Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)

Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)
New Generation Part 36


__ADS_3

Leo pulang ke rumah besarnya. Dia masuk ke kamarnya dilantai atas. Saat masuk, Zara terlihat bersedih. Leo langsung menghampiri Zara dan menanyakan perihal kesedihannya.


"Mama kenapa?'tanya Leo.


"Itu Pa, Red Diamond yang Papa belikan untukku hilang, padahal aku sudah menyimpannya didalam lemari"ucap Zara.


"Mungkin Mama lupa menaruhnya"ucap Leo.


"Mama ingat benar, Mama menaruhnya dilemari" ucap Zara.


"Mama diam disini dulu ya"ucap Leo.


Leo memeriksa kamera tersembunyi dikamarnya.


Dari rekaman kamera itu, Leo tahu siapa pelakunya. Dia langsung mengumpulkan orang-orang yang berada dirumahnya diruang keluarga.


"Kalian tahu kenapa aku mengumpulkan kalian semuanya?"tanya Leo.


"Tidak Tuan"ucap Semuanya.


"Istriku Zara kehilangan Red Daimond miliknya, diantara kalian semua mungin ada yang mengetahui dimana red diamond itu, tolong mengaku dengan segera karena aku punya buktinya"ucap Leo.


"Maaf Tuan, saya mengaku.......mengaku kalau saya mau ke toilet dulu"ucap Mba Ida lalu pergj ke toilet.


"Ida....Ida kirain mengaku kalau kamu bersalah" ucap Bi Surti.


"Bos Leo saya rasa pelakunya adalah orang yang biasanya keluar masuk kamar Anda, kemarin saya tidak sengaja melihat Bi Surti menghitung uang yang banyak"ucap Bu Meta.


"Saya juga yakin Bi Surti sudah mengambil red diamond itu, karena hanya dia yang biasa masuk ke kamar Nyonya Zara"ucap Pak Irwan.


"Saya tidak mungkin melakukan hal sebodoh itu Tuan, Nyonya. Sudah puluhan tahun saya kerja disini mana mungkin saya mencuri red diamond hanya demi uang"ucap Bi Surti.


"Lebih baik Bos Leo menggeledah kamar Bi Surti, pasti red diamond itu ada dikamar Bi Surti"ucap Bu Meta.


"Iya Bos Leo, biar jelas kalau pelakunya ya Bi Surti"ucap Pak Irwan.


Leo menyuruh Pak Doyok dan Pak Aman memeriksa kamar Bi Surti, lalu mereka menemukan red diamond itu di tas milik Bi Surti. Setelah itu mereka membawa itu ke hadapan Leo.


"Tuan kami menemukan red diamondnya ada ditas milik Bi Surti"ucap Pak Doyok.


"Syukurin deh Bi Surti, kau harus jadi tumbal kami"batin Bu Meta.


"Untung aku bergerak cepat, kalau tidak bisa kacau"batin Pak Irwan.


Zara, Marwa, Kirana, Raka dan yang lainnya cemas memikirkan masalah itu. Mereka menunggu untuk mengetahui siapa pelaku yang sebenarnya.


"Tuan saya tidak pernah mencuri red diamond itu, ku mohon percayalah Tuan, saya juga gak paham red diamond seperti apa, untuk apa saya mencurinya"ucap Bi Surti.


"Tuan mana mungkin Bi Surti mencuri, saya tidak percaya, Bi Surti lebih senang nonton drama korea dari pada mencuri, gak romantis dan membosankan"ucap Mba Ida yang baru keluar dari toilet.


"Iya Tuan, didrama korea yang saya tonton biasanya mencuri itu hanya untuk peran antagonis, saya tidak mau jadi pemeran antagonis"ucap Bi Surti.


"Pencuri mana ada yang ngaku sih, penjara penuh kalau pencuri ngaku"ucap Bu Meta.

__ADS_1


"Ngaku aja jangan bikin Bos Leo marah"ucap Pak Irwan.


"Bi Surti kau boleh keluar dari sini........"ucap Leo.


"Betul Bos Leo, Bi Surti memang pantas diusir" ucap Bu Meta.


"Cepetan pergi jangan balik lagi"ucap Pak Irwan.


"Tuan hik....hik.....tolong percaya pada saya, saya tidak mencuri.....hik....hik....."ucap Bi Surti sambil menangis.


"Bi Surti jangan menangis.....nanti aku dan ayamku ikut bersedih hik....hik....."ucap Bi Ida menangisi Bi Surti.


"Bi Surti keluarlah dengan Bi Ida dari sini, Bi Surti dan Bi Ida bisa istirahat dikamar kembali, saya tahu Bi Surti tidak bersalah"ucap Leo.


"Makasih Tuan"ucap Bi Surti dan Mba Ida.


Bi Surti dan Mba Ida pergi dari ruangan itu. Lalu


Leo mulai bicara dengan Pak Irwan dan Ibu Meta.


"Pak Irwan dan Ibu Meta, kalian benar-benar tidak tahu malu, mencuri tapi menuduh orang lain dan dengan sengaja menjebak orang lain untuk menyelamatkan posisi kalian. Kalian tahu dikamar istri saya ada kamera tersembunyi yang baru saya pasang akhir-akhir ini, jadi kalian jelas-jelas terbukti bersalah masuk ke kamar istri saya dan mengambil red diamond milik istri saya"ucap Leo.


"Apa?"ucap Bu Meta dan Pak Irwan kaget.


Mereka berdua langsung berlutut didepan kaki Leo.


"Ampun Bos, kami khilaf, kami terlilit hutang untuk mencukupi biaya hidup Kirana yang begitu banyak selama ini"ucap Ibu Meta.


"Benar Bos"ucap Pak Irwan.


"Ampun Bos, kami tidak mungkin seperti itu pada Kirana"ucap Pak Irwan.


"Kami menyayangi Kirana"ucap Ibu Meta.


"Menyayangi? kalian bahkan memaksa Kirana syuting hingga larut malam dan hasil kerjanya masuk ke rekening kalian. Kirana bahkan tak tau seperti apa uang jirih payahnya bekerja siang malam. Kalian menghabiskannya untuk shopping, mabuk-mabuk dan berjudi"ucap Leo.


"Apa? ayah dan ibu?"ucap Kirana kaget dengan ucapan Leo.


"Ampun Bos.....ampuni kami....."ucap Ibu Meta dan Pak Irwan.


"Pak Doyok, Pak Aman bawa kedua orang ini keluar dari rumahku"ucap Leo.


"Baik Tuan"ucap Pak Doyok dan Pak Aman.


"Ampun Bos beri kami kesempatan untuk berubah"ucap Bu Meta.


"Iya Bos kami mau tobat"ucap Pak Irwan.


Leo hanya diam, Pak Doyok dan Pak Aman membawa mereka keluar dari ruangan itu.


Mereka dikeluarkan dari rumah Leo.


Bluuuug.......................

__ADS_1


Pak Irwan dan Bu Meta terjatuh dijalan depan pintu gerbang rumah Leo.


"Pergi kalian jangan balik lagi"ucap Pak Doyok.


"Penipu seperti kalian memang pantas dijalanan"ucap Pak Aman.


Pak Doyok dan Pak Aman langsung menutup pintu gerbang itu. Bu Meta dan Pak Irwan duduk dijalanan.


"Pak ini salahmu, aku sudah bilang gak usah nyuri segala"ucap Bu Meta.


"Kau juga setuju kemarin"ucap Pak Irwan.


"Kita mau tinggal dimana coba, mana uangku habis untuk shopping terus"ucap Bu Meta.


"Apalagi aku, semua habis dimeja judi"ucap Pak Irwan.


"Hasil penjualan rumah dan mobil kita mana?"tanya Bu Meta.


"Kita sudah membaginya berduakan minggu lalu, ya dah habis"ucap Pak Irwan.


"Kau sih judi terus Pak"ucap Bu Meta.


"Kau juga shopping dan belanjaain temen-temenmu"ucap Pak Irwan.


"Kita harus gimana sekarang?"tanya Bu Meta.


"Merengek sama Kirana lagi"ucap Pak Irwan.


"Iya kau betul, nanti kita temui Kirana, anak bodoh itu pasti tak tega"ucap Bu Meta.


"Sekarang kita nyari dulu tempat tinggal"ucap Pak Irwan.


"Oke"ucap Bu Meta.


Sementara itu Kirana menemui Leo yang sedang duduk disofa ruang keluarga itu.


"Pa, bolehkah aku bicara sama Papa?"tanya Kirana.


"Boleh, duduklah"ucap Leo.


Kirana duduk disofa ruang keluarga itu.


"Pa, ayah dan ibu mungkin bersalah tapi mereka sudah membesarkan dan merawat Kirana dari kecil"ucap Kirana.


"Kau benar, mereka menang sudah membesarkan dan merawatmu tapi mereka juga memanfaatkanmu untuk kepentingan mereka" ucap Leo.


"Aku tahu itu, tapi mereka akan tinggal dimana sekarang?"tanya Kirana.


"Biar mereka mendapatkan sedikit pelajaran hidup dijalanan mungkin dengan itu akan merubah mereka jadi lebih baik nantinya"ucap Leo.


"..........."Kirana terdiam.


"Kirana tidak usah khawatir, mereka akan baik-baik saja"ucap Leo.

__ADS_1


"Iya Pa"ucap Kirana.


Kirana berjalan meninggalkan Leo menuju ke lantai atas. Dia kasihan pada Bu Meta dan Pak Irwan.


__ADS_2