Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)

Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)
Lelaki Bertopeng


__ADS_3

Seorang lelaki duduk di singgasananya. Terlihat angkuh, dia mengenakan setengah topeng dimukanya. Berjajar anak buah yang mukanya terlihat sangar, berbaju hitam, tangannya dipenuhi tato.


"Princess ku memesan gaun pada seorang desainer. Tukar gaun itu dengan gaun dariku" ucap lelaki itu.


"Baik Bos"ucap Nando orang suruhannya.


"Sebentar lagi aku menemuimu Princess"ucap lelaki itu.


Lelaki itu tersenyum sedikit ditepi bibirnya. Seolah dia akan mewujudkan impiannya dengan segera. Semua anak buahnya patuh padanya, apapun dilakukan sesuai kemauannya.


***********


Zara sibuk dicafe miliknya siang itu. Dia mengecek semua persediaan stok bahan baku di cafenya. Saat melihat jam ditangannya, ternyata sudah menunjukkan pukul 4 sore. Zara teringat malam ini ada acara pertunangan King dan Niken. Dia menelpon seorang desainer kenalannya.


"Hallo Kak Sandra"ucap Zara.


"Hallo Zara"ucap Sandra.


"Apa gaun pesananku sudah diantar ke rumah ya kak?"tanya Zara.


"Sudah tadi sama asistenku, kamu yakin tak ingin melihat dulu seperti apa gaunnya"ucap Sandra.


"Tidak perlu, rancangan Kak Sandra pasti bagus" ucap Zara.


"Yasudah semoga kau suka, Zara"ucap Kak Sandra.


"Terimakasih Kak"ucap Zara.


"Sama-sama"ucap Sandra.


Zara menutup telpon setelah selesai berbicara dengan Sandra. Dia harus segera menyelesaikan pekerjaannya agar bilang pulang lebih awal. Dia ingin menjadi saksi hari bahagia sahabatnya.


***********


Selesai rapat bersama tim kerjanya Leo berjalan menuju ke ruangannya. Joni berjalan menghampiri Leo. Ada urasan yang ingin dibicarakannya bersama Leo. Dia ikut masuk ke ruangan kerjanya. Joni duduk dikursi depan meja kerja Leo lalu mulai berbicara.


"Bos, saya sudah menyelidiki kasus lahan milik Tuan Musa. Memang benar orang-orang yang masih bertahan mendirikan bangunan liar dilahan milik Tuan Musa itu adalah pemilik sah lahan tersebut sebelumnya. Sebagian dari mereka putus asa dan memilih pulang kampung sementara sebagian dari mereka tetap bertahan. Dulu Pak Bekti seorang pengusaha dari luar kota membeli lahan mereka dengan segala tipu dayanya akhirnya para warga itu menjual tanah itu dengan sertifikat sudah ditangan Pak Bekti sebelum dibayar lunas. Tapi Pak Bekti ternyata menipu mereka dan malah menggusur rumah mereka secara paksa. Setelah berganti kepemilikan berkali-kali akhirnya lahan itu dibeli Tuan Musa"ucap Joni.


"Jadi mereka memang pemilik sebelumnya, kasihan juga nasib mereka"ucap Leo.


"Yang lebih kasihan lagi, mereka yang bertahan hidup digaris kemiskinan"ucap Joni.


"Terimakasih atas informasinya ya Jon"ucap Leo.


"Sama-sama Bos"ucap Joni.


Selesai melapor Joni keluar dari ruangan kerja Leo. Wajah Leo berubah dingin dan memikirkan permasalahan itu. Bagaimanapun Leo tak tega melihat mereka digusur paksa. Leo berdiri dan memperhatikan desain gambar taman bunga permintaan Tuan Musa.


"Sepertinya aku harus menemui Tuan Musa untuk membicarakan hal ini"ucap Leo sambil melihat desain gambarnya.


Leo berpikir akan mencari solusi dengan membicarakan hal ini pada Tuan Musa. Mungkin nanti dia akan menemukan solusi yang terbaik dan tidak merugikan siapapun.


***********


Acara pertunangan King dan Niken diadakan dihalaman dekat taman bunga samping rumahnya yang luas. Acara itu sudah mulai ramai. Para tamu undangan mulai berdatangan. Leo dan Zara baru datang langsung mengucapkan selamat pada King dan Niken walaupun acaranya belum dimulai. Gerald dan Nafiza juga sudah ada ditempat itu. Leo dan Zara menghampiri Gerald dan Nafiza, karena King dan Niken sibuk bersalaman dengan para tamu.


"Gerald kau sudah datang dari tadi?"tanya Leo.


"Pulang dari kantor langsung kemari, belum sempat mandi. Kerjaan numpuk dikantor"ucap Gerald.


"Ih....Beb kamu gak mandi?"tanya Nafiza.


"Sorry Beb habis buru-buru, kalau gak macet duluan tar siapa yang nganter kamu"ucap Gerald.


"Sabar Nafiza, Gerald udah berusaha datang untukmu"ucap Zara.


"Pantesan dari tadi yang baunya asem siapa ternyata dia, udah tahu kadang kerjanya dilapangan, bau matahari malah gak mandi ke acara penting begini"ucap Nafiza pada Zara.


Mereka terus mengobrol hingga acarapun dimulai. King dan Niken berdiri dipanggung yang didekorasi dengan indah.


"Niken maukah kau menikah denganku setelah lulus kuliah nanti?"tanya King.


"Iya, aku mau"ucap Niken.

__ADS_1


King menyematkan cincin pertunangan itu dijari manis Niken. Para tamu undanganpun bertepuk tangan.


Leo dan Zara ikut bertepuk tangan dengan kebahagiaan sahabatnya itu. Tiba-tiba Leo mendapatkan telpon dari kliennya.


"Zara sayang aku angkat telpon dulu ya, dari Pak Kevin"ucap Leo.


Zara mengangguk, Leo meninggalkan Zara ditempat itu. Setelah Leo pergi Zara berjalan-jalan didekat kolam renang. Saat Zara berjalan ditepi kolam renang, kakinya tak sengaja terpeleset dan hampir tercebur dikolam renang tapi ditangkap seorang lelaki bertopeng.


"Princess untung aku menangkapmu"ucap Lelaki bertopeng itu.


Zara langsung berdiri dan melepaskan tubuhnya dari tangan lelaki bertopeng itu.


"Terimakasih, maaf saya harus pergi"ucap Zara.


"Gimana gaun yang ku belikan, baguskan?"tanya Lelaki bertopeng itu.


"Gaun?...gaun ini dia yang membelikan?"ucap Zara bingung.


"Princess sangat cantik memakai gaun itu"ucap Lelaki bertopeng itu.


"Maaf saya harus pergi"ucap Zara mau melangkah tapi dihalangi lelaki bertopeng itu.


"Tunggu, kenapa kau begitu dingin padaku? kau tahu, aku sudah sangat lama menunggu untuk hari ini"ucap Lelaki bertopeng itu.


"Maaf suami saya menunggu"ucap Zara lalu berjalan meninggalkan lelaki bertopeng itu.


Baru berjalan beberapa langkah, lelaki bertopeng itu berbicara pada Zara lagi.


"Secepatnya kau akan jadi milikku Princess"ucap Lelaki bertopeng itu.


Zara menarik nafasnya dalam-dalam dan meninggalkan lelaki bertopeng itu secepatnya.


Dia tak peduli dengan ucapan yang didengarnya.


Dipikirannya hanya ingin segera bertemu Leo.


Zara mencari kesana kemari keberadaannya. Dari belakang Leo mengagetkan Zara.


"Leo kupikir siapa?"tanya Zara.


"Kenapa Zara sayang? kau terlihat ketakutan?" tanya Leo.


"Nanti dirumah aku akan cerita padamu semuanya"ucap Zara.


Leo langsung meletakkan tangan kanannya dikepala Zara.


"Oke sayang"ucap Leo sambil tersenyum pada Zara.


Zara merasa senang sudah bisa bertemu Leo dan bersama dengannya. Dia merasa lelaki bertopeng itu mungkin masih ada disekelilingnya. Dengan disisi Leo takkan ada yang berani mengganggunya.


Mumun juga datang diacara tunangan King dan Niken. Kebetulan King, Mumun, dan Zara satu kelas dan mereka duduk berdekatan. Jadi Mumun juga diundang diacara itu. Dia terus berada ditempat hidangan makanan untuk memakan berbagai hidangan makanan itu. Tangannya membawa sepiring makanan dan mulutnya dipenuhi makanan. Orang-orang didepan Mumun membicarakannya.


"Pak lihat bocah itu, dari tadi nonstop makan, perutnya karung apa ya Pak"ucap Bu Sri.


"Bapak rasa nih bocah vacum penyedot debu, apa aja disedot"ucap Pak Idrus.


"Ngelihat dia makan jadi kenyang rasanya"ucap Bu Sri.


"Udah Bu jangan dibayangin, tar gak doyan makan berhari-hari lagi, sampai ke bawa mimpi lagi tuh bocah"ucap Pak Idrus.


Datang Joshua, Neo dan Kenzo. Mereka ingin mengerjai Mumun. Joshua langsung mengagetkan Mumun yang sedang makan dengan lahap.


"Satu...dua....tiga....Mumun"ucap Mereka bertiga berteriak kencang saat mengucapkan nama Mumun.


Mumun kaget dan tersedak makanan yang dimakannya.


"Uu....uu...uu....uu......"Mumun tersedak sambil memegangi lehernya.


"Yah Si Mumun tersedak lagi"ucap Kenzo.


"Gimana nih Bos?"tanya Neo.


"Udah kita bantuin dia sekarang, Kenzo ambilin air minum, Neo Lo tepuk pundak Mumun"ucap Joshua.

__ADS_1


"Oke Bos"ucap Kenzo dan Neo.


Joshua berdiri didepan Mumun sementara Kenzo mengambil air minum dan Neo menepuk pundak Mumun. Setelah berkali-kali ditepuk-tepuk Mumun akhirnya muntah ke baju Joshua.


"Uwek......."Mumun menyemburkan muntahannya.


"Yah.....kena muntahan, bau jengkol lagi.


Baju gue mahal-mahal basah kuyup kena muntahan"ucap Joshua.


"Bos, nasinya nyisa dibaju Bos"ucap Neo.


"Bos kenapa?"tanya Kenzo yang baru datang membawa air minum.


"Dilanda tsunami dadakan tadi"ucap Joshua.


"Oh....nih Mun air minumnya"ucap Kenzo menyodorkan air minum pada Mumun.


"Ha...ha...haachi.........."Mumun bersin ke muka Kenzo.


"Lo kenapa Kenzo ha....ha....?"tanya Joshua.


"Dilanda banjir dadakan Bos"ucap Kenzo.


"Wah gue doang yang aman"ucap Neo dibelakang Mumun.


Mumun minum air putih yang diberikan Kenzo,


setelah minum perutnya jadi mules.


"Aduh perutku sakit kebanyakan makan dari tadi" ucap Mumun.


Bruuuuut.......bruuuuuut.........bruuuuut.........


Neo langsung kebauan kentut Mumun.


"Kenapa Lo Neo ha....ha....?"tanya Joshua.


"Dilanda angin tornado dadakan Bos"ucap Neo.


Akhirnya mereka bertiga meninggalkan Mumun. Mereka terkena buah dari ulah mereka sendiri. Perbuatan buruk apapun pasti akan ada balasannya.


**********


Leo dan Zara berbaring diranjang sembari menunggu rasa mengantuk datang. Leo memeluk Zara dari belakang sambil mengelus perut Zara. Dia berdoa agar segera dikaruniai buah hati. Zara yang nyaman dipelukan Leo, baru ingat peristiwa tadi diacara pertunangan King dan Niken.


"Leo, kemarin ada yang mengirim bunga padaku tapi tidak ada nama pengirimnya. Dan kartu ucapannya..."ucap Zara.


"Kartu ucapannya kenapa Zara sayang?"tanya Leo.


Zara bangun dan mengambil kartu ucapan itu dilaci lemari kecil dekat ranjang kamarnya lalu memberikannya pada Leo. Seketika Leo membaca kartu ucapan itu.


"Zara sayang, orang ini pasti sangat mengenalmu sampai dia tahu tempat tinggal kita"ucap Leo.


"Tadi aku bertemu dengan lelaki bertopeng dan kata-katanya sama seperti isi dari kartu ucapan ini, apa dia yang mengirim bunga ini?"ucap Zara.


"Lelaki bertopeng?"tanya Leo kembali.


"Lelaki bertopeng itu juga bilang kalau gaun yang ku pakai tadi itu pemberiannya. Padahal aku pesan gaun pada Kak Sandra"ucap Zara.


"Apa mungkin semua ini dia yang mengatur. Dari bunga, gaun dan pergi ke acara itu"ucap Leo.


"Maksudnya? dia sengaja mengatur semua ini, Leo?"tanya Zara.


"Kalau dari serangkaian cerita yang ku sambungkan dia sudah mengatur semua ini untukmu Zara, dia mungkin orang yang mengenalmu, dan sepertinya dia terobsesi untuk memilikimu"ucap Leo.


"Tapi kamu jangan cemas, takkan ku biarkan siapapun merebutmu dariku meski nyawa taruhannya"ucap Leo.


"Leo"ucap Zara langsung memeluk Leo.


"Aku akan selalu menjaga dan melindungimu, percayalah padaku Zara, takkan ada yang menyakitimu"ucap Leo.


Merekapun berpelukan erat, tak ingin kehilangan satu sama lain. Jika nanti ada yang akan mengganggu kebahagiaan rumah tangganya, mereka akan bersama-sama berusaha menyingkirkannya. Hanya maut yang bisa memisahkan mereka setelah semua yang telah dilalui bersama.

__ADS_1


__ADS_2