
Dua Bulan Kemudian
Setelah kejadian menakutkan itu berakhir.Leo dan Zara bersekolah kembali seperti biasa.Gerald dan Ibunya kini tinggal dikontrakkan.Rumah Gerald habis terbakar.Tak ada satupun harta benda yang tersisa.Tanah tempat rumah itu berdiri belum bisa dijual dikarenakan masih terpasang garis polisi.Ayah Gerald meninggal dunia terbakar ditempat itu.Kini Gerald dan Ibunya memulai hidup baru.Leo mengajak Gerald membantunya membuat gambar komik karena Leo mendapat job baru yang lebih besar dari sebelumnya.Kini Gerald menjadi partner kerja Leo.Leo juga membeli sepetak tanah disamping rumahnya untuk dibangun kantor kecil-kecilan untuk tempat mengerjakan pekerjaannya sebagai pembuat gambar komik.Dengan kantor baru yang akan dibangunnya,dia dan Gerald akan mengerjakan gambar komiknya ditempat itu.Leo bercerita pada Zara rencananya itu ketika mereka sedang berbaring diranjang sebelum tidur.
"Zara sayang,aku akan membangun sebuah kantor kecil-kecilan disamping rumah kita.Belum lama ini aku mendapatkan job dari perusahaan komik asing diluar negeri yang termasuk salah satu perusahaan komik terbesar didunia"ucap Leo.
"Wah,Leo hebat.Zara bangga sama Leo,ternyata kerja keras Leo setiap malam membuahkan hasil.
Leo memang pintar dan berbakat,Zara tambah cinta sama Leo"ucap Zara.
"Semua ini Leo lakukan untuk membahagiakan Zara,Leo ingin nantinya kita memiliki rumah yang cukup besar untuk kita dan anak-anak kita,Zara"ucap Leo.
"Semoga cita-cita Leo tercapai,Zara akan selalu mendampingi Leo dan mendoakan Leo setiap hari"ucap Zara.
"Sebenarnya Leo masih kekurangan orang,baru Gerald yang membantu Leo menggambar,butuh satu,dua orang lagi supaya target tercapai"ucap Leo.
"Kenapa Leo tidak buka lowongan saja,siapa tahu ada yang berminat.Disekolah banyak teman-teman kita yang berbakat menggambar, siapa tahu mereka bisa menggambar komik yang Leo inginkan"ucap Zara.
"Ide bagus Zara,tapi minggu besok ujian semester satu,akan bentrok dengan job yang harus memenuhi target.Leo harus belajar dan menggambar komik juga.Belum lagi pekerjaan Leo sebagai tukang parkir"ucap Leo.
"Gimana kalau Leo melepas pekerjaan Leo sebagai tukang parkir,jadi Leo fokus menggambar komik saja"ucap Zara.
"Benar,hanya saja Leo gak enak sama Didi,sudah lama Leo bekerja bersama Didi,bahkan sudah seperti saudara"ucap Leo.
"Didi bisa gambar gak Leo?"tanya Zara.
"Bisa sih kayanya"ucap Leo.
"Kenapa Leo gak ajak Didi saja jadi partner Leo nantinya.Jadi Leo tinggal mencari satu orang lagikan"ucap Zara.
"Iya ya,kayanya Harun juga pinter gambar.Nanti Leo coba tawarin pekerjaan ini"ucap Leo.
"Setiap masalah pasti ada solusinya,Zara yakin kita bisa melewatinya bersama Leo"ucap Zara.
"Kalau dilewati bersama Zara semuanya ringan dan menyenangkan"ucap Leo.
Zara tersenyum mendengar ucapan Leo padanya.
Leo langsung mencium Zara dengan mesra.Kini Leo mulai berani memainkan tangannya ke bagian-bagian sensitif dari Zara.
"Leo"ucap Zara mulai terangsang.
"Zara"ucap Leo merasa dirinya mulai berg4irah.
Leo menciumi Zara dengan ciuman-ciuman cinta.
Zara mengikuti kemauan Leo.
"Zara,aku mau sekarang"ucap Leo.
Zara hanya mengangguk melihat Leo sudah tak tahan.Leo mulai melakukan pemanasan demi pemanasan.Zara begitu menikmati setiap sentuhan yang Leo berikan. Saat Leo mau memasukkan kebanggaannya,dia kaget melihat ada sedikit darah dimahkota Zara.
__ADS_1
"Zara kok ada sedikit darah ya"ucap Leo.
"Apa?.....darah?"tanya Zara.
"Iya,apa kamu lagi datang bulan ya"ucap Leo.
"Sepertinya iya,harusnya hari ini Zara datang bulan"ucap Zara.
Leo langsung lemes saat tahu Zara datang bulan.
Dia tak jadi melakukan hal romantis itu dengan Zara.Leo langsung berbaring disamping Zara.
"Leo marah ya,gak jadi"ucap Zara.
"Gak kok Zara,justru Leo tahu ini mungkin peringatan untuk Leo.Kitakan tinggal 4-5 bulan lagi lulus,masa Leo gak sabar.Gimana kita bisa mengikuti Ujian Nasional kalau Zara hamil"ucap Leo.
"Apa Zara KB saja?"tanya Zara.
"Jangan,kita tidak tahu efek kedepannya,Zarakan masih muda dan belum pernah hamil.Leo akan coba menahannya lagi,tinggal beberapa bulan ini juga"ucap Leo.
Leo dan Zara akhirnya tidur bersama,mereka tidak mau gagal mengikuti Ujian Nasional yang tinggal beberapa bulan lagi.
***********
Ujian Semester satu dimulai semua siswa mengikuti ujian dengan tertib.Beberapa siswa mencontek dengan segala strategi,sebagian nunggu lembar jawaban temannya yang dilokir-lokir,ada juga yang ngitung kancing baju demi sebuah keberuntungan,lebih aneh lagi ada yang nunggu Ilham dari kebengongannya. Sebagian dari mereka saling berkedip sebagai kode rahasia karena letak meja yang berjauhan.
Kemudian Acong berkedip ke Nadief sekali eh kelilipan jadi dua kali.
"Acong berkedip dua kali jadi jawabannya B"ucap Nadief.
Kemudian Nadief berkedip ke Bayu dua kali,tapi karena Bayu gak paham,dia berkedip lagi dua kali.
"Nadief empat kali berkedip berarti jawabannya D"ucap Bayu.
Kemudian Bayu berkedip ke Ani empat kali tapi diberi jeda yang agak lama.
"Bayu berkedip sekali tapi kok diulang-ulang, paling jawabannya A"ucap Ani.
Mereka melakukannya berulang-ulang dari Ari sampai ke Ani.Mereka tak sadar kesalahan dari satu orang ke orang lainnya.Jawabannya semua ngawur.Tinggal menunggu nasib baik saja.Kode rahasia ini butuh persiapan tidak sembarangan melakukan jadi gajebo.Maklum guru begitu ketat mengawasi sehingga sulit untuk mencontek, segala cara dilakukan demi nilai yang diatas rata-rata.Walaupun begitu banyak juga siswa yang benar-benar belajar dan mengerjakan sungguh-sungguh.
***********
Pulang sekolah,Zara kembali berdagang dikedai kopi miliknya.Zara dan Nunu mulai membuat bermacam-macam gorengan dari bakwan,pisang goreng,risol,tahu isi,dan tempe goreng.Sementara Zara menggoreng,Nunu membuat adonan sambil menata gorengan yang sudah digoreng Zara.
Datang seorang Ibu dan anaknya datang ke kedai kopi milik Zara.
"Neng boleh tidak nitip gorengan disini?"tanya Ibu Tini.
"Maaf Bu,sudah ada gorengan disini.Coba ibu lihat sendiri"ucap Nunu.
__ADS_1
"Yasudah,terimakasih ya Neng"ucap Ibu Tini.
"Sama-sama Bu"ucap Nunu.
Ibu dan anak itu pergi meninggalkan kedai kopi itu.Zara yang sempat melihat sekilas Ibu itu mengobrol dengan Nunu.Dia mematikan kompor dan menghampiri Nunu untuk menanyakan Ibu tadi.
"Nunu,Ibu tadi bicara apa?"tanya Zara.
"Itu dia mau nitip gorengan disini padahal kitakan jualan gorengan juga"ucap Nunu.
"Terus Ibu itu kemana?"tanya Zara.
"Udah pergi barusan"ucap Nunu.
Zara langsung keluar dari kedai kopi itu.Dia mencari Ibu dan anak itu.Ditepi jalan Ibu dan anak itu terus berjalan mencari orang yang mau dititipi gorengannya.
"Bu gimana kalau gak ada yang mau dititipi gorengan ini?" tanya Caca.
"Semoga ada yang mau dititipi ya nak,hanya ini yang bisa Ibu lakukan untuk membantu bapakmu mencukupi kebutuhan,kasihan bapakmu harus jualan sampai tengah malam demi kita"ucap Ibu Tini.
Dari belakang Zara menghampiri mereka berdua.
"Bu maaf,tadi Ibu yang mau menitip gorengan ditempat saya ya?"tanya Zara.
"Iya nak"ucap Ibu Tini.
"Kalau begitu Ibu boleh menitip gorengan ditempat saya"ucap Zara.
"Beneran nak?"tanya Ibu Tini.
"Iya Bu,mari ke kedai saya"ucap Zara.
Akhirnya Ibu Tini menitipkan gorengannya dikedai milik Zara.Setelah Ibu Tini pergi,Nunu berbicara pada Zara.
"Zara kitakan sudah ada gorengan,kenapa Zara menerima gorengan ibu itu.Gimana kalau nanti gorengan kita tidak laku jadinya"ucap Nunu.
"Rejeki sudah ada yang mengatur Nunu,bahkan toko yang bersebelahan menjual barang yang sama saja bisa laku keduanya.Masa hanya sebuah gorengan kita begitu takut rejeki kita hilang.Kan setiap orang sudah ada takaran rejekinya masing-masing"ucap Zara.
"Benar juga Zara,aku jadi gak enak dengan Ibu itu tadi sempat menolaknya"ucap Nunu.
"Mungkin saja Ibu itu sedang dalam kesusahan.
Itung-itung kita bantu dia,lagi pula kita tidak capek apapun kan hanya sekedar dititipi,apa salahnya bukan"ucap Zara.
"Iya Zara,aku jadi dapet ilmu lagi darimu Zara.
Adem banget kalau deket-deket Zara,ikut kebawa baiknya"ucap Nunu.
Nunu senang bisa bersama Zara dan bekerja dengannya.Selama dia mengenal Zara,dia sosok yang baik dan patut jadi panutan untuknya. Sambil berteman dengan Zara,Nunu banyak memperoleh nasihat yang baik untuknya.
Jika kita bergaul dengan orang baik maka akan terbawa baiknya sebaliknya jika kita bergaul dengan orang tidak baik maka akan terbawa tidak baik juga.
__ADS_1