
Rehan akhirnya memecat Dina dan melaporkannya ke rumah sakit tempatnya bekerja. Malam itu akan ada pertemuan keluarga untuk memperkenalkan Cinta pada Raka dan Marwa pada Cinta sebelum besoknya akan melakukan pemeriksaan sumsum tulang belakang. Leo dan Zara membawa Raka dan Marwa ke rumah Rehan. Sampai diparkiran rumah itu, Leo dan keluarganya turun dari mobil.
"Pa, rumah siapa?"tanya Marwa.
"Nanti kamu akan tahu"ucap Leo.
"Kalau ini bukan pertemuan penting, Raka dimobil aja Pa"ucap Raka.
"Ini pertemuan penting jadi kalian harus ikut ke dalam"ucap Leo.
"Udah Kak Raka tinggal ngikut doang kok susah sih"ucap Marwa.
"Ayo masuk semuanya, gak enak kita ditungguin loh"ucap Zara.
Leo dan keluarganya masuk ke dalam rumah itu. Rehan dan Cinta sudah menunggu mereka diruang tamu. Raka kaget saat melihat Cinta dan Rehan ada dirumah itu.
"Cinta"ucap Raka.
"Raka"ucap Cinta.
"Bocah sialan kenapa ada disini"batin Rehan.
"Orang asing itu lagi"batin Raka.
Rehan mempersilahkan Leo dan keluarga duduk diruang tamu itu. Raka masih belum tahu apa maksud dari pertemuan itu, begitupun dengan Cinta yang belum tahu apa hubungan Leo dan Raka.
"Cinta, ini Raka saudara kembarmu, dan ini Marwa adikmu nak"ucap Leo.
"Raka, Marwa, ini Cinta, dia Clara Aurellia yang sebenarnya"ucap Leo.
"Apa?"ucap Raka kaget.
"Kak Cinta kakakku?"tanya Marwa.
"Iya nak. Cinta anak kandung Papa dan Mama, kami sudah melakukan Tes DNA untuk itu"ucap Leo.
"Lalu Kak Kirana?"tanya Marwa.
"Dia bukan Clara"ucap Leo.
"Papa gak lagi bercandakan?"tanya Raka.
"Bocah sialan ternyata kau harus memanggilku adik ipar"ucap Rehan.
"Adik ipar apa maksudmu?"tanya Raka.
Rehan merangkul Cinta dengan pedenya didepan Raka.
"Aku dan Cinta sudah menikah"ucap Rehan.
"Ini semua pasti bohong, iyakan Pa?"tanya Raka.
"Ini benar Raka, Cinta kembaranmu nak, dia juga istrinya Rehan"ucap Leo.
"Aku gak percaya, kalian semua bohong"ucap Raka.
Raka berdiri lalu berjalan meninggalkan ruang tamu itu.
"Raka kembali duduk......"ucap Leo.
"Sabar Pa, mungkin Raka butuh waktu untuk menerima semuanya"ucap Zara.
"Tenang Pa, biar Marwa susul Kak Raka"ucap Marwa.
__ADS_1
"Marwa, biar Kak Cinta yang menyusul Raka"ucap Cinta.
"Iya Kak"ucap Marwa.
Rehan langsung memegang tangan Cinta.
"Gadis kecil, aku temani ya?"tanya Rehan.
"Kak Rehan, biarkan aku bicara dengan Raka berdua saja"ucap Cinta.
"Hati-hati ya sayang"ucap Rehan.
Cinta mengangguk dengan ucapan Rehan. Kemudian dia berjalan keluar dari rumahnya menyusul Raka. Cinta berjalan keluar dari gerbang rumahnya. Dia melihat Raka berjalan dijalan sendirian. Cinta menghampiri Raka.
"Raka tunggu....tunggu......."ucap Cinta mengejar Raka yang berjalan didepannya.
"Raka.....tunggu....."ucap Cinta.
Raka tidak mendengarkan Cinta dia terus berjalan. Hingga Cinta terjatuh dijalan karena tersandung.
Bluuuuug.............
"Aw.........."ucap Cinta.
Mendengar suara Cinta terjatuh, Raka berbalik dan menghampiri Cinta. Dia menolong Cinta yang jatuh dijalan.
"Untuk apa kau menyusulku?"tanya Raka.
"Raka, aku tahu mungkin kau belum bisa menerimaku sebagai saudaramu karena biasanya kita hanya berteman"ucap Cinta.
".........."Raka hanya diam.
"Kalau kau nyamannya kita jadi teman, gak masalah, kita akan tetap jadi teman"ucap Cinta.
Cinta tidak tahu perasaan Raka padanya, dia mengira Raka belum bisa menerima Cinta karena menganggapnya teman.
"Cinta, kau tidak mengerti apa yang ku rasakan" ucap Raka.
"Lalu aku harus bagaimana agar kita bisa bersama sebagai saudara"ucap Cinta.
"........."Raka hanya diam.
"Kalau gitu aku akan membuatkanmu bekal setiap hari gimana?"tanya Cinta.
".........."Raka terdiam.
"Kalau gitu setiap hari kita berangkat sekolah bersama"ucap Cinta.
"............."Raka masih terdiam.
"Bagaimana kalau......."ucap Cinta langsung diberhenti bicara saat Raka memotong pembicaraannya.
"Aku mencintaimu Cinta"ucap Raka.
Cinta langsung terdiam mendengar ucapan Raka.
"Rasanya sakit, saat aku tahu orang yang ku cintai saudara kandungku sendiri"ucap Raka.
Cinta menetes air matanya mendengar ungkapan cinta dari Raka. Dia baru tahu kalau Raka mencintainya selama ini. Cinta tidak tahu harus bicara apa pada Raka. Apalagi melihat wajah Raka yang terlihat murung membuat Cinta semakin tak mampu untuk bicara padanya.
"Entah ini takdir atau Allah memang tidak mengizinkanku mencintaimu"ucap Raka.
"Aku harus mendapatkan dua rasa sakit hari ini. Pertama rasa sakit karena kau saudaraku dan yang kedua karena kau sudah menikah dengan orang asing itu"ucap Raka.
__ADS_1
"Raka........"ucap Cinta.
"Jika aku terlahir kembali aku ingin menjadi kekasihmu Cinta bukan saudaramu"ucap Raka.
"Aku belum bisa menerima semua kenyataan ini, semuanya seperti petir yang baru saja menyambarku"ucap Raka.
Cinta terus meneteskan air matanya. Raka berjalan meninggalkan Cinta.
"Raka....."ucap Cinta pada Raka yang berjalan meninggalkannya.
Raka terus berjalan meninggalkan Cinta tanpa menghiraukan ucapannya.
"Gadis kecil ayo kembali"ucap Rehan yang datang menghampiri Cinta.
"Kak Rehan hik....hik....."ucap Cinta langsung memeluk Rehan.
Rehan membalas pelukan itu, dia memeluk Cinta erat dalam dekapannya.
"Gadis kecil jangan sedih ya, aku disini akan selalu menemanimu"ucap Rehan.
"Kak Rehan, Raka......"ucap Cinta.
"Aku tahu itu, dia butuh waktu untuk menerima semuanya"ucap Rehan.
Cinta mengangguk, lalu kembali ke rumah bersama Rehan. Sampai dirumah mereka semua makan bersama diruang makan.
"Kak Cinta, Papa menemukan kakak sekaligus dapat menantu loh kalau begini"ucap Marwa.
"Iya Marwa"ucap Cinta.
"Jadi pengen nikah muda kaya Kak Cinta"ucap Marwa.
"Yang bener? Marwa aja masih manja sama Papa dan Mama, tidur masih minta didongengin sama Mama"ucap Zara.
"Iya sih, malu juga jadinya"ucap Marwa.
"Kakak menikah muda karena sakit Marwa"ucap Cinta.
"Sakit apa?"tanya Marwa.
"Leukimia stadium dua"ucal Rehan.
"Itu sebabnya besok kita ke rumah sakit untuk cek sumsum tulang belakang yang cocok dengan Cinta"ucap Leo.
"Oke, yang penting Kak Cinta sembuh"ucap Marwa.
"Makasih Marwa"ucap Cinta.
"Iya kakakku yang cantik"ucap Marwa.
"Pa, Ma nambah lagi makannya, ini masakannya Cinta loh"ucap Cinta.
"Pantesan enak, kamu seperti Mamamu pinter masak"ucap Leo.
"Yah malu deh aku sama Kak Cinta"ucap Marwa.
"Malu kenapa Marwa?"tanya Cinta.
"Aku gak bisa masak tapi pinter makan"ucap Marwa.
"Nanti belajar masak sama Kak Cinta aja"ucap Rehan.
"Oke kakak ipar"ucap Marwa.
__ADS_1
"Ayo dihabiskan makanannya, rejeki tidak boleh mubadzir"ucap Zara.
Mereka semua makan bersama diruang makan itu. Senda gurau menyelingi kebersamaan itu. Leo dan Zara begitu bahagia bisa bertemu Cinta kembali.