Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)

Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)
Musim 3 : Pernikahan Part 79


__ADS_3

Haura berdiri didepan kolam renang. Dia malas pergi kemanapun semenjak kejadian Alvan digoda seorang wanita cantik. Haura cemberut menatap air kolam renang didepannya. Dia mengambil kacang untuk dilempar ke kolam renang sebagai ungkapan rasa kesalnya.


"Kok kacangnya dibuang sayang" ucap Alvan.


Haura menengok ke belakang. Alvan ada dibelakanya tersenyum melihat tingkah Haura.


Calon istrinya itu sedang marah besar gara-gara cemburu buta.


"Ngapain kesini? sama ceweknya sana" ucap Haura memerintah Alvan.


Alvan berdiri disamping Haura, dia mengambil kacang itu lalu memakannya sambil menyuapi Haura.


"Hmm, enak gini kok dibuangin" ujar Alvan.


Haura cemberut mukanya semakin ditekuk sambil mengunyah kacang yang disuapin Alvan pada.


"Cantiknya kalau marah" puji Alvan biar calon istrinya senang.


"Alvaaan" ucap Haura sambil menepuk lengannya.


"Ampun sayang" ucap Alvan.


Haura tersenyum melihat Alvan pura-pura kesakitan.


"Nah gitu dong sayang, jangan marah lagi" ujar Alvan menatap calon istrinya yang tersenyum malu-malu saat Alvan menatapnya.


Alvan menaruh kacang disetiap sudut mulutnya seperti vampir dan menakuti Haura.


"Aku mau darahmu Nonaaa" ucap Alvan.


"Alvan kamu lucu banget deh ha ha ha" Haura tertawa melihat tingkah calon suaminya yang sedang berusaha menyenangkan hatinya.


Haura ikut-ikutan menaruh kacang itu disudut-sudut mulutnya dan gantian menakuti Alvan.


"Aku ingin darah segar Tuan" ucap Haura.


"Haaaa" Alvan menakuti Haura.


"Haaaa" Haura menakuti Alvan.


Mereka saling menakuti satu sama lain. Tiba-tiba dari belakang muncul hantu berambut panjang dengan wajah yang menakutkan.


"Haaaa" Kaisar menakuti mereka.


"Sayang kok ini hantu beneran muncul" ucap Haura.


"Mau ke KUA kali yang, buat daftarin pernikahan beda alam" ucap Alvan.


"Maaf saya mau tanya rumah juminten dimana?"


"Oh rumah juminten, tinggal nyemplung aja dikolam kalau udah mati, pastikan masuk surga karena juminten ada disurga lagi nyuci baju dikalinya ya" ucap Haura.


"Sekalian pakai seragam merah putih tar upacara bendera sebagai penerimaan calon mayat baru" ucap Alvan.


"Saya mau bawa selingkuhan deh biar rame gak boring" sahut Kaisar.


"Bawa sekalian raket nyamuk, siapa tahu disana ada nyamuk butuh belaian" ucap Alvan.


"Oh gitu baiklah" ucap Kaisar.


Kaisar baru mau melangkah tapi kakinya menginjak pakaian yang panjangnya sampai kaki.


Dia tercebur ke dalam kolam renang.


Byuuuur...


"Haura...Alvan...tolongin gue gak bisa renang" teriak Kaisar.


"Sayang tolongin Kaisar, kita harus menjaga dan melestarikan manusia langka seperti Kaisar" ucap Haura.

__ADS_1


"Oke" jawab Alvan.


"Tolong...tolong Alvan" panggil Kaisar.


Alvan menolong Kaisar. Membawanya ke tepi kolam renang. Kedatangan Kaisar untuk menghibur Haura yang sedang bete tapi udah seneng lagi karena Alvan sudah berhasil membujuknya.


*************


Gedung Marigold


Acara pernikahan Alvan dan Haura sangat meriah. Nuansa putih mendominasi ruangan acara pernikahan itu. Alvan dan Haura berdiri dipelaminan menyalami tamu undangan. Mereka mengundang keluarga, sahabat, kenalan dan rekan bisnisnya. Semua tamu undangan begitu menikmati acara itu. Makanan dan hiburan disediakan dengan baik pihak WO. Semua anggota keluarhga hadir mengucapkan selamat.


"Selamat ya cucuku, semoga kalian bahagia dan hanya maut yang memisahkan, amin" ucap Leo.


"Amin ucap Alvan, Haura dan Zara.


Selai Leo dan Zara, Rehan dan Cinta selaku orangtua Haura juga mengucapkan selamat secara pribadi.


"Selamat ya nak semoga jadi keluarga sakinah, mawadah, warohmah, amin" ucap Rehan.


"Amin" ucap Cinta, Alvan dan Haura.


Farel dan Alina juga naik ke pelaminan mengucapkan selamat pada kedua mempelai.


"Selamat ya Haura, aku turut bahagia. Semoga kau bisa jadi istri sholehah, amin" ucap Alina.


"Amin" ucap Alvan, Haura dan Farel.


Tak lupa Barra dan Deena juga naik ke pelaminan memberikan ucapan selamat pada Alvan dan Haura.


"Haura, selamat ya. Semoga cepet dapet momongan" ucap Deena.


"Aku dengar kau sedang hamil ya Deena?" tanya Haura.


"Iya aku hamil, tapi yang nyidam dan mabok si Om" ucap Deena.


"Tuh karena si Om posesif dan sayang banget sama kamu" ucap Haura.


Mereka berempat bercanda gurau. Lalu Deena dan Barra turun. Deena menemani suaminya duduk ditempat khusus keluarga. Barra menyandarkan kepalanya dibahu Deena sambil mengelus perut Deena.


"Sayang laper gak?" tanya Barra.


"Laper Om" ucap Deena..


"Mau makan apa biar ku ambilkan?" tanya Barra.


"Sushi aja sayang" ucap Deena.


"Diam disini, aku ambilkan" ucap Barra.


Deena mengangguk. Walaupun Barra sering mual dan muntah tapi dia tetap seorang calon ayah yang harus menjaga dan menyayangi istri dan anaknya. Barra mengambil beberapa sushi ditempat hidangan khusus keluarga. Lalu berjalan mwnghampiri Deena. Saat dia sedang berjalan, kedua netranya tak sengaja melihat seorang wanita yang membuatnya terpaku. Wanita itu berjalan diantara keramaian tamu undangan. Barra ingin memastikan apa yang dilihatnya benar atau tidak. Dia menaruh sushi dimeja lalu mengikuti wanita itu hingga keluar gedung. Tibalah disebuah tempat parkir. Wanita itu naik ke dalam mobil dan pergi meninggalkan tempat itu.


"Mataku tak mungkin saat lihat, itu?" ucap Barra menduga.


Barra kembali lagi ke dalam. Dia membawa sushi untuk Deena dan memberikan padanya. Barra duduk disamping istrinya, Deena lahap sekali makan sushi.


"Sayang enak banget makannya" ujar Barra.


"Semenjak hamil selalu enak makan apa aja" sahut Deena.


Barra kembali mengelus perut Deena.


"Dede doyan makan ya, sehat terus ya nak diperut Bunda" ucap Barra.


"Nyamannya setiap perutku dielus sama Om" ucap Deena.


"Iya dong, akukan Papanya" ucap Barra.


Barra senang bisa bersama Deena tang baik hati, masih muda, cantik, pintar dan jago bela diri. Apalagi akan hadirnya buah hati membuat Barra begitu bahagia.

__ADS_1


Aksa naik ke atas pelaminan bersama sicentil Marsya. Gadis itu terus mepetin Aksa gak ada habisnya. Maunya nyosor mulu lagi.


"Jangan nempel terus malu dilihat orang" ucap Aksa pada Marsya yang terus menggandeng Aksa.


"Ayang sukakan aku nempel terus" ucap Marsya manja.


"Ayo naik" ajak Aksa naik ke pelaminan.


"Aku mau naik kemanapun asal sama ayang" ucap Marsya.


"Percuma ngomong sama cewek gatel dan centil ini" batin Aksa.


Aksa dan Marsya naik keatas pelaminan, ternyata Farhan dan Kiara juga sedang ada diatas pelaminan mengucapkan selamat. Aksa begitu canggung saat bertemu Kiara. Jantungnya berdebar tak jaruan saat melihat Kiara dan mendengar ucapannya. Karena saat bersalaman dengan pengantin begitu ramai dan mengantri, Kiara tak sengaja terdorong seseorang dibelakangnya, dia hampir terjatuh tapi ditangkap Aksa. Mata Aksa terus tertuju pada Kiara yang ada dalam pelukannya.


"Kiara" panggil Aksa.


"Aksa" sahut Kiara.


Mereka saling menatap sekian detik sebelum Farhan datang mendekati mereka berdua.


"Sayang kau tak apa?" tanya Farhan.


Aksa melepas tubuh Kiara perlahan. Lalu Farhat memeriksa keadaan Kiara termasuk kakinya. Sikap Farhan pada Kiara membuat Aksa tak nyaman.


"Ayang gak papa?" tanya Marsya.


Aksa langsung menarik lengan Marsya, secepatnya dia mengucapkan selamat pada kedua pengantin lalu turun dari pelaminan. Dia berjalan keluar gedung. Aksa benar-benar jatuh cinta pada Kiara sampai dia cemburu melihat kedekatan Kiara dan Farhan.


Marsya menyusul Aksa yang sedang duduk sendirian ditaman. Dia memeluk Aksa dari belakang mencium pipinya.


"Marsya hentikan!" perintah Aksa.


Marsya duduk disamping Aksa, dia membuka kancing bajunya, meraba dada Aksa lalu menciumnya.


Aksa melepas tangan Marsya dari dadanya dan melepas ciuman itu.


"Bisa tidak kau tidak murahan?" Aksa marah pada Marsya.


"Semua lelaki suka apa yang kulakukan padamu? lalu untuk apa kau munafik? kau ingin Kiara kekasih Farhankan? Lebih baik denganku, aku bisa membuatmu senang" ucap Marsya.


"Kau dan Kiara dua orang yang berbeda. Kiara tidak murahan sepertimu" ujar Aksa kesal.


"Murahan? lelakilah yang membuat wanita jadi murahan. Kau hanya naif, seandainya yang mencium dan merabamu itu Kiara pasti kau akan menikmatinya dan merenggut kehormatannya begitu saja, iyakan" ucap Marsya.


Setiap ucapan Marsya terlihat berbeda dari sikapnya yang manja dimata Aksa. Marsya terlihat seperti seseorang yang menyimpan kekesalan dan kebencian.


Marsya berdiri dan berjalan meninggalkan Aksa.


"Dimataku semua lelaki sama, brengsek" ucap Marsya sambil meninggalkan Aksa.


"Dia kenapa? berbeda sekali. Seperti bukan sicentil Marsya" ucap Aksa melihat sikap Marsya yang berbeda.


Acara pernikahan itu selesai. Alvan dan Haura naik mobil pengantin menuju hotel tapi ditengah jalan mobilnya dihentikan dua mobil yang dari tadi membuntutinya. Dari mobil itu keluar orang-orang bertopeng dan berbaju hitam. Mereka memecahkan kaca mobil dan membuka pintu mobil dengan paksa. Haura ditarik keluar sedangkan Alvan berusaha menghentikannya. Tapi dia dihadang orang bertopeng lainnya. Mereka babu hantam satu sama lain. Alvan diserang beberapa orang bertopeng, sementara Haura dibawa pergi dari tempat itu. Ketika Alvan sedang babu hantam, kebetulan mobil Barra dan Deena ada dijalan yang sama. Mereka turun membantu Alvan. Deena bertarung dengan salah satu orang bertopeng. Mereka sama-sama kuat.


"Dia sepertinya pernah bertarung denganku sebelumnya" batin Deena.


"Perempuan ini? mungkinkah dia Raynor? dari cara bertarungnya khas" batin orang bertopeng itu.


Mereka berdua babu hantam. Orang bertopeng itu kalah melawan Deena. Dia mengeluarkan pedang. Deena melawannya tanpa pedang. Mereka tetap bertarung. Orang bertopeng itu hendak menusuk Deena tapi dia menendangnya sampai pedang terjatuh. Giliran Deena mengambil pedang itu. Dia melawan orang bertopeng itu dengan pedang. Hingga pedang itu mengenai lengannya.


Sreeet...


"Aw..." orang bertopeng itu kesakitan.


Karena lengannya luka, orang bertopeng itu kabur termasuk yang lainnya. Orang bertopeng itu berlari lalu naik bus. Dia melepas topengnya. Setelah bus berhenti, dia berjalan ditepi jalan dengan darah mengalir dari lengannya. Tiba-tiba dia pingsan.


Bluuuug....


Saat dia perlahan membuka mata. Dia sudah berada disebuah kamar. Kedua netranya melihat ke samping. Aksa sedang duduk disampingnya berbaring.

__ADS_1


"Marsya kau sudah siuman" ucap Aksa.


__ADS_2