
Leo mengantar Zara pergi ke kelasnya pagi itu.
Setelah hilangnya Nafiza dan Niken,Leo jadi mengkhawatirkan Zara.Baru masuk ke kelas ada orangtua King yang sudah menunggu Zara.Mereka menanyakan keberadaan King pada Zara.King sudah hilang sejak kemarin siang.Ibu King sampai menangis saat bercerita pada Zara.King adalah anak satu-satunya mereka.Jadi mereka begitu kehilangan saat King tidak ada.
"Tante yang sabar ya,nanti kalau kami bertemu King,atau tau kabar tentang King pasti mengabari kalian"ucap Zara.
"Iya Zara,terimakasih.Maaf Om dan Tante jadi merepotkanmu"ucap Ibu Murni.
"Sama-sama Tante,biar bagaimanapun King adalah sahabat kami,pasti kami akan ikut mencari keberadaan King"ucap Zara.
"Om dan Tante ke ruang guru dulu ya"ucap Ibu Murni.
"Iya Tante"ucap Zara.
Orangtua King keluar dari kelas itu.Leo dan Zara tidak tahu kalau ternyata King juga hilang.Mereka mereka merasa ini bukan candaan atau penculikan biasa.
"Zara,kenapa hanya Nafiza,Niken,dan King yang diculik?padahal dikelas ini begitu banyak siswa bahkan satu sekolah ini"ucap Leo.
"Penculik itu mungkin mengincar kita berempat Leo,soalnya 3 hari yang lalu dimeja kami ada tulisan *Jangan Ikut Campur Jika Masih Ingin Hidup* yang ditulis menggunakan darah"ucap Zara.
"Di meja kalian berempat?"tanya Leo.
"Iya Leo"ucap Zara.
"Berarti itu ancaman betulan,kau sudah bilang ini ke polisi kemarin?"tanya Leo.
"Sudah,polisi juga masuk ke kelasku untuk memeriksanya"ucap Zara.
"Zara hari ini jangan kemana-mana sendiri oke,
jangan dagang dulu,aku takut dia mengincarmu juga,tinggal kamu satu-satunya yang belum diculik.Aku berpikir dia akan mencarimu juga"ucap Leo.
"Iya Leo"ucap Zara.
Setelah itu Leo keluar dari kelas Zara.Dia berjalan menuju ke kelasnya,ditengah jalan Gerald menghentikan langkahnya.
"Leo ayo kita bicara"ucap Gerald.
"Oke,kita ke belakang sekolah saja"ucap Leo.
Leo dan Gerald pergi ke belakang sekolah.Gerald mulai berbicara semua hal yang diketahuinya.
"Leo,kemungkinan teman-temanmu diculik ayahku"ucap Gerald.
"Apa?......"ucap Leo kaget dengan pernyataan Gerald.
"Dulu ayahku seorang ilmuwan.Pada suatu ketika hasil penelitian ayahku mengalami kegagalan karena SOP yang dilakukan teman sejawatnya tidak benar.Penelitian ayahku dianggap membahayakan umat manusia bahkan sempat mencelakai rekan sejawatnya.Ayahku dipecat dari tempatnya bekerja.Dia difitnah,dihina,bahkan nama baiknya ditercoreng hingga pada akhirnya ayahku terpuruk.Dia sering mabuk-mabuk dan berjudi.Makin kesini dia melakukan eksperimen yang berbahaya hingga kedua adikku jadi bahan percobaannya sampai meninggal"ucap Gerald.
"............"Leo hanya diam mencerna semua cerita Gerald.
"Aku khawatir ayahku akan mencelakai teman-temanmu.Tapi aku tak bisa melapor ke polisi karena Ibuku ditawannya"ucap Gerald.
"Gerald kau tahu dimana tempat ayahmu menawan teman-temanku?"tanya Leo.
"Aku tahu"ucap Gerald.
"Kalau begitu,ayo kita kesana"ucap Leo.
"Ayahku sangat berbahaya Leo"ucap Gerald.
"Tidak masalah,kita harus segera menyelamatkan mereka"ucap Leo.
"Baik"ucap Gerald.
Leo dan Gerald izin tidak masuk sekolah pada teman sekelas mereka.Kemudian mereka berjalan keluar sekolah.Zara melihat Leo keluar sekolah,dia mengikuti mereka.Sampai dirumah besar Gerald.Zara dari belakang memanggil Leo.
"Leo....Leo....tunggu"ucap Zara.
"Zara kau kenapa kesini?"tanya Leo.
"Aku melihatmu jalan tergesa-gesa keluar sekolah jadi aku mengikutimu"ucap Zara.
__ADS_1
"Zara disini bahaya,kau kembali ke sekolah"ucap Leo.
"Tidak,aku ingin ikut Leo,apapun yang terjadi" ucap Zara.
"Leo,percuma Zara kembali,gimana kalau dia malah bertemu ayahku saat diperjalanan kembali ke sekolah,itu malah berbahaya untuk Zara.Kita tidak tahu yang ada dipikiran ayahku"ucap Gerald.
"Baik,Zara boleh ikut tapi jangan jauh-jauh dariku" ucap Leo.
"Iya Leo"ucap Zara.
Mereka bertiga masuk ke rumah besar itu.Gerald menuntun Leo dan Zara masuk ke dalam gudang.Disana ada jalan turun ke bawah tanah.
"Gerald ini tempat apa?kenapa kita turun ke bawah tanah?"tanya Leo.
"Ini dulu laboratorium pribadi milik ayahku"ucap Gerald.
Mereka terus menuruni tangga hingga turun ke sebuah laboratorium.King,Nafiza dan Niken ada disana sedang duduk dikursi dalam kondisi terikat.Leo,Zara dan Gerald menghampiri mereka.
"Leo,Zara akhirnya kau menemukan kita"ucap King.
"Leo,Zara selamatkan kita,aku takut"ucap Nafiza.
"Leo,Zara lepaskan tali ikatan kita"ucap Niken.
"Baik kita akan melepas tali ikatan kalian"ucap Leo.
Leo melepas tali ikatan King,Zara melepas tali ikatan Niken dan Gerald melepas tali ikatan Nafiza.
"Kita harus segera pergi dari sini"ucap Gerald.
Prooook......proooook.....proooook.......
Suara tepuk tangan Pak Firman yang menghampiri mereka.
"Sepertinya kelinci percobaan ku datang sendiri kesini,jadi bertambah yang akan ku bedah dan ku jadikan bahan percobaan ku"ucap Pak Firman.
"Ayah biarkan mereka pergi,ku mohon"ucap Gerald.
"Pergi?......kita bahkan belum bermain apapun" ucap Pak Firman.
"Leo pergilah bersama teman-temanmu biar aku hadapi ayahku"ucap Gerald.
"Tidak,kita hadapi bersama Gerald"ucap Leo.
"Jangan,dia berbahaya dan tanpa belas kasih, Leo"ucap Gerald.
"King,bawa Zara,Nafiza,Niken keluar dari tempat ini"ucap Leo.
"Oke,hati-hati Leo"ucap King.
Zara langsung menghampiri Leo dan memeluknya.
"Leo...."ucap Zara sambil menangis.
"Zara sayang,aku akan baik-baik saja.Jangan menangis.Doakan aku biar kita bisa bersama lagi"ucap Leo.
"Aku akan selalu mendoakanmu Leo,kau harus baik-baik saja"ucap Zara.
"Iya sayang,pergilah keluar bersama King"ucap Leo.
King,Zara,Nafiza,dan Niken keluar dari ruangan itu.Sementara Gerald dan Leo menghadapi Pak Firman yang membawa golok.Mereka bertarung satu sama lain.Golok itu mengenai tangan Leo hingga berdarah.Gerald langsung menolong Leo dan melawan Pak Firman.Perlawanan demi perlawanan dilakukan Leo dan Gerald.Golok itu nyasar kesana sini mengenai semua barang dilaboratorium itu.Hingga mengenai kabel listrik.
Terjadi percikan listrik yang mengenai benda mudah terbakar.Ruangan itu mulai terbakar sebagian.Sementara Leo dan Gerald masih melawan Pak Firman.
"Leo,pergilah dari sini.Ruangan ini akan terbakar,kau bisa mati disini.Biarkan aku mati bersama ayahku.Tolong titip Ibuku,dia ada dikamar atas disana"ucap Gerald sambil menahan golok yang mengenai tangannya.
"Tidak,kita akan keluar dari tempat ini bersama Gerald"ucap Leo menahan tangan Pak Firman.
Akhirnya Leo dan Gerald tetap melawan Pak Firman,tempat itu mulai meledak karena bahan-bahan kimia yang terdapat dilaboratorium itu.
Nafiza dan Zara terus berjalan keluar dari laboratorium itu.Mereka mulai menaiki tangga menuju ruangan atas.Niken terjatuh hingga kakinya terkilir,King menghampirinya.
__ADS_1
"Ayo cewek galak bawel"ucap King.
"Kakiku terkilir anak mami,sakit untuk berjalan"
ucap Niken.
"Ayo naik ke punggungku,aku akan menggendongmu"ucap King.
Niken naik ke punggung King,dia merasa King baik walaupun terkadang suka meledeknya.
"Anak mami terimakasih ya"ucap Niken.
"Setelah ini kau harus mentraktirku makan diemperan ya"ucap King.
"Iya aku janji"ucap Niken sambil tersenyum.
Mereka akhirnya berjalan keluar dari laboratorium itu.Leo dan Gerald terus melawan Pak Firman meski mereka sudah penuh luka ditangan,kaki dan dada mereka karena terkena golok itu.
Leo dan Gerald terus melawan Pak Firman, mereka merebut golok itu dan membuangnya ke api🔥🔥🔥🔥🔥 yang berkobar.Setelah golok itu tak ada mereka mampu melawan Pak Firman dan melumpuhkannya.Ruangan itu semakin panas dan apinya mulai membesar dan menyambar.
Pak Firman terjatuh dan tak mampu berdiri.Leo mengajak Gerald pergi dari tempat itu karena api yang semakin membesar dan hampir membakar semua laboratorium itu.
"Gerald,ayo pergi"ucap Leo.
"Pergilah Leo,tolong selamatkan Ibuku.Tempat ini akan terbakar semua.Aku akan menyusul setelah mengurus ayahku"ucap Gerald.
"Baik,hati-hati dan segera keluar dari sini"ucap Leo.
Leo keluar dari laboratorium itu,sementara Gerald masih didalam laboratorium itu dan mencoba menolong ayahnya.
"Ayah,ayo kita keluar dari sini"ucap Gerald.
"Kenapa kau masih peduli padaku setelah semua yang kulakukan pada keluarga kita"ucap Pak Firman.
"Kau tetap ayahku sampai kapanpun,aku dan Ibu selalu berharap suatu hari nanti kita akan seperti dulu lagi.Aku rindu masa-masa saat kita bahagia dulu"ucap Gerald.
"Aku ini sudah jahat,tak pantas bersama kalian,tinggalkan aku"ucap Pak Firman.
"Tidak kita harus keluar,ayah bisa memperbaiki semua kesalahanmu,aku dan ibu selalu memaafkanmu dan menyayangimu"ucap Gerald.
"Maafkan ayah,Gerald.Karena ambisiku,kalian jadi korban,aku tak pantas hidup lagi"ucap Pak Firman.
Dor............
Suara ledakan laboratorium itu menjadi-jadi.
"Gerald pergilah.Jadilah anak yang baik dan jaga Ibumu.Sampaikan maafku padanya"ucap Pak Firman.
"Ayah......"ucap Gerald berteriak.
Laboratorium itu terbakar hingga apinya membakar rumah besar itu.Leo,Zara,King, Nafiza,
Ibu Rahayu,dan Niken sudah dihalaman rumah besar itu melihat rumah besar itu terbakar.
"Leo dimana Gerald?"tanya King.
"Tadi dia masih didalam"ucap Leo.
"Gerald.......hik....hik....."ucap Ibu Rahayu.
Zara mendekati Ibu Rahayu dan memegang pundaknya.
"Sabar ya Bu,Gerald pasti baik-baik saja"ucap Zara.
"Eh itu Gerald berjalan kesini"ucap Niken.
Gerald dengan perlahan berjalan ke arah mereka.
Ibu Rahayu langsung berlari menghampiri Gerald dan memeluknya.Polisi baru saja tiba ditempat itu.Mereka mulai mengamankan tempat kejadian.
__ADS_1
Leo,Zara,Niken,Nafiza,King,Gerald dan Ibunya masuk ke mobil ambulan untuk dibawa ke rumah sakit.
Kegagalan adalah awal dari keberhasilan ataupun keberhasilan yang tertunda.Jangan putus asa jika mengalami kegagalan,karena orang yang sering gagal adalah orang yang memiliki banyak pengalaman dan pengalaman itu mahal harganya.