
Barra dan Deena mencari ikan hasil pancingannya. Mereka berdua mencari ikan itu ke seluruh tempat dikapal. Akhirnya mereka menemukan ikannya sedang diobati Kaisar. Ikan-ikan itu hampir saja dimakan Bolo dan Lolo hingga terluka. Kaisar berusaha membedah ikan-ikan itu untuk dioperasi dan dijahit kembali luka-luka yang terbuka.
"Kaisar kamu lagi ngapain?" Tanya Deena.
"Lagi nengadakan operasi kecil-kecilan. Biar ikannya sehat lagi," jawab Kaisar.
"Kaisar-Kaisar, ikan kamu operasi justru malah matilah," kata Deena.
"Masa sih? nih ikan yang satunya belum siuman dari tadi," ucap Kaisar sambil memunjukkan ikan yang sedang diperban sehabis operasi.
"Bakal siuman, dipenggorengan," sahut Barra.
"Ikan goreng dong," ucap Kaisar.
"Ikannya mati semualah, kamu keluarin isi perutnya," ucap Deena.
"Ini lagi dicek organ dalamnya, biar jelas sakitnya apa?" Ucap Kaisar.
"Iya sih tapi, isi perut ikannya dimakan Bolo gitu, yakin ikannya idup lagi?" Tanya Deena.
"Eh iya, waduh diisi apa dong perut ikannya?" Ucap Kaisar.
"Udah goreng aja ikannya," ucap Barra.
"Tapi kasihan, ikan juga ingin hidup," ucap Kaisar.
"Yaudah operasi aja lagi, paling mati semua tuh," ucap Deena.
"Kaisar kamu motong apa?" Tanya Barra.
"Ini lagi motong ik..., Lah tanganku kenapa kepotong gini," ucap Kaisar.
Kaisar langsung menarik lengannya. Dia tak menyangka dari tadi tangannya teriris pisau.
Deena dan Barra menuju ke depan kapal. Mereka melihat Farel, Alvan, Alina dam Haura sedang membakar ikan.
"Wah enak tuh," ucap Deena.
"Iya dong," ucap Haura.
"Dapet ikan dari mana?" Tanya Barra.
"Tadi dikasih Kaisar, katanya suruh selametin, ya kami bakar aja tar selamet didalam perut," ucap Alvan.
"Sini makan bareng enak nih," ucap Farel.
Akhirnya mereka berempat makan bersama. Sementara Kaisar yang baru menyusul udah gak kebagian ikan. Dia memancing ikan sendiri terus membakarnya.
"Kaisar lo bakar ikan apa?" Tanya Alvan.
"Ikan perut buncit, gak tau dipegang makin hamil, padahal gue belum perkosa dia," ucap Kaisar.
"Tanggungjawab nikahin lo, ikannya sampai hamil gitu," ucap Barra.
"Tapi apa bener nih ikan hamil anak gue, perasaan baru dipegang doang kok perutnya makin gendut. Meledak gak nih?" Ucap Kaisar.
Haura datang menghampiri Kaisar yang sedang membakar ikan buntal.
"Kaisar semoga lo tenang ya, gue sudah maafin dosa-dosa lo," ucap Haura.
"Loh kok kaya salam perpisahan, gue masih hidup Haura," ucap Kaisar.
"Bukan itu tapi kucing lo, dipastikan mati," ucap Haura.
"Mati kenapa? Bolo lagi makan ikan hamil yang gue bakar," ucap Kaisar.
"Nah itu dia, ikan ini tidak bisa dimakan, keracunan kalau sembarangan makan," ucap Haura.
"Bolo mati dong, berarti gue juga bakal mati," ucap Kaisar.
__ADS_1
"Emang lo udah nakan tuh ikan?" Tanya Haura.
"Udah tadi beberapa gigit," ucap Kaisar.
"Paling matinya sebentar, tar idup lagi, mungkin?" Ucap Haura.
Tak lama Bolo muntah berbusa.
"Bolo jangan mati," ucap Kaisar langsung menggendong Bolo.
"Kaisar lo juga berbusa tuh mulut, jangan-jangan lo mati duluan, sabar ya," ucap Haura.
"Masa sih, gue..." Kaisar langsung pingsan. Teman-temannya membawa Kaisar ke dalam kapal. Untungnya ada Dokter didalam kapal itu jadi nyawa Kaisar tertolong. Hanya saja Bolo harus dirawat gara-gara kebanyakan makan ikan buntal.
Sampai juga mereka di Pulau Pohon. Semuanya turun dan mulai berjalan, kapal yang dinaiki mereka kembali berlayar. Kaisar terpaksa membiarkan Bolo dan Lolo ikut dikapal. Dia pergi tanpa Bolo dan Lolo.
"Sayang, pulaunya lumayan ramai," ucap Farel.
"Kita cari penginapan," ucap Barra.
"Oke, barulah kita jalan-jalan nanti," ucap Alvan.
Mereka semua mencari penginapan. Setelah dapet, mereka jalan-jalan ditepi laut sambil bermain air laut.
"Ternyara menyenangkan ya berlibur disini," ucap Barra.
"Iya, lautnya jg masih asri" ucap Farel.
Mereka membuat tenda ditepi pantai. Rencananya akan tidur ditepi pantai. Malam datang mereka mulai membuat api unggun didepan tenda mereka masing-masing. Sebagian membakar jagung dan sosis.
"Nih sayang makanlah, aku sudah membakarnya untukmu," ucap Farel sambil menyodorkan jagung dan sosis bakar.
Alina menerima jagung bakar dan sosis bakar dari Farel. Dia duduk bersama Farel menikmati makanannya.
"Enak," ucap Alina.
"Iya dong, siapa dulu yang bakar," ucap Farel.
Farel memakan makanan yang disuapi Alina.
"Em, enak yang," ucap Farel sambil mengunyah.
"Iyakan," ucap Alina.
Disisi lain Alvan sedang makan jagung bakar dan sosis bersama Haura.
"Sayang pipimu ada itemnya tuh," ucap Haura.
"Arang kayanya, buangin," ucap Alvan.
Haura mengusap pipi Alvan tapi malah dapet ciuman dari Alvan.
"Sayang kau ini," ucap Haura seusai melepas ciumannya.
"Memang kenapa? Kitakan memang lagi bulan madu," ucap Alvan.
"Iya, tapi lihat disamping kita ada Kaisar sampai bengong," ucap Haura.
Kaisar sampai bengong melihat ke arah Alvan dan Haura.
"Bro jangan bengong, lo makan jagung mentah tuh," ucap Alvan.
"Eh iya, masih mentah ya, tapi enak gurih kenyal," ucap Kaisar.
"Itu mah uletnya yang lo makan," ucap Alvan.
Kaisar melihat ke jagung yang dipegang olehnya. Penuh ulat putih yang gendut.
"Lah dari tadi ngunyah ulet, enak juga," ucap Kaisar.
__ADS_1
"Bakar aja uletnya pasti enak," ucap Alvan.
"Iya ya, ulet juga sumber protein hewani," ucap Kaisar.
Kaisar membakar jagung yang dipenuhi ulet sampai meleleh dijagungnya.
"Wah jagung toping mozarella tuh," ucap Barra yang membakar jagung disamping Kaisar.
"Om mau?" Tanya Kaisar.
"Memang masih ada keju mozarellanya?" Tanya Barra.
"Masih," jawab Kaisar.
"Boleh deh," ucap Barra.
Kaisar menaruh ulet-ulet gemuk dijagung Barra.
"Loh ini ulet bukan keju mozarella," ucap Barra.
"Nanti jadi keju mozarella setelah dibakar, kaya punyaku Om," ucap Kaisar.
"Oh gitu, ekstrim juga," ucap Barra.
Akhirnya Barra dan Kaisar membakar jagung toping ulet gendut. Kemudian Kaisar memakan jagung bakarnya.
"Enak juga makan ulet bakar, berasa makan keju. Tapi kok lengket ya," ucap Kaisar.
"Kaisar, enak juga uletnya," ucap Barra.
"Iya sih Om, tapi badanku kok gatal semua setelah memakannya," ucap Kaisar.
Barra memperhatikan tubuh Kaisar.
"Eh iya, mukamu pada bengkak, bentol semua, gede lagi," ucap Barra.
Kaisar mengambil cermin dan melihat mukanya.
"Mau jadi spiderman nih kayanya, kok mukaku lain ya," ucap Kaisar.
Deena tertawa melihat muka Kaisar yang pada bengkak.
"Kaisar kamu mau jadi Hulk ya," ucap Deena.
"Iya, lucu," ucap Barra.
"Om, kok Om juga bengkak kaya Kaisar," ucap Deena melihat wajah suaminya.
"Masa sih? pantesan dari tadi gatel," ucap Barra.
Deena memberi kaca untuk Barra agar melihat wajahnya.
"Eh iya, jadi Hulk juga kaya Kaisar," ucap Barra.
"Emang Om makan apa?" Tanya Deena.
"Itu jagung bakar keju mozarella dari ulet," ucap Barra.
"Pantes, itu alergi namanya," ucap Deena.
Barra dan Kaisar berlomba mengaruk muka dan badannya. Mereka sampai aduk-adukan, guling-gulingan dan mandi air laut dimalam hari gara-gara gatal.
Malam menjelang semua orang tidur ditenda. Pasangan pengantin sibuk merajut cinta didalam tenda. Setelah itu mereka beristirahat. Terdengar suara orang menangis kesakitan.
"Hik...hik...hik...sakit...sakit..."
Barra dan Deena yang didalam tenda langsung terbangun.
"Om denger suara itu?" Tanya Deena.
__ADS_1
"Iya, jelas banget," ucap Barra.