Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)

Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)
New Generation Part 8


__ADS_3

Rehan terbangun dari tidurnya karena bau makanan dan asap yang tercampur. Dia sempat kaget saat bangun karena tidak berada dikamarnya. Dia melihat jam dihandphonenya baru pukul 4. Rehan melihat ke ranjang sebelahnya, Cinta tidak ada diranjangnya.


"Ugh......ugh.....ugh ....."suara Rehan terbatuk karena bau makanan yang menyengat. Bau itu memenuhi hidungnya sehingga ia terbatuk.


"Jam segini siapa yang sudah masak sih"ucap Rehan. tiba-tiba di ruangan itu penuh asap dan juga bau makanan. Padahal masih pagi buta.


Rehan bangun lalu berjalan ke dapur. Dia melihat Cinta sedang memasak di dapur. Kakinya melangkah, dia menghampiri Cinta dan duduk di sampingnya.


"Cinta kau masak sebanyak ini untuk apa?"tanya Rehan.


"Aku jualan nasi bungkus untuk sarapan pagi" ucap Cinta. Hampir setiap hari cinta memasak nasi bungkus untuk dijual sebagai sarapan pagi orang-orang yang ada di sekeliling asrama tempatnya tinggal.


"Gadis kecil ini rajin juga"batin Rehan. Dia tak menyangka gadis kecil itu ternyata sangat rajin dan giat bekerja.


"Memang kau sampai jualan nasi bungkus, orangtuamu tidak memberimu uang?"tanya Rehan. Dia ingin tahu kenapa cinta sampai harus bekerja keras. Harusnya orang tuanya lah yang harus bekerja keras untuk mencukupi kebutuhan hidupnya.


"Ayahku sudah meninggal dan Ibuku koma"ucap Cinta.


"Kasihan juga nasibmu gadis kecil"ucap Rehan. Dia tak menyangka ternyata gadis kecil di depannya itu seorang sebatang kara yang berjuang dalam hidupnya.


"Berarti waktu itu aku menabrakmu, kau sedang berjualan nasi bungkus ya"ucap Rehan keceplosan.


"Tadi kau bilang apa?"tanya Cinta. Dia tidak begitu mendengar apa yang dikatakan Rehan padanya tadi.


"Bukan, maksudku jadi banyak sampah di kamarmu karena kau jualan ya"ucap Rehan.


"Aku belum sempat membereskannya, biasanya sepulang sekolah baru ku bereskan jadi terkesan berantakan"ucap Cinta.


Rehan sudah berburuk sangka tentang kamar asrama yang berantakan dan kotor. Ternyata semua itu karena cinta harus berjualan nasi bungkus dan sibuk mengurus cucian baju milik orang lain.


"Kau pandai memasak banyak menu ya"ucap Rehan.


"Kau mau sarapan biar aku ambilkan"ucap Cinta. Dia menawari temannya Reni untuk makan masakan yang sudah dimasak olehnya.


"Boleh, aku ingin mencoba masakanmu"ucap Rehan. Makanan itu terlihat enak di mata Rehan. membuatnya ingin mencoba masakan yang telah dimasak oleh gadis kecil itu.


Cinta mengambilkan nasi uduk beserta telor balado, kentang balado, sambel teri, tempe orek, dan mie goreng campur sayuran. Kemudian memberikannya pada Rehan.


"Nih, makanlah semoga kau suka"ucap Cinta.


"Dia terlihat manis dan jinak, tapi kalau dia tahu aku Tuan yang sombong apa dia akan semanis dan jinak seperti ini"batin Rehan.


"Terimakasih Cinta"ucap Rehan.


Cinta mengangguk dan tersenyum.


Segera Rehan memakan nasi uduk buatan Cinta dengan lahap. Menikmati setiap sendokan demi sendokan yang masuk ke dalam mulutnya. Baru kali ini dia makan nasi bungkus yang rasanya cocok di lidahnya.


"Enak juga masakanmu"ucap Rehan spontan.


"Benarkah? baru satu tahun ini aku belajar memasak"ucap Cinta.


"Aku boleh nambah lagi"ucap Rehan. Ternyata Rehan ketagihan dengan nasi bungkus buatan Cinta.


"Boleh, kebetulan aku memasaknya cukup banyak"ucap Cinta.


Tangan Cinta mengambilkan Rehan nasi uduk dan lauk pauknya lagi. Dia kembali memberikan nasi di piring itu kepada Rehan.


"Cinta kok jualan nasi sebanyak ini?"tanya Rehan.


"Biasanya tidak sebanyak ini paling hanya 40 bungkus. Tapi hari ini hari jumat, aku ingin sedikit berbagi dengan anak-anak jalanan"ucap Cinta.

__ADS_1


"Dia gadis yang baik ternyata"batin Rehan. dia kagum dengan cinta yang walaupun hidupnya susah tapi masih berniat untuk berbagi dengan sesama. Pandangannya tentang gadis kecil itu langsung berubah. Di matanya kini gadis kecil itu sosok gadis yang pekerja keras dan baik hati.


"Nih"ucap Cinta memberikan nasi uduk itu pada Rehan.


"Pantas saja dia sering mengorok dan kelelahan, jam segini saja masakannya sudah matang, entah bangun jam berapa dia"batin Rehan. Dia kasihan pada cinta yang harus bangun pagi dan bekerja keras sampai dia kelelahan setiap hari.


"Reni aku mau mandi dulu ya"ucap Cinta.


"Ya"ucap Rehan.


Cinta masuk ke toilet untuk mandi sementara Rehan asyik memakan masakannya Cinta. Tak lama suara Cinta terdengar memanggilnya.


"Reni boleh ambilkan aku handuk, aku lupa tidak bawa handuk"ucap Cinta.


"Oke, di mana handuknya?"tanya Rehan.


"Di gantungan dekat lemari"ucap Cinta.


"Baik, aku ambilkan"ucap Rehan.


Rehan mengambil handuk di gantungan dekat lemari. Kemudian dia membawa handuk itu ke depan pintu toilet.


"Cinta ini handuknya"ucap Rehan.


Pintu toilet itu terbuka sedikit. buah tangan mengambil handuk yang sedang dipegang Rehan.


Kemudian menutup pintu toilet itu kembali.


"Aw............Reni tolong"ucap Cinta dari dalam toilet.


Rehan langsung membuka pintu toilet yang kebetulan tidak dikunci. Dia melihat cinta terjatuh di lantai toilet.


"Ampun deh mata ngelihat pemandangan lebih indah lagi"batin Rehan.


"Aku tolong gak ya? tapi tar pikiranku makin kotor gak bisa menenangkannya gimana"batin Rehan.


Rehan menghampiri Cinta, membantunya dan membopongnya ke luar dari toilet.


"Reni maaf merepotkanmu"ucap Cinta.


Cinta belum sadar Reni kok kuat juga membopong tubuhnya hingga ke ranjang. Padahal seharusnya Reni tidak membopongnya.


"Cinta mana yang sakit?"tanya Rehan.


"Kaki kananku tadi terkilir"ucap Cinta.


Rehan duduk di samping Cinta dan mengambil kakinya lalu memijatnya.


"Mulus banget kakinya, aduh otak mesumku bertamu dadakan"batin Rehan.


Rehan berinisiatif memijat kaki Cinta yang terkilir.


"Cinta masih sakit?"tanya Rehan.


"Masih"ucap Cinta.


Rehan kembali memijat kaki kanan Cinta yang terkilir. Perlahan-lahan memijat sebisanya.


"Aw.......Reni pelan-pelan sakit"ucap Cinta.


"Aku akan memijatnya perlahan Cinta"ucap Rehan.

__ADS_1


Setelah dipijat Rehan, Cinta sedikit enakkan tapi masih belum bisa berjalan normal. Setelah itu dia melepas handuk dan memakai baju. Rehan yang malu membalikkan badannya. Dia tidak ingin menikmati pemandangan yang tidak seharusnya dilihat olehnya.


"Sabar Rehan ini ujian, kuatkan iman, kencangkan sabuk pengaman, pikirkan hal yang bersih dan jernih. Body dibelakang bisa menggoda iman merontokan pertahanan dan menumbuhkan hasrat terpendam"batin Rehan.


"Reni punya pembalut untuk haid pertama kali gak?"tanya Cinta.


"Ya ampun bra aja isi bola pimpong, ini nanya pembalut segala, mana aku punya. Lha aku inikan cewek jadi-jadian baru juga kemarin mendaftar jadi cewek"batin Rehan. Mana mungkin dia memiliki pembalut. Diakan pria sejati hanya saja sedang menyamar demi bersama Kirana.


"Gak punya Cinta, aku haidnya setahun sekali gak subur soalnya"ucap Rehan. Dia asal menjawab yang penting masuk akal.


"Oh, kalau begitu aku beliin kamu jamu sehat datang bulan ya"ucap Cinta. Dia malah mengira Reni mengalami gangguan haid yang tidak lancar.


"Repot kalau gue datang bulan beneran"batin Rehan.


"Gak usah Cinta, udah dari sananya begini"ucap Rehan.


"Gak papa, nanti kalau dibiarin jadi penyakit loh" ucap Cinta.


"Lebih jadi penyakit lagi kalau gue minum jamunya"batin Rehan. Tak mungkin Rehan meminum jamu datang bulan. Dia cowok normal bukan cowok ngondek.


"Nanti aku beli sendiri Cinta"ucap Rehan.


"Yaudah deh, aku berangkat nganter nasi uduknya ya"ucap Cinta.


"Ya"ucap Rehan.


Cinta baru melangkah satu langkah, dia sudah kesakitan. Kakinya masih terasa sakit untuk berjalan.


"Aw.............."ucap Cinta.


Rehan langsung menghampiri Cinta yang kesakitan.


"Kenapa Cinta?"tanya Rehan.


"Kakiku masih sakit Reni"ucap Cinta. Dia terlihat benar-benar kesakitan dengan kakinya.


"Kalau begitu hari ini istirahat saja"ucap Rehan.


"Tidak bisa, pelangganku bisa kecewa"ucap Cinta. Jika dia istirahat maka pelanggarnya akan kabur, nanti siapa lagi akan membeli nasi bungkusnya. Tak mudah untuk mendapatkan pelanggan yang tetap membeli nasi bungkusnya dari hari ke hari.


"Yaudah biar ku antar ya"ucap Rehan.


Cinta hanya mengangguk dan tersenyum padanya.


Akhirnya Rehan mengayuh sepeda sementara Cinta duduk di belakang membonceng.


"Seru juga naik sepeda ya"ucap Rehan.


"Memang kau tak pernah naik sepeda?"tanya Cinta.


"Pernah, saat aku berusia 6 tahun, tapi sudah sangat lama belum pernah naik sepeda lagi" ucap Rehan.


Karena jalannya tidak rata, Cinta pegangan dipinggang Rehan.


"Aduh godaan lagi, sabar ujian datang kembali, kalau kebanyakkan ujian rontok juga iman"batin Rehan.


Rehan terus mengayuh sepeda mengantar Cinta mengantar nasi uduk itu ke pelanggannya. Saat dijalan Sekretaris Yuda melihat Rehan dari dalam mobilnya.


"Itu kalau gak salah Presdir versi cewek, tapi kok mesra gitu naik sepeda sama Cinta. Jangan-jangan Presdir bakal cinlok nih"ucap Sekretaris Yuda.


"Presdir salah sasaran nih, mancing ikan mujair dapet ikan mas, gak masalah toh sama-sama ikan"ucap Sekretaris Yuda dari dalam mobilnya.

__ADS_1


Sekretaris Yuda tersenyum melihat Rehan dan Cinta yang sedang berboncengan dijalan raya. Dia berharap Rehan segera melepas masa jomblonya dan menemukan sang tambatan hati agar tak galau terus dikantor mikirin Kirana yang belum juga menerima cintanya. Padahal kurang apa coba, Rehan sudah berusaha semaksimal mungkin, tiap hari ngapelin bawa bunga dan kado ke lokasi syuting. Rehan tampan, keren dan mapan tapi masih belum juga bisa membuat Kirana jatuh hati padanya.


__ADS_2