
Raka melihat Azkia masih tidur kelelahan. Si gadis samurai itu terlihat imut saat sedang tidur. Raka gemas dan memainkan hidungnya. Karena hidungnya terus dimainkan oleh Raka, Azkia terbangun. Dia melihat Raka memandanginya.
"Sayang, aku lapar"ucap Azkia.
"Sayangku lapar ya?"ucap Raka.
"Iya"ucap Azkia.
"Kita mandi, sholat baru keluar nyari makan"ucap Raka.
Azkia mengangguk dengan ucapan Raka. Dia bangun dari tidur dan melihat ada darah diseprai ranjang itu. Azkia langsung pusing dan teringat proses yang menyakitkan sebelumnya tadi. Raka langsung memeluknya dari belakang.
"Sayang kau takut itu?"tanya Raka.
"Aku takut yang tadi, sakit"ucap Azkia.
"Ha....ha....ha..."Raka tertawa.
"Kenapa kau tertawa?"tanya Azkia.
"Bukannya kau sering kesakitan karena tebasan pedang saat berlatih atau melawan musuh, masa sakit yang itu malah takut"ucap Raka.
"Sayang, aku phobia film romantis. Makanya aku takut yang tadi"ucap Azkia.
"Jadi kita gak usah melakukannya lagi ya"ucap Raka bercanda.
"Gak juga, aku mau. Hanya sedikit takut"ucap Azkia.
"Nanti lama-lama gak takut kok sayang, nanti ada baby diperutmu"ucap Raka.
"Oya, baby-nya pasti lucu ya"ucap Azkia.
"Iya, anak kita berdua, buah cinta kita sayang" ucap Raka.
Raka meletakkan tangannya diperut Azkia.
"Dede bayi tumbuhlah disini, Papa akan menunggumu"ucap Raka.
"Aku malu"ucap Azkia.
Raka mencium kepala Azkia dengan penuh cinta.
"Kenapa harus malu, kita sudah menikah, kita akan berbagi segala hal"ucap Raka.
"Sayang, ayo mandi, lapar"ucap Azkia.
"Oke sayang"ucap Raka.
Raka membopong Azkia ke toilet. Azkia hanya malu-malu melihat wajah Raka. Biasanya dia bagai srikandi kini bagaikan kucing manis yang dimanjakan majikannya.
Selesai mandi mereka berdua sholat bersama.
Raka dan Azkia bersujud syukur karena telah dipertemukan dalam sebuah ikatan pernikahan.
Raka mencium kening Azkia ketika dia selesai berdoa.
"Istriku, bidadariku, aku sangat mencintaimu" ucap Raka.
"Aku juga sangat mencintaimu suamiku"ucap Azkia.
"Ayo keluar, kita nyari makan yang kau suka"ucap Raka.
"Oke"ucap Azkia.
"Cium dulu"ucap Raka.
"Aku....."ucap Azkia ragu.
Raka langsung mencium duluan.
__ADS_1
"Aku ketagihan menciummu sayang"ucap Raka.
"Tapi aku mabuk ciumanmu sayang, ada balsem gak ya mungkin bisa meredakan mabukku"ucap Azkia.
"Ha....ha....ha...."Raka tertawa melihat Azkia yang lucu.
Akhirnya Raka dan Azkia keluar hotel. Mereka menuju ke area parkiran dihotel itu.
"Sayang kita naik apa?"tanya Azkia.
"Itu"ucap Raka.
Raka menunjuk ke motor gede yang terparkir.
"Itu motormu sayang?"tanya Azkia.
"Iya, kado dari Papa"ucap Raka.
"Pantas aku baru melihatnya"ucap Azkia.
"Motorku yang dulu dibegal bareng si gadis samurai yang keras kepala"ucap Raka.
"Motorku juga dibegal bersama perjaka tampan yang mengajakku nyemplung ke sungai"ucap Azkia.
"Ha....ha....ha...."Raka dan Azkia tertawa bersama.
Raka naik ke motor gedenya berwarna hitam itu.
"Ayo naik"ucap Raka.
"Oke, aku paling suka naik motor"ucap Azkia.
Azkia naik ke motor, dia membonceng dibelakang. Raka mulai menyalakan motornya lalu mengendarainya keluar dari area hotel itu.
************
"Manisku, gimana asyik gak jalan-jalan dimalam hari?"tanya Black Hunter.
"Iya, lebih asyik lagi karena aku jalan-jalan bersamamu Kak Rehan"ucap Cinta.
"Manisku mau jajan gak?"tanya Black Hunter.
"Beli jagung bakar sepertinya enak, kaya dulu saat kita makan jagung bakar bersama sambil melihat bintang"ucap Cinta.
"Oke, ayo kita beli jagung bakar"ucap Black Hunter.
Black Hunter mengendarai motor gedenya sambil melihat ke tepi jalan mencari penjual jagung bakar. Setelah menemukannya dia menghentikan motor gedenya dan turun bersama Cinta dari motor itu. Mereka berjalan menuju tukang penjual jagung bakar itu.
"Pak beli jagung bakarnya ya rasa coklat dan keju"ucap Black Hunter.
"Iya nak"ucap Pak Mugi.
Black Hunter menghampiri Cinta yang duduk lesehan ditikar. Dia duduk tepat disamping Cinta.
"Manisku kau melihat apa?"tanya Black Hunter.
"Bintang"ucap Cinta.
Black Hunter melihat ke atas langit malam itu. Banyak bintang dilangit yang kelap kelip. Black Hunter merangkul Cinta dari samping.
"Dulu saat aku masih SMA kita makan jagung bakar sambil melihat bintang, aku sampai ketiduran di bahu Kak Rehan"ucap Cinta.
"Kalau begitu bersandarlah di bahuku, aku ingin mengulang kembali masa itu"ucap Black Hunter.
Cinta menyandarkan kepalanya dibahu Black Hunter.
"Lihat bintang yang itu ukurannya lebih besar dan lebih terang"ucap Cinta sambil menunjuk ke bintang yang dimaksud.
"Bintang itu seperti dirimu lebih bersinar dari bintang yang lainnya"ucap Black Hunter.
__ADS_1
Tak lama tukang jagung itu memberikan jagung bakarnya pada mereka berdua. Black Hunter dan Cinta memakan jagung bakar itu.
"Manisku ternyata begitu menyenangkan tinggal disini, semua orang hidup damai"ucap Black Hunter.
"Itulah Kak Rehan yang dirasakan kaum minoritas, mereka ingin hidup damai seperti ini" ucap Cinta.
"Aku pikir harta dan kekuasaan adalah kunci kesenangan tapi saat aku tiba disini aku melihat indah kedamaian, dan memiliki sebuah keluarga"ucap Black Hunter.
"Lalu setelah melihat ini semua, apa kau akan membebaskan kaum minoritas dan memperjuangkan hak mereka?"tanya Cinta.
"Iya, aku akan berusaha memperjuangkan mereka dan menertibkan semua tindak kejahatan dan kemaksiatan di Pulau Hitam"ucap Black Hunter.
Cinta langsung mencium pipi Black Hunter.
Cup
"Kak Rehan I Love You"ucap Cinta.
"Kau membuatku ingin yang itu manisku, apa mojok disemak-semak aja?"tanya Black Hunter bercanda.
"Kak Rehan.....ada-ada aja"ucap Cinta.
"Terus kau menciumku karena apa?"tanya Black Hunter.
"Aku ingin memberimu hadiah karena kau sudah menjadi lebih baik"ucap Cinta.
"Kalau begitu nanti aku mau hadiah yang lain, dirumah ya"ucap Black Hunter.
"Aku membuat dia ingat kecabulannya lagi"batin Cinta.
Rehan dan Cinta menikmati indahnya malam sambil melihat bintang. Mereka begitu bahagia meski itu sederhana tapi bersama dengan orang yang dicintai dan disayangi itu menjadi hal yang paling berharga.
***********
Pukul 2 Malam
Black Hunter dan Cinta berjalan-jalan mengelilingi kota. Setelah puas mereka memutuskan untuk pulang. Jalanan mulai sepi, tiba-tiba muncul beberapa motor mengejar mereka. Motor-motor itu terus mengikuti kemanapun mereka pergi. Black Hunter terus mengendarai motornya hingga melompati jembatan dan naik diatas kereta api yang sedang melaju.
"Kak Rehan takut"ucap Cinta yang terus berpegangan sekuat tenaga dipinggang Black Hunter.
"Mereka memburu kita manisku, percayalah aku akan terus menjagamu"ucap Black Hunter.
Motor-motor yang mengejar mereka ikut lompat dari jembatan dan naik diatas kereta. Black Hunter terus mengendarai motornya diatas kereta hingga kereta itu itu melewati tepi laut. Dia mengendarai motornya melompati kereta api itu naik ke perahu yang baru saja mau berlayar.
Dug..............
Motor Rehan mendarat diperahu itu.
"Pak cepatlah berlayar menjauh dari daratan ini" ucap Black Hunter.
"Tidak bisa, perahu ini untuk mencari ikan bukan transportasi umum"ucap Pak Udung.
Black Hunter langsung melempar segepok uang seratus ribuan pada Pak Udung.
Pluuuuk...........
Pak Udung langsung mengambil segepok uang yang dilempar Black Hunter.
"Baik Bos, bisa diatur"ucap Pak Udung.
Pak udung langsung mengendarai perahunya menjauh dari daratan itu. Akhirnya Black Hunter dan Cinta bisa selamat dari kejaran motor-motor itu. Black Hunter dan Cinta turun dari motor dan duduk diperahu itu. Cinta duduk didepan Black Hunter, menyandarkan tubuhnya pada dadanya.
"Manisku apa kau lelah?"tanya Black Hunter.
"Gak Kak Rehan"ucap Cinta.
"Kalau ngantuk tidurlah, aku akan menjagamu" ucap Black Hunter.
"Belum ngantuk, Kak Rehan siapa mereka? kenapa mereka mengejar kita?"tanya Cinta.
__ADS_1