Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)

Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)
New Generation Part 126


__ADS_3

Zhafira menyiapkan kue yang akan dibawanya kerumah Ibu Indah. Dia sudah bersiap mengenakan dress yang indah untuk pergi ke acara ulang tahun anak Ibu Indah yang katanya dirayakan kecil-kecilan itu. Zhafira membawa kue itu ke mobilnya. Dia mengendarai mobilnya menuju ke rumah Ibu Indah. Sampai dirumah itu dipenuhi anak-anak. Zhafira senang sekali bertemu anak-anak kecil itu.


"Assalamu'alaikum"ucap Zhafira menyapa Ibu Indah.


"Wa'alaikumsallam"ucap Ibu Indah.


Zhafira tersenyum pada Ibu Indah yang sedang membereskan makanan dimeja besar diruang tamu yang luas itu.


"Kemarilah nak"ucap Ibu Indah.


"Iya Bu"ucap Zhafira.


Zhafira menghampiri Ibu Indah didekat meja besar itu.


"Ini kuenya Bu"ucap Zhafira memberikan kue itu pada Ibu Indah.


"Terimakasih ya Nak"ucap Ibu Indah menerima kue itu.


"Bu banyak anak-anak kecil, apa mereka teman anak Ibu?"tanya Zhafira.


"Bukan, anak-anak ini anak panti asuhan nak" ucap Ibu Indah.


"Masya Allah, saya jadi terharu, ulang tahun ini diadakan bersama anak yatim piatu"ucap Zhafira.


"Ini permintaan anak saya, dari dulu kalau dia ulang tahun pasti dirayakan bersama anak yatim piatu"ucap Ibu Indah.


"Anak Ibu baik sekali, semoga Allah selalu melindunginya dan memberinya kebahagiaan" ucap Zhafira.


"Amin"ucap Andra yang berada dibelakang Zhafira.


Zhafira kaget dengan suara yang mengucapkan kata amin, dia menoleh ke belakang. Seorang lelaki tampan, tinggi dan berkulit putih berdiri dibelakang Zhafira. Andra berjalan menghampiri Ibu Indah dan mencium tangannya. Dia berdiri disamping Ibu Indah.


"Zhafira perkenalkan ini Andra putra Ibu"ucap Ibu Indah memperkenalkan lelaki


"Saya Andra, senang bertemu denganmu"ucap Andra.


"Saya Zhafira, senang juga bertemu denganmu" ucap Zhafira.


"Kalau begitu mari kita mulai acaranya"ucap Ibu Indah.

__ADS_1


Acara ulang tahun Andrapun dimulai. Acara itu begitu meriah dengan adanya anak-anak panti asuhan yang begitu bahagia. Andra memberikan sepatah dua kata dalam acara ulang tahun itu.


"Assalamu'alaikum"ucap Andra.


"Wa'alaikumsallam"ucap Semua yang berada diruangan itu.


"Alhamdulillah, semua nikmat yang Allah SWT telah berikan pada kita semua. Baik itu nikmat sehat, nikmat tidur nyenyak, nikmat rejeki, nikmat makan dengan enak, dan nikmat-nikmat lainnya. Entah berapa banyak nikmat yang Allah SWT berikan pada kita yang terkadang kita sering lupa untuk bersyukur. Terkadang kita sombong padahal semua yang kita miliki adalah pemberian dariNya. Manusia senantiasa khilaf dan melakukan dosa, tapi Allah Maha Pengampun pada hambanya yang benar-benar memohon ampunan. Ada seorang ustad berceramah dan aku mengingatnya. Malaikat datang pada Allah SWT, dia berkata: Ya Allah pulan bin pulan melakukan dosa besar apa dia harus diazab saja biar kapok?. Allah SWT menjawab: wahai malaikat beri dia sedikit sakit mungkin dengan begitu dia mengingatku. Malaikat kembali berkata: tapi Ya Allah dosanya sangat besar. Allah SWT kembali menjawab: tidak apa-apa, aku ingin dia mengingatku kembali melalui sakit yang dia rasakan. Tak lama pulan bin pulan sakit dan benar kata Allah SWT, dia mengingat Allah SWT kembali dan memohon ampunannya. Allah SWT meminta pada malaikat untuk memberi tahu pada seluruh penghuni langit bahwa pulan bin pulan adalah hambaNya. Sungguh Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Betapa kecilnya kita dan penuh dosa tapi Allah SWT selalu berusaha agar kita kembali padaNya dengan segala caraNya"ucap Andra.


Zhafira kagum pada sesosok lelaki didepannya. Lelaki itu begitu baik dan begitu sopan pada siapapun. Acara itu kembali dilanjutkan, Andra membagikan bingkisan snack dan kado untuk anak-anak yatim piatu. Melihat itu Zhafira membantunya membagikan bingkisan snack dan kado.


"Mas Andra, kenapa kau justru yang memberi kado pada anak-anak itu, padahal kaulah yang ulang tahun?"tanya Zhafira.


"Ulang tahun itu tempat kita bersyukur, mensyukuri usia kita yang masih bisa sampai ditahun ini. Padahal sesungguhnya usia kita berkurang hidup didunia ini. Rasa bersyukur itu ingin ku bagikan dengan memberikan sebagian rejeki untuk membuat mereka tersenyum juga. Lagi pula bukankah kita harus memudahkan urusan orang lain. Kado terkadang membahagiakan untuk yang menerimanya tapi yang memberikan mungkin saja terkadang keberatan. Lebih baik kita memudahkan, tak haruskan yang ulang tahun menerima kado. Akan lebih baik jika kita yang berbagi supaya ulang tahun ini benar-benar bermakna"ucap Andra.


"Masya Allah Mas Andra berpikir sampai sejauh itu"ucap Zhafira.


Hati Zhafira tersentuh dengan perkataan Andra. Lelaki itu terlihat sederhana tapi kata-katanya menyejukkan kalbu. Anak-anak panti asuhan itu mendoakan Andra dan keluarganya. Andra begitu bahagia dengan doa-doa yang dipanjatkan anak-anak yatim piatu itu. Acaranya masih berlanjut dengan acara hiburan. Ada badut yang disewa keluarga Andra. Badut itu bernyanyi, mendongeng dan menari. Semua anak-anak panti asuhan itu tertawa bahagia. Senyuman itu yang membuat hati Andra dan Zhafira ikut bahagia.


Setelah acaranya selesai semua anak panti asuhan pulang. Barulah Ibu Indah menghampiri Zhafira.


"Zhafira bisakah kita bicara empat mata?"tanya Ibu Indah.


Zhafira dan Ibu Indah bicara didekat taman dihalaman rumah besar itu.


"Zhafira, Andra anak Ibu satu-satunya. Ibu ingin dia bahagia. Dia belum memiliki seseorang yang bisa menemaninya seumur hidupnya. Zhafira, apakah kau mau menjadi istrinya Andra?"tanya Ibu Indah.


Zhafira kaget dengan pertanyaan Ibu Indah. Biasanya yang melamar seorang perempuan adalah seorang lelaki pasangannya. Tetapi yang melamarnya adalah Ibunya.


************


Black Hunter kembali ke Pulau Hitam. Dia menghadap Alex di Markas Singa Hitam. Alex duduk disinggasananya. Sementara Black Hunter berdiri didepannya dengan semua anak buah Alex mengacungkan pistol padanya.


"Black Hunter kau kembali juga"ucap Alex.


"Aku tentu kembali Yang Mulia, bukankah kau rindu padaku"ucap Black Hunter.


"Benar, kau ternyata bisa menebak yang ku mau" ucap Alex.


"Aku senang dengan hadiahmu kemarin"ucap Black Hunter.

__ADS_1


"Bagus, hadiah itu baru hadiah kecil-kecilan"ucap Alex.


"Berarti aku akan mendapat hadiah yang besar, bukan begitu?"tanya Black Hunter.


"Tepat, selama kau membangkang aku akan memberimu hadiah"ucap Alex.


"............."Black Hunter terdiam.


"Aku menyelamatkanmu dari kematian agar kau bisa meneruskan bisnis kerajaan bawahku, tapi sepertinya kau terlena dengan seorang wanita cantik"ucap Alex.


"Aku tidak akan memaafkanmu jika kau berani melukainya"ucap Black Hunter.


"Kau tahu siapa aku, pemimpin kerajaan bawah di Pulau Hitam ini, menurutmu apa yang bisa ku lakukan pada wanitamu?"ucap Alex.


"Kau......."ucap Black Hunter berteriak.


"Tinggal memberi satu perintah pistol-pistol itu akan menembakmu hingga kau tidak akan bisa kembali bersama wanitamu"ucap Alex.


"Benarkah? silahkan"ucap Black Hunter.


"Aku masih sayang padamu sebagai orangku yang paling kuat, jadi seharusnya kau menurut" ucap Alex.


"Apa yang kau ajarkan itu semua salah, dan aku mengikuti semua perintahmu yang penuh dosa itu"ucap Black Hunter.


"Dosa? lucu sekali berbicara dosa jika harta dan kekuasaan lebih nikmat"ucap Alex.


"Harta dan keluasaan tidak membuatku bahagia selama ini, tapi cinta, kasih sayang dan perdamaianlah yang membuatku bahagia dan hidup tenang"ucap Black Hunter.


"Wah wanita itu sudah mengajarimu banyak hal ya"ucap Alex.


"Dia tidak hanya mengajariku banyak hal. Tapi memberiku cinta dan kasih sayang yang tulus" ucap Black Hunter.


"Cinta, kasih sayang, terdengar memuakkan"ucap Alex.


"Itu karena hatimu sudah menghitam karena dosa hingga kau tak bisa merasakan cinta dan kasih sayang yang tulus"ucap Black Hunter.


"Kau lupa seperti apa aku bisa membuatmu berdiri disini, dengarkan......"ucap Alex.


Untuk Para Reader nama pulaunya diganti menjadi Pulau Hitam demi kebaikan bersama. Jadi kedepan akan terus menyebut Pulau Hitam.

__ADS_1


__ADS_2