Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)

Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)
Extra Part Aku Malu Pada Diriku Sendiri


__ADS_3

Hari itu semua siswa membawa barang tak terpakai ke Aula Sekolah.Setelah berita itu menyebar,pihak sekolah juga ikut membantu dengan menyediakan Aula Sekolah untuk pengumpulan barang tak terpakai itu.Zara,Niken,King dan Nafiza jadi panitia.Sebelum jam masuk sekolah,waktu istirahat dan sepulang sekolah mereka menerima bantuan itu,ada yang menyumbang barang,uang,dan makanan kemasan juga,sesuai kemampuan setiap siswa yang ingin beramal.


Setelah terkumpul mereka membawa semua barang itu ke rumah Pak Jaya dan Ibu Aisyah.


Anak-anak yatim dan anak terlantar senang sekali dengan kedatangan mereka.Nafiza yang terbiasa angkuh jadi terharu saat melihat mereka.Dia sampai menangis dipojokan rumah dan Zara menghampirinya.


"Nafiza kenapa kau menangis?"tanya Zara.


"Selama ini aku selalu hidup bercukupan tapi aku selalu mengeluh dan bermalas-malasan,tak jarang menghamburkan uang.Aku juga sering membuang makanan jika aku tak suka.Aku selalu angkuh dan ingin terlihat sempurna tapi saat melihat mereka,aku merasa kecil dan memalukan.Aku bodoh dan tak tak berguna, hanya bisa mengandalkan kekayaan orangtua" ucap Nafiza.


"Kau benar Nafiza,aku juga merasakan hal yang sama denganmu.Aku malu ketika aku mengeluh padahal hidup mereka lebih sulit dari kita.Aku masih punya orangtua,keluarga,dan orang yang mencintai kita tapi mereka hidup sebatang kara jika bukan kita yang peduli siapa lagi"ucap Zara.


"Kau betul Zara,pantas Leo memilihmu jadi pacarnya,karena kau baik hati dan selalu bersahabat dengan siapapun.Leo beruntung memiliki pacar sepertimu"ucap Nafiza.

__ADS_1


"Ayo kita kesana lagi,ikut King dan Niken membagikan semua barang yang kita bawa"ucap Zara.


"Iya Zara"ucap Nafiza.


Nafiza mulai memahami arti hidup yang sebenarnya.Pentingnya bersyukur dan peduli pada sesama kita.Karena semua yang kita miliki hanya titipan semata.


************


Tiga Bulan Kemudian


Setelah acara selesai semua tamu kembali ke rumah mereka.Pak Jaya dan Ibu Aisyah mengajak Leo dan Zara berbincang diruang tamu.


"Nak Leo dan Zara kami berterimakasih atas bantuan kalian selama tiga bulan ini baik bantuan finansial,barang,tenaga dan waktu kalian untuk membantu anak-anak ini memiliki kehidupan yang lebih baik"ucap Pak Jaya.

__ADS_1


"Sama-sama Pak,justru kami berterimakasih pada Bapak yang sudah merawat dan menjaga anak-anak ini dari dulu"ucap Leo.


"Nak Leo kemarin bilang mau menitipkan anak-anak jalanan dikolong jembatan untuk tinggal disini juga ya?"tanya Pak Jaya.


"Iya Pak,mereka sudah lama terlantar dan tinggal dikolong jembatan.Leo ingin mereka bisa tinggal dan bersekolah disini.Leo akan berusaha mencari donatur agar tempat ini bisa jadi rumah tempat tinggal untuk mereka"ucap Leo.


"Saya bangga anak yang masih muda sepertimu peduli untuk urusan seperti ini.Tak banyak anak muda sepertimu nak.Semoga kelak kau jadi orang yang sukses dan mengukir sejarah besar dalam hidupmu"ucap Pak Jaya.


"Terimakasih Pak.Papa saya sedang mengurus surat-surat peresmian tempat ini dipemerintahan agar tempat ini menjadi tempat singgah resmi untuk anak yatim piatu dan anak terlantar,sehingga lebih mudah mendapatkan donatur tetap"ucap Leo.


"Terimakasih Nak Leo,bahkan saya tak terpikir sejauh itu.Tapi kedatangan nak Leo dan Zara ditempat ini menjadi cahaya yang menerangi hidup anak-anak ini sekarang.Kami sepakat akan memberi nama tempat ini sebagai RUMAH SINGGAH LEO DAN ZARA,kami berterimakasih atas semuanya"ucap Pak Jaya.


"Sama-sama Pak"ucap Leo dan Zara bersamaan.

__ADS_1


Leo dan Zara senang salah satu mimpi mereka tercapai.Mendirikan rumah singgah untuk anak yatim piatu dan anak terlantar agar mereka punya tempat tinggal dan bisa bersekolah untuk mencapai cita-cita mereka.


__ADS_2