Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)

Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)
Filosofi Gelang Rajut


__ADS_3

Pagi itu Leo, Zara, dan Kemal berangkat ke sekolah.Seperti biasa mereka berpisah ditempat biasanya. Zara jalan lebih dulu menuju sekolah. Sampai dikelasnya Zara langsung meletakkan tasnya dimejanya. Tak lama Zara duduk, King baru tiba dikelas itu. Dia langsung berjalan menuju bangkunya. King meletakkan tasnya dan mengajak Zara berbincang.


"Gadis pintar, ajari aku cara mengerjakan PR matematika, gak boleh bilang tidak"ucap King sambil mengeluarkan bukunya.


"Baik, yang mana yang kau belum paham?"tanya Zara.


"Ini, aku pusing memikirkannya semalaman"ucap King menunjukkan bagian yang sulit.


Lalu Zara mengajari King cara mengerjakan PRnya. King mendengarkan setiap cara yang dijelaskan Zara. King menyelesaikan PRnya. Lalu dari arah pintu, masuk Leo ke kelas Zara.Leo menuju meja Zara.King kesal melihat Leo berjalan ke arah Zara.


"King mulai sekarang kamu harus tahu, Zara adalah pacarku jadi jangan berani menggodanya atau merebutnya dariku"ucap Leo.


"Baru pacarkan, lagi pula kita masih sekolah.Masih panjang perjalanan hidup kita. Bisa saja nanti kau putus dengan Zara ditengah jalan"ucap King.


"Aku tak akan pernah memutuskan Zara, jadi bersikaplah sewajarnya seorang teman sebangkunya"ucap Leo.


"Suka-sukaku kau bukan orangtua Zara atau suami Zara, jadi jangan sok mengatur"ucap King.


"Leo, King sudah! sebentar lagi kelas dimulai. King, Leo adalah pacarku. Dan kau Leo kembalilah ke kelas ya"ucap Zara melerai mereka.


"Iya..., dengar kata-kata Zara tadikan King"ucap Leo lalu pergi meninggalkan kelas Zara.


King menahan marahnya karena tidak enak dengan Zara. Bel sekolah berbunyi, semua siswa masuk ke kelas. Pelajaranpun silih berganti hingga bel istirahat berbunyi. Leo duduk dikelasnya untuk istirahat. Kemal masuk ke kelas Leo. Dia berjalan menuju ke arah Leo yang sedang tiduran dimejanya.


"Leo....Leo....Leo bangun"ucap Kemal membangunkan Leo.


"Ada apa Kemal?"tanya Leo.


"Orangtuaku tadi meneleponku, katanya besok mau pulang"ucap Kemal.


"Berarti aku dan Zara besok harus pergi dari rumahmu ya"ucap Leo.


"Iya, maaf Leo aku tidak bisa membantumu lagi"ucap Kemal.


"Tidak apa-apa Kemal, kamu sudah banyak membantuku dan Zara. Nanti akuĀ  dan Zara akan mencari tempat tinggal"ucap Leo.


"Baik, kalian jangan tidur dijalanan bahaya"ucap Kemal.


"Ya"ucap Leo.

__ADS_1


Setelah bicara dengan Leo, Kemal kembali ke kelasnya. Leo berpikir harus segera mendapatkan tempat tinggal agar dia dan Zara tidak tidur dijalanan.Bel berbunyi kelas dimulai. Leo mengikuti pelajaran dengan sungguh-sungguh. Temannya Andi sampai heran melihat Leo ikutan kuis dan maju ke depan menjawab pertanyaan sulit yang dituliskan pak guru dipapan tulis. Selama ini Leo adalah murid yang paling bandel dikelasnya. Setiap pelajaran cuma tidur mana pernah mau mendengarkan guru mengajar, malah rela dihukum keluar kelas dari pada mendengarkan guru mengajar. Tapi kini dia sudah sangat berubah. Andi sampai tidak mengenali Leo yang dulu. Kini Leo yang baru, Leo yang rajin, baik, dan mulai pintar menurut Andi.


Sepulang sekolah Leo dan Zara berjalan bersama menuju tempat kerja Zara untuk mengambil barang dagangan Zara. Lalu mereka menuju mini market tempat Leo bekerja. Leo melarang Zara jualan kopi seduh keliling lagi. Dia ingin Zara jualan didekat mini market itu saja agar Leo bisa sekalian menjaga Zara.


Leo memegang tangan Zara sepanjang perjalanan. Zara begitu senang Leo memegang tangannya.Cinta diantara mereka mulai tumbuh sejernih cinta khas anak remaja yang masih malu-malu ketika mencintai. Sampai di mini market, Leo mengenalkan Zara pada teman sejawatnya Didi.


"Didi ini Zara istriku"ucap Leo.


"Oh dia istrimu Leo"ucap Didi.


"Senang bertemu dengan kak Didi"ucap Zara.


"Pantas saat kemarin aku melihatkan kamu video itu kau biasa aja, ternyata sudah ada istri. Enak dong tiap malam ada yang nemenin tidur"ucap Didi menggoda Leo.


"Apaan sih lo, jangan ngomong yang aneh didepan istriku, dia ini sangat baik tidak sekotor pikiranmu"ucap Leo.


"..........."Zara hanya diam dan tersenyum.


"Iya maaf Boss"ucap Didi.


Setelah mengenalkan Zara pada Didi, Leo mengantarkan Zara kedepan jalan didekat mini market itu. Leo menyuruh Zara jualan disekitar mini market, karena disitu lumayan banyak orang lulu lalang. Setelah itu Leo mulai bekerja. Dia senang bisa bekerja sambil melihat Zara sesekali. Dia tidak merasa cemas lagi jika sesuatu terjadi pada Zara seperti kejadian kemarin. Zara mulai mempromosikan dagangan seperti biasa. Beberapa orang mulai membeli dagangannya. Ternyata benar kata Leo, tempat itu lebih ramai dan mudah bagi Zara menawarkan dagangannya.


"Zara gimana, apa disini lebih ramai?"tanya Leo.


"Iya"ucap Zara.


"Kamu senang tidak? bisa bekerja dan melihatku sesekali"ucap Leo.


"Aku...aku senang bisa melihat Leo"ucap Zara.


"Zara ayo kita makan malam romantis seperti pasangan romantis pada umumnya. Selama kita menikah sepertinya aku belum mengajakmu makan malam romantiskan"ucap Leo.


"Tapi apa kita punya uangnya?"tanya Zara.


"Kita bisa makan berdua didekat lapangan bola didaerah Serayu. Disana kalau malam ada pasar malamnya tiap malam minggu. Kebetulan malam ini kan malam minggu, ayo kita pergi kesana lalu makan malam romantis"ucap Leo.


"Beneran? aku mau Leo"ucap Zara.


"Iya, ayo sekarang kita bersiap"ucap Leo.

__ADS_1


Leo dan Zara mengantarkan barang dagangan Zara ke pemiliknya. Lalu mereka pulang ke rumah Kemal untuk mandi dan berganti pakaian. Setelah itu mereka pergi ke pasar malam itu. Zara begitu senang melihat keramaian malam itu. Leo mengajak Zara membeli sesuatu yang dia inginkan.



"Zara belilah sesuatu yang kau mau"ucap Leo.


"Tapi bukannya lebih baik untuk beli makan saja uangnya"ucap Zara.


"Khusus malam ini kau harus tersenyum bahagia, jangan pikirkan yang lain"ucap Leo.


"Makasih Leo"ucap Zara.


Leo begitu tampan dan keren memakai baju brandednya dan Zara begitu cantik mengenakan gaun milik ibunya yang diberikan padanya sebelum pulang ke kampung. Leo terus memandang Zara yang begitu cantik malam itu. Leo bersyukur memiliki Zara dalam hidupnya.Meski pertemuan mereka tidak begitu baik tapi perjalanan bersama Zara begitu manis dengan berbagai kesulitan yang datang silih berganti. Mungkin tak semua orang mampu berada diposisi mereka.


Zara mengajak Leo ke toko aksesoris gelang.Zara membeli dua buah gelang rajut, satu untuk Leo dan satu untuknya. Leo memasangkan gelang itu ditangan Zara dan Zara memasangkan gelang itu ditangan Leo. Mereka menggunakan gelang rajut itu.


"Zara kenapa kau membeli gelang rajut,tidak jepitan atau bando, biasanya perempuan suka itu"ucap Leo.


"Gelang ini ada filosofinya,gelang ini cara membuatnya perlu kesabaran, ketekunan, dan dirajut sedikit demi sedikit. Begitupun kehidupan kita berdua Leo. Kita harus sabar, tekun dan merajut semua mimpi dan cita-cita kita bersama"ucap Zara.


"Kamu benar, aku akan memakai gelang ini terus, agar aku ingat filosofi dari gelang ini dan selalu ingat denganmu Zara"ucap Leo.


"Ya, aku juga"ucap Zara.


Leo dan Zara kemudian pergi ke sebuah kedai ayam bakar. Leo dan Zara memesan ayam bakar untuk makan malam mereka. Pesanan mereka datang, Leo dan Zara mulai makan. Leo sesekali menyuapi Zara. Walaupun malu Zara menerima suapan dari tangan Leo.


Mereka begitu bahagia dengan kebahagiaan kecil itu. Setelah makan Leo mengajak Zara melihat-lihat wahana permainan dipasar malam itu. Leo dan Zara naik bianglala. Mereka duduk berdua didalam bianglala itu. Zara malu saat Leo terus memandanginya.


"Leo jangan melihatku terus"ucap Zara.


"Kamu cantik Zara"ucap Leo.


"........"Zara hanya diam dan tersenyum.


"Bolehkah, aku menciummu sekali ini saja?"tanya Leo.


"........"Zara hanya diam dan mengangguk.


Leo mencium Zara perlahan dan sesingkat mungkin,dia tak mau hal seperti kemarin terulang. Biarbagaimanapun Leo adalah laki-laki normal yang memiliki keinginan seperti laki-laki pada umumnya.Walaupun mereka suami istri tapi Leo dan Zara ingin merasakan indahnya jadi anak muda yang hanya memiliki cinta yang tidak berlebih dan sesuai usia mereka. Mereka berciuman itupun karena mereka memang suami istri yang sah.

__ADS_1


Setelah itu mereka berjalan pulang kembali ke rumah Kemal. Leo dan Zara bergandengan tangan sepanjang jalan dan tersenyum malu-malu dengan perkembangan hubungan mereka. Leo dan Zara mulai merasa memiliki satu sama lain. Dan tidak ingin terpisahkan meski kesulitan datang menghadang.


__ADS_2