
Semua guru sedang duduk dimeja mereka masing-masing sambil merapikan buku yang akan dibawa ke kelas.Beberapa guru terlihat sarapan pagi dan ada juga yang sedang mengoreksi tugas murid-muridnya.Pak Rahman dan Pak Edi sedang mengobrol berdua dimeja mereka.
"Pak Rahman tanggungjawab bapak pasti sangat besar harus memegang kelas tiga?"tanya Pak Edi.
"Pasti pak,siswa kelas tigakan memasuki tahap kelulusan.Ujian Nasional dan Ujian Praktek yang harus benar-benar kita persiapkan dari sekarang.
Terkadang sebagai guru maunya semua siswa paham yang kita ajarkan tapi kita tidak bisa egois,karena tidak semua siswa memiliki kemampuan yang sama.Apalagi siswa yang nilainya dibawah rata-rata.Menjadi pikiran sendiri untuk saya bagaimana bisa membuat nilai mereka diatas rata-rata saat kelulusan nanti"ucap
Pak Rahman.
"Itulah tanggungjawab berat sebagai guru,kita harus bisa membuat semua siswa didik kita memiliki nilai diatas rata-rata sementara kemampuan mereka berbeda.Apalagi harus jadi guru kelas 3,tanggungjawabnya lebih besar lagi.
Kelulusan siswa ditentukan oleh kesuksesan kita dalam mengajar dan memberikan materi hingga bisa dipahami dengan baik oleh siswa.Ya walaupun ini tidak sepenuhnya tanggungjawab guru,siswa juga harus berusaha dan tanggungjawab orangtua dirumah untuk mengingatkan anaknya agar menyempatkan belajar setiap harinya"ucap Pak Edi.
"Tahun kemarin ada siswa yang tidak lulus.Jujur ini tamparan juga untuk para guru.Kita merasa gagal mengajar selama tiga tahun ini.Kepala Sekolah saja sampai tidak bicara satu katapun selama satu minggu.Beliau sampai datang ke rumah siswa tersebut.Kami para guru selalu ketar-ketir setiap masa kelulusan datang.Amanah yang dititipkan pada kita ini benar-benar jadi tanggungjawab yang besar untuk kita"ucap Pak Rahman.
"Semoga tahun ini semua siswa lulus ya Pak, apalagi semakin kesini soal Ujian Nasional lebih sulit dan lebih beragam jadi sebagai guru kita juga harus memiliki wawasan dan pengetahuan yang luas"ucap Pak Edi.
"Betul yang bapak katakan"ucap Pak Rahman.
Sebagai seorang guru,memiliki tanggungjawab yang besar terhadap siswa didiknya.Semestinya kita menghormati mereka dan belajar sungguh-sungguh karena Pak Rahman dan guru-guru yang lain berusaha agar siswanya bisa lulus dan meraih cita-cita mereka.
*************
Kelas IPS selalu terkenal dengan kenakalan dan keusilannya.Walaupun tidak semua siswa nakal dan usil.Tapi image itu turun temurun diturunkan dari zaman nenek moyang kita.Kelas Leo saat itu sedang berlangsung pelajaran Bahasa Indonesia.
Guru sedang mencacat dipapan tulis.Beberapa siswa asyik mengobrol,ada juga yang main lempar kertas,kapur,ada juga yang tidur dikelas sampai ngiler kemana-mana.Leo melihat tingkah teman-temannya yang tidak benar berusaha menegur mereka.
"Doni lihat Si Mumun ngiler ke meja gitu tidurnya,udah kaya mau bikin kolam renang aja"ucap Abdul.
"Dia itu kalau kekenyangan makan ya begitu bukannya belajar malah numpang tidur gratis disekolah"ucap Doni.
"Geli gue duduk deket dia,ilernya udah mengalir ke meja gue nih,kaya irigasi disawah aja"ucap Abdul.
"Berbahagialah jadi teman satu meja dengan Si Mumun selain ngiler mesti ganti meja terus karena dipenuhi lukisan iler Si Mumun yang menumpuk kaya kerak dimeja"ucap Doni.
"Besok-besok biar Ali aja yang duduk sama Si Mumun,gue gak tahan nyium bau ilernya"ucap Abdul.
"Sabar Abdul,orang sabar dijamin masuk surga pakai pintu kemana saja"ucap Doni menggoda Abdul.
Ada juga siswa lain yang sedang mengobrol disela-sela mencatat materi Bahasa Indonesia.
"Sari sinetron istri terbuang dan terlupakan bagus ya.Peran utamanya ngenes banget nasibnya sampai ditampar dan dijambak mulu,semakin ngenes makin seru.Ditambah pelakornya ada banyak kanan kiri oke.Belum lagi ibu mertuanya yang ekstra bawel dan galak bikin greget.Udah gitu suaminya peselingkuh sejati jadi makin rame jalan ceritanya.Makin banyak komplik makin campur aduk nontonnya sampai aku nangis dikolong meja saking gak tega ngeliatnya"ucap Tuti.
__ADS_1
"Lagian itu bukannya tidak boleh ya ditonton sama kita yang masih remaja ini.Tidak sesuai usia kita menonton sinetron semacam itu.Harusnya kita menonton acara yang berbau pendidikan dan ilmu pengetahuan"ucap Sari.
"Kalau yang berbau pendidikan dan ilmu pengetahuan membosankan dan gak bikin baper sampai nangis seember.Emakku aja sampai bawa sapu lidi tiap nonton sinetronnya,kalau kesel abis deh bokap gue disabet tuh pakai sapu lidi saking greget sama suami yang selingkuh sama sini oke.Kalau gak kaki bokap gue abis dicubitin sama emak gue tiap mertuanya jahat sama peran utama wanitanya.Pokoknya sekeluarga mantengin terus sinetron itu sampai menjiwai jalan ceritanya"ucap Tuti.
"Tuti-tuti nonton sinetron sampai segitunya,kamu dah ngerjain PR matematika?"tanya Sari.
"Belum keasyikan nonton sinetron habis iklannya segambreng jadi lama tayangnya.Lupa deh ada PR"ucap Tuti.
"Sekolah itu penting Tuti,nonton sinetron gak bisa bikin kita meraih cita-cita kita hanya sebatas hiburan semata.Suka boleh berlebihan jangan.
Kitakan pelajar jadi sekolah harus diutamakan demi masa depan kita.Gak selamanya hidup kita dipenuhi terus sama orangtua.Gimana kalau mereka tiada,kitakan harus bisa mencukupi kebutuhan kita.Makanya sekolah yang benar biar masa depan kita juga bener"ucap Sari.
"Iya sih,besok-besok gue ngurangin deh nonton sinetronnya dan menyempatkan belajar"ucap Tuti.
Selain Mumun yang tidur dikelas dan Tuti yang mengobrol dengan Sari,ada juga siswa lain yang melempar kapur ke teman lainnya.
"Roy,jangan melempar kapur terus hormati Pak Guru yang sedang mencatat materi didepan"ucap
Leo.
"Bosen Leo,sesekali hiburan gini biar asyik"ucap Roy.
"Gue udah memperingatkan ya,kalau nanti sampai ditegur sama guru itu kesalahanmu pribadi"ucap Leo.
Roy tak menggubris ucapan Leo dan terus melempar kapur sampai kapurnya melayang ke kepala Pak Guru.
Pak Guru langsung berbalik arah dan mencari siswa yang melempar kapur itu.Roy akhirnya dihukum pak guru untuk mencacat materi itu didepan sampai selesai jam pelajaran Bahasa Indonesia.
"Aduh banyak banget rangkumannya pegel-pegel deh tangan gue nyatetnya,Pak Guru gak kira kira ngasih hukuman,nyesel deh gue padahal niatan nyari kesibukan ini malah sibuk beneran,nyatet gak ada habisnya sampai dua jam pelajaran.
Kapok deh besok-besok bikin ulah gini,mabok tulisan ini mah tar"ucap Roy dalam hatinya.
Roy akhirnya meneruskan tugas Pak Guru mencatat didepan kelas agar dia bisa merasakan rasanya mencatat itu tidak enak jadi hargai Pak Guru yang sudah susah payah mencatatkan materi untuk kita.
*************
Leo sibuk mengerjakan gambar komiknya.Dia ingin mendapatkan bonus akhir bulan ini jika bisa mencapai target.Dia ingin memberi sebuah hadiah untuk ulang tahun Zara yang tinggal beberapa bulan lagi.Zara menghampiri Leo dengan membawa susu hangat untuknya.
"Leo sudah jam 10 malam,apa tidak mau tidur?" tanya Zara.
"Sebentar lagi Zara sayang,Leo mau menyelesaikan dua gambar lagi"ucap Leo.
"Apa mau Zara pijatin pundak Leo,pasti pegal ya dari tadi gambar terus"ucap Zara.
__ADS_1
"Boleh,kebetulan Leo pengen deket-deket Zara" ucap Leo.
Zara memijat pundak Leo dengan penuh kelembutan.Leo senang ternyata Zara pandai memijat.
"Zara enak juga pijatannya,jadi bikin Leo pengen yang lebih"ucap Leo jujur.
Zara tidak menjawab ucapan Leo,langsung mencium bibir Leo dengan penuh cinta.Mendapat serangan yang tiba-tiba,Leo membalas ciuman Zara.Mereka berciuman cukup lama dan lebih dalam dari sebelumnya lalu melepas perlahan.
"Zara sebentar lagi kita lulus SMA,nanti kita kuliah dimana ya?"tanya Leo.
"Zara ingin ikut progam beasiswa dulu Leo"ucap Zara.
"Benar juga ya,kalau ikut progam beasiswa dan lolos,kuliahnya gratis ya"ucap Leo.
"Bukan hanya itu kita bisa mendapatkan universitas terbaik"ucap Zara.
"Bisa gak ya kalau Leo ikut progam beasiswa kaya Zara?"tanya Leo.
"Asal kita mau berusaha dan banyak berdoa pasti semuanya bisa kita raih Leo"ucap Zara.
"Kau benar Zara,apa saja bisa kita raih asal tetap berusaha dan berdoa"ucap Leo.
"Semoga kita bisa kuliah diuniversitas yang sama ya Leo,supaya setiap hari kita bisa bertemu"ucap Zara.
"Leo juga gak mau terpisah dari Zara walaupun hanya kuliah.Leo ingin kita bisa selalu bersama
karena Zara yang membuat Leo selalu bersemangat dan ingin berusaha lebih baik"ucap Leo.
"Leo tidak terasa kita sudah bersama sejauh ini.
Terkadang Zara berpikir seperti apa jika Zara tak bertemu dengan Leo,apakah akan seindah ini"
ucap Zara.
Leo langsung memeluk Zara saat mendengar ucapan Zara.
"Apalagi Leo,mungkin hidup Leo gak karuan kalau gak bertemu Zara saat itu.Pasti blangsat banget dan gak jelas.Tapi Leo jadi orang yang beruntung karena bertemu Zara"ucap Leo.
"Zara selalu berdoa agar kita selalu bersama.
Kedepan melewati semuanya bersama Leo.Berbagi suka dan duka seperti biasanya.Zara ingin ada disamping Leo dan selalu mencintai Leo"ucap Zara.
"Leo juga selalu berdoa agar hanya maut saja yang memisahkan kita Zara.Selalu bersama menghabiskan banyak waktu.Mengukir sejarah dan mencapai cita-cita bersama.Hingga suatu saat aku berdiri bersama Zara dipanggung kesuksesan nantinya"ucap Leo.
__ADS_1
Mereka merasakan cinta yang membuat mereka lebih baik dan berusaha untuk bisa saling memberikan yang terbaik satu sama lain.
Cinta memang seharusnya memberi kebaikan bukannya keburukan.Jika cinta membuat orang lebih baik pasti indahnya hidup didunia ini.