Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)

Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)
Awal Dari Kesuksesan


__ADS_3

Setelah dia mencicipi soto itu, seketika dia terdiam dan mematung. Seolah dunia terhenti, dia kembali memutar ingatan masa lalunya.


Kenangan-kenangan dimasa lalu terlintas. Rasanya sedang berada di tempat yang dulu bersama orang yang sangat dirindukannya dan disayangi.


"Rasa soto ini hampir mirip dengan soto buatan ibuku"ucap Wanita itu.


Dia begitu lahap menghabiskan masakan yang dimasak Zara. Selesai makan dia melihat rumahnya sudah rapi dan bersih, bahkan pekarangan rumahnya sudah tak ada lagi rumput liar ataupun sampah. Zara menghampiri wanita itu.


"Kalau seperti ini, kau akan nyaman dan betah menempati rumah ini"ucap Zara.


"Kau tak perlu pura-pura baik, aku tahu semua yang kau lakukan untuk membujuk Alexsandra mencabut laporannya bukan"ucap Lara. Dia tahu apa yang dia lakukan agar Alexandra mencabut gugatannya pada Leo yang sedang berada di dalam penjara.


"Iya memang kenapa? sebagai istri aku harus bersamanya disaat suka dan duka. Aku akan melakukan apapun asalkan aku bisa bertemu dengan Alexsandra"ucap Zara. Dia akan bertahan di rumah itu agar bisa bertemu dengan Alexandra. karena Leo di dalam penjara juga pasti sedang kesulitan. Zara akan melakukan apa saja yang penting suaminya segera dibebaskan. Karena Leo bukan orang yang bersalah. Zara sangat mengenal Leo.


"Kau melakukan semua ini demi lelaki itu, sungguh, kau sangat mencintainya"ucap Wanita itu. Dia heran kenapa Zahra begitu kekeh untuk memperjuangkan keinginannya bertemu dengan Alexandra. Padahal hanya untuk memperjuangkan seorang laki-laki yang di mata nya sangat rendah.


"Tidak semua lelaki itu sama, seperti halnya kita para wanita. Ada yang baik dan ada yang tidak baik. Tergantung bagaimana seseorang itu memilih" ucap Zara. Dia berusaha meyakinkan wanita di dekatnya itu karena tidak semua laki-laki itu sama. Setiap manusia memiliki baik dan buruknya masing-masing. Zara berusaha mengubah cara pandangnya pada seorang laki-laki.


"Dulu aku juga berpikir sepertimu, aku begitu mencintai seseorang. Sampai aku meninggalkan keluargaku demi hidup bersamanya. Aku memberikan semua yang aku miliki untuknya harga diriku, cinta, tenaga, waktu dan hartaku. Tapi saat dia menemukan wanita yang lebih dariku, dia membuangku seperti sampah"ucap Wanita itu. Di wajahnya terdapat gurat kekecewaan yang terlihat jelas. Ada luka yang berselimut di dalam hatinya. Sehingga dia begitu membenci yang namanya laki-laki.


"Berarti dia bukan yang terbaik untukmu kak, Allah sedang menyiapkan jodoh yang baik untukmu. Dia sengaja memisahkan mu dengannya karena lelaki itu tidak baik, yang nantinya hanya akan membuatmu menderita" ucap Zara.


"Andai aku bisa berpikir sepertimu mungkin rasa sakit ini akan sembuh"ucap Wanita itu.


"Luka hati obatnya hanya mendekatkan diri pada Allah Kak, biar hati kita tenang dan juga langkah kita jauh lebih benar karena Allah selalu membimbing kita dijalannya"ucap Zara. tidak ada yang bisa mengobati hati kita selain mendekatkan diri pada Allah SWT. Karena Dialah yang Maha memiliki segalanya.


"Aku malu bertemu keluargaku, dulu aku meninggalkan mereka untuk lelaki itu. Apakah mereka bisa memaafkanku"ucap Wanita itu. Dia tidak berani untuk kembali bertemu dengan keluarganya yang sudah lama ditinggalkan nya hanya demi seorang laki-laki.


"Aku yakin mereka akan memaafkan kakak, asal kakak bersungguh-sungguh minta maaf dan kembali menjalin silaturrahim"ucap Zara. Dia memberi motivasi dan semangat untuknya.


"Kau benar, aku harus menemui mereka dan minta maaf atas semua kesalahanku"ucap Wanita itu.


"Namamu siapa?"tanya Wanita itu.


"Zara"ucap Zara.


"Aku Alexsandra, orang yang ingin temui"ucap Wanita itu.


Terkejut.


Saat Wanita itu memperkenalkan dirinya sebagai Alexandra. ternyata orang yang dicarinya selama ini orang adalah orang yang ada di depannya. Zara tersenyum sepertinya Leo akan segera bebas. usahanya membuahkan hasil. Dengan kesabaran akhirnya Alexandra membuka hatinya dan coba untuk mengobati luka yang ada di dalam dirinya sendiri.


"Jadi kakak Alexsandra?"tanya Zara sekali lagi.


"Ya, aku Alexsandra, panggil aku Sandra saja"ucap Sandra.


"Kak Sandra, aku...."ucap Zara sedikit ragu.


"Aku akan mencabut laporanku dikantor polisi" ucap Sandra.


"Maaf ya, aku sangat membenci laki-laki, aku menganggap semua lelaki sama hingga aku melaporkan suamimu ke polisi"ucap Sandra.


"Aku tahu itu, pasti tidak mudah ketika kita memiliki trauma dimasa lalu, tapi aku yakin Kakak bisa mendapatkan kebahagiaan yang baru"ucap Zara.


"Makasih Zara"ucap Sandra.


Zara hanya tersenyum dengan ucapan Sandra. Dia senang akhirnya laporan itu akan dicabut. Dia sudah tidak sabar untuk bersama Leo lagi.


***


Setelah Leo bebas dari kantor polisi, dia mulai mencari kerja lagi. Leo dan Zara sudah tidak memiliki uang lagi karena selama dua minggu baik Leo dan Zara tidak bekerja. Mereka bahkan tidak bisa membayar kontrakkan, akhirnya Zara tidur di asrama kampus sementara Leo tidur dimana saja. Namun mereka tetap tersenyum dan bersemangat untuk menjalani hidup mereka ke depannya. Tak ada kata menyerah di dalam kamus hidup mereka. Setiap masalah pasti ada hikmahnya. Allah takkan menguji hambanya melebihi batas kemampuannya.


"Zara sayang, aku pergi dulu. Jangan tidur malam-malam, tidur yang nyenyak dan mimpiin Leo"ucap Leo.

__ADS_1


"Iya Leo, tapi Leo tidur dimana lagi sekarang?"tanya Zara.


"Di masjid atau dipos ronda"ucap Leo.


"Leo ...."ucap Zara.


"Zara sayang secepatnya Leo akan dapat pekerjaan jadi kita bisa sewa kontrakkan lagi"ucap Leo. Dia akan berusaha mencari pekerjaan yang jauh lebih baik lagi agar bisa memberikan tempat tinggal yang layak untuk istrinya. Agar mereka tidak hidup terpisah seperti sekarang ini.


Zara hanya mengangguk dengan ucapan Leo. dia yakin Leo bisa mewujudkan semua itu seperti sebelumnya. Bagi Zara Leo adalah sosok suami yang bekerja keras dan pantang menyerah. Zara tersenyum dan masuk ke dalam.


Setelah Zara masuk asrama kampus, Leo berjalan keluar area asrama itu. Dia berjalan melewati pos security. Seorang sekuriti menegurnya.


"Nak tunggu?"tanya Pak Usman.


"Iya Pak ada apa?"tanya Leo.


"Kamu suaminya Zara ya?"tanya Pak Usman.


"Betul Pak"ucap Leo.


"Mau kemana malam-malam begini?"tanya Pak Usman.


"Mencari tempat untuk tidur Pak"ucap Leo.


"Zara tinggal di asrama, kamu mau tidur dimana?"tanya Pak Usman.


"Mungkin dimasjid atau pos ronda"ucap Leo.


"Tidur dipos keamanan sini aja"ucap Pak Usman.


"Terimakasih banyak Pak, saya jadi merepotkan" ucap Leo.


"Tidak apa-apa, lagi pula dipos sepi juga, bapak jadi ada temennya"ucap Pak Usman.


***


Leo kembali mencari pekerjaan hingga larut malam. Dia tidak putus asa, sebagai seorang suami Leo harus bisa mendapatkan pekerjaan agar bisa memberikan kehidupan yang layak untuk Zara. Sampai disebuah gudang milik sebuah pabrik elektronik. Dia melihat dua orang securiti sedang dikeroyok perampok bertopeng. Leo menghampiri mereka, dia membantu securiti itu menghajar para perampok itu sampai babak belur. Perampok itu dilumpuhkan dan diikat oleh Leo dan securiti itu. Para perampok itu akhirnya diserahkan pada polisi.


"Nak terimakasih sudah menolong bapak"ucap Pak Seto.


"Kalau kamu tidak membantu kami pasti sudah babak belur dihajar para perampok itu"ucap Pak Gandi.


"Iya Pak, sama-sama"ucap Leo.


Leo akhirnya meninggalkan tempat itu. Dia senang walaupun belum mendapatkan pekerjaan tapi bisa menolong orang lain.


*************


Esok harinya Leo berjalan sambil membawa map untuk mencari pekerjaan. Dia melihat ada lowongan pekerjaan di pabrik elektronik. Leo mengikuti interview sebagai security ditempat itu. Awalnya dia diragukan mampu bekerja sebagai security tapi salah seorang yang sedang menginterviewnya adalah Pak Seto, akhirnya Leo diterima kerja sebagai securiti di gudang milik pabrik elektronik itu. Pak Seto menyakinkan semua rekannya yang menginterview Leo, bahwa Leo bisa bekerja sebagai securiti.


"Nah nak Leo mulai sekarang kau bisa bekerja sebagai securiti disini"ucap Pak Seto.


"Terimakasih Pak"ucap Leo.


Leo mulai mengenakan seragam securiti kebanggaannya. Dia senang akhirnya bisa pulang dan menunjukkan pada Zara kalau dia sudah mendapatkan pekerjaan.


Sore harinya Leo pulang ke asrama kampus, Zara senang sekali melihat Leo mengenakan seragam securiti. Mereka mengobrol diteras asrama. Karena sesuai peraturan di asrama putri itu, tidak diperkenankan membawa laki-laki ke dalam asrama meskipun Leo adalah suaminya.


"Gimana Zara, Leo ganteng dan gagah gak pakai baju ini?"tanya Leo.


"Suami Zara memang paling ganteng, Zara makin cinta deh sama Leo"ucap Zara.


"Nanti kalau Leo sudah mendapatkan gaji bulan ini, kita ngontrak ya Zara, udah lama kita gak itu" ucap Leo.

__ADS_1


"Sabar ya Leo, nanti kalau udah ngontrak kita bisa berduaan sepuasnya"ucap Zara.


"Aduh, udah gak sabar, pasti rasanya kaya malam pertama lagi"ucap Leo.


"Ah, Leo bikin Zara malu"ucap Zara tersipu malu.


"Pipimu merah Zara"ucap Leo.


"Yang benar?"ucap Zara.


Leo melihat keadaan sekitar, saat dirasa sepi, dia langsung mencium pipi Zara.


Cup


"Tukkan merah"ucap Leo setelah mencium pipi Zara.


Zara hanya tersenyum malu ketika pipinya dicium Leo.


************


Satu Bulan Kemudian


Leo akhirnya mendapatkan gaji pertamanya. Dia dan Zara menyewa kontrakan lagi. Leo senang bisa tinggal kembali dikontrakan bersama Zara. Dia bisa kembali berduaan dengan istri tercintanya setelah sebulan penuh tidur terpisah.


"Zara nonton ke bioskop, ada gala priemere film terbaru"ucap Leo.


"Oya, boleh juga Leo"ucap Zara.


"Nanti habis pulang dari bioskop kita itu yah, udah satu bulan nih nganggur"ucap Leo.


"Leo"ucap Zara malu sambil mencubit pelan perut Leo.


"Siap-siap ya Zara sayang"bisik Leo ditelinga Zara.


Zara hanya tersenyum saat Leo membisikkan kata-kata menggoda itu. Merekapun pergi ke bioskop. Ternyata film yang mereka tonton diperankan oleh Erica sebagai pemeran utama wanita. Leo kagum dengan bakat kakaknya sebagai pemeran utama wanita difilm itu walaupun dia masih kecewa pada Erica. Selesai menonton bioskop dia dan Zara melihat Erica sedang jumpa pers bersama para wartawan diarea luar bioskop.


"Erica Sisilia ada desus desus bahwa Anda memiliki seorang adik laki-laki?"tanya Wartawan itu.


"Aku tidak memiliki adik laki-laki"ucap Erica.


"Tapi menurut kabar yang beredar adik laki-laki Anda bekerja sebagai sekuriti, apa benar?"ucap Wartawan itu.


"Gak mungkin seorang Erica Sisilia memiliki seorang adik yang bekerja sebagai securiti. Masa kakaknya artis terkenal adiknya miskin, masuk akal gak?"ucap Erica.


"Jadi gimana dengan kabar yang beredar itu?"tanya Wartawan itu.


"Sudah ya, saya ini anak tunggal yang hidup sebatang kara. Merintis karir hingga sukses seperti sekarang dengan kerja keras saya sendiri. Oya saya hanya akan menjawab pertanyaan mengenai film ini selain itu saya tidak akan menjawab lagi"ucap Erica.


Mendengar ucapan Erica yang diwawancarai para wartawan Leo sedih, kakaknya tidak mengakuinya. Zara langsung memeluk Leo.


"Leo ayo pulang, katanya rindu sama Zara"ucap Zara.


"Eh, iya ya. Ayo Zara, Leo udah gak sabar nih" ucap Leo.


Zara mengalihkan topik agar Leo tidak sedih lagi. Mereka akhirnya pulang ke kontrakkannya. Leo langsung memeluk Zara dan menciumnya. Mereka mulai melepas kerinduan satu sama lain. Malam yang akan berlangsung lebih panjang dari malam sebelumnya. Suasana yang hanya mereka berdua yang bisa merasakan dan menikmatinya. Begitu indah sampai tak ingin secepatnya menyudahinya. Leo seperti tak lelah melakukannya. Puasanya selama satu bulan kini bisa kembali melakukan hal romanantis itu bersama Zara.


*********


Lima Bulan Kemudian


Leo mendapatkan telpon dari Tuan Indrawan. Beliau ingin Leo memimpin perusahaan cabang miliknya yang ada didalam negeri. Awalnya Leo tak yakin mampu memimpin perusahaan itu. Tapi Tuan Indrawan menyakinkan Leo. Beliau juga datang ke dalam negeri selama tiga bulan untuk mendampingi Leo memimpin perusahaan baru itu. Setelah Leo mampu memimpin perusahaan itu. Tuan Indrawan kembali keluar negeri, dia juga memberikan perusahaan itu untuk Leo sebagai hadiah, karena Leo dan Zara telah menolong anak dan istrinya, tapi Leo menolak. Dia ingin membeli perusahaan itu secara bertahap. Akhirnya setelah satu tahun Leo bisa membeli perusahaan itu dan mulai mengembangkannya lebih dari sebelumnya. Leo juga kembali mengajak Harun, Gerald dan Didi bekerja diperusahaannya. Selama dua tahun perusahaan itu berkembang pesat. Leo bahkan membangun perusahaan yang lebih besar lagi. Kini jerih payahnya membuahkan hasil. Dia juga membeli rumah mewah untuk tinggal bersama Zara dirumah itu. Beberapa mobil terpajang dirumahnya. Dia memiliki ratusan karyawan. Leo kini menjadi seorang CEO dari Perusahaan Sun Leo Group.


Flash Back Off

__ADS_1


__ADS_2