
"Tentu, kau menawan istriku, aku pasti akan mencarimu sampai kemanapun"ucap Rehan.
"Hebat juga kalian melewati uji rintangku"ucap Alex.
"Uji rintang?"ucap Raka terkejut.
Raka tidak tahu uji rintang yang dimaksud Alex.
Dia mencurigai semua ini memang sudah direncanakan Alex untuk mereka semua.
"Kau tidak tahu, Black Hunter mengajak kalian mengikuti tes uji rintang bersamanya"ucap Alex.
"Orang asing jelaskan semua ini padaku"ucap Raka.
Azkia dan Raja hanya mendengarkan apa yang dibicarakan Raka, Black Hunter dan Alex.
"Maafkan aku, sebenarnya Alex mengancamku untuk mengikuti uji rintang ini kalau Cinta ingin selamat"ucap Black Hunter.
"Jadi semua ini hanya ujian, itu maksudmu"ucap Raka.
Raka marah pada Black Hunter karena ternyata ini sebuah ujian dalam dunia mafia. Untuk menjadi seorang penjahat yang kuat mereka harus mengikuti uji rintang dari lembah hingga puncak gunung di Markas Gua Hitam.
Azkia langsung menghampiri Raka yang terlihat mulai emosi.
"Sayang sabar dulu, aku rasa Kak Rehan melakukan semua ini demi menyelamatkan kakak ipar"ucap Azkia.
"Lalu dimana Cinta?"tanya Raka pada lelaki yang disebut Alex itu.
"Ikut aku"ucap Alex.
Alex membawa mereka semua pergi dari tempat itu. Mereka naik helikopter khusus milik Alex. Mereka meninggalkan tempat itu menuju ke Markas Singa Hitam di Pulau Hitam itu.
Cinta sedang diikat ditengah alun-alun di Markas Singa Hitam di Pulau Hitam itu. Dia diiikat ditiang ditengah alun-alun itu. Tubuhnya terlihat lemas dan mukanya pucat karena diikat dari kemarin di tempat itu tanpa diberi makan dan minum. Semua orang di pulau itu berkumpul melihat Cinta yang sedang diikat. Black Hunter langsung berlari ke arah Cinta disusul Raka, Azkia dan Raja.
"Manisku......."ucap Black Hunter berlari menghampiri Cinta.
"Kak Rehan......."ucap Cinta.
Black Hunter meraih wajah Cinta dengan tangan kanannya.
"Manisku apa yang sudah mereka lakukan padamu?"tanya Black Hunter.
"Pergilah dari tempat ini, kita akan dihabisi bersama disini"ucap Cinta.
"Tidak....aku tidak akan pergi tanpamu. Kita akan pergi dari sini bersama-sama"ucap Black Hunter.
"Ini hanya jebakan untukmu"ucap Cinta.
"Aku tidak peduli, kalau harus mati aku akan mati dipangkuanmu"ucap Black Hunter.
"Kak Rehan hik....hik...."ucap Cinta.
"Jangan menangis, Allah pasti akan menolong kita"ucap Black Hunter sambil mengusap air mata dipipi Cinta.
Tiba-tiba sekumpulan orang bersenjata pistol mengelilingi Black Hunter dan Cinta lalu mereka mengacungkan pistol itu ke arah mereka berdua.
Raka, Azkia, dan Raja segera berlari mendekati mereka tapi mereka juga dikerumuni sekumpulan orang bersenjata pistol dan mengacungkan pistol itu pada mereka bertiga.
__ADS_1
Alex berjalan menuju singgasananya di alun-alun itu. Dia duduk disinggasananya untuk melihat mereka semua diadili.
"Alex apa maumu? kau bilang padaku setelah aku berhasil melewati uji rintang, kau akan membebaskan istriku"ucap Black Hunter.
"Aku menyuruhmu mengikuti uji rintang untuk membuatmu mati sia-sia tapi ternyata kau hebat juga. Maka dari itu kalian semua akan diadili disini"ucap Alex.
"Bakar....bakar.....bakar mereka"ucap Semua orang itu.
"Gantung......gantung......gantung....."ucap Semua orang itu.
"Cambuk.....cambuk.....cambuk........"ucap Semua orang itu.
"Tembak mati....tembak mati........"ucap Semua orang itu.
"Sabar semua rakyatku, kita akan mengadili kelima orang ini sesuai keinginan kalian"ucap Alex.
"Kau kejam Alex"ucap Black Hunter.
"Kejam? kau dan teman-temanmu itu akan menghalangi bisnis kerajaan bawah di tempat ini" ucap Alex.
"Apa yang kau lakukan itu salah, semua pekerjaan ditempat ini haram dan penuh kemaksiatan. Sudah seharusnya di hentikan dan bertobatlah sebelum semuanya terlambat"ucap Black Hunter.
"Bertobat? kalianlah yang seharusnya memohon ampun padaku agar aku mengampuni kalian dari kematian"ucap Alex.
"Aku tidak akan meminta ampun padamu, hanya pada Allahlah aku memohon ampunan"ucap Black Hunter.
"Aku lebih baik mati dari pada meminta ampun padamu"ucap Raka.
"Aku juga sayang"ucap Azkia.
"Ikat mereka semua ditiang"ucap Alex.
"Baik Yang Mulia"ucap Anak buah Alex.
Black Hunter, Raka, Azkia, dan Raja berusaha melawan dengan menendang pistol pistol yang diacungkan ke arah mereka. Terjadilah perkelahian satu sama lain antara mereka berempat dengan anak buah Alex. Mereka babu hantam hingga anak buah Alex hampir kalah tapi Alex curang dia langsung menyuruh Keren mengacungkan pistol pada Cinta. Ketika Keren sudah mengacungkan pistol dipelipis Cinta, mereka berempat berhenti bertarung dan melihat ke arah Cinta.
"Kalau kalian ingin melihat kematian Cinta lebih cepat, maka teruslah melawan"ucap Alex.
"Kau benar-benar licik"ucap Black Hunter.
"Licik? didunia hitam licik adalah cara bertahan hidup yang paling benar"ucap Alex.
"Hatimu benar-benar sudah menghitam hingga kau tak memiliki rasa bersalah"ucap Black Hunter.
"Ha.....ha.....ikat mereka ditiang"ucap Alex.
Anak buah Alex mengikat mereka berempat ditiang. Mereka tidak bisa melawan lagi demi Cinta. Akhirnya mereka berempat diikat ditiang bersama Cinta. Tiang besi berukuran sebesar lingkar tubuh manusia itu berjejer di tengah alun-alun itu. Mereka berlima berdiri berjejer diikat ditiang.
"Aku akan memberi penawaran terakhir, meminta ampunlah padaku"ucap Alex.
"Tidak"ucap Mereka berlima serempak.
"Cambuk mereka"ucap Alex.
"Baik Yang Mulia"ucap Anak buah Alex.
Mereka berempat dicambuk sampai berkali -kali.
__ADS_1
Ceteeeer....... ceteeeer......... ceteeeer.................
"Aw.......aw........aw.........aw........aw.........."ucap Mereka berlima kesakitan karena dicambuk.
"Lagi....lagi ..lagi....lagi....."ucap Semua orang.
Para kaum mayoritas di pulau itu menginginkan kematian mereka berlima. Bahkan mereka melempar kerikil ke arah mereka berlima.
Pluk.......pluk......pluk......pluk..........
"Aw........aw ......aw......aw........"ucap Mereka berlima kesakitan.
"Manisku apa rasanya sakit?"tanya Black Hunter.
"Tidak apa-apa, kita harus tetap mempertahankan kebenaran meskipun harus mati dengan cara seperti ini"ucap Cinta.
"Aku lebih baik mati disini dari pada hidup tapi berdusta"ucap Raka.
"Aku ikhlas mati disini karena kebenaran"ucap Azkia.
"Bini SMS ku hik....hik....wasiatku belum terkirim jaringan lemot"ucap Raja.
Alex tertawa dengan senang bersama para pengikutnya melihat mereka berlima kesakitan. Dia turun dari singgasananya menghampiri mereka berlima. Tubuh mereka penuh luka cambuk ditangan dan kakinya.
"Lihat, betapa lemahnya kalian padahal baru dicambuk"ucap Alex.
"Lemah? kau lah yang lemah, lemah karena kau tak mampu melawan kami satu lawan satu"ucap Black Hunter.
"Aku tak perlu mengotori tanganku untuk melawan kalian, inilah yang disebut licik"ucap Alex.
"Orang sepertimu pantas mendapatkan azab pedih"ucap Raka.
"Aku tidak akan pernah memaafkan orang sepertimu"ucap Azkia.
"Ha...ha..aku tidak akan minta maaf pada kalian"ucap Alex.
Raja menangis tersedu-sedu, kemudian Alex menghampirinya.
"Hik.....hik......hik......"Raja menangis.
"Kenapa kau menangis? sakit?"tanya Alex pada Raja.
"Bukan hik.....hik......hik....?"ucap Raja.
"Lalu kenapa?"tanya Alex.
"Lintah disakuku kegencet ikatan talinya"ucap Raja.
"Ha...ha...pantas kalian lemah, macam dia dibawa bertempur"ucap Alex menunjuk pada Raja.
Alex kembali memerintahkan anak buahnya untuk mencambuk mereka berlima lagi.
"Cambuk mereka"ucap Alex.
"Hentikan Pa, ku mohon"ucap Zhafira.
Alex melihat ke arah seorang gadis yang berjalan menghampirinya.
__ADS_1