Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)

Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)
New Generation Part 54


__ADS_3

Cinta didapur memasak untuk sarapan Rehan. Dia memasak sup baso sapi dicampur bihun dan wortel. Biasanya Rehan tidak makan nasi hanya sup itu saja. Cinta membuatnya dengan tangannya sendiri. Rehan pasti senang dengan sup buatannya.


"Non membuat sup dengan sejuta cinta yang bersinar dipagi hari"ucap Mba Tin-Tin.


"Iya Mba, Kak Rehan suka sup ini dimakan hangat-hangat tanpa nasi"ucap Cinta.


"Seorang istri memang diciptakan menjadi pelabuhan tempat suami lapar dan haus"ucap Mba Tin-Tin.


Cinta hanya mengangguk dengan ucapan Mba Tin-Tin bak puisi yang terdengar dipagi hari.


"Mba aku ke atas dulu ya, supnya tolong sajikan dimeja sebentar lagi aku dan Kak Rehan turun untuk sarapan"ucap Cinta.


"Siap Non, Mba akan mengantarkan sup-sup ini ke tempat ternyaman dimeja makan"ucap Mba


Tin-Tin.


Cinta naik ke lantai atas untuk mengajak Rehan sarapan.


Saat Cinta ke lantai atas, Dina mulai menjalankan rencananya. Dia menuju ke meja makan dan mau meletakkan garam ke sup yang disajikan di salah satu mangkuk dimeja makan itu, tiba-tiba Mba Tin-Tin berbicara padanya.


"Garam......"ucap Mba Tin-Tin.


"Eh.....garam"ucap Dina kaget hingga garam itu tertuang ke mangkuk sup itu.


"Biasanya garam digunakan untuk mengusir ular berbisa yang mengganggu keutuhan berumah tangga"ucap Mba Tin-Tin.


"Mba Tin-Tin ngapain disini?"tanya Dina.


"Seorang pembantu ya pikniknya didapur dan dimeja makan kalau piknik dimall itu nyonya namanya"ucap Mba Tin-Tin.


"Pembantu ini lagi....pembantu ini lagi, panas denger kata-kata lebay nya"batin Dina.


"Selamat pagi semuanya"ucap Cinta dan Rehan yang baru datang ke ruang makan itu.


"Pagi"ucap Dina dan Mba Tin-Tin.


"Ayo sarapan bareng, aku sudah masak sup untuk semuanya"ucap Cinta.


"Mba undur diri, mau bercocok tanam ditaman bunga biar keindahan tetap terjaga"ucap Mba Tin-Tin.


"Iya Mba"ucap Cinta.


Mba Tin-Tin pergi meninggalkan ruangan itu. Tinggal Cinta, Rehan dan Dina yang mulai sarapan. Cinta mengambil mangkuk sup yang sudah terisi sup untuk Rehan.


"Sup yang ini saja"ucap Dina.


Dina sengaja mau memberikan sup yang asin itu untuk Rehan.


"Untuk Kak Dina saja, Kak Dinakan belum sarapan jugakan?"ucap Cinta.


"Iya"ucap Dina.


Cinta memberikan mangkuk sup yang didekatnya untuk Rehan dan untuknya.


"Ayo Kak Dina sarapan"ucap Cinta.


Dina bingung mau memakan sup itu atau tidak, secara pasti asin.


"Sial, masa iya gue makan sup asin ini"batin Dina.


"Kak Dina kok gak dimakan, apa sup buatan Cinta gak enak ya?"tanya Cinta.


"Enak kok, ini mau dimakan"ucap Dina.


"Ayo Dina sarapan biar punya tenaga buat beraktivitas"ucap Rehan.


"Iya"ucap Dina.


Dina memakan sup yang tadi dituang garam olehnya.


"Asin banget......"batin Dina.


"Dina habiskan supnya, enak loh sup buatan Cinta"ucap Rehan.


"Atau mau nambah lagi Kak Dina?"tanya Cinta.

__ADS_1


"Gak, ini mau dihabisin dulu"ucap Dina.


"Ampun....asinnya sampai getir gini, lidahku sampai pahit"batin Dina.


"Bisa darah tinggi nih, mana tensiku sempat naik sebelumnya lagi"batin Dina.


Dina terpaksa menghabiskan sup asin itu karena disuruh Rehan dan Cinta.


"Agak pusing kepalaku, apa tensiku naik lagi"batin Dina.


"Aku ke kamar sebentar ya"ucap Dina.


"Ya"ucap Rehan dan Cinta.


Dina meninggalkan ruang makan itu.


"Gadis kecil aku berangkat dulu ya sayang"ucap Rehan.


"Iya Tuan yang sombong"ucap Cinta.


"Cium dulu biar semangat kerjanya"ucap Rehan.


Cinta mendekat tapi Rehan menariknya ke pangkuannya dan mencium Cinta sepuasnya.


"Tuan yang sombong kau rakus ya"ucap Cinta.


"Habis seharian nanti aku nggak ketemu denganmu, jadi nyetok ciuman dulu"ucap Rehan.


"Kau mulai nakal ya, awas aja dikantor jelalatan" ucap Cinta.


"Gadis kecil kalau aku jelalatan pasti pulang ke rumah mencarimu dan menerkammu"ucap Rehan.


"Kata-katamu itu cukup menantang"ucap Cinta.


"Kalau berdekatan denganmu akan seperti ini gadis kecil"ucap Rehan.


"Ayo kerja sana, nanti dapur gak ngebul"ucap Cinta.


"Kan ada istriku yang jualan nasi bungkus dan laundry, ngapain aku harus bekerja"ucap Rehan.


"Jadi Masnya mau nganggur?"ucap Cinta.


"Tidur sana diluar sama ayam"ucap Cinta.


"Gadis kecil kejam sekali kata-katamu itu"ucap Rehan.


"Kak Rehan ayolah berangkat, aku harus pergi ke sekolah untuk mengambil raport"ucap Cinta.


"Eh iya kau mau kenaikan kelas ya, selamat ya sayang kau naik kelas tiga"ucap Rehan.


"Apa nanti kau menjemputku pulang sekolah?" tanya Cinta.


"Siap Bos Cantik"ucap Rehan.


"Makasih ya Kak Rehan"ucap Cinta.


"Panggil sayang"ucap Rehan.


"Sayang"ucap Cinta.


Rehan kembali mencium Cinta dengan mesra.


Tak sengaja Dina yang keluar kamar melihat mereka berciuman.


"Ih....menjijikan sekali kemesraan itu, lihat aja nanti gue bikin panas"batin Dina.


Setelah berciuman Rehan berangkat bekerja diantar Cinta sampai depan rumah mereka.


"Dah Tuan yang sombong"ucap Cinta.


"Dah gadis kecil, I Love You"ucap Rehan.


"I Love You Too"ucap Cinta.


Rehan naik ke dalam mobil, kemudian mobil itu meninggalkan rumah besar itu.

__ADS_1


**************


Cinta turun dari mobil pribadinya diparkiran sekolah. Teman-teman sekolah yang dulu menghinanya kaget melihat Cinta turun dari mobil mewah. Mereka sampai tak percaya itu Cinta.


"Siska itu bukannya Si gembel?"tanya Rena.


"Iya itu Si gembel"ucap Disa.


"Masa sih, itu mobil siapa? gak mungkin Si gembel punya mobil sebagus itu"ucap Siska.


"Jangan-jangan dia simpanan Om-Om"ucap Rena.


"Bisa jadi, Si gembelkan udah lama gak ke sekolah, jangan-jangan dia jadi simpenan beneran"ucap Disa.


"Kita bisa gunakan ini untuk mempermalukannya nanti"ucap Siska.


"Yoi"ucap Disa dan Rena.


Ketika Cinta baru berjalan beberapa langkah menuju ke koridor sekolah Raka langsung memeluknya ketika bertemu Cinta. Dina yang menunggu didalam mobil langsung keluar mobil dan memfoto momen Raka memeluk Cinta.


"Ini bisa membuat Rehan cemburu, rasain lo Cinta sepertinya aku gak usah susah payah"ucap Dina.


Cinta kaget saat Raka tiba-tiba memeluknya.


"Raka ada apa?"tanya Cinta.


"Aku kangen Cinta, kau kemana saja?"tanya Raka.


Cinta melepas pelukan Raka, lalu berbicara padanya.


"Aku........"ucap Cinta kebingungan menjelaskan kejadian yang sebenarnya.


"Pasti orang asing itu menawanmu, iyakan"ucap Raka.


"Raka....."ucap Cinta.


"Ikut aku"ucap Raka menarik lengan Cinta.


Raka menarik lengan Cinta membawanya kebelakang sekolah, Cinta kaget melihat banyak tanaman bunga mawar dan beberapa bunga lainnya dibelakang sekolah.


"Indah sekali Raka"ucap Cinta.


"Semua bunga ini aku yang menanamnya selama kau tidak sekolah, aku berharap kau akan melihatnya saat kau kembali bersekolah"ucap Raka.


"Makasih ya Raka"ucap Cinta.


"Sini Cinta"ucap Raka.


Raka mengajak Cinta duduk diantara bunga-bunga itu. Dia membuatkan Cinta bandana dari rangkaian bunga dan memakaikannya dikepala Cinta.


"Makasih Raka"ucap Cinta.


"Hari ini hari kenaikan kelas, kau harus cantik" ucap Raka.


"Raka selama aku tidak sekolah, kau duduk dengan siapa?"tanya Cinta.


"Aku duduk sendiri Cinta"ucap Raka.


"Maaf ya Raka"ucap Cinta.


"Cinta, aku....sebenarnya.....aku...."ucap Raka ragu mengunkapkan isi hatinya.


Ting.....ting....ting..........


"Raka bel masuk, ayo masuk ke kelas"ucap Cinta.


"Kau duluan saja Cinta"ucap Raka.


"Baiklah, aku duluan"ucap Cinta.


Cinta meninggalkan Raka dibelakang sekolah itu.


"Cinta sebenarnya aku mencintaimu"ucap Raka.


"Andai aku bisa mengatakannya"ucap Raka.

__ADS_1


Raka mengambil jepit rambut disakunya dan menggenggamnya erat.


"Seperti ini rasanya jatuh cinta"ucap Raka.


__ADS_2