
Zara hendak berangkat ke cafe setelah pulang kuliah. Dia mengenakan pakaian formal untuk pergi ke cafe miliknya. Beda dengan saat pergi ke kampus, dia mengenakan pakaian casual. Zara turun dari lantai atas menuruni tangga, Bi Surti tiba-tiba memanggilnya saat Zara sudah berada dilantai bawah.
"Non,...Nona"ucap Bi Surti.
"Iya Bi, ada apa?"tanya Zara.
"Ada kiriman bunga untuk Non"ucap Bi Surti.
"Dari siapa?"tanya Zara.
"Tidak ada nama pengirimnya, tapi nama penerimanya Non, alamatnya juga benar"ucap Bi Surti.
"Bunga?....dari siapa ya?"tanya Zara dalam dirinya.
"Non Bibi ambilkan bunganya dulu ya"ucap Bi Surti.
Zara mengangguk, tapi dalam pikirannya penuhnya tanya. Selama ini belum pernah ada yang mengirim bunga padanya. Jika itu Leo pasti langsung memberi pada Zara atau telpon terlebih dahulu jika mengirim bunga untuknya. Bi Surti membawa bunga itu pada Zara. Lalu Bi Surti kembali ke dapur.
"Bunga mawar merah, apa maksudnya mengirim padaku"ucap Zara.
Zara mengambil kartu ucapan yang terdapat dibunga itu. Dia membaca tulisan dikartu ucapan itu.
Lama tak bertemu ya Zara
Sekarang kau bertambah cantik dan pintar
Sama seperti dulu saatku mengenalmu
Tapi sayang kau sudah ada yang memiliki
Aku tak akan gentar untuk mengambilmu darinya
Tunggu aku menemuimu dan menjadi pasangan dihidupmu
Seketika Zara kaget dengan tulisan dikartu ucapan itu. Bunga itu seketika terjatuh dari tangannya, Zara tak tahu siapa orang itu. Dari kata-katanya seperti mengenalnya.
"Semoga semua baik-baik saja, mungkin ini orang iseng aja"ucap Zara menghibur dirinya sendiri.
Zara mencoba berpikir positif dan tidak mau terbebani dengan permasalahan ini. Dia langsung bergegas berangkat ke cafe miliknya.
**********
Leo duduk dikursi kerjanya mengerjakan semua pekerjaannya dilaptopnya. Banyak laporan yang harus dicek Leo. Selain harus memantau kerja timnya, Leo juga harus memantau semua permasalahan yang ada diperusahaannya. Walaupun sudah memiliki banyak orang kepercayaan yang membantu dan mengerjakan tugasnya tapi Leo tetap berusaha memantau dan mengoreksi jika ada kesalahan, ketelitian adalah kunci keberhasilannya selama ini. Sekretaris Beti masuk ke ruangan kerja Leo.
"Bos, malam ini Anda dijadwalkan bertemu Bos Ferdo"ucap Sekretaris Beti.
"Dimana?"tanya Leo singkat.
"Beliau minta Anda menemuinya di Club Teraxsi"
ucap Sekretaris Beti.
Mata Leo yang tadinya fokus ke layar laptopnya beralih memandang kedepan dan terdiam sesaat.
"Menurut info yang saya dapatkan beliau memang gemar nongkrong ditempat seperti itu. Apa Bos keberatan? biar saya ajukan penolakan jika begitu"ucap Sekretaris Beti.
"Tidak, jam berapa?"tanya Leo.
__ADS_1
"Jam 9 malam Bos"ucap Sekretaris Beti.
"Oke"ucap Leo.
"Apa saya perlu ikut Bos?"tanya Sekretaris Beti.
"Saya akan pergi sendiri, tidak baik untuk perempuan pergi ke tempat seperti itu"ucap Leo.
"Baik Bos"ucap Sekretaris Beti lalu keluar dari ruangan itu.
Leo memikirkan pertemuan itu. Dia sangat mengenal Bos Ferdo, laki-laki hidung belang itu sering nongkrong di club hampir tiap malam. Walaupun begitu dia memiliki banyak usaha diberbagai bidang yang cukup besar dan ada dimana-mana.
Leo pergi ke Club Teraxsi, dia ingat betul waktu kelas 1 SMA, dia pernah datang ke tempat itu dan mabuk-mabuk bersama Harun, Beni dan Andi. Leo bahkan berjoget-joget sampai malam. Semua kenangan masa kelamnya terlintas dipikirannya. Leo hanya tersenyum dan terus berjalan ke ruangan VIP diclub itu. Disana Bos Ferdo sedang diapit dua wanita cantik dan seksi. Bahkan disofa samping kirinya ada dua wanita lagi yang sedang duduk. Leo berjalan menghampiri Bos Ferdo.
"Anak muda duduklah"ucap Bos Ferdo memanggil Leo santai.
Leo langsung duduk disofa samping kanan yang kosong.
"Hei gadis cantik temani anak muda itu minum" ucap Bos Ferdo memerintah dua wanita yang duduk disofa kiri.
Kedua wanita itu duduk disamping kanan dan kiri Leo. Tapi Leo langsung berdiri dan pindah ke sofa samping kiri yang kosong.
"Anak muda kau ini masih polos dan naif. Selagi bisa dinikmati nikmatilah, kau tak tergiur dengan dua gadis cantik yang ku siapkan. Mereka masih perawan. Bayangkan semalaman kau bisa bersama dua gadis perawan sekaligus"ucap Bos Ferdo.
Leo hanya tersenyum dan mulai berbicara pada Bos Ferdo.
"Kenikmatan duniawi tak ada habisnya, tapi umur kitalah yang cepat lambat akan habis, dan saat itu datang entah sudah punya bekal untuk pulang atau tidak"ucap Leo.
"Wah kau pandai berceramah, aku suka gayamu. Tapi kenikmatan itu tak datang dua kali anak muda. Tobat belakangan yang penting sekarang happy"ucap Bos Ferdo.
"Kalau masih diberi waktu untuk bertobat, tapi bila ajal menjemput sebelum bertobat? itulah yang akan disesali. Lagipula ada seorang istri soleha yang menunggu saya dirumah, tak pantas rasanya jika saya disini bermain api. Jika Allah mengambilnya kembali dan menjauhkannya dari saya karena kesalahan yang saya perbuat akan jadi penyesalan yang tak bisa saya perbaiki nantinya"ucap Leo.
"Anak muda saya ingin membangun sebuah club malam, aku dengar desain gambar arsitektur buatanmu sangat bagus, aku ingin kau mendesain gambar club malam yang ingin ku bangun" ucap Pak Ferdo.
"Maaf, saya tidak bisa Bos Ferdo, jika Anda meminta saya mendesain gambar untuk pembangunan sebuah club malam"ucap Leo.
"Aku akan membayarmu lima kali lipat dari bayaranmu biasanya"ucap Bos Ferdo.
"Maaf Bos Ferdo saya tidak bisa, saya rasa pembicaraan ini sudah cukup sampai disini, selamat malam"ucap Leo.
Tanpa basa basi Leo langsung berdiri dan berjalan menuju jalan keluar.
"Hei anak muda bagaimana jika aku tambah menjadi sepuluh kali lipat dari bayaranmu biasanya" ucap Bos Ferdo.
Leo berhenti berjalan dan menengok kesamping lalu berbicara.
"Bahkan jika Anda membayar saya seratus kali lipat dari bayaran biasanya, saya akan tetap menolak, terimakasih atas pertemuannya. Assallamualaikum"ucap Leo.
Leo keluar dari ruangan itu dengan santai dan hatinya merasa damai karena mampu menolak permintaan Bos Ferdo.
*********
Zara sedang bersiap pulang ke rumahnya. Hari ini dia pulang agak malam karena harus mengecek kembali laporan keuangan bulanan. Setelah selesai, Zara turun ke lantai bawah untuk melihat para pegawainya yang sedang membereskan cafe karena sudah mau tutup. Seorang pegawai cafe bernama Yuli menghampiri Zara.
"Bos, dimeja dekat pojok dinding sana ada seorang laki-laki berpakaian rapi yang hampir setiap hari dari jam 8 malam sampai cafe kita tutup, dia selalu duduk sendirian dan membooking meja itu. Dia selalu memesan dua minuman dan dua makanan yang sama. Dan anehnya dia selalu meminta kami meletakkan minuman dan makanan itu seakan-akan untuk dua orang, bukan untuk dirinya saja. Hampir setiap hari seperti itu Bos" ucap Yuli.
Zara penasaran dan coba menghampiri lelaki itu.
__ADS_1
"Selamat malam, saya pemilik cafe ini. Terimakasih atas kunjungannya"ucap Zara.
"Selamat malam, cafenya mau tutup ya. Maaf saya duduk disini hampir tiap malam"ucap Zara.
"Tidak apa-apa, memang sepuluh menit lagi cafe ini akan tutup. Oya boleh saya duduk disini?" tanya Zara.
"Boleh silahkan"ucap Andika.
Zara duduk dikursi yang berada didepan Andika.
"Begini, menurut pegawai saya, Anda hampir setiap hari datang ke cafe ini dari jam 8 malam sampai cafe ini tutup, apa itu benar?"tanya Zara.
"Benar, saya datang kemari untuk memenuhi janji saya pada almarhum istri saya yang tidak pernah terpenuhi. Dulu saya sibuk bekerja sampai sering mengabaikan istri saya, bahkan hanya untuk menemaninya makan sebentar dicafe saja selalu menolak ajakannya. Saya merasa saya kepala keluarga harus bekerja keras. Sampai saya lupa dan terbuai dengan kesibukan saya. Suatu hari dia ingin mengajak saya bertemu dicafe ini, dia bilang ingin memberi saya sebuah hadiah. Tapi saya tidak datang, saya sibuk dikantor sampai larut malam tanpa mengabarinya. Saya pikir dia akan paham keadaan saya. Tapi pada akhirnya saat saya pulang istri saya sudah dikafani. Penyesalan memang datang terlambat untuk saya. Istri saya tertabrak mobil didepan jalan cafe ini saat dia menunggu saya sampai larut malam"ucap Andika.
"Jadi istri Anda adalah wanita yang tertabrak didepan jalan cafe ini, saya turut berduka cita atas kepergian almarhum, semoga amal ibadahnya diterima Allah SWT dan diringankan siksa kuburnya, amin"ucap Zara.
"Amin"ucap Andika.
Andika terlihat sangat terpukul atas kematian istrinya.
"Oya saya baru ingat seorang pegawai saya menemukan sesuatu dimeja ini saat istri Anda keluar dari cafe, sebentar ya saya ambilkan"ucap Zara.
Zara mengambil barang yang ditinggalkan istri Andika dimeja itu. Setelah barang itu diambil, Zara kembali duduk didepan Andika.
"Ini sebuah surat laporan dari rumah sakit terlihat dari tulisan diamplopnya. Tapi saya tidak tahu isinya"ucap Zara memberikan surat laporan itu pada Andika.
Andika mengambil surat laporan itu dan membaca isinya. Ternyata saat itu istrinya mengajak bertemu dicafe ini untuk memberi tahu kalau dia hamil. Seketika tangis Andika pecah setelah selesai membacanya.
"Hik...hik..hik....."Andika menangis setelah membaca surat itu.
"Saya tahu berat kehilangan seseorang yang kita cintai, tapi mengikhlaskan dia pergi itu akan meringankannya disana. Tinggal yang masih hidup mendoakannya agar dia ditempatkan ditempat yang terbaik"ucap Zara.
Waktu tidak bisa diputar ataupun datang kembali. Jangan sia-siakan waktu bersama orang yang kita sayangi. Mungkin itu hari terakhir kita bersamanya. Karena penyesalan memang selalu datang terlambat dan barulah kita menyadarinya.
*********
Zara pulang ke rumah, dia teringat apa yang terjadi pada Andika tadi. Dia ingin lebih banyak waktu dan kebersamaan yang bisa diukirnya barsama Leo. Saat masuk ke kamar Leo sedang berdiri didepan ranjang, Zara langsung berlari dan memeluk Leo.
"Zara sayang kenapa kok main peluk aja"ucap Leo.
"Biar seperti ini dulu, Zara kangen sama Leo" ucap Zara.
"Leo juga kangen sama Zara, ada yang ingin Leo ceritakan pada Zara"ucap Leo.
"Zara juga ingin cerita sesuatu, menyedihkan deh" ucap Zara.
"Zara tamunya udah pulang belum?"tanya Leo.
"Tamunya udah Zara suruh pulang biar gak ganggu kita berduaan"ucap Zara.
"Yes...."ucap Leo kegirangan.
"Tapi aku belum mandi"ucap Zara.
"Gak masalah, udah gak sabar nih, gara-gara godaan berat tadi waktu ketemu klien"ucap Leo.
Zara tersenyum, lalu mereka melakukan hal romantis itu hingga berkali-kali. Leo senang bisa melakukannya dengan Zara istrinya. Dia begitu mencintai Zara. Tak terbayangkan dipikirannya jika tadi tergiur dua wanita yang ditawarkan Bos Ferdo. Bagi Leo hanya Zara yang selalu mengisi dan memenuhi hatinya. Selesai melakukan hal romantis itu mereka mandi dan memakai piyama.
__ADS_1
Mereka bercerita apa yang terjadi tadi saat bekerja sambil berbaring diranjang. Leo terus memeluk Zara sambil bercerita. Hingga mereka tertidur karena kelelahan.