Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)

Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)
New Generation Part 17


__ADS_3

"Mirna itu sepupu saya Bos, saat itu dia membawa bayi ke rumah saya. Karena saya iba sebagai saudara saya menolong dia dengan memberi tempat tinggal untuk dia dan anaknya.


Tak lama dia menjadi aneh sering tertawa, menangis dan menyakiti anaknya sendiri. Saya tidak tega bayi yang tak berdosa itu disakiti oleh Mirna. Akhirnya kami memasukkan Mirna kerumah sakit jiwa, dan kami merawat bayi yang tak berdosa itu. Kami tidak tahu kalau bayi Mirna itu ternyata putri Anda. Kalau dari awal kami tahu mungkin kami akan mengembalikan putri Anda saat itu juga"ucap Ibu Meta.


"Benar Bos, kami tidak tahu betapa jahatnya Mirna telah mengambil anak Anda, kalau kami tidak mendengar percakapan perawat itu, mungkin kami tidak akan pernah tahu kalau kami sudah merawat dan membesarkan putri Anda"ucap Pak Irwan.


"Mirna memang telah membawa pergi anak saya 17 tahun yang lalu, bahkan saya sudah mencarinya kemana-mana. Baru-baru ini saya menemukan Mirna tapi tidak dengan anak saya"ucap Leo.


"Ini foto saya dan Mirna, mungkin Bos tidak percaya kalau kami saudara"ucap Ibu Meta memberikan beberapa foto pada Leo.


"Ini kartu keluarga milik kami, Mirna masuk dalam kartu keluarga kami, karena dia sudah bersama kami sejak membawa bayinya ke rumah kami"ucap Pak Irwan memberikan kartu keluarga pada Leo.


Leo mengambil foto dan kartu keluarga itu kemudian melihatnya, dia percaya ibu Meta bersaudara dengan Mirna.


"Maafkan atas semua kesalahan Mirna Bos, kami tahu dia bersalah dan mungkin perbuatannya sudah keterlaluan tapi sekarang dia sudah mendapatkan hukuman yang setimpal. Dan untungnya putri Anda ada ditangan kami, jadi kami merawatnya seperti anak kandung kami sendiri"ucap Ibu Meta.


"Bahkan jika kami tidak tahu kalau anak yang kami besarkan adalah anak Anda, kami akan tetap menjaga dan menyayanginya dengan sepenuh hati"ucap Pak Irwan.


"Sebenarnya sedih sekali, saat tahu Kirana ternyata bukan anak Mirna dan ternyata putri Anda, sebagai seorang ibu yang sudah merawat dan menyayanginya tak mudah untuk saya berbicara ini pada Anda, itu berarti saya harus siap kehilangan Kirana hik....hik....."ucap Ibu Meta sambil menangis.


"Tapi kami ikhlas Kirana bertemu dengan keluarga kandungnya, kebahagiaan Kirana lebih penting untuk kami"ucap Pak Irwan.


"Kirana?"ucap Leo.


"Iya Bos, kami memberi namanya Kirana"ucap Ibu Meta.


"Boleh saya bertemu dengan Kirana"ucap Leo.


"Tentu Bos"ucap Pak Irwan.


"Bagus, Leo Arienda masuk ke dalam perangkapku"ucap Ibu Meta.


***********


Marwa berangkat ke sekolah pagi itu. Dia memasuki kelasnya dan langsung meletakkan tas miliknya dimeja. Lalu Marwa menghampiri Yuni yang duduk diseberang bangkunya. Dia mengajak Yuni bicara dibelakang sekolah.


"Yuni, kamu gak tahu terimakasih ya, selama ini aku dah baik sama kamu. Bahkan hampir setiap jam istirahat aku selalu mentraktirmu makan dikantin, aku juga sering memberimu alat-alat sekolah yang kau butuhkan, apa itu semua kurang untukmu hingga kau mau menggoda Papaku"ucap Marwa.


"Kamu ngomong apa sih Marwa, aku gak ngerti"ucap Yuni.


"Kamu ngirim foto sensualmu ke Papakukan" ucap Marwa.


"Oh, itu. Kalau iya memang kenapa?"tanya Yuni.


"Yuni, memang didunia ini gak ada lagi cowok selain Papaku? kenapa kamu harus menggoda Papaku?"tanya Marwa balik.


"Karena Papamu kaya dan tampan"ucap Yuni.


Marwa menampar Yuni dengan tangannya.


Plaaaaak....................

__ADS_1


"Aw..............."ucap Yuni.


"Yuni, kau tidak punya harga diri. Kau tahu Papaku sudah punya istri tapi kau mau menggodanya"ucap Marwa.


"Aku gak peduli, mau Papamu punya istri atau tidak, bagiku gak masalah, aku cuma ingin hidup enak dan jadi orang kaya"ucap Yuni.


"Oh.....,jadi kau melakukan semua ini cuma karena uang, terus persahabatan kita selama ini gak ada artinya, kau tamak dan egois. Kau lupa siapa dirimu sendiri. Uang sudah membutakan mata hatimu, dan menghilangkan rasa malumu"ucap Marwa.


"Kau bicara seperti itu karena kau tak pernah merasakan hidup susah sepertiku, kau terlahir dikeluarga kaya sejak kecil"ucap Yuni.


"Bahkan jika aku terlahir dari keluarga miskin, aku takkan merendahkan harga diriku sepertimu dan ingin merebut sesuatu yang jelas bukan milik kita"ucap Marwa.


"Aku gak peduli apa katamu, aku akan berusaha mendapatkan Papamu bagaimanapun caranya"ucap Yuni.


Marwa kembali menampar Yuni dengan tangan kanannya.


Plaaaaaak................


"Aw.............."ucap Yuni.


"Mulai sekarang kau bukan lagi sahabatku Yuni, kau hanya wanita rendahan yang tak tahu malu. Aku tidak akan membiarkanmu menggoda Papaku"ucap Marwa.


Marwa meninggalkan Yuni dengan penuh kekecewaan. Selama ini Marwa selalu baik pada Yuni, bahkan sering membantunya. Tapi Yuni tidak tau budi dan menjadi pagar makan tanaman. Kini air susu dibalas air tuba, Yuni menginginkan ayah Marwa, ayah sahabatnya sendiri.


************


Leo pergi ke kontrakan Ibu Meta dan Pak Irwan. Saat sampai didaerah kontrakkan itu, mobilnya terpaksa diparkir jauh dari kontrakan mereka. Leo jalan kaki menuju kontrakan Ibu Meta dan Pak Irwan. Daerah yang terkesan kumuh dan padat penduduk. Sampai dikontrakan Ibu Meta dan Pak Irwan, Leo sempat kaget melihat kontrakan yang kumuh, kotor dan sempit. Dia kasihan membayangkan putri kandungnya tinggal ditempat seperti itu selama ini.


"Mari Bos masuk, Kirana ada didalam"ucap Pak Irwan.


"Bos ini Kirana"ucap Ibu Meta.


Mata Leo berkaca-kaca melihat Kirana, bayi perempuan kecilnya yang hilang selama bertahun-tahun lamanya kini dia bisa bertemu dan melihatnya sudah tumbuh remaja. Leo langsung memeluk Kirana.


"Maaf Om siapa ya?"tanya Kirana.


"Saya ini Papamu Kirana"ucap Leo.


"Papa?"ucap Kirana.


Leo melepas pelukannya dan menjelaskan pada Kirana cerita yang sebenarnya.


"Kirana 17 tahun lalu Papa dan Mama kehilanganmu, kau dibawa pergi oleh Mirna hingga Papa dan Mama belum bisa menemukanmu, kami sudah berusaha mencarimu tapi tak kunjung menemukanmu, akhirnya setelah sekian lama Papa bisa bertemu denganmu nak"ucap Leo.


"Ayah, Ibu, apa ini benar?"tanya Kirana pada Ibu Meta dan Pak Irwan.


"Iya nak, kau bukan anak kami, dulu kami merawatmu dari bayi karena kami tidak memiliki anak dan kasihan padamu, saat itu Mirna orang yang menculikmu hendak menyakitimu, kami menyelamatkanmu dari Mirna"ucap Ibu Meta.


"Maafkan kami belum memberitahumu tentang semua ini, kami begitu menyayangimu hingga takut kehilanganmu jadi kami menyembunyikan kebenaran ini, saat kami tahu orangtuamu mencarimu, kami berpikir untuk segera mengembalikanmu"ucap Pak Irwan.


"Jadi Anda, Papa saya?"ucap Kirana.

__ADS_1


"Iya sayang"ucap Leo.


"Papa....."ucap Kirana memeluk Leo.


Leo memeluk Kirana dengan erat, rasa rindunya begitu besar pada putrinya itu.


Setelah itu Leo bicara empat mata dengan Pak Irwan, sementara Ibu Meta membereskan baju Kirana.


"Ibu, terimakasih sudah membesarkan Kirana selama ini"ucap Kirana.


"Apa ruginya memeliharamu anak bodoh, dari kecil kau itu sudah jadi sapi perah kami, kau saja yang bodoh"batin Ibu Meta.


"Iya nak, ayah dan ibu sangat menyayangimu, kami hik....hik......akan kehilanganmu"ucap Ibu Meta.


"Ibu ikutlah dengan Kirana tinggal dirumah orangtua Kirana, disini tidak nyaman untuk ditinggali ayah dan ibu"ucap Kirana.


"Tapi apa orangtuamu akan setuju, Ibu dan ayahkan bukan keluarga mereka"ucap Ibu Meta.


"Nanti biar aku bilang sama Papa"ucap Kirana.


"Makasih nak, ibu pikir kau akan meninggalkan ibu dan ayah sendirian ditempat ini"ucap Ibu Meta.


Kirana langsung memeluk Ibu Meta.


"Kirana tidak mungkin meninggalkan ayah dan ibu ditempat kumuh ini"ucap Kirana.


"Bagus, anak bodoh ini memang selalu bodoh, rencanaku akan berjalan lancar"batin Ibu Meta.


Leo duduk diruang depan kontrakkan itu sambil berbicara dengan Pak Irwan.


"Pak Irwan saya sangat berterimakasih karena kalian sudah merawat dan menyayangi Kirana, mungkin kalau tidak ada kalian entah seperti apa nasib anak saya"ucap Leo.


"Saya merawat Kirana karena kami memang sayang padanya, kami sudah menganggapnya seperti putri kami sendiri, jadi kami senang bisa bersama Kirana selama ini"ucap Pak Irwan.


"Papa"ucap Kirana menghampiri Leo.


"Iya nak"ucap Leo.


"Pa, boleh tidak ayah dan ibu tinggal bersama kita?"tanya Kirana.


"Iya boleh"ucap Leo.


"Terimakasih Pa"ucap Kirana.


"Apa tidak masalah kami tinggal dirumah Bos, kami ini hanya orang miskin"ucap Pak Irwan.


"Tidak apa-apa, lagi pula kalian adalah orangtua Kirana juga"ucap Leo.


"Terimakasih Bos, kami pikir kami akan terpisah dari Kirana, entah apa rasanya jauh dari Kirana hik...hik...."ucap Ibu Meta.


"Benar kata istri saya, terimakasih Bos"ucap Pak Irwan.

__ADS_1


"Sama-sama"ucap Leo.


Leo akhirnya membawa Kirana, Pak Irwan dan Ibu Meta ke rumah besarnya.


__ADS_2