Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)

Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)
New Generation Part 100


__ADS_3

Pak Theo duduk dikursi diruangan kerjanya. Dia memimpin Perusahaan Bright Light Group semenjak Rehan keluar dari perusahaan. Vincent masuk ke ruangan kerja Pak Theo. Dia berdiri didepan meja kerja Pak Theo.


"Bos besar memanggil saya"ucap Vincent.


"Vincent dulu aku menyuruhmu mengambil anak dari panti asuhan untuk ditukar dengan anak Leo Ariendra, apa kau tahu dimana anak itu dimana sekarang?"tanya Pak Theo.


"Anak itu sekarang tinggal bersama Leo Ariendra" ucap Vincent.


"Apa? anak itu tinggal bersama Leo Ariendra" ucap Pak Theo kaget mendengar ucapan Vincent.


"Iya Bos Besar"ucap Vincent.


"Kau tahu siapa nama anak itu?"tanya Pak Theo.


"Tahu, namanya Kirana Citrania"ucap Vincent.


"Kirana Citrania"ucap Pak Theo.


"Apa ada lagi yang ingin Bos besar tahu?"tanya Vincent.


"Tidak, kau boleh keluar Vincent"ucap Pak Theo.


"Baik Bos besar"ucap Vincent.


Vincent keluar dari ruangan kerja Pak Theo.


"Aku tak menyangka, Leo Ariendra justru merawat putri kandungku"ucap Pak Theo.


"Apa ini teguran untukku, aku memisahkan Leo Ariendra dengan putrinya tapi justru akulah yang kehilangan putriku, bahkan aku tak sengaja mengambil putriku dari panti asuhan untuk ditukar dengan putri Leo Ariendra. Dan sekarang putri tinggal bersama Leo Ariendra"ucap Pak Theo.


Pak Theo merasa malu dengan kesalahannya yang dilakukan pada Leo Ariendra. Jika waktu bisa diputar mungkin dia tidak akan melakukan kesalahan itu. Pak Theo berpikir untuk memperbaiki semuanya.


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


Raka menemui Zhafira yang sedang berjalan ditepi jalan menjual roti hangat. Dia membawa setangkai bunga mawar merah untuk Zhafira. Raka menghampiri Zhafira yang sedang berdiri ditepi jalan itu.


"Selamat sore Buguru"ucap Raka.


"Sore Raka"ucap Zhafira.


"Aku.....aku ingin memberi ini untukmu"ucap Raka memberikan setangkai bunga mawar untuk Zhafira.


"Makasih ya Raka, aku suka bunga mawarnya" ucap Zhafira menerima bunga mawar itu.


"Iya Fira, sini ku bawakan keranjangnya"ucap Raka.


"Boleh"ucap Zhafira.


Raka membawakan keranjang roti hangat itu.


"Fira roti hangatnya sudah habis aja"ucap Raka.


"Tadi ada yang memborong roti hangatnya"ucap Zhafira.


"Alhamdulillah"ucap Raka.


"Kau sudah makan Raka?"tanya Zhafira.

__ADS_1


"Belum, tapi gak pengen makan, pengennya sih nyemil"ucap Raka.


"Kalau gitu kita beli sempol ayam, mau gak?" tanya Zhafira.


"Mau, gratis gak nih?"ucap Raka.


"Gratis, alhamdulillah hari ini rejekiku lancar, jadi aku ingin mentraktirmu jajan"ucap Zhafira.


Zhafira dan Raka membeli sempol ayam yang dijajakan ditepi jalan. Penjual sempol ayam itu Nenek-nenek bersama cucunya.


"Cah ayu, mas yang disampingmu itu pacarmu?" tanya Nenek Iyem melihat ke arah Raka.


"Bukan nek, tapi Insya Allah nanti calon imamnya" ucap Raka.


Zhafira tersenyum malu-malu saat Raka menyebut calon imamnya.


"Jawaban yang bagus Cu, lebih naik jadi calon imamnya dari pada jadi pacarnya"ucap Nenek Iyem.


"Kak sausnya mau dipisah atau disatuin?"tanya Didit, cucu Nenek Iyem.


"Dipisah aja"ucap Zhafira.


"Oke Kak"ucap Didit.


"Nek, dagang sempol disini rame ya?"tanya Zhafira.


"Akhir-akhir ini sepi, mungkin sudah banyak makanan yang lainnya"ucap Nenek Iyem.


"Boleh Zhafira bantu promoin?"tanya Zhafira.


"Tidak Nek"ucap Zhafira.


Zhafira dan Raka membantu mempromokan sempol ayam Nenek Iyem.


"Sempol ayam.....enak, murah dan gurih"ucap Zhafira.


"Sempol ayam....enak dan ngenyangin"ucap Raka.


Beberapa orang datang membeli sempol ayam yang dijual Nenek Iyem. Setelah membantu mempromosikan sempol ayam Nenek Iyem, Zhafira dan Raka pergi ke Taman Air Mancur milik pemerintah. Mereka duduk dikursi taman itu sambil makan sempol ayam itu.


"Gimana Raka enak gak?"tanya Zhafira.


"Enak, lumayan pedes juga"ucap Raka.


Ketika Raka dan Zhafira asyik berduaan makan sempol dikursi taman itu, tak sengaja Azkia melihat mereka saat dia sedang jalan-jalan santai ditaman itu. Azkia berdiri dibelakang pohon dekat Raka dan Zhafira duduk berdua.


"Raka....mungkin Zhafira lebih pantas untukmu" ucap Azkia.


Azkia duduk dibelakang pohon itu. Air matanya tak sengaja menetes.


"Apa sih, ngapain aku menangis. Harusnya aku seneng Raka sudah bahagia bersama Zhafira" ucap Azkia.


"Tapi kenapa rasanya hati ini sakit, apa ini yang disebut cinta"ucap Azkia.


Azkia memegang dadanya yang sesak melihat Raka berdua bersama Zhafira. Bagi Azkia, Raka adalah cinta pertamanya. Baru kali ini dia merasakan cinta. Tapi ternyata cintanya mungkin bertepuk sebelah tangan. Air matanya terus menetes seakan menggambarkan isi hatinya yang sedang terluka. Azkia hanya bisa memendam perasaannya karena cintanya tak mungkin berbalas.


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*

__ADS_1


Rehan mengendarai mobilnya sepulang bekerja.


Mobilnya melaju dijalan raya, tiba-tiba ada truk yang menabrak mobil didepannya. Terjadilah tabrakan mobil beruntun. Mobil yang dinaiki Rehan banting stir ke samping hingga menabrak pembatas jalan. Mobilnya terbalik dan Rehan pingsan didalam mobil.


Kecelakaan mobil beruntun itu membuat jalanan macet. Cinta yang juga sedang naik mobil diarea sekitar jalan itu merasa hatinya tak tenang.


"Kenapa aku cemas sekali? dipikiranku dipenuhi Kak Rehan"ucap Cinta.


Cinta turun dari mobil dan berpikir untuk melihat kecelakaan mobil beruntun itu. Cinta menghampiri kerumunan yang melihat kecelakaan mobil beruntun itu. Dia melihat ada mobil Rehan yang terbalik ditepi jalan itu.


"Itu mobil Kak Rehan, tidak.....tidak mungkin" ucap Cinta.


Cinta langsung berlari menuju mobil itu, tiba-tiba mobil itu meledak.


Duuueeer...............


Mobil itu seketika terbakar, kepulan api itu membakar mobil milik Rehan.


"Tidaaaaaak..........hik....hik......."ucap Cinta berteriak sambil menangis melihat mobil milik Rehan terbakar.


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


Pak Theo menemui Ibu Kartika ke rumah makan miliknya. Dia turun dari mobilnya, berjalan menuju masuk ke rumah makan itu. Kebetulan Ibu Kartika sudah selesai membereskan rumah makannya.


"Assalamu'alaikum"ucap Pak Theo.


"Wa'alaikumsallam"ucap Ibu Kartika.


"Apa kau sibuk?"tanya Pak Theo.


"Tidak, sudah beres"ucap Ibu Kartika.


"Aku punya kabar baik"ucap Pak Theo.


"Kabar baik apa?"tanya Ibu Kartika.


"Putri kita sudah ditemukan"ucap Pak Theo.


"Benarkah?"tanya Ibu Kartika.


"Iya, mari kita menemuinya"ucap Pak Theo.


"Alhamdulillah, iya"ucap Ibu Kartika.


Pak Theo dan Ibu Kartika pergi ke rumah Leo. Sampai diparkiran rumah besar itu, Pak Theo dan Ibu Kartika turun dari mobil. Mereka masuk ke rumah besar itu. Pak Theo dan Ibu Kartika menunggu diruang tamu sampai Leo dan Zara masuk ke ruang tamu. Ini pertemuan yang sangat langka, dimana seorang Theo Rayan yang begitu membenci Leo kini bersilaturrahmi dengan baik-baik untuk bertemu Leo. Tak lama Leo dan Zara menghampiri Pak Theo dan Ibu Kartika ke ruang tamu.


"Assalamu'alaikum"ucap Leo.


"Wa'alaikumsallam"ucap Pak Theo dan Ibu Kartika.


Leo dan Zara duduk diseberang sofa tempat Pak Theo dan Ibu Kartika duduk.


"Ada keperluan apa Besan datang kemari?"tanya Leo.


Author mau tanya pada Para Reader, kemungkinan Novel ini akan tamat di atas 100 episode gak akan jauh beda dari Novel Belum Siap Menikah Season 1.


Author sudah menyiapkan Musim Tiga dari Novel ini. Dengan tokoh baru dan cerita baru, dan ceritanya Author usahakan berbeda dari cerita Season 1 ataupun Season 2. Apa Para Reader setuju?

__ADS_1


__ADS_2