
Acara akad selesai Barra membopong Deena menuju ke mobil. Deena tersipu malu dengan mengalungkan kedua lengannya ke leher Barra. Kedua mata sepasang pengantin itu saling menatap. Barra bukan hanya menatap Deena tapi pikiran cabulnya udah liar kemana-mana. Didalam mobil supir dilarang menengok ke belakang apalagi ke spion yang ada didalam mobil. Barra memangku Deena dipangkuannya sambil mencium Deena dan memeluknya.
"Om udah ah, malu" ucap Deena.
"Memangnya kenapa? sudah halal tidak ada yang melarang" ucap Barra.
"Nanti saja dihotel" ucap Deena.
"Bener ya" ucap Barra.
Deena menyandarkan kepalanya ke dada Barra.
Lelaki yang dulu hampir membunuhnya itu kini jadi suaminya. Bahkan mereka sering bertarung bersama. Barra bukan hanya suaminya tapi patnernya ketika mereka menumpas kejahatan.
Lelaki yang kini berusia 39 tahun itu masih terlihat sangat muda, tidak sedikitpun terlihat tua diusianya yang hampir kepala empat. Bahkan banyak wanita yang selalu menggoda Barra. Tapi lekaki itu sudah mematenkan hati untuk si gadis jagoan yang membuatnya jatuh hati hingga tak ingin jauh darinya.
Hotel Strong Girl
Barra dan Deena sampai di hotel tempat mereka akan melangsungkan malam pertama. Saat masuk ke dalam hotel. Semuanya sepi, hanya ada karyawan hotel saja yang bekerja. Deena tidak tahu kenapa hotelnya sepi.
"Om hotelnya kok sepi?" tanya Deena.
"Hotel ini sengaja dikosongkan untuk kita berduaan" ucap Barra.
"Kau menyewa semua kamar? itu boros namanya. Diluar sana masih banyak orang yang membutuhkan, lebih baik uangnya kau sumbangkan bla...bla...bla...." ucap Deena.
Deena ceramah sepanjang perjalanan sampai Barra ngantuk. Dia berusaha mendengarkan ceramah istri tercintanya. Setelah Deena puas bicara barulah Barra bicara.
"Sayang ini hotel milikku, coba kau lihat nama hotel ini, Strong Girl artinya Gadis Kuat, itu kamu" ucap Barra.
"Oh, Om merambah dunia bisnis kerajaan atas" ucap Deena.
"Selama empat tahun ini aku mulai berbisnis yang halal, aku ingin menafkahimu dan anak kita nanti dengan uang yang halal" ucap Barra.
"Lalu bakatmu selama ini?" tanya Deena.
Deena tahu suaminya itu cerdas. Dia bisa membuat berbagai senjata api dan berbagai alat tempur lainnya. Sayang jika bakatnya berhenti sampai disitu.
"Sekarang aku bekerja sama dengan pemerintah membuat senjata api dan alat tempur hanya untuk keperluan negara saja" ucap Barra.
Deena tersenyum dan memeluk Barra. Mereka berpelukan dilorong hotel. Walaupun begitu keadaannya sepi.
"Kau membuatku banyak berubah sayang" ucap Barra.
"Aku senang Om sudah jauh lebih baik" ucap Deena.
"I Love You" ucap Barra.
"I Love You Too" ucap Deena.
Mereka berdua berciuman mesra, tapi tenang semua CCTV belum boleh dinyalakan sampai ada perintah dari Barra.
__ADS_1
"Mata Jono tercemar, ampunilah dosaku Ya Allah, Jono matanya masih suci, baru nyium sapi doang" ucap Jono OB dihotel tersebut.
Mendengar suara Jono Barra dan Deena melepas ciuman mereka.
"Kamu siapa?" tanya Barra.
"Saya Jono Bos, OB paling perjaka disini, sekali nyium sapi, dua kali nyium anak ayam, sepuluh kali nyium kambing, tiap malam nyium guling" ucap Jono.
"Oh, ngenes juga ya, kamu belum pernah nyium unta" ucap Barra.
"Gak punya ongkos Bos buat ke Mekkahnya" ucap Jono.
"Yaudah nyium kerbau aja dulu rasanya gak jauh bedalah" ucap Barra.
"Udah Bos sekali, eh malah diseruduk jantannya sampai masuk ke sumur, untung sumurnya penampungan tai sapi jadi gak ada airnya" ucap Jono.
"Ha ha ha" Barra dan Deena tertawa.
"Karena hari ini hari bahagiaku, aku memberimu bonus nih" ucap Barra memberi jam branded miliknya.
"Alhamdulillah, tunggu...ini bisa dijual gak ya Bos?" tanya Jono.
"Kok dijual?" tanya Barra.
"Jono mau tukerin ma beras aja, dapet satu karung beras gak ya?" tanya Jono.
"Om kasih uang aja, Jono lebih butuh itu" ucap Deena.
"Alhamdulillah, rejeki nomplok, makasih Bos" ucap Jono.
"Oke" ucap Barra.
Barra dan Deena masuk ke dalam lift.
"Mata tercemar tapi dapet duit, alhamdulillah, jangan sampai sering-sering tercemar tar dapet duit gepokan terus, Jono bingung ngitungnya" Jono.
Barra membopong Deena dari dalam lift sampai ke kamar hotelnya. Dia duduk disofa, Deena membantunya mengeluarkan peluru yang bersarang dipunggungnya.
"Aw....sakit sayang" ucap Barra.
"Sakit ya sayang, kalau gitu Om istirahat ya" ucap Deena.
Barra langsung berbalik. Dia memeluk Deena dan menatap wajah cantiknya.
"Sayang banget kalau istirahat, aku pengen itu sayang" ucap Barra.
Deena mengangguk, Barra langsung membopong Deena.
"Apa punggungmu gak sakit Om?" tanya Deena.
"Sakitnya ilang sayang, malah semangat nih" ucap Barra.
__ADS_1
Barra membaringkan Deena diranjang. Barra langsung melepas pakaiannya.
Deena malu menutup mata dengan kedua tangannya. Tapi Barra mendekatinya dan membuka kedua tangannya.
"Istriku sayang, aku ini suamimu, biarkan aku memilikimu dan menjadikamu surga dunia dan akhiratku" ucap Barra.
Deena membelai pipi Barra. Dia memandang lelaki tampan didepannya.
"Aku bersedia jadi milikmu dunia akhirat suamiku" ucap Deena.
Barra langsung melepas pakaian Deena. Dia ingat betul apa yang dilihatnya dulu seindah yang dilihatnya sekarang. Barra melakukan pemanasan demi pemanasan. Ini pertama untuk Deena. Apalagi usianya masih sangat muda. Ketika Deena sudah nyaman. Barra mulai ke tahap yang lebih dalam.
"Om sakit" ucap Deena.
"Sayang aku akan pelan" ucap Barra.
Perlahan tapi pasti, Barra dengan sabar dan kelembutan. Akhirnya meraih kehormatan istrinya. Kini dia benar-benar memiliki Deena seutuhnya. Deena yang tadi terlihat tak nyaman kini tersenyum dan menatap suaminya.
"Kau sudah jadi milikku istriku" ucap Barra.
"Aku bahagia jadi milikmu Om" ucap Deena.
Kini Barra bisa sepuasnya melakukannya karena Deena sudah tersenyum dan terlihat nyaman. Tiga jam sudah berlangsung, Barra sepertinya belum kenyang juga.
"Om kita harus ke Gedung Rose Golden, resepsi kita akan diadakan disana" ucap Deena.
"Sebentar lagi sayang" ucap Barra.
"Mau siput lagi" ucap Deena.
"Ampun sayang jangan siput lagi, gimana kalau Jono aja yang sama siput?" ucap Barra.
"Ha ha ha" Deena dan Barra tertawa.
Akhirnya mereka mandi lalu sholat ashar berjamaah. Ini pertama kali Barra menjadi imam sholat untuk Deena. Mereka begitu khusyu sholat berjamaah. Setelah itu mereka berdzikir dan berdoa bersama.
"Terimakasih Ya Allah kau jadikan aku dan istriku berjodoh. Jadikanlah kami berjodoh dunia dan akhirat. Bimbinglah kami agar selalu berada dijalanmu. Dan berikanlah kami keturunan yang sholeh dan sholehah, amin" ucap Barra.
"Amin" ucap Deena.
Barra mencium kening Deena. Kini hidupnya tak sendirian lagi, ada Deena yang akan selalu berada disampingnya menjadi istri dan patnernya.
*************
Gedung Rose Golden
Barra dan Deena berdiri diatas pelaminan. Sore itu acara resepsi untuk pernikahan mereka. Deena hanya bisa berdiri tak berani berjalan. Tadi saja Barra membopongnya. Maklum baru siang pertamaan jadi kaku buat jalan. Harusnya menunggu malam tapi Si Om tak tahan, nanti keburu kumisan kalau mesti nunggu sampai malam. Siang pun jadi walau berjam-jam dan akhirnya pengantin wanita tak mampu berjalan apalagi beraksi dalam pertarungan. Benar-benar Om cabul sudah masuk alam liar. Untung tidak masuk kebun binatang, orang hutan sudah menanti untuk kondangan.
Semua anggota keluarga hadir diresepsi pernikahan itu. Satu persatu mengucapkan selamat pada Barra dan Deena. Dari Leo-Zara, Raka-Azkia, Rehan-Cinta, Luis-Marwa, Aksa-Haura-Alina, Farhan-Carisa, Theo-Kartika, Dokter Daniel-Kirana, Shera-Bili, Andra-Zhafira, Hanan-Lilia. Semuanya ikut berfoto bergantian dan berfoto bersama. Sore itu jadi sore yang membahagiakan untuk pengantin, keluarga, sahabat, teman, kenalan dan rekan bisnis.
Disela-sela acara pernikahan yang meriah, datang seorang lelaki berpakaian setelan jas rapi dan dibelakangnya ada sekretaris dan pengawalnya.
__ADS_1
Dia menuju pelaminan untuk mengucapkan selamat pada si empunya acara.