
Leo dan Zara berangkat ke sekolah bersama dengan hati yang gembira karena hari ini pengumuman hasil Lomba Cerdas Cermat itu.Mereka menyempatkan membeli sarapan dikedai warung nasi.Saat mereka sedang mengantri,ada anak kecil mencuri tiga buah tempe goreng lalu pergi berlari,penjual nasi bungkus itu mengejarnya.Anak kecil itu tertangkap oleh penjual nasi bungkus itu.
"Dasar anak nakal,kamu sudah berapa kali ya mencuri gorengan di tempatku"ucap Bu Pipit penjual nasi bungkus itu sambil mencengkram tangan anak kecil itu yang membawa tiga buah gorengan tempe itu.
"Maaf Bu,ampun"ucap Dino kesakitan karena tangannya dicengkram.
"Maaf-maaf,kamu tuh gak sekali mencuri begini.Sekarang aku sudah geram ya"ucap Bu Pipit.
"Bu maaf,lepaskan tangannya"ucap Leo.
"Iya Bu,kasihan adik ini masih kecil"ucap Zara.
"Kalian tidak tahu,dia ini sudah mencuri gorengan ditempat saya lebih dari sekali,bahkan berkali-kali.Dia mencuri saat pelanggan ramai,supaya saya tidak mengetahuinya"ucap Bu Pipit.
"Saya tahu adik ini salah tapi dia mencuri pasti punya alasan"ucap Leo.
"Saya gak peduli,pencuri tetap saja pencuri.Masih kecil aja mencuri gimana kalau udah besar nanti"ucap Bu Pipit.
"Ampun Bu,adik saya lapar,dari kemarin belum makan"ucap Dino.
"Begini saja Bu,berapa kerugian Ibu biar saya menggantinya"ucap Leo.
"Ya sekitar 40 ribu,dia mencuri lebih dari sekali dan tidak hanya gorengan saja"ucap Bu Pipit.
"Yasudah,ini untuk ganti ruginya.Tolong lepaskan adik ini"ucap Leo memberikan uang 50 ribu pada Bu Pipit.
"Baguslah kalau kamu mau menggantinya,saya tidak jadi rugi"ucap Bu Pipit.
"Ambil saja kembaliannya Bu,saya ikhlas"ucap Leo.
"Aneh,mau-maunya aja bayarin pencuri"ucap Bu Pipit lalu meninggalkan Leo,Zara dan Dino.
Zara menghampiri Dino dan mengelus tangannya yang memerah karena dicengkram Ibu Pipit.
"Adik namanya Siapa?"tanya Zara.
"Dino"ucap Dino.
"Berapa usiamu?"tanya Zara.
"Usiaku 10 tahun"ucap Dino.
"Rumahnya dimana?"tanya Leo.
"Di pinggir sungai besar itu"ucap Dino menunjuk ke arah sungai besar itu.
"Kakak antar pulang ya"ucap Zara.
"Tidak,aku tidak bisa pulang tanpa membawa makanan.Ibuku sedang sakit dan adik kecilku lapar"ucap Dino.
"Kalau begitu kita beli makan lalu pulang ke rumahmu"ucap Leo.
__ADS_1
"Iya,terimakasih Kak"ucap Dino.
"Sama-sama"ucap Leo.
Leo dan Zara membeli makanan untuk Dino dan keluarganya.Setelah itu mereka mengantarkan Dino ke rumahnya didaerah pinggiran sungai itu.Rumah Dino sangat sempit dan kecil.Ibunya sedang berbaring karena sakit dan adiknya yang berumur 6 tahun sedang menangis karena lapar.Leo dan Zara memberikan makanan yang dibelinya untuk mereka.Mereka memakan makanan yang dibelikan Leo dan Zara.Selesai makan Leo dan Zara berbincang pada Ibu Dino.
"Bu sakit apa?"tanya Leo.
"Gak tahu nak,badan rasanya panas dingin,lemes dan pusing"ucap Ibu Rohmah.
"Apa Ibu sudah ke Dokter?"tanya Zara.
"Belum,tidak punya uangnya nak.Lebih baik untuk makan kedua anak saya dari pada untuk ke Dokter"ucap Ibu Rohmah.
"Kalau begitu saya antar ke Puskesmas ya,disana gratis"ucap Leo.
"Apa tidak merepotkan kalian?"tanya Ibu Rohmah.
"Tidak"ucap Leo dan Zara bersamaan.
Leo dan Zara mengantar Ibu Rohmah ke Puskesmas untuk berobat.Ibu Rohmah diperiksa Dokter lalu Dokter meresepkan obat sesuai dengan penyakit tipes yang dideritanya.Setelah berobat mereka kembali ke rumah Ibu Rohmah.
"Nak Leo dan Zara terimakasih sudah repot-repot mengantarkan saya dan membelikan makanan untuk saya dan anak-anak saya"ucap Ibu Rohmah.
"Sama-sama Bu,.....oya suami Ibu kemana?"tanya Leo.
"Suami saya menikah lagi,lalu meninggalkan kami nak"ucap Ibu Rohmah.
"Iya nak Zara,dari kemarin Ibu bekerja dirumah makan,cuma karena saya sakit jadi belum kerja lagi"ucap Ibu Rohmah.
"Bu kami pamit untuk berangkat ke sekolah.Ini kami punya sedikit rejeki untuk Ibu dan anak-anak Ibu"ucap Leo memberikan uang 300 ribu untuk Ibu Rohmah.
"Terimakasih nak Leo dan Zara,tidak tahu kalau kalian tidak kesini anak-anak saya makan apa?saya belum bisa bekerja"ucap Ibu Rohmah.
"Sama-sama Bu,kami pamit ya"ucap Leo.
"Ya,hati-hati dijalan nak Leo dan Zara"ucap Ibu Rohmah.
"Iya"ucap Leo dan Zara bersamaan.
Leo dan Zara meninggalkan rumah Ibu Rohmah.
Mereka berjalan menuju ke sekolah.Sampai disekolah mereka kesiangan dan terpaksa dihukum dihalaman depan sekolah berdiri menghadap tiang bendera.
"Zara panas gak?"tanya Leo.
"Gak,Zara kan dihukumnya bersama Leo jadi tetap menyenangkan"ucap Zara.
"Iya,ya.Kalau sama-sama begini dihukumpun rasanya menyenangkan"ucap Leo.
"Leo kau lapar tidak,tadi kita tidak jadi sarapan?"tanya Zara.
__ADS_1
"Kalau gitu kita pingsan saja biar dapat roti dan teh gratis"ucap Leo bercanda.
"Iya ya.Kaya dulu waktu Zara pingsan dapat roti dan teh gratis"ucap Zara.
"Kalau pingsan bersama jadi dapat rotinya dua Zara"ucap Leo.
"Iya"ucap Zara sambil tersenyum.
Mereka tidak merasa sedih harus dihukum berdiri menghadap tiang bendera tapi justru senang karena bisa dihukum bersama.
***********
Setelah dijemur dihalaman depan selama satu mata pelajaran,Leo dan Zara kembali ke kelas mereka.Zara masuk ke kelasnya.Dia duduk disamping King.
"Zara ini minumlah pasti kau haus"ucap King
memberikan botol air mineral pada Zara.
"Terimakasih King"ucap Zara.
Zara meminum air yang diberikan King sampai habis karena kehausan.
"Zara kenapa kau terlambat?"tanya King.
"Aku....."ucap Zara bingung tidak bisa menceritakan semua itu.
"Lain kali aku akan membawakanmu jam alarm agar kau tidak terlambat lagi"ucap King.
"Iya,maaf King.Oya tadi pelajaran matematika,boleh aku pinjam catatanmu?"tanya Zara.
"Tenang,aku sudah menulis rangkumannya dibukumu sendiri,tulisanku bagus jadi kau harus sering melihatnya"ucap King.
"Baik,terimakasih King"ucap Zara.
Sepulang sekolah,Leo dan Zara dipanggil ke ruangan guru.Mereka diberi kabar baik hasil dari
Lomba Cerdas Cermat.Zara menjadi juara pertama di Lomba Cerdas Cermat Fisika tingkat Kecamatan begitupun Leo jadi juara pertama di Lomba Cerdas Cermat Akuntansi tingkat Kecamatan.Mereka akan kembali mewakili sekolah untuk ikut Lomba Cerdas Cermat tingkat Kabupaten.Leo dan Zara sangat senang,akhirnya perjuangan mereka belajar berbuah manis.Mereka keluar dari ruangan guru dan menuju ke taman sekolah untuk istirahat sebentar.Mereka menaruh piala dan sertifikatnya diransel mereka.Lalu mereka membuka amplop yang berisi uang itu.Saat melihat jumlahnya yang cukup banyak sekitar 3 juta,Leo dan Zara langsung gembira dan mengangkat tangan mereka sebagai tanda kemenangan.
"Hore......"ucap Leo.
"Akhirnya kita juara juga ya Leo"ucap Zara.
"Iya,selamat ya Zara istriku kau jadi juara pertama"ucap Leo.
"Selamat juga ya Leo suamiku kau jadi juara pertama juga"ucap Zara.
"Ayo kita rayakan Zara"ucap Leo.
"Iya"ucap Zara.
Mereka begitu senang bisa jadi juara pertama Lomba Cerdas Cermat tingkat Kecamatan.Bahkan mereka akan kembali mewakili sekolah ke Lomba Cerdas Cermat tingkat Kabupaten.Orang yang selalu berusaha dan bekerja keras pasti akan mendapatkan hasil yang terbaik.Jadi tetap optimis,berusaha dan berdoa pasti ada jalan yang terbaik seperti Leo dan Zara.
__ADS_1