Raka jadi suamiku, biar Raka setiap hari melihatnya"ucap Dara.


"Dara jangan gila, aku masih sekolah dan tidak mau menikah denganmu"ucap Raka.


Raka masih menutup matanya. Tapi Dara terus mendekati Raka hingga hampir menciumnya, untung Azkia menghalanginya dengan buku tulis diantara bibir Raka dan Dara.


"Hei Dara jangan kegatelan, masih sekolah udah nyosor duluan"ucap Azkia.


"Kamu ya nyebelin, mengganggu kesenanganku aja"ucap Dara.


Azkia mengambil jangkrik dan melemparnya sampai didada Dara.


Pluk..........


"Ih.....geli.....apaan ini"ucap Dara berdiri dan mengibaskan dadanya.


"Biarin jangkrik yang memuaskan imajinasi nakalmu"ucap Azkia.


"Kamu ya Azkia awas aja"ucap Dara berlari keluar kelas menuju toilet.


"Ayam jago mau sampai kapan nutup mata"ucap Azkia.


Raka membuka matanya yang ditutupi kedua tangannya.


"Makasih ya kura-kura"ucap Raka.


"Oh...kau takut melihat yang tadi, lucu juga, biasanya cowok suka"ucap Azkia.


"Kau ngomong apa? jangan dibahas lagi, malu" ucap Raka.


"Ayam jago main dadu ular tangga yuk"ucap Azkia.


"Oke, paling kura-kura sepertimu kalah"ucap Raka.


"Jangan sombong dulu, buktikan"ucap Azkia.


Raka dan Azkia bermain dadu ular tangga.


"Ayam jago lihat aku naik ke atas"ucap Azkia.


"Paling kau akan turun nanti, kura-kurakan takut uler"Raka.


"Siapa takut"ucap Azkia.


Raka mengocok dadunya sampai dua kali diulang.


"Kau curang, itu namanya kau mencari angka enam?"tanya Azkia.


"Tidak ada aturannya kalau curang tidak diperbolehkan"ucap Raka.


"Oke lihatlah aku membalasmu"ucap Azkia.


Azkia mengocoknya berkali-kali sampai menemukan angka enam.


"Yes jalan enam langkah"ucap Azkia.


"Kalau hasil curang pasti turun juga nanti"ucap Raka.


"Kau yang curang duluan, kau pikir aku bodoh" ucap Azkia.


"Oke fine"ucap Raka.


Raka dan Azkia saling curang hingga mereka malah sama-sama turun ke bawah dan menyudahi permainan itu.


"Raka gadis buta yang waktu itu bersamamu siapa?"tanya Azkia.


"Gadis buta? oh...Zhafira"ucap Raka.


"Dia cantik ya"ucap Azkia.


"Dia memang cantik"ucap Raka.

__ADS_1


"Apa kau menyukainya?"tanya Azkia.


__ADS_2