Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)

Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)
Kasih Ibu Sepanjang Jalan


__ADS_3

Leo dan Zara mengadakan syukuran kantor barunya. Acara itu dihadiri orangtua Leo, orang tua Zara yang baru datang dari kampung, sahabat Leo dan Zara, dan anak-anak yatim piatu dari Rumah Singgah Leo dan Zara. Banyak makanan yang sengaja dibuat Zara, Nunu, Ibu Vivi, Ibu Santi, Niken dan Nafiza. Acara itu diisi dengan lantunan ayat-ayat suci, ceramah, dan doa bersama. Acara puncaknya pemotongan pita 🎀🎀🎀 sebagai tanda dimulainya bisnis Leo dikantor barunya.


Prooooook.......proooook......prooooook.............


Semua orang bertepuk tangan saat Leo memotong pita itu, Pak Anton dan Ibu Vivi sampai menangis dan memeluk Leo bersamaan.


Mereka tak menyangka Leo akan berubah sejauh ini. Leo yang dulu suka mabuk-mabukan dan keluyauran tiap malam kini jadi Leo yang membanggakan kedua orangtuanya.


"Selamat ya nak, Papa bangga sekali sama Leo, sekarang kau sudah jadi CEO dikantormu sendiri nak, kau harus semangat dan tetap kerja keras agar ke depan usahamu semakin berkembang dan merambah ke bidang yang lain sesuai pengalamanmu nanti"ucap Pak Anton.


"Iya Pa, terimakasih. Semua ini berkat didikan Papa yang tegas pada Leo saat itu. Kalau tidak, Leo masih seperti dulu. Selain itu doa Papa dan Mama yang membuat Leo bisa seperti sekarang"ucap Leo.


"Sekarang Leo sudah dewasa dan bisa bertanggungjawab, Mama bangga sama Leo" ucap Ibu Vivi.


"Leo sayang Papa dan Mama terimakasih sudah merawat dan membesarkan Leo"ucap Leo.


"Papa dan Mama juga sayang Leo"ucap Pak Anton dan Ibu Vivi bersamaan.


Mereka begitu bahagia menyaksikan Leo yang jauh lebih baik dari sebelumnya. Setelah dipeluk orangtuanya, Leo membuka kedua tangannya ke arah Zara. Secepat mungkin Zara berjalan ke arah Leo dan memeluknya. Pelukan yang selalu Zara inginkan saat bersama Leo. Zara meneteskan air mata saat memeluk Leo. Teringat akan banyak hal yang telah dilalui bersama hingga ke titik ini.


Leo membelai rambut panjangnya yang terurai.


Bagi Leo, Zara adalah belahan jiwanya yang membuatnya jadi sempurna. Dia selalu bersyukur atas semua hal yang telah dilaluinya bersama Zara. Gadis muda itu selalu tersenyum menyemangati Leo setiap waktu.


"Istriku sayang, terimakasih atas semuanya ya, atas kesabaranmu dan kesetiaanmu bersama Leo yang banyak kekurangannya ini"ucap Leo.


"Suamiku sayang, kaulah yang membuatku selalu mampu bersamamu, sikapmu padaku yang selalu baik dan santun membuat aku merasa nyaman bersamamu, tak pernah sekalipun aku mendengarmu marah-marah atau berkata kasar padaku. Leo selalu memberiku kelembutan dan kehangatan yang selalu aku rindukan"ucap Zara.


"I Love You"ucap Leo dan Zara bersamaan.


Semua orang bahagia dengan acara syukuran itu tak terkecuali sahabat-sahabat Leo. Harun, Beni, Andi, Kemal, Didi, King, Gerald, Niken, Nafiza dan Nunu. Mereka adalah sahabat-sahabat Leo dan Zara, menjadi saksi kisah cinta mereka.


King, Niken, Nafiza, dan Gerald pergi melihat rumah sederhana milik Leo dan Zara.


"Rumahnya walau kecil tapi mencerminkan Leo dan Zara ya"ucap King.


"Iya, bersih, rapi, indah, dan juga adem saat masuk ke dalamnya"ucap Niken.


"Ini pasti sentuhan Zara ada didalam rumah ini" ucap Nafiza.


"Aku salut sama Leo yang masih muda tapi sudah bisa membeli rumah dan membangun kantornya dengan kerja kerasnya sendiri"ucap Gerald.


Setelah selesai melihat rumah Leo dan Zara, mereka bersama Leo dan Zara bermain bersama anak panti yang lucu-lucu. King gemas dengan anak balita yang gemuk dan montok dia langsung menggendongnya.


"Lucunya, gemuk dan montok, gemesin"ucap King sambil memegang pipi balita itu dengan tangan kanannya eh balita itu malah menggigit jari telunjuk King.


"Aw......aw......nih balita galak juga kaya ikan lele kemarin"ucap King.


"Anak mami dia mungkin tumbuh gigi jadi gatal gusinya, sabar aja ya nunggu telunjukmu abis digerogotin dia baru udahan"ucap Niken.


"Kaya gue nih King gendong bayi aman dari gigitan"ucap Gerald.

__ADS_1


Udah kepedean aman ternyata Gerald malah dipipisin itu bayi karena pempesnya miring.


"Yah....yah......basah, anget-anget apaan ini"ucap Gerald.


"Gerald itu tandanya dia betah digendong sama kamu sampai pipis gitu"ucap Nafiza.


"Yaelah Gerald nasib Lo gak jauh beda dari gue, nih balita masih ngunyah jari gue kaya ngunyah paha ayam aja"ucap King.


"Ini kok pipisnya agak bau yah"ucap Gerald.


"Itu pipis yang udah bercampur sama BAB nya bayi itu"ucap Nafiza.


"Anak mami, Gerald anggap aja ini latihan militer jadi seorang bapak nantinya"ucap Niken.


Setelah itu anak-anak yatim piatu bersalaman dengan Leo, Zara dan sahabat-sahabat mereka untuk pulang. King bersalaman dengan bocah kurus yang cengar cengir padanya, begitupun pada Gerald.


"King kenapa?"tanya Gerald.


"Bocah tadi naruh upil ditangannya buat salaman ma gue, pantes cengar cengir"ucap King.


"Emang ya, tangan gue juga ada upilnya malah lebih gede dan item lagi, pantes tuh bocah curut cengar-cengir"ucap Gerald.


"Hati-hati kalau salaman sama bocah yang cengar cengir tar Zonk lagi"ucap King.


"Betul King jangan jatuh ke lubang yang sama"ucap Gerald.


Satu Bulan Kemudian


Harun, Gerald dan Didi mulai mengerjakan gambar komik yang sudah diarahkan oleh Leo.


Kini Leo mengerjakan gambar komik itu bersamaan dengan teman-temannya. Sebelum Zara berangkat kerja bersama Nunu. Dia menyempatkan mengantar jus dan camilannya ke kantor Leo.


"Leo, ini jus dan camilannya"ucap Zara.


"Makasih sayang, hati-hati dijalan ya"ucap Leo.


"Iya, aku berangkat dulu, Nunu sudah menunggu didepan"ucap Zara.


"Hati-hatinya sayang"ucap Leo.


"Iya Leo"ucap Zara lalu mencium tangan kanan Leo.


Zara berboncengan dengan Nunu naik sepeda menuju kedai kopi mereka. Saat sedang mengayuh sepeda, Zara melihat seorang anak yang marah-marah pada Ibunya.


"Ibu katanya mau beliin aku handphone terbaru kenapa belum juga dibeliin, malu tahu sama teman-temanku disekolahku"ucap Susi.


"Nak Ibu belum punya uangnya, Ibu janji nanti kalau Ibu sudah punya uangnya pasti Ibu beliin handphonenya"ucap Ibu Imah.


"Ibu aku capek ya hidup miskin kaya gini, kenapa aku gak jadi anak orang kaya saja, aku malu jadi anak Ibu, gak ada yang bisa dibanggakan didepan teman-temanku, aku lebih baik pergi saja dari gubuk reyot ini"ucap Susi.


Ibunya sampai berlutut dan memohon agar anaknya tidak meninggalkannya. Tapi anaknya tidak menggubrisnya malah memaki Ibunya.

__ADS_1


"Makanya Bu kerja yang bener biar duitnya banyak kita gak miskin terus"ucap Susi.


"Tidak seharusnya kamu bicara seperti itu pada Ibu yang sudah mengandung dan melahirkan mu"ucap Zara.


"Siapa kamu berani sekali ikut campur urusanku"ucap Susi.


"Kalau kau ingin sesuatu makanya kerja biar kamu tahu rasanya mencari uang itu tidak mudah. Apa yang sudah dilakukan Ibumu untukmu itu karena dia sudah susah payah memenuhi keinginamu, seharusnya kau berterimakasih karena masih ada yang sayang padamu dengan tulus dan selalu mendoakanmu siang dan malam. Coba kau pikir jika kau tak memiliki Ibumu, gimana hidupmu? pasti udah jadi gembel dijalanan atau jadi simpanan laki-laki hidung belang"ucap Zara.


"Nak kembalilah, Ibu sayang padamu sayang hik...hik...." ucap Ibu Imah lalu pingsan.


Zara langsung menangkap Ibu Imah dan memangkunya.


"Ibu....ibu.....bangun jangan tinggalkan Susi"ucap Susi.


"Susi tenang Ibumu hanya pingsan tapi seharusnya kau tahu gimana rasanya jika Ibumu tiada, siapa lagi yang akan peduli padamu selain Ibumu, lihatlah dia selalu berusaha membahagiakanmu dengan segala cara. Dialah orang yang menyayangimu dengan tulus. Seorang Ibu bahkan rela berkorban nyawa untuk anaknya. Jadi berbaktilah padanya, jangan sampai kau menyesalinya setelah dia tiada"ucap Zara.


"Aku.....aku selalu menuntut ini itu pada Ibuku bahkan membuatnya harus bekerja siang malam.


Aku tidak mau tahu, padahal dia mati-matian untuk memenuhi semua keinginanku hik....hik....."


ucap Susi.


"Susi sebelum Allah murka karena perbuatanmu pada Ibumu, lebih baik kau berubah dan perlakukan Ibumu dengan baik, ingat surga ada ditelapak kaki Ibu. Jika Allah murka, bisa saja Dia mengambil Ibumu dengan mudah, mumpung semua itu belum terjadi kau harus berubah lebih baik pada Ibumu, cinta kasih Ibu sepanjang jalan tak ada putusnya pada kita. Bahkan jika kita bersikap buruk sekalipun Ibu akan tetap menyayangi kita, mendoakan kita dan memperhatikan kita dalam segala hal. Itulah cinta Ibu pada anaknya Susi hik....hik..."ucap Zara sampai menangis karena terharu pada Ibu Imah yang begitu menyayangi Susi.


"Kau benar, akulah yang bodoh telah menyakiti hatinya setiap saat dan menyusahakannya terus.


Ibu bangunlah,maafkan Susi yang durhaka ini" ucap Susi.


Nunu datang membawa minyak kayu putih, lalu Zara mengoles minyak kayu putih itu dibawah hidung Ibu Imah, tak lama Ibu Imah sadar dan duduk.


"Susi, jangan tinggalkan Ibu nak"ucap Ibu Imah.


Susi langsung memeluk Ibu Imah dan menangis dipelukannya.


"Ibu maafkan aku, jangan tinggalkan Susi. Cuma Ibu yang Susi punya didunia ini hik....hik...."ucap Susi.


"Iya nak Ibu akan tetap disini menjagamu dan menyayangimu sayang"ucap Ibu Imah.


Setelah Susi dan Ibunya sudah baikkan. Zara pamit untuk berangkat bekerja pada Ibu Imah dan Susi. Zara senang mereka kini sudah berdamai


**************


Zara sedang bercerita masa lalu mereka bersama Niken dan Nafiza ditaman kampus mereka. Sepanjang bercerita entah berapa banyak air mata yang menetes dari pipinya. Begitupun Niken dan Nafiza yang mendengarkan cerita itu.


"Jadi kangen masa SMA kita dulu ya Zara"ucap Niken.


"Ya, banyak yang kita lewati suka maupun duka, aku masih ingat saat Leo kehilangan sahabatnya Andi, saat itu Leo sangat terpukul"ucap Zara.


"Pasti, Leo dan Andi telah bersahabat lama"ucap Nafiza.


"Kematian Andi karena terjadinya tawuran antar pelajar saat kita memasuki masa les sekolah"ucap Niken.

__ADS_1


"Saat itu......"ucap Zara kembali mengingat masa lalunya.


__ADS_2