Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)

Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)
New Generation Part 47


__ADS_3

Pak Theo masuk ke dalam rumah besar miliknya. Dia berjalan menaiki tangga rumahnya lalu menuju ke kamarnya. Saat dia mau masuk kamarnya, Ibu Riana memanggilnya.


"Pa udah pulang?"tanya Ibu Riana.


"Apa aku harus laporan padamu dulu"ucap Pak Theo.


"Pa, Mama sudah masak, apa Papa mau makan?" tanya Ibu Riana.


"Apa aku terlihat mau makan"ucap Pak Theo.


"Mama berharap Papa mau makan bersama" ucap Ibu Riana.


"Riana harus kau tahu, aku menikahimu karena permintaan ayahmu bukan karena aku mencintaimu, jadi kau tahu seperti apa hubungan kita dari dulu"ucap Pak Theo.


"Sudah puluhan tahun Pa, apa kau tidak bisa membuka hatimu untukku?"tanya Ibu Riana.


"Pernikahan kita murni bisnis, jadi jangan berpikir akan ada cinta diantara kita"ucap Pak Theo.


"Apa karena dihatimu hanya ada wanita itu?"tanya Ibu Riana.


"Berhentilah menyebutnya, kalau kau masih ingin aku pulang ke rumah ini"ucap Pak Theo.


"Apa dia seistimewa itu hingga kini kau masih mencintainya?"tanya Ibu Riana.


Pak Theo menghampiri Ibu Riana dan mencengkram lengannya.


"Aw......sakit Pa"ucap Ibu Riana.


"Aku paling tidak suka kau berani membahasnya, dia terlalu berharga untuk kau sebut"ucap Pak Theo.


"Sampai kapan kau seperti ini, dia bahkan sudah pergi jauh"ucap Ibu Riana.


Plaaaaak.............


Pak Theo menampar Ibu Riana dengan tangan kirinya.


"Aw........tampar aku lagi Pa, bunuh aku sekalian, aku lelah hidup bersamamu tapi seperti hidup sendirian"ucap Ibu Riana.


Pak Theo melepas tangan kanan yang tadi mencengkram lengan Ibu Riana.


"Aku akan benar-benar membunuhmu jika kau berani menyebut namanya didepanku"ucap Pak Theo.


Pak Theo meninggalkan Ibu Riana dan masuk ke kamarnya setelah selesai bicara. Sementara Ibu Riana menangis ditempat itu.


"Hik....hik....hik....selama ini kau anggap aku apa?


kenapa wanita itu selalu menempati hatimu hik....hik....."ucap Ibu Riana sambil menangis.


************


Rehan menghampiri Cinta yang sedang berdandan didepan meja riasnya. Dia terus memandangi istrinya itu. Cinta berbalik badan dan menatap Rehan yang berdiri dibelakangnya.


"Tuan yang sombong kenapa kau terus memandangku seperti itu?"tanya Cinta.


Rehan lansung berjongkok didepan Cinta yang sedang duduk.


"Gadis kecil bidadari surgaku, kau cantik sekali" ucap Rehan.


"Pasti suamiku ini ada maunya, iyakan"ucap Cinta.


"Gadis kecil habis dari acara lanjut yang itu ya" ucap Rehan.


Cinta memegang pipi Rehan dengan kedua tangannya.

__ADS_1


"Iya suamiku sayang"ucap Cinta.


Rehan langsung membopong Cinta keluar dari apartemennya.


"Suamiku, turunkan aku, malu dilihat orang"ucap Cinta.


"Gadis kecil, kau tidak boleh capek jadi biarkan pangeranmu ini membopongmu sampai mobil" ucap Rehan.


Cinta hanya tersenyum dan menyandarkan kepalanya dibahu Rehan.


Gedung White Lily


Rehan menggandeng tangan Cinta masuk ke dalam gedung itu. Didalam gedung itu sudah banyak tamu undangan yang menghadiri acara penghargaan penjualan novel terbanyak itu. Selain pebisnis, pejabat, para pengajar seperti dosen dan guru, para penulis, para editor, pimpinan perusahaan penerbitan, pelajar, ada juga fans dari novel tersebut. Rehan dan Cinta berjalan di red carpet. Mereka tak sengaja berpapasan dengan Leo dan Zara.


"Bos Leo"ucap Rehan.


"Presdir Rehan"ucap Leo.


"Cinta, ini Bos Leo dan Tante Zara"ucap Rehan mengenalkan Leo dan Zara pada Cinta.


"Om, tante saya Cinta. Senang bertemu dengan kalian"ucap Cinta.


"Kami juga senang bertemu denganmu Cinta" ucap Leo.


"Iya"ucap Zara.


"Kenapa rasanya begitu dekat dengan gadis ini"batin Zara.


"Cinta bolehkah tante memelukmu?"tanya Zara.


"Boleh tante"ucap Cinta.


Zara langsung memeluk Cinta, entah kenapa baik Cinta dan Zara sama-sama nyaman dalam pelukan itu dan air mata mereka menetes dipelupuk matanya.


"Rasanya seperti memeluk Clara, bayi kecilku" batin Zara.


Zara merasa kerinduannya pada Clara terasa terobati saat memeluk Cinta. Ada perasaan yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata saat memeluk Cinta. Begitupun dengan Cinta, dia seakan memeluk ibunya sendiri.


"Cinta maaf ya, tante jadi kelamaan memelukmu" ucap Zara sambil melepas pelukannya.


"Gak papa kok tante, Cinta juga senang bisa dipeluk tante, rasanya seperti dipeluk ibu sendiri" ucap Cinta.


"Ma ayo masuk ke dalam, acara sudah dimulai" ucap Leo.


"Iya Pa"ucap Zara.


"Presdir Rehan kami duluan"ucap Leo.


"Baik Bos Leo"ucap Rehan.


Leo dan Zara memasuki ruangan tempat acara berlangsung. Rehan dan Cinta juga memasuki ruangan itu dan duduk dibarisan kedua. Sementara Leo dan Zara duduk dibarisan pertama.


Seorang moderator acara itu naik ke panggung, dia mulai membuka acara itu. Beberapa sambutan dari penanggungjawab dari acara itu dan dari pimpinan penghargaan karya anak bangsa. Kemudian acara hiburan dimulai dengan berbagai pertunjukan musik dan tarian daerah. Setelah acara hiburan itu, moderator membawa sebuah piala dan piagam. Dia mulai berbicara pada para hadirin.


"Selamat malam"ucap Moderator Kevin.


"Malam"ucap Para hadirin.


"Malam ini saya akan mengucapkan selamat pada Perusahaan Penerbit Sky Light yang sudah menerbitkan novel yang berjudul SulitNya Nikah SMA, tepuk tangan"ucap Moderator Kevin.


Proook.....prooook....proooook......


Semua hadirin bertepuk tangan dengan ucapan Moderator itu.

__ADS_1


"Novel SulitNya Nikah SMA menjadi novel dengan penjualan terbanyak"ucap Moderator itu.


Para hadirin kembali bertepuk tangan.


Prooook.......prooooook........prooook........


"Saya membawa piala dan penghargaan untuk Leo Ariendra, karena novel SulitNya Nikah SMA diambil dari kisah nyata kehidupan beliau dan novelnya menjadi novel yang terlaris dinegara kita"ucap Moderator Kevin.


"Silahkan Bos Leo Ariendra beserta istri maju ke depan"ucap Moderator Kevin.


Leo dan Zara naik ke atas panggung itu lalu Moderator Kevin menyerahkan piala dan piagam pada Leo. Moderator Kevin mempersilahkan Leo menyampaikan sepatah dua kata pada para hadirin.


"Assalamua'laikum"ucap Lro.


"Wa'alaikumsallam"ucap Para hadirin.


"Pertama-tama saya mengucapkan alhamdulillah atas semua rejeki dan nikmat sehat yang diberikan Allah SWT. Yang kedua saya berterimakasih pada istri saya yang sudah setia mendampingi saya dalam suka dan duka. Juga pada masyarakat luas yang sudah menjadikan novel SulitNya Nikah SMA menjadi bacaan yang kalian gemari. Saya senang novel ini menjadi novel dengan jumlah penjualan terbanyak. Jujur saya sendiri awalnya ragu menjadikan kisah nyata saya dan istri menjadi sebuah novel tapi saya tak menyangka novel ini menjadi novel terlaris dengan jumlah penjualan terbanyak dinegara kita bahkan go internasional, terimakasih semuanya" ucap Leo.


"Terimakasih istriku atas semua yang telah kau berikan untukku, kaulah semangat dihidupku"ucap Leo.


"Iya suamiku"ucap Zara.


Prooook......proooook......prooook........


Para hadirin bertepuk tangan saat Leo selesai memberikan sepatah dua katanya. Leo dan Zara kembali ke tempat duduk mereka.


Setelah acara itu selesai, Leo dan Zara mengadakan jumpa pers, berbagai pertanyaan dari para wartawan mulai diajukan.


"Bos Leo benarkah Anda dan istri menikah saat kelas 2 SMA?"tanya Wartawan 1.


"Benar, dulu saya dan istri terpaksa menikah muda karena sebuah kejadian yang terjadi dikamar hotel itu, kami akhirnya menikah karena kesalahfahaman itu"ucap Leo.


"Cerita dinovel ini betapa mengharukan, sebuah perjuangan yang sulit dan berakhir bahagia"ucap Wartawann2.


"Terimakasih"ucap Leo.


"Bos Leo, benarkah dulu Anda sempat diusir dari rumah orangtua Anda?"ucap Wartawan 3.


"Iya, itu karena kebiasaan buruk saya yang semakin menjadi-jadi hingga Papa marah besar"ucap Leo.


"Begitu ya"ucap Wartawan 3.


"Oya Bos Leo dinovel ini tertulis Anda dan Istri tidak memiliki uang sepeserpun saat baru tinggal dikosan?"tanya Wartawan 4.


"Iya, itu benar"ucap Leo.


"Anda juga pernah menjadi tukang parkir dan kuli panggul di agen sembako ya?"tanya Wartawan 5.


"Iya benar. Apapun pekerjaannya yang penting halal"ucap Leo.


"Bos Leo, dulu Anda pernah jadi penggambar komik dari luar negeri ya?"tanya Wartawan 1.


"Iya"ucap Leo.


Setelah jumpa pers itu selesai, Leo dan Zara berjalan keluar dari gedung itu kemudian masuk ke mobil mereka. Diperjalanan menuju rumah mereka, Zara terus memikirkan Cinta.


"Ma kenapa? kok bengong?"tanya Leo.


"Entahlah Pa, setelah bertemu Cinta rasanya Mama ingin bertemu dengannya lagi. Mama merasa begitu dekat dengan anak itu padahal kita baru bertemu" ucap Zara.


"Papa juga merasa seperti itu, dia seperti putri kita" ucap Leo.


"Aku ingin bertemu dengannya lagi besok Pa" ucap Zara.

__ADS_1


"Yaudah, besok kita temui dia lagi Ma"ucap Leo.


Zara langsung tersenyum dengan ucapan Leo.


__ADS_2