
Rehan sedang mengecek semua data yang sudah masuk dilaptopnya. Dia sangat teliti dalam mengecek setiap datanya. Rehan sangat pintar berbisnis dan disiplin dalam bekerja itulah yang membuatnya sukses dan menjadi CEO termuda.
Tak lama Sekretaris Yuma masuk ke ruangan kerja Rehan.
"Selamat sore Presdir"ucap Sekretaris Yuda.
"Sore Yuda"ucap Rehan.
"Presdir, Bos Leo ingin bertemu dengan Anda" ucap Sekretaris Yuda.
"Oke, bawa Bos Leo masuk menemuiku"ucap Rehan.
"Baik Predir"ucap Sekretaris Yuda.
Sekretaris Yuda keluar dari ruangan kerja Rehan dan membawa Leo masuk ke ruangan kerja Rehan.
"Assalamu'alaikum"ucap Leo.
"Wa'alaikumsallam"ucap Rehan.
"Presdir ada lagi yang saya harus kerjakan?"tanya Sekretaris Yuda.
"Tidak ada, kau boleh kembali ke ruanganmu" ucap Rehan.
"Baik Presdir"ucap Sekretaris Yuda.
Sekretaris Yuda keluar dari ruangan kerja Rehan.
Kemudian Rehan dan Leo duduk disofa ruangan kerja Rehan. Mereka mulai berbincang satu sama lain.
"Presdir Rehan kedatanganku kesini tidak untuk membahas pekerjaan"ucap Leo.
"Lalu Bos Leo ingin bertemu dengan saya untuk urusan apa?"tanya Rehan.
"Ini tentang Cinta"ucap Leo.
"Ada apa dengan istri saya?"tanya Rehan.
"Istri saya ingin bertemu dengan Cinta lagi"ucap Leo.
"Oh....silahkan, justru istri saya senang bisa kembali bertemu Bos Leo dan Tante Zara"ucap Rehan.
"Kalau begitu bagaimana kalau malam ini kita makan malam bersama"ucap Leo.
"Boleh, kebetulan saya juga berencana untuk mengajak istri saya makan malam"ucap Rehan.
"Kalau begitu malam ini kita bertemu di Restoran Florensia"ucap Leo.
"Oke"ucap Rehan.
Leo dan Rehan sepakat untuk bertemu di Restoran Florensia.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
Eden bertemu seorang wanita di sebuah cafe. Dia duduk dimeja yang sudah dipesannya sebelumnya bersama wanita itu. Eden mengeluarkan amplop berisi uang 100 juta diletakkan diatas meja itu.
"Dina itu uang untukmu"ucap Eden.
"Banyak sekali Bos"ucap Dina mengambil amplop dimeja itu.
"Kerjakan pekerjaanmu dengan rapi sesuai yang ku perintahkan"ucap Eden.
"Baik Bos"ucap Dina.
"Ingat, kau harus bisa membuat Rehan hancur" ucap Eden.
"Beres Bos"ucap Dina.
__ADS_1
"Aku akan menambah uang untukmu asal kau berhasil menjalankan pekerjaanmu dengan baik"ucap Eden.
"Makasih Bos"ucap Dina.
Eden tersenyum licik dengan rencananya kali ini. Dia ingin menghancurkan Rehan lewat Dina.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
Rehan pulang ke apartemen miliknya. Dia masuk ke dalam apatemen itu. Matanya tertuju pada Cinta yang begitu cantik mengenakan dress berwarna putih itu. Rehan langsung menangkap Cinta dalam pelukannya.
"Gadis kecil kau menggoda imanku, padahal masih sore"ucap Rehan.
"Memang ada yang salah?"tanya Cinta.
"Kau mengenakan dress minim seperti ini maksudnya apa?"tanya Rehan balik.
"Ini bukannya dress yang ada dilemarimu Tuan yang sombong, aku hanya mencoba memakainya"ucap Cinta.
"............"Rehan langsung terdiam.
"Tuan yang sombong ada apa?....kenapa kau diam?"tanya Cinta.
Rehan langsung melepas pelukannya dari Cinta dan duduk disofa. Dia terlihat murung dan hanya terdiam. Cinta tidak tahu kenapa Rehan seperti itu, dia menghampiri Rehan dan memeluknya.
"Tuan yang sombong apa aku salah ya? sudah memakai dress ini tanpa izin padamu"ucap Cinta.
Rehan mencium bibir Cinta dengan penuh kekembutan.
"Gadis kecil dress ini milik......milik Sarah"ucap Rehan setelah melepas ciumannya.
"Sarah?"ucap Cinta penuh tanda tanya dipikirannya.
"Sarah pacarnya Eden, dulu aku berhubungan dengan Sarah saat Eden berpacaran dengannya" ucap Rehan.
"Apa dulu Sarah tinggal diapartemen ini juga?" tanya Cinta.
"Seperti apa hubunganmu dengan Sarah?"tanya Cinta.
"Gadis kecil, aku bukan orang yang baik, apa kau yakin ingin mengetahui masa laluku?"tanya Rehan.
"Iya"ucap Cinta.
"Aku yakin kau akan kecewa saat tahu brengseknya aku dimasa lalu"ucap Rehan.
"Aku ingin tahu, tidak peduli seperti apa Kak Rehan dimasa lalu"ucap Cinta.
"Dulu aku hanya seorang lelaki yang tidak pernah menghargai wanita. Setiap wanita yang datang padaku dengan suka rela mereka menyerahkan dirinya padaku, aku tak pernah peduli apa yang akan terjadi setelah itu. Aku hanya tidur satu kali dengan satu wanita, setelah itu ku tinggalkan begitu saja, begitupun yang terjadi pada Sarah"ucap Rehan.
"Aku bukan orang yang baik Cinta, kau pasti sangat kecewa padaku, aku tidak pantas untukmu, aku kotor dan penuh dosa"ucap Rehan.
Rehan hanya menundukkan kepalanya. Melihat itu Cinta langsung mencium kening Rehan.
Cup
"Kak Rehan, biarlah masa lalu menjadi masa lalu. Yang terpenting Kak Rehan mau berubah lebih baik dan tidak mengulanginya lagi"ucap Cinta.
"Aku akan berusaha lebih baik lagi supaya bisa jadi imammu gadis kecil"ucap Rehan.
Cinta mengangguk dengan ucapan Rehan.
Melihat Cinta begitu cantik dan menggoda, Rehan langsung membopongnya ke ranjang kamarnya.
Rehan dan Cinta melakukan hal romantis itu disore hari. Mereka memadu kasih melepas semua keraguan diantara mereka. Berbagi rasa cinta yang menggelora. Cinta yang sudah terbiasa dengan sentuhan Rehan seakan hanyut dalam indahnya cinta disore hari itu. Keringat bercucuran menandakan kehangatan itu semakin mendalam. Setelah satu jam, mereka menyudahi hal romantis itu dan berbaring diranjang.
"Gadis kecil ayo kita mandi, sholat lalu ikut aku bertemu seseorang"ucap Rehan.
"Bertemu seseorang? siapa?"tanya Cinta.
__ADS_1
"Bos Leo dan Tante Zara, mereka ingin sekali bertemu denganmu"ucap Rehan.
"Aku juga ingin sekali bertemu dengan mereka, entahlah padahal baru bertemu sekali tapi aku sudah merindukan mereka dan ingin bertemu lagi"ucap Cinta.
"Yang dikatakan Cinta hampir sama dengan yang dikatakan Bos Leo, mereka sama-sama ingin bertemu lagi, apa ini ikatan batin, apakah Cinta....."batin Rehan.
Rehan bangun dan membopong Cinta ke dalam toilet kemudian mereka mandi dan memakai pakaian untuk pergi ke restoran yang dijanjikan.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
Rehan dan Cinta sampai di Restoran Florensia.
Mereka masuk ke ruangan VIP di restoran itu. Leo dan Zara sudah ada diruangan yang dituju Rehan dan Cinta. Mereka berempat duduk satu meja lalu makan malam bersama, setelah selesai barulah mereka berbincang.
"Cinta bolehkah Om tahu tentang orangtuamu?" tanya Leo.
"Ayahku seorang ustad dan Ibuku seorang penjahit. Ayahku sudah meninggal dalam kecelakan sementara ibuku baru saja meninggal beberapa minggu lalu"ucap Cinta.
"Apa kau punya saudara?"tanya Leo.
"Tidak"ucap Cinta.
"Orangtuamu tinggal dimana?"tanya Leo.
"Dulu kami tinggal dipinggiran kota, tapi setelah aku mau SMA pindah rumah kesini"ucap Cinta.
Tak lama Cinta langsung mimisan dan pingsan. Rehan langsung menangkap tubuh Cinta.
"Maaf Bos Leo, saya harus membawa istri saya ke rumah sakit"ucap Rehan.
"Biarlah kami ikut mengantar"ucap Leo.
"Iya, bolehkah kami ikut mengantar Cinta ke rumah sakit?"tanya Zara.
"Boleh"ucap Rehan.
Rehan, Leo dan Zara mengantarkan Cinta ke rumah sakit.
Rumah Sakit Health Is Important
Rehan, Leo dan Zara menunggu diluar ruangan perawatan menunggu Cinta diperiksa oleh Dokter.
Zara menangis melihat Cinta yang sedang diperiksa Dokter didalam ruangan itu.
"Mama gak apa-apa?"tanya Leo.
"Mama mencemaskan Cinta Pa, perasaan Mama tidak enak"ucap Zara.
Air mata terus menetes dipipi Zara.
"Sabar ya Ma, Cinta pasti baik-baik saja"ucap Leo.
"Iya Pa"ucap Zara.
Zara terus berdoa untuk Cinta sementara itu
Rehan terlihat cemas terus berjalan mondar mandir. Leo yang melihat Rehan seperti itu menghampirinya.
"Presdir Rehan saya tahu pasti Anda mencemaskan Cinta"ucap Leo.
"Saya takut terjadi sesuatu padanya"ucap Rehan.
"Maaf, kalau boleh saya tahu, Cinta sakit apa?" tanya Leo.
"Leukimia stadium awal"ucap Rehan.
"Leukimia?.....apa Dokter sudah memberitahu cara pengobatannya?"tanya Leo.
__ADS_1
"Sudah, Cinta membutuhkan donor sumsum tulang belakang dari anggota keluarganya yang cocok dengannya"ucap Rehan.