
Satu Minggu Kemudian
Cinta sudah sehat kembali dia bahkan sudah kembali ke rumah bersama Rehan. Harinya kini dipenuhi kebahagiaan. Ada suami, ayah, ibu dan saudaranya. Tiada lagi yang membuatnya bahagia selain keluarganya. Apalagi sekarang ada Rehan dihidupnya.
"Kak Rehan naik sepeda yuk bosan dirumah"ucap Cinta.
"Baiklah gadis kecil"ucap Rehan.
"Ayo kita balapan sampai ke bawah"ucap Cinta.
"Oke siapa takut, kalau kalah harus goes sepeda ya"ucap Rehan.
"Oke"ucap Cinta.
"Satu....dua...ti.....sayang dibajumu ada cikcak tuh"ucap Rehan.
"Mana...mana..."ucap Cinta memeriksa bajunya tapi gak ada cikcak.
Cinta baru sadar Rehan sudah berlari duluan meninggalkan Cinta.
"Kak Rehan.....curang"ucap Cinta mengejar Rehan.
"Aku duluan gadis kecil, ayo kejar kalau bisa"ucap Rehan terus berlari.
"Kak Rehan aku cubit ya kalau ketangkep"ucap Cinta.
"Ayo coba kalau bisa"ucap Rehan.
Cinta terus mengejar Rehan hingga sampai diparkiran rumah besar itu.
"Gadis kecil aku menang, sekarang kau harus goes, aku bonceng"ucap Rehan.
"Ih curang"ucap Cinta.
"Tadi gak ada peraturannya boleh curang atau gak, itu siasat namanya"ucap Rehan.
"Awas ya, nanti aku kerjain Kak Rehan juga"ucap Cinta.
"Boleh, gak masalah"ucap Rehan.
"Kak Rehan kecoak tuh dibaju"ucap Cinta menunjuk ke baju Rehan.
"Gak mempan, kau pasti mau ngerjain akukan" ucap Rehan.
"Gak beneran"ucap Cinta.
"Bohong masa......."ucap Rehab terhenti saat kecoak masuk mulut Rehan.
"Ugh....ugh....ugh....."Rehan terbatuk saat kecoak masuk mulut.
"Kak Rehan kau tidak apa-apa?"tanya Cinta.
"Untung kecoaknya keburu keluar sayang kalau gak geli banget makan kecoak"ucap Rehan.
"Tapi Kak Rehan gak percaya sih"ucap Cinta.
"Kirain kau bohong kaya aku tadi"ucap Rehan.
"Gaklah Kak Rehan"ucap Cinta.
"Ayo gadis kecil goes sepedanya, aku bonceng dibelakang"ucap Rehan.
"Oke"ucap Cinta.
Cinta membonceng Rehan dibelakangnya.
"Ayo dong gadis kecil goes yang bener, lelet banget laju sepedanya kaya kura-kura"ucap Rehan.
"Kak Rehan aja yang curang, harusnya Kak Rehan yang goes"ucap Cinta.
"Terimalah nasibmu dengan ikhlas gadis kecil"ucap Rehan.
__ADS_1
"Lain kali aku akan lebih waspada"ucap Cinta.
"Gadis kecil makan mie pedas enak tuh"ucap Rehan.
"Boleh juga"ucap Cinta.
Rehan dan Cinta mampir dikedai mie pedas itu.
Mereka memesan mie pedas itu lalu duduk dimeja yang dipilih mereka. Pesanan mie pedas itu datang, mereka mulai makan bersama.
"Gadis kecil ayo lomba makan"ucap Rehan.
"Ayo siapa takut"ucap Cinta.
"Satu....dua...ti......."ucap Rehan terhenti saat melihat Cinta menambahi mangkok Rehan dengan mie miliknya.
"Hei gadis kecil kau curang sekali"ucap Rehan.
"Tidak ada peraturan boleh curang atau gak, jadi sah-sah aja"ucap Cinta.
Cinta baru mau makan Rehan menaruh bakwan dimangkuk Cinta.
"Kak Rehan kau curang, aku jadi harus menghabiskan bakwan juga"ucap Cinta.
"Udah makan"ucap Rehan.
Cinta mengambil timun dan menaruhnya dimangkuk Rehan.
"Hei gadis kecil, kau membuatku harus memakan timun padahal aku gak suka"ucap Rehan.
"Habiskan"ucap Cinta.
Rehan kembali menambahkan sate telor dimangkuk Cinta.
"Yah akukan lagi diet Kak Rehan"ucap Cinta.
"Lupakan diet"ucap Rehan.
"Gadis kecil nakal ya"ucap Rehan.
"Kerupuk cocok untuk makan mie"ucap Cinta.
Mereka akhirnya memakan mie pedas itu sampai habis dan kekenyangan.
"Kak Rehan kenyang banget"ucap Cinta.
"Jangan lupa kau harus goes lagi"ucap Rehan.
"Apa? tapi aku udah gak kuat Kak Rehan"ucap Cinta.
"Kau tidak bisa mengelak gadis kecil"ucap Rehan.
Tapi akhirnya Rehan membonceng Cinta dibelakang. Dan Cinta memeluk pinggang Rehan dengan erat.
"Bahagianya kita bisa bersama gadis kecil"ucap Cinta.
"Iya Kak Rehan"ucap Cinta.
"Nanti kita akan punya anak dan tua bersama" ucap Rehan.
"Iya, aku ingin selalu bersamamu Kak Rehan"ucap Cinta.
Indahnya kebersamaan Rehan dan Cinta. Mereka berharap selalu bersama selamanya meskipun mereka belum tahu apa yang akan terjadi didepan nanti.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
Eden menemui Pak Theo yang sedang berada di Markas Api miliknya. Didalam markas itu terdapat pusat pelatihan untuk semua anak buah dan beberapa orang yang sekolah bela diri ditempat itu. Pak Theo memiliki banyak anak buah yang setia padanya. Eden langsung menghampiri Pak Theo yang sedang berdiri melihat anak didiknya berlatih bela diri bersama anak buahnya.
"Pa, aku punya kabar yang akan membuat Papa begitu marah pada Rehan"ucap Eden.
"Kabar apa? katakan! jangan membuatku menyumpal mulutmu hanya untuk sebuah kabar" ucap Pak Theo.
__ADS_1
"Sabar Pa, hari ini sepertinya Papa naik darah" ucap Eden.
"Aku paling tidak suka berbelit-belit, jadi katakan secepatnya"ucap Pak Theo.
"Rehan menikahi putri kandung Leo Ariendra" ucap Eden.
"Apa? kau tidak sedang bercanda"ucap Pak Theo langsung mencekik Eden.
"Ugh....ugh....ugh....ampun Pa"ucap Eden.
Pak Theo melepas tangannya dari leher Eden.
"Aku tidak bohong Pa, Cinta adalah putri kandung Leo Ariendra dan Rehan menikahinya"ucap Eden.
"Vincent........"ucap Pak Theo berteriak memanggil Vincent.
Vincent langsung berlari dan segera menghadap Pak Theo.
"Bos besar memanggil saya"ucap Vincent.
Pak Theo langsung menghajar Vincent sampai babak belur. Dia begitu marah pada Vincent.
"Ampun Bos besar......"ucap Vincent yang berlutut didepan Pak Theo dalam keadaan babak belur.
"Aku sudah menyuruhmu melenyapkan putri Leo Ariendra"ucap Pak Theo.
"Aku benar-benar sudah melenyapkannya Bos besar"ucap Vincent.
"Lalu kenapa putri Leo Ariendra masih hidup" ucap Pak Theo.
"Saya tidak tahu Bos besar"ucap Vincent.
"Pergilah secepatnya dari hadapanku! jangan sampai aku masih melihatmu ada disini"ucap Pak Theo.
"Baik Bos Besar"ucap Vincent.
Vincent secepatnya meninggalkan tempat itu sebelum Pak Theo semakin marah.
"Apa Papa akan membiarkan Rehan menikmati manisnya cinta bersama putri Leo Ariendra?" tanya Eden.
"..........."Pak Theo hanya diam.
"Aku bisa membereskan semuanya, asal Papa memberiku wewenang dan beberapa anak buah untuk tugas ini"ucap Eden.
"Aku tahu apa yang akan aku lakukan untuk Rehan, jadi kau tidak usah ikut campur"ucap Pak Theo.
"Baiklah, jika Papa butuh bantuanku, tinggal bilang padaku, aku tertarik untuk membereskan Rehan"ucap Eden.
"..........."Pak Theo hanya diam.
Eden meninggalkan tempat itu dengan puas, dia tahu Pak Theo pasti akan memisahkan Rehan dan Cinta, dengan begitu hidup Rehan akan menderita sepertinya saat berpisah dengan Sarah.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
Sepulang syuting Kirana langsung naik ke lantai atas menuju kamar Zara. Dia ingin menemui Zara. Akhir-akhir ini Kirana jarang bertemu Leo dan Zara karena kesibukannya syuting diluar kota selama hari libur sekolah. Kirana melihat Leo dan Zara yang sedang berbicara dibalkon lantai atas. Kirana tak sengaja mendengar percakapan Leo dan Zara, dia bersembunyi didekat jendela mendengarkan Leo dan Zara bercakap-cakap.
"Pa jadi kita akan mengadakan acara pengenalan Cinta sebagai putri kandung kita?"tanya Zara.
"Iya Ma, biar semua rekan bisnis, kerabat dan kenalan Papa tahu kalau Cinta itu putri kandung kita"ucap Leo.
"Papa benar, Cinta berhak mendapatkan pengakuan secara sah sebagai putri kita baik secara pribadi maupun secara hukum"ucap Zara.
"Iya Ma, jadi Cinta bisa sering-sering pulang ke rumah ini dan berkumpul bersama kita"ucap Leo.
"Mama gak sabar ingin segera bertemu Cinta dirumah kita ini. Mama mau nunjukin foto bayinya dan baju-baju saat dia masih bayi"ucap Zara.
"Iya Ma, secepatnya kita akan berkumpul dengan Cinta"ucap Leo.
Kirana yang berada dijendela dekat balkon itu langsung meneteskan air matanya.
"Jadi aku bukan anak Papa dan Mama. Cintalah yang anak Papa dan Mama hik...hik...."ucap Kirana menangis.
__ADS_1
Kirana langsung membawa kopernya kembali keluar dari rumah besar itu. Dia masuk ke mobilnya dan pergi meninggalkan rumah besar itu.