Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)

Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)
Pergi Ke Butik dan Ibu-ibu in the Geng


__ADS_3

Leo mencium kening Zara saat bangun. Senang rasanya dia bisa melihat Zara dipagi hari. Tak lupa dia juga mencium perut Zara. Leo senang sekali ada Zara dan buah cintanya. Hidupnya terasa sempurna sekarang. Dia sangat bersyukur atas semua kenikmatan yang Allah berikan.


Leo bangun dan berdiri didepan balkon kamarnya sambil menghirup udara pagi yang segar. Tiba-tiba Zara memeluk Leo dari belakang.


"Zara sudah bangun?"tanya Leo.


"Iya Leo, habis dingin gak ada lagi pelukan Leo" ucap Zara.


"Mau dipeluk lagi?"tanya Leo.


"Mau"ucap Zara.


Leo langsung memeluk Zara erat sambil melihat burung-burung yang berterbangan dan hinggap dipohon.


"Zara, burung-burung dipohon itu bilang mereka iri soalnya Leo dan Zara lebih romantis dari mereka"ucap Leo.


"Matahari juga bilang kalau Leo lebih menghangatkan hati Zara dari pada dia yang biasanya menghangatkan bumi dipagi hari"ucap Zara.


"Zara, setelah banyak kesulitan yang kita hadapi rasa cinta Leo untuk Zara seluas isi bumi ini tak bisa dilukiskan karena tak ada batasannya dihati Leo untuk Zara"ucap Leo.


"Zara yang dulu hanya tahu cinta dari sebuah cerita novel atau dongeng tapi sekarang Zara menjadi pemeran utama yang memiliki cinta sejati dihidup ini"ucap Zara.


"I Love You"ucap Leo dan Zara bersamaan.


Leo dan Zara terus berpelukan sambil menikmati hangatnya matahari pagi.


Setelah selesai mandi, Zara dan Bi Surti beli sayuran ditukang sayur yang lewat dijalan perumahannya. Sudah banyak ibu-ibu yang membeli sayuran sambil mengobrol. Zara dan Bi Surti menghampiri tukang sayur itu dan memilih-milih sayuran itu.


"Bang berapa nih totalnya?"tanya Bu Anis.


"Semuanya 45 ribu"ucap Tukang sayur itu.


"Bang, 40 ribu aja ya?"tanya Bu Anis.


"Gak bisa Bu, gak dapat untung nanti saya"ucap Tukang sayur itu.


"Udahlah bang 40 ribu aja, kan dah langganan" ucap Tukang sayur itu.


"Yang 5 ribu itu untung saya Bu, beneran"ucap Tukang sayur itu.


"Masa gak dapat potongan sih bang, kan belinya udah banyak"ucap Bu Anis.


"Itu aja udah saya beri potongan harga kok Bu" ucap Tukang sayur itu.


"Ayo dong bang, 40 ribu ya"ucap Bu Anis.


"Gak bisa Bu"ucap Tukang sayur itu.


"Udah 40 ribu aja"ucap Ibu Anis.


"Hei Bu, ngapain nanya harga kalau nentuin sendiri harganya. Beda cuma 5 ribu aja mesti nawar terus, kasihan Si abangnya kalau gak dapet untung, udah jalan seharian dorong gerobak, mulutnya berteriak sepanjang jalan menawarkan sayurannya, belum lagi meladeni ibu-ibu yang banyak maunya ini itu. Gak akan miskin cuma mengeluarkan uang 5 ribu, coba situ jualan sayuran sana sendiri biar tahu rasanya jadi tukang sayur"ucap Bi Surti kesal.


"Heh kamu ngapain sih ikut campur urusanku, kurang kerjaan padahal cuma pembantu, belagu" ucap Bu Anis.


"Biar saya pembantu tapi saya gak akan nawar sampai segitunya, nawar yang wajar dong Bu, udah dapet potongan masih aja minta potongan lagi, kasihan Si abangnya, diakan juga mesti ngempanin istri dan anaknya"ucap Bi Surti.


"Pembantu aja banyak omong sih"ucap Ibu Anis.


"Maaf Bu Anis, saya pikir yang dikatakan Bi Surti ada benarnya, tidak ada salahnya tawar menawar, hanya saja sewajarnya. Kita juga harus memikirkan keuntungan untuk Abang tukang sayurnya. Diakan harus mencukupi kebutuhan hidupnya, kalau tidak mendapatkan untung kasihankan, buat apa dia bekerja dari pagi buta berkeliling seharian tapi tidak mendapat untung. Bagaimana dia menafkahi anak dan istrinya. Apalagi sayur itu mudah layu dan busuk tidak bisa dibesokin, terkadang mereka harus menanggung kerugian atas itu. Masa kita juga mau menambahi kerugiannya. Apa salahnya kita adil dalam berbelanja, anggap saja ibu sekalian sedekah pada Abang tukang sayur"ucap Zara.


"Betul Bu Anis"ucap Ibu-ibu yang lain.


"Yaudah nih Bang, maaf ya yang tadi"ucap Bu Anis.

__ADS_1


Bu Anis kemudian pergi meninggalkan tempat itu dengan kesal dan malu.


"Non, orang kaya Bu Anis tiap hari kalau beli apapun nawarnya maksa, kemarin juga gitu Non pas beli ditukang perabot"ucap Bi Surti.


"Udah Bi, tidak baik membicarakan orang. Ayo pilih sayurannya"ucap Zara.


Bi Surti dan Zara memilih-milih sayuran itu ditukang sayur. Beberapa ibu-ibu menggosipkan Sania yang sudah lama tidak hamil.


"Sania itu udah sepuluh tahun kok gak hamil-hamil ya Bu"ucap Bu Odah.


"Mandul kali"ucap Bu Etik.


"Paling jarang digarap sama suaminya, kan suaminya diluar kota mulu"ucap Bu Nunung.


"Jangan-jangan suaminya dah bosen habis gak punya anak, terus punya selingkuhan diluar kota, tahu sendiri pelakor semakin didepan"ucap Ibu Roro.


"Harusnya usaha gitu, ke dokter atau alternatif gitu biar hamil"ucap Bu Omas.


"Kalau mandul mau diapain juga sama saja gak akan hamil"ucap Bu Odah.


"Ibu-ibu maaf, mau beli sayur apa siaran langsung acara gosip, masih pagi udah ngatain orang yang belum benar kebenarannya. Memang Sania kalau mau ke Dokter atau alternatif mesti laporan dulu sama ibu-ibu in the geng, terus kalau belum hamil disebut mandul kok lebih pinter dari Dokter. Suaminya kerja diluar kota masa dibilang punya selingkuhan. Coba ibu-ibu bayangkan jika diposisi Sania. Saya kasih 30 menit bayangkan sampai mendalam. Bahwasanya ibu-ibu ini Sania"ucap Bi Surti.


"Saya udah bayangin nih, sedih, haru, rasanya kaya drama Korea berakhir duka"ucap Bu Odah.


"Saya bayangin bagian adegan ranjang nih antara Sania dan suaminya"ucap Bu Omas.


"Saya kok bayangin duit yang dibawa suaminya banyak sampai dikarungin ya"ucap Bu Roro.


"Lha saya bayangin Dokter yang meriksanya ganteng ya"ucap Bu Roro.


"Nah saya kok bayangin tunggakan hutang saya menumpuk ditukang sayur habis gosip terus lupa belanjanya kebanyakan"ucap Bu Etik.


"Setelah dibayangkan tolong diresapi, seandainya kalian Sania, apa yang kalian lakukan"ucap Bu Surti memandu ibu-ibu untuk membayangkan.


"Kalau aku Sania, suamiku pasti gak nyawer penyanyi dangdut lagi, tapi ngedekem dikamar beronde-ronde digoyang bang jali sampai pagi" ucap Bu Omas.


"Kalau aku Sania, gak usah bedakan tebel bersenti-senti buat nutupin kerutan dan keriput dimuka, apalagi jerawat setumpuk"ucap Bu Etik.


"Kalau aku Sania, baju seksiku yang udah jadi mantan terindah bisa ku pakai lagi, lemak-lemak diperut pensiun pada kabur, siap meluncur cari berondong mumpung lagi trend"ucap Bu Roro.


"Ibu-ibu yang terhormat, mau sampai kapan bayanginnya, keburu siang dagangan saya udah ada yang nungguin nih, mohon segera kembali ke alam yang sesungguhnya"ucap Tukang sayur itu.


Zara hanya tersenyum dengan tingkah Bi Surti dan ibu-ibu in the geng yang ala-ala dan ulala.


"Eh iya Bang keasyikan bayangin jadi Sania"ucap Bu Odah.


"Tenang Bang, diborong ma kita-kita tapi ngutang dulu, catet ya Bang"ucap Bu Etik.


Ibu-ibu kembali memilih-milih sayuran. Zara dan Bi Surti selesai berbelanja kemudian pulang ke rumah.


**********


Zara pergi menemui Sandra dibutiknya bersama Niken pulang dari kuliah. Mereka sedang memilih-milih gaun untuk Zara. Sandra langsung menemui Zara setelah diberi tahu asistennya kalau Zara datang ke butiknya.


"Zara"ucap Sandra.


"Kak Sandra"ucap Zara.


"Zara kau kenal Alexsandra, dia ini desainer terkenal dan paling diperhitungkan dinegara kita"bisik Niken.


Zara hanya mengangguk dengan ucapan Niken.


"Oya Kak Sandra, kenalkan ini Niken sahabat saya"ucap Zara.

__ADS_1


"Niken, senang bertemu langsung dengan seorang desainer terkenal seperti Anda"ucap Niken.


"Alexsandra, senang juga bertemu denganmu, semoga kedepan kita bisa bersahabat juga"ucap Sandra.


Setelah Niken dan Sandra berkenalan, Sandra mulai berbicara pada Zara.


"Zara apa yang bisa Kak Sandra bantu, hari ini Kak Sandra sendiri khusus melayanimu"ucap Sandra.


"Begini Kak Sandra, Zara mau pergi ke Event Penghargaan Wirausaha Muda, kira-kira gaun apa yang cocok?"tanya Zara.


"Itu acara bergengsi, berarti kau harus tampil elegan. Ayo ke ruangan sebelah sana"ucap Sandra.


Sandra mengajak Zara dan Niken ke ruangan gaun yang khusus untuk acara-acara besar.


"Nah ini gaun-gaun elegan, modis dan mewah"


ucap Sandra.


"Wah cantik-cantik gaunnya"ucap Niken.


"Iya cantik-cantik gaunnya Kak Sandra, jadi bingung milihnya"ucap Zara.


"Nanti kalau aku nikah, mau dong dibikinin gaun pengantinnya sama Kak Sandra"ucap Niken.


"Boleh, asal ada waktu aja"ucap Sandra.


"Kira-kira yang mana yang cocok ya Kak Sandra?" tanya Zara.


"Ini saja Zara, gaun berwarna silver, terlihat elegan dan berkelas"ucap Sandra.


"Iya Zara itu cantik dan elegan, pantes buat istri Bos"ucap Niken.


"Aku mau yang itu deh Kak Sandra, berapa kira-kira harganya?"tanya Zara.


"Sponsor aja, itukan untuk acara bergengsi"ucap Sandra.


"Wah enaknya ada yang sponsorin Zara"ucap Niken.


"Terimakasih ya Kak Sandra"ucap Zara.


"Sama-sama"ucap Sandra.


Zara melakukan fitting gaun yang akan dipakainya. Dia senang dengan gaun yang dipakainya. Selesai fitting gaun itu, Zara dan Sandra mengobrol berdua, sementara Niken asyik melihat-lihat gaun dibutik itu.


"Zara, aku akan menikah dengan seorang duda anak satu. Awalnya aku pikir takkan bisa mengobati luka hatiku tapi saat bertemu dengannya, luka ini perlahan sembuh dan aku mulai membuka hati untuknya, apalagi gadis kecil anaknya itu lucu dan menggemaskan, aku begitu menyayanginya"ucap Sandra.


"Syukurlah kalau begitu, Zara ikut seneng dengernya, akhirnya Kak Sandra menemukan orang yang cocok dan baik"ucap Zara.


"Benar yang kau katakan tiga tahun lalu, kalau Allah sedang menyiapkan jodoh untukku, Zara.


Aku beruntung bertemu kau dan Leo. Semenjak pertemuanku dengan kalian, hidupku jauh lebih baik. Bahkan sekarang aku jadi desainer terkenal.


Bahkan sekarang aku memiliki orang yang mencintaiku. Tapi satu hal yang masih mengganjal adalah saat aku memenjarakan Leo, itu yang kadang membuatku merasa bersalah sampai sekarang"ucap Sandra.


"Kak Sandra semua itu takdir, takdir yang mempertemukan aku dan Leo dengan Kak Sandra. Dari kejadian itu banyak hikmahnya. Aku jadi memahami arti cinta sesungguhnya, bahwa cinta perlu perjuangan dan pengorbanan. Dan mencintai seseorang dengan ketulusan bukannya untuk memanfaatkan"ucap Zara.


Setelah berbincang dengan Sandra, Zara mengantar Niken pulang kemudian dia pergi ke salon.


Hari ini Dua episode ya


Jangan lupa like, komen dan vote


Terimakasih untuk yang sudah membaca sampai episode ini

__ADS_1


Selamat membaca, semoga bermanfaat


__ADS_2