Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)

Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)
New Generation Part 66


__ADS_3

Kirana pulang dari syuting. Dia langsung masuk ke rumah. Sampai didalam rumah Kirana tidak menemukan keberadaan Leo, Zara, Marwa dan Raka. Kirana bertanya pada Bi Surti.


"Bi Surti, Papa, Mama dan yang lainnya pada kemana?"tanya Kirana.


"Kurang tahu Non, tadi Tuan dan Nyonya tidak memberi tahu kemana mereka mau pergi"ucap Bi Surti.


"Yaudah, makasih ya Bi Surti"ucap Kirana.


"Iya Non"ucap Bi Surti.


Kirana masuk ke kamarnya lalu berbaring diranjang.


"Papa dan Mama kemana sih? Marwa dan Raka juga gak ada"ucap Kirana.


Karena kelelahan lama-lama Kirana tidur.


Leo, Zara, dan Marwa pulang ke rumah setelah selesai bertemu Cinta. Marwa langsung naik ke kamarnya. Dia sudah sangat mengantuk. Leo dan Zara pergi ke kamar Raka, tapi Raka tidak ada dikamarnya.


"Pa, Raka kemana ya?"tanya Zara.


"Mungkin dia ke rumah Raja"ucap Leo.


"Tapi ini dah malam Pa"ucap Zara.


"Nanti Papa telpon Raka, sekarang Mama istirahat ya"ucap Leo.


"Iya Pa"ucap Zara.


Zara pergi ke kamarnya dan Leo menelpon Raka.


"Nomor yang Anda tuju sedang tidak aktif silahkan tinggalkan pesan"layanan telpon itu.


"Nomor telpon Raka tidak aktif, coba ku telpon Raja"ucap Leo.


Leo menghubungi nomor telpon Raja.


"Hallo Om Leo"ucap Raja.


"Hallo Raja"ucap Leo.


"Raja, Raka ada disitu?"tanya Leo.


"Gak ada Om, emangnya Raka gak ada dirumah Om?"tanya Raja balik.


"Raka gak ada, nanti kalau ada kabar mengenai Raka hubungi Om ya"ucap Leo.


"Baik Om"ucap Raja.


Leo langsung menutup telpon itu. Dia coba menghubungi teman-teman Raka yang lain tapi mereka tidak ada yang tahu keberadaan Raka.


"Raka kemana ya?"ucap Leo.


"Apa karena dia belum bisa menerima Cinta sebagai saudaranya"ucap Leo.


***********


Raka berdiri dipinggir jembatan. Dia melihat ke bawah sungai. Raka begitu sedih harus menerima kenyataan kalau Cinta itu saudara kandungnya. Selama ini Raka selalu berharap suatu saat nanti bisa menikahi Cinta tapi kini harapannya pupus. Raka berdiri diatas jembatan dan berteriak.


"Cinta.......aku mencintaimu......."ucap Raka berteriak.

__ADS_1


"Orang gila mau bunuh diri tapi nyusahin diri sendiri"ucap Zhafira.


Raka menoleh ke bawah, dia melihat gadis buta itu lagi.


"Hei kau itu buta atau tidak, kenapa kau bisa tahu aku ada disini?"tanya Raka.


"Apa manusia hanya melihat sesuatu dari matanya?"tanya Zhafira balik.


"Ya iya, kalau tidak melihat dengan mata lalu dengan apa?"tanya Raka.


"Aku melihat dengan mata batin, terbiasa buta membuatku lebih tajam terhadap sesuatu yang tak tampak dengan mata sekalipun"ucap Zhafira.


"Kau buta kenapa malam-malam begini keluyuran?"tanya Raka.


"Aku baru pulang dari jualan roti hangat, apa kau mau beli, mungkin sudah tidak hangat lagi"ucap Zhafira.


Raka langsung turun dari atas jembatan, lalu menghampiri Zhafira.


"Kau membuatnya sendiri gadis buta?"tanya Raka.


"Iya"ucap Zhafira.


"Apa enak roti buatan gadis buta sepertimu?" tanya Raka.


"Jangan komentar kalau kau tidak mau beli"ucap Zhafira.


"Memang berapa harganya?"tanya Raka.


"2000 ribu"ucap Zhafira.


"2000 ribu, murah sekali"ucap Raka.


"Siapa yang membeli roti dengan hanya 2000 ribu seperti ini?"tanya Raka.


"Yang jelas bukan orang kaya sepertimu, pangsa pasarku menengah ke bawah, jika aku menjual roti ini terlalu mahal siapa yang akan membelinya"ucap Zhafira.


"Kalau begitu aku beli satu"ucap Raka.


"Ambilah"ucap Zhafira membuka ranjang yang berisi roti anget itu.


"Rasa apa aja nih?"tanya Raka sambil memilih roti itu.


"Ada coklat, strawberry, nanas, susu, keju, kacang hijau dan kelapa"ucap Zhafira.


"Tinggal sedikit, adanya rasa coklat dan keju" ucap Raka.


"Soalnya ini sudah malam, aku sudah berkeliling dari jam 3 sore jadi roti hangatnya tinggal sedikit" ucap Zhafira.


"Aku ambil yang coklat deh"ucap Raka mengambil roti yang coklat.


"Cobalah dan kau boleh komentar setelah memakannya"ucap Zhafira.


"Oke gadis buta aku akan memakannya"ucap Raka.


Raka mau memakan roti itu tapi Zhafira memberitahunya.


"Kalau kau mau makan duduklah, biasakan itu"ucap Zhafira.


Raka duduk ditepi jembatan ditemani Zhafira.

__ADS_1


"Rasanya enak, rotinya lembut dan ngenyangin juga"ucap Raka.


"Tadi kau sudah menghinaku duluan, makasih ya"ucap Zhafira.


"Maaf ya"ucap Raka.


"Baguslah kalau kau mau mengakui kesalahanmu"ucap Zhafira.


"Siapa namamu?"tanya Raka.


"Zhafira"ucap Zhafira.


"Aku panggil Fira ya"ucap Raka.


"Terserah, kau mau memanggilku gadis buta juga tidak masalah kok"ucap Zhafira.


"Oya aku Raka"ucap Raka.


"Raka, aku akan selalu ingat nama itu"ucap Zhafira.


"Fira ini sudah malam, dimana rumahmu?"tanya Raka.


"Aku tidak punya rumah, aku ngontrak didekat sini"ucap Zhafira.


"Ayo ku antar pulang"ucap Raka.


"Gadis buta sepertiku bisa pulang sendiri, tidak perlu repot-repot"ucap Zhafira.


"Aku malas pulang, jadi aku gak punya kegiatan yang bisa ku lakukan"ucap Raka.


"Apa karena masalah kelainanmu dengan cowok yang kemarin?"tanya Zhafira.


"Hah kelainan? hei gadis buta aku ini normal" ucap Raka.


"Bukannya kemarin kau berpelukan dengan cowok itu"ucap Zhafira.


"Itu aku sedang berkelahi dengannya"ucap Raka.


"Pasti memperebutkan cewek ya"ucap Zhafira.


"Kau ini kaya peramal aja padahal buta"ucap Raka.


"Biasanya cowok berkelahi karena cewek"ucap Zhafira.


"Fira ayo ku antar pulang"ucap Raka mengalihkan pembicaraan.


"Baiklah karena kau terus memaksa"ucap Zhafira.


Raka mengantarkan Zhafira ke kontrakkannya.


"Raka terimakasih ya"ucap Zhafira.


"Iya, sama-sama"ucap Raka.


"Aku masuk dulu"ucap Zhafira.


"Oke"ucap Raka.


Zhafira masuk ke dalam kontrakkannya. Sementara Raka duduk diluar kontrakkan Zhafira. Dia malas pulang, hatinya masih belum sembuh.

__ADS_1


Setelah tengah malam Zhafira sholat malam dia sempat menengok keluar dari gorden jendela kacanya. Dia melihat Raka tidur diteras kontrakannya. Zhafira keluar membawa selimut untuk Raka, lalu dia menyelimuti tubuh Raka dengan selimut itu.


__ADS_2