
Rehan mengajak Cinta ke sebuah acara ulang tahun temannya. Cinta berdiri didepan mobil Rehan sambil melihat rumah besar didepannya. Dia tidak tahu apa yang akan dilakukan Rehan padanya. Cinta coba bertanya pada lelaki yang disebutnya Tuan yang sombong itu.
"Tuan yang sombong kita mau apa ke tempat ini, lebih baik aku pulang ya, aku mau beli setrika, ku mohon lepaskan aku, kita damai saja toh mobilmu hanya lecet sajakan"ucap Cinta.
"Kau harus membayar ganti rugi karena biaya perbaikannya cukup mahal, jadi sebagai gantinya temani aku ke acara ulang tahun temanku"ucap Rehan.
"Apa?....tapi aku inikan tidak kenal temanmu Tuan yang sombong, untuk apa aku harus ikut juga?"tanya Cinta.
"Gak peduli, bayar ganti rugi sebesar 5 juta atau ikut bersamaku ke dalam"ucap Rehan.
"5 juta? kau tak salah, aku mana punya uang sebanyak itu"ucap Cinta.
"Yasudah, pilihanmu hanya ikut bersamaku masuk ke dalam, suka tidak suka oke"ucap Rehan.
"Kenapa kau seperti hakim menentukan keputusan tanpa bisa ditawar"ucap Cinta.
"Gadis kecil kau sekarang tidak punya pilihan lagi, jadi jangan banyak omong, atau mau ku cium lagi mumpung bibirmu masih merah merona"ucap Rehan.
"Ampun.....jangan lakukan itu lagi"ucap Cinta.
Rehan langsung menarik lengan Cinta masuk ke dalam rumah besar itu. Didalam ruangan tengah yang luas, acara itu diselenggarakan. Teman-teman Rehan sudah banyak yang datang diacara itu. Rehan membawa Cinta menemui temannya yang ulang tahun.
"Zeya selamat ulang tahun ya"ucap Rehan pada temannya sambil cipika cipiki dengan Zeya.
"Rehan, aku pikir kau tidak akan datang, secara Pak CEO ini super sibuk"ucap Zeya.
"Oya Zeya kenalkan ini pacarku"ucap Rehan.
"Apa?"ucap Cinta.
"Aku buk......."ucap Cinta langsung ditutup mulutnya oleh Rehan dengan tangan kanannya.
Cinta langsung mengigit tangan Rehan.
"Aw.............."ucap Rehan kesakitan digigit tangannya oleh Cinta.
"Kenapa Rehan?"tanya Zeya.
"Gak papa, lagi bercanda, iyakan sayang"ucap Rehan pada Cinta.
"He....he...iya"ucap Cinta.
"Rasain siapa suruh ngaku-ngaku pacarku, nikmati gigitanku, sakit-sakit deh"batin Cinta.
"Cantik banget pacarmu Rehan, daun muda ya"ucap Zeya.
"Iya dong, secara Rehan masa iya gak bisa dapatin cewek cantik daun muda lagi"ucap Rehan.
Cinta langsung menginjak kaki kanan Rehan.
"Aw.............."ucap Rehan kesakitan saat Cinta menginjak kakinya.
"Ampun deh gadis kecil ini sengaja menginjak kakiku"batin Rehan.
"Syukurin, makanya punya mulut dijaga dong"batin Cinta.
Rehan menatap wajah Cinta tapi Cinta hanya tersenyum licik padanya.
"Kalau gitu aku kesana dulu ya Zeya, kamu pasti juga sibuk menerima tamu"ucap Rehan.
"Iya Rehan"ucap Zeya.
Rehan langsung menarik lengan Cinta dan mengajaknya ke ruangan yang sepi. Dia menyudutkan Cinta ke dinding. Kedua tangannya diletakkan didinding samping kanan dan kiri tubuh Cinta.
"Gadis kecil kalau kau tidak menurut dan patuh padaku, aku akan menciummu berkali-kali sampai aku puas"ucap Rehan.
"Hei, kau sendiri yang seenaknya bilang aku pacarmu, dan sekarang seolah aku ini babumu yang harus menuruti semua kemauanmu"ucap Cinta.
"Bibirmu itu terlihat manis saat kau bicara sayang, aku jadi ingin menciumnya lagi"ucap Rehan.
Rehan kembali mendekatkan wajahnya ke wajah Cinta, saat mendekat Cinta langsung menurunkan tubuhnya dan keluar melewati celah samping kaki Rehan. Dia langsung berdiri dan berlari menjauhi Rehan.
__ADS_1
"Gak kena, siapa juga yang mau kau cium lagi, dah Tuan yang sombong.........."ucap Cinta berlari keluar dari ruangan itu.
"Sialan, dia gesit juga, lihat saja aku akan memakanmu sampai habis gadis kecil"ucap Rehan.
Cinta mencari tempat untuk sholat, dia pergi ke mushola di rumah besar itu. Saat dia berjalan menuju mushola, Cinta mendengar dua gadis sedang bingung.
"Aku sholat gak ya?"tanya Cika.
"Iya ya, nanti kalau wudhu kena air riasan kita luntur padahalkan mahal bayar ke salonnya tar ajalah sholatnya habis acara selesai"tanya Bita.
"Belum lagi dress kita jadi lecek, tatanan rambut kita acak-acakan susah balikin kaya semula kalau kita mesti sholat dulu"ucap Cika.
"Udah ah, sholatnya tar aja kalau mau pulang" ucap Bita.
"Tapi kalau nunggu acara selesai gak ke malaman?"tanya Cika.
"Telat sholat sekali aja mah gak papa kali, dari pada make up luntur, penampilan acak-acakan"ucap Bita.
"Tapi sholat itu kewajiban, kita tak pernah tahu kapan waktu akan berakhir, bagaimana kalau kita dipanggil duluan sebelum melaksanakan sholat yang tertunda"ucap Cinta yang datang menghampiri kedua gadis itu.
Kedua gadis itu melihat Cinta yang menghampirinya.
"Tapi make up kami akan luntur"ucap Cika.
"Bukannya kakak bisa berhias kembali, air wudhu itukan bagus untuk wajah, lagi pula kecantikan itu bukan hanya dari tampilan wajah ataupun penampilankan, inner beauty yang terpancar juga membuat kita terlihat cantik"ucap Cinta.
"Benar juga ya, aku pernah mendengar kalau air wudhu itu bagus untuk wajah dan kesehatan" ucap Cika.
"Siapa tahu setelah wudhu malah tambah cantik karena orang yang rajin sholat itu wajahnya bercahaya dan sejuk dipandang"ucap Cinta.
"Benar juga, kalau gitu kita sholat yuk"ucap Bita.
Akhirnya mereka berdua sholat bersama Cinta di mushola itu.
Setelah sholat, Cinta berjalan mencari jalan keluar, tiba-tiba dua lelaki menarik lengannya dan membawanya masuk ke sebuah ruangan.
Bluuuuuug.....................
Cinta dilempar ke lantai oleh lelaki yang menariknya tadi.
Cinta melihat bukan hanya dua lelaki saja diruangan itu tapi ada lima orang lelaki. Dia tidak tahu kenapa mereka membawa Cinta masuk ke ruangan itu.
"Cantiknya, siapa gadis ini?"tanya Remon.
"Gak tau, perasaan bukan teman seangkatan kita" ucap Tedi.
"Masih remaja, kinyis-kinyis"ucap Tomi.
"Boleh buat mainan kita sekarang nih"ucap Bily.
"Aku bawa obatnya biar dia nurut"ucap Niko.
"Kalian siapa? aku mau keluar"ucap Cinta berdiri lalu berjalan menuju pintu tapi ditahan Remon dan Tomi.
"Cantik malam ini kau harus bersenang-senang dengan kita"ucap Remon.
"Tidak, aku mau pulang"ucap Cinta.
Cinta berusaha keluar tapi malah ditarik dan dilempar ke ranjang diruangan itu. Kelima lelaki itu mengerumuninya.
"Kalian mau apa, jangan mendekat, aku akan berteriak"ucap Cinta.
"Berteriaklah cantik, biar semakin membuat kami senang"ucap Tedi.
"Tolong.....tolong......"ucap Cinta berteriak minta tolong.
Tangan dan kaki Cinta dipegang dua lelaki itu. Sementara satu lelaki memberinya sebuah minuman yang sudah ditaburi obat mujarab.
Cinta berusaha menyemburkan air itu, tapi pipinya dicengkram dan diminumkan kembali minuman itu sampai Cinta menelannya.
"Dia sudah meminumnya, sebentar lagi dia akan memohon pada kita untuk bersenang-senang dengannya"ucap Bily.
__ADS_1
Cinta merasa tubuhnya terasa panas dan tidak enak. Dia ketakutan melihat kelima lelaki itu mengerumuninya.
"Obatnya sudah beraksi, gue duluan ya"ucap Tomi.
"Oke, yang lain bergilir"ucap Bily.
Baru Tomi mau mendekat ke tubuh Cinta, Rehan langsung menendang pintu ruangan itu.
Dug................
"Siapa yang berani mengganggu gadis kecilku" ucap Rehan.
"Bos"ucap Semua laki-laki itu.
Rehan langsung menghajar kelima anak buahnya saat SMA itu. Mereka semua babak belur dan tumbang dilantai.
"Ampun Bos"ucap Remon.
"Iya Bos"ucap Tedi.
"Kita gak tau kalau dia ceweknya Bos"ucap Bily.
"Jangan bunuh kita Bos"ucap Remon.
"Maafin kita Bos"ucap Niko.
Rehan tidak memperdulikan ucapan anak buahnya itu, tapi matanya tertuju pada Cinta yang sudah lemas berbaring diranjang itu.
"Cepat keluar! selagi aku belum murka"ucap Rehan pada anak buahnya itu.
Kelima anak buah Rehan keluar dari ruangan itu. Kemudian Rehan menghampiri Cinta yang sedang menangis.
"Hik....hik......aku takut"ucap Cinta.
"Gadis kecil aku ada disini, maafkan aku datang terlambat"ucap Rehan.
"Tubuhku rasanya tidak enak"ucap Cinta.
"Ayo ke rumah sakit"ucap Rehan.
Cinta mengangguk, Rehan melepas jas miliknya dan memakaikannya pada Cinta. Dia membawa Cinta keluar dari ruangan itu.
Didalam mobil Cinta sudah resah dan gelisah, tubuhnya terasa semakin aneh dan keinginannya tinggi. Dia melihat ke arah Rehan, seakan Rehan terlihat menggoda. Cinta terlihat menahan sampai mengigit tangannya sendiri.
"Cinta kau kenapa?"tanya Rehan.
"Sepertinya obatnya sudah membuat Cinta menggila, jangan-jangan kelima semprul itu memberi dosis tinggi"batin Rehan.
"Aku sangat tersiksa"ucap Cinta.
"Pak Jojon hentikan mobilnya dan keluarlah dari mobil"ucap Rehan pada supir pribadinya.
"Baik Presdir"ucap Pak Jojon.
Pak Jojon menghentikan mobilnya dan keluar dari mobil. Rehan menarik Cinta dan membaringkannya dikursi mobil itu. Dia melepas dasinya dan mendekati wajah Cinta yang sudah terlihat merah dan ekspresi wajahnya resah. Rehan mendekati wajah Cinta untuk melakukan hal romantis pada Cinta tapi Rehan seakan tersadar dan merasa itu salah.
"Tidak, aku tidak boleh memanfaatkan situasi, Cinta sedang sakit, aku harus menolongnya, aku tidak boleh mengambil kehormatannya dengan cara seperti ini"batin Rehan.
Rehan menarik kembali tubuh Cinta untuk duduk dan memeluknya, matanya melihat ke samping kaca mobilnya, ada rawa ditepi jalan. Dia langsung mengajak Cinta keluar dari mobil dan masuk ke dalam rawa itu untuk berendam. Rehan menemani Cinta berendam dirawa itu.
"Cinta, gimana rasanya?"tanya Rehan.
"Dingin"ucap Cinta.
"Apa sudah mendingan?"tanya Rehan.
"Sedikit mendingan"ucap Cinta.
"Maafkan aku ya, gara-gara aku, kau jadi seperti"ucap Rehan.
Cinta hanya mengangguk, wajahnya basah kuyup terkena air dirawa itu.
__ADS_1
"Kalau sudah lumayan enakkan, ayo ke rumah sakit"ucap Rehan.
"Iya, aku dah lumayang enakkan"ucap Cinta.