Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)

Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)
Zara Hampir Celaka


__ADS_3

Masih Flash Back


King, Niken, Gerald, dan Nafiza berada dikamar pelayan membicarakan rencana yang telah disiapkan. Gerald dan Nafiza akan mengalihkan anak buah Devan didepan pintu kamar Zara, sementara King dan Niken masuk ke kamar yang ditempati Zara. Gerald berdandan jadi pelayan wanita seperti King. Ternyata Gerald lebih cantik dari King saat jadi pelayan wanita.


"Bro loh lebih natural jadi cewek cabe-cabean dari pada gue"ucap King.


"Iya bener beb, kau cantik"ucap Nafiza.


"Udah pakaiin Gerald bra, tapi adanya ukuran yang size S"ucap Niken.


"Yah punya Lo kecil Gerald lihat dong punya gue gede menantang padahal isinya gue sumpelin jeruk, soalnya kapas ma tissu kurang hot"ucap King.


"Awas makainya yang bener jangan sampai jatuh ke lantai kaya anak mami"ucap Niken.


"Gampang"ucap Gerald.


Gerald memakai sendiri bra yang diberikan Nafiza.


"Gerald loh makai bra kok dipunggung emangnya Lo hantu kepala muter ya"ucap King.


"Emang salah ya, mestinya dipakai dimana?" tanya Gerald.


"Itu dipakai dimata buat kaca mata"ucap King meledek.


"Anak mami bukannya bantuin sohidnya malah ngeledek"ucap Niken.


"Oke, kasih gue kisi-kisi cara makai bra nya takut salah lagi"ucap Gerald.


"Udah beb, sini aku bantuin cara makainya"ucap Nafiza.


Nafiza mengajari Gerald cara memakai bra, setelah selesai barulah memakai legging.


"Legging Gerald kok gak bolong kaya punyaku" ucap King.


"Itu tandanya amal ibadah gue lebih banyak dari Lo"ucap Gerald.


"Gara-gara legging gue bolong, tadi pas didapur kemasukan kecoak, geli deh"ucap King.


"Ha....ha....anak mami kecoaknya mau mastiin Lo cewek apa cowok kali"ucap Niken.


"Tapi ada sisi baiknya, gue kencing jadi gampang. Tahu sendiri pakai baju cewek ribet banget. Bolong yang satu ini membawa berkah"ucap King.


"Ada-ada aja Lo King"ucap Nafiza.


"Eh anak buah Devan yang kita racunin dijamunya ngeh gak ma kamu Niken?"tanya Nafiza.


"Gak dong, lihat nih pipi gue kasih tahi lalat buatan dan pakai kaca mata"ucap Niken.


"Gue juga makai gigi palsu biar kelihatan sedikit tongos jadi gak mirip gue sebelumnya"ucap Nafiza.


"Kalian memang cewek-cewek pinter deh"ucap Gerald.


"Siapa dulu, pacar kita ini memang top"ucap King.


Setelah itu mereka berbagi tugas, Gerald dan Nafiza mengalihkan anak buah Devan yang berada didepan kamar yang ditempati Zara. Sementara itu, King dan Niken masuk ke kamar yang ditempati Zara.


"Zara"ucap Niken.


Zara sempat bengong melihat penampilan Niken.


"Ini gue Niken"ucap Niken.


"Oo...kirain siapa?"ucap Zara.


"Zara kita akan membebaskanmu dari kamar ini" ucap King.


"Tapi gimana? diluar anak buah Devan terus berjaga-jaga"Zara.


"Tenang kita punya rencana, oke"ucap Niken.


"Oke"ucap Zara.


Zara ikut memakai baju pelayan yang dipakai King tadi, lalu memakai wig, dan berdandan agar tidak menyerupai wajah sebelumnya. Lalu Niken dan Zara keluar dari kamar itu.


Ketika Niken dan Zara keluar dari kamar itu, Gerald dan Nafiza menyudahi obrolannya bersama anak buah Devan yang ada didepan kamar yang ditempati Zara. Mereka turun ke lantai bawah menyusul Niken dan Zara.


************


Devan berdandan rapi agar Zara tertarik padanya. Dia senang sekali malam ini bisa bersama Zara. Bayangan malam yang indah terlintas dipikiran kotornya. Dia sudah tak sabar ingin segera menemui Zara. Kakinya melangkah menuju kamar yang ditempati Zara, anak buahnya memberinya sapaan.


"Malam Bos"ucap Yoyok.


"Malam"ucap Devan.


"Selamat menikmati malam indah Bos"ucap Heru.


"Semoga sukses Bos"ucap Jupri.


Devan tak menghiraukan lagi ucapan selamat dari anak buahnya, dia buru-buru masuk ke kamar yang ditempati Zara lalu mengunci kamar itu agar Zara tidak kabur.


Devan menghampiri Zara yang sedang tidur memakai baju tidur yang seksi. Zara tidur membelakangi arah pintu masuk. Devan naik ke ranjang lalu mendekati Zara yang tidur membelakanginya sambil memakai selimut setengah badan.


"Sayang aku seneng kamu diem manis gak memberontak gini"ucap Devan.


"Iya sayang"ucap King.


"Kalau kau jadi milikku, semuanya akan ku berikan untukmu"ucap Devan.


"Aku mau hati dan cintamu sayang selebihnya itu gak penting"ucap King.


"Manis sekali kata-katamu sayang, kau sudah sadar ya kalau aku ini lelaki yang hebat dan bisa membahagiakanmu"ucap Devan.


"Iya dong sayang, kau memang pangeran berkuda putih ku yang datang disaat yang tepat" ucap King.


"Sayang ayo kita itu, aku udah gak sabar nih"ucap Devan.


"Ayo, cus"ucap King berbalik.


"Kamu siapa? ini mah Zara KW, beraninya kau masuk ke kamar ini"ucap Devan.


King langsung menangkap Devan dan membaringkannya. Sementara King berada di atas Devan sambil mendudukinya.


"Sayang ayo kita mulai cus"ucap King.


"Gak mau, kau bukan Zara"ucap Devan.

__ADS_1


"Aku memang bukan Zara tapi bisa lebih hot sampai pagi buta"ucap King.


"Ogah, gak enak. Itu dadamu isinya jeruk, palsu. Kamu hidup didua alam ya"ucap Devan.


"Tenang sayang jangan melawan, nih makan jeruknya"ucap King memasukkan jeruk itu ke mulut Devan.


King mengikat kedua tangan Devan dan kedua kakinya.


"Udah selesai, tinggal apa ya?"ucap King.


"Oh....ini ketinggalan"ucap King.


Dug......dug........


King menonjok kedua pipi Devan dengan kepalan tangannya.


"Aw.....aw........"ucap Devan kesakitan.


"Itu hukuman buat pebinor kaya Lo"ucap King.


Setelah puas menonjok Devan King keluar dari kamar itu dengan menggunakan baju milik Devan dan memakai topi. Anak buah Devan yang didepan kamar itu kembali menyapa.


"Bos kok cepet banget, udahan"ucap Yoyok.


"Hem....."ucap King.


Tanpa basa basi King meninggalkan mereka begitu saja. Anak buah Devan sedikit curiga karena Bos nya cepat sekali keluar dari kamar Zara. Heru penasaran dan mengecek ke kamar yang ditempati Zara. Dia melihat Bos nya diikat dan tidak memakai pakaian.


"Bos kenapa jadi begini?"tanya Heru.


"Jangan banyak bacot, cepetan lepasin iketannya" ucap Devan.


"Oke Bos"ucap Heru.


Heru melepas ikatan Devan, setelah terlepas dari ikatan itu, Devan menyuruh anak buahnya menangkap Zara beserta teman-temannya.


***********


Gerald, Niken, Zara, King dan Nafiza menuju ke pintu belakang untuk keluar dari tempat itu. Mereka keluar dari rumah besar itu menuju ke halaman rumah itu, anak buah Devan sudah mengepung mereka. Gerald dan King menghadapi anak buah Devan sementara Niken, Nafiza, dan Zara pergi ke dalam rumah mencari jalan lain.


"Ayo King kita hadapi semuanya"ucap Gerald.


"Yah Gerald gue gak yakin menang, Lo tahu sendiri gue gak begitu jago bela diri"ucap King.


"Udah, tinggal pukul dan tendang aja apa susahnya, paling benjol sana sini biasa kalau buat cowok kaya kita, ya kemungkinan terburuk menjabat jadi almarhum"ucap Gerald.


"Alamak almarhum, gak bisa apa kita musyawarahkan secara mufakat aja"ucap King.


"Hei kalian banyak bacot"ucap Heru.


"Udah hajar mereka"ucap Yoyok.


Mereka pun bertarung satu sama lain, untung Leo cepat datang dan bergabung bersama Gerald dan King melawan anak buah Devan yang berjumlah delapan orang.


"Leo untung Lo cepet dateng, kepala gue aman deh gak jadi benjol"ucap King.


"Gerald Lo lawan tiga orang, gue lawan tiga orang dan Lo King lawan dua orang"ucap Leo.


"Oke"ucap Gerald dan King.


"Bang udah gak usah pukul-pukulan deh, mending kita ngerumpi dimari, atau main kartu gue jago Lo" ucap King.


"Tar kalau Bos ngeliat bisa dipecat"ucap Amat.


"Bener, kerja apa lagi kita kalau gak kerja disini" ucap Cecep.


"Tar kalau Bos Lo ngeliat kita pura-pura bertarung aja, terus abang-abang pingsan beres deh urusannya, gue bayar deh untuk akting totalitas itu"ucap King.


"Boleh juga kebetulan jarang dapat job dadakan kaya gini"ucap Amat.


"Nih gue bayar 3 juta buat satu orang"ucap King sambil mengeluarkan uang didompetnya dan memberikan pada Amat dan Cecep.


Mereka senang mendapat uang 3 juta dari King.


"Gimana, semuanya bisa diaturkan"ucap King.


"Kalau kaya gini, sering-sering aja lumayan buat mudik ke kampung"ucap Amat.


"Utang gue sama Mpok Odah bisa lunas nih, malu udah ditagih selama tiga kali puasa tiga kali lebaran"ucap Cepet.


"Tenang nanti kalau ada job lagi gue telpon kalian"ucap King.


King akhirnya ngerumpi bersama duo anak buah pengkhianat mata duitan itu. Sementara Leo dan Gerald berhasil menghajar keenam anak buah Devan sampai KO. Leo lari duluan ke dalam rumah mencari Zara. Dia bertemu Niken dan Nafiza yang diikat anak buah Devan. Leo langsung melawan anak buah yang ada disitu. Gerald dan King menyusul Leo ke dalam. Mereka membantu Leo melawan anak buah Devan.


"Leo Lo cari Zara, biarin gue dan King yang ngelawan mereka"ucap Gerald.


"Makasih Gerald"ucap Leo.


Leo berlari menuju tangga ke lantai atas, diruangan atas sudah ada beberapa anak buah Devan. Leo melawan semua anak buah Devan yang ada diruangan itu. Setelah beberapa saat semua anak buah Devan tumbang, Leo menanyakan Zara pada salah satu anak buah Devan.


"Dimana Zara istriku, katakan cepat!"ucap Leo sambil menarik baju salah satu anak buah Devan dan mengepalkan tangannya bersiap memukulnya.


"Ampun, Bos membawa Zara masuk ke kamarnya" ucap Mamat.


Leo melepas baju Mamat, tanpa basa basi dia langsung menuju ke kamar Devan. Dari luar kamar terdengar suara Zara berteriak. Leo langsung menendang pintu kamar itu sampai terbuka karena marah. Dia melihat Zara yang sudah berada ditepi balkon kamar itu, hendak menjatuhkan diri jika Devan berani menyentuhnya.


"Lepaskan istriku"ucap Leo.


"Lepaskan?.....semakin sulit didapat semakin seru, membuatku merasa senang ada mainan yang menantang untuk dimainkan"ucap Devan.


Leo melihat ke arah Zara, baju yang dipakai Zara sobek bagian lengannya. Leo semakin marah pada Devan, dia menghampiri Devan dan memukulnya.


Dug..........


Pukulan itu jatuh dipipi Devan hingga bibirnya berdarah.


Devan akhirnya membalas pukulan Leo. Mereka bertarung satu sama lain, saling memukul dan menendang. Saat Devan tersungkur ke lantai sudah babak belur dihajar Leo.


Devan melihat ke arah Zara dibalkon kamar itu, kemudian dia berlari dan mendorong Zara.


"Leo........"ucap Zara.


"Zara......."ucap Leo.


Leo langsung berlari secepatnya menuju ke balkon itu. Dia melihat Zara belum terjatuh, tangannya masih berpegangan pada pagar balkon itu. Leo berusaha memegang tangan Zara.

__ADS_1


"Zara aku akan menarikmu ke atas"ucap Leo.


Zara hanya mengangguk, dia sangat ketakutan akan jatuh dari lantai dua itu.


"Ha...ha....senangnya bisa menyaksikan drama romantis seperti ini secara langsung"ucap Devan yang berdiri didekat Leo.


Leo tak menghiraukan ucapan Devan, dia tetap berusaha memegang tangan Zara dan berusaha menariknya.


"Aku akan menambah dramatis drama romantis ini, biar lebih seru lagi"ucap Devan.


Devan mengambil cambuk dan mencambuk punggung Leo.


Ceter......ceter.......ceter...........


Bunyi cambuk itu dicambukkan dipunggung Leo.


"A......a....a........a........"ucap Leo menahan sakit.


Meskipun Leo kesakitan, dia tetap memegang tangan Zara sekuat tenaga.


"Leo.....hik....hik....."ucap Zara sambil menangis.


"Lepaskan aku Leo hik.....hik....."ucap Zara yang sudah tak tega melihat Leo terus dicambuk Devan.


"Tidak Zara, aku akan tetap memegang tanganmu dan menyelamatkanmu"ucap Leo sambil menahan sakit.


"Ha...ha.....ini menyenangkan, ada kepuasan tersendiri"ucap Devan.


Saat Devan terus mencambuk Leo, dari belakang Devan ditendang oleh Gerald hingga terjatuh ke lantai.


Dug............


"Aw............."ucap Devan kesakitan.


Gerald menghajar Devan yang sudah terjatuh ke lantai, sementara King membantu Leo menarik Zara ke atas balkon. Dengan usaha keduanya, Zara akhirnya bisa naik kembali ke balkon. Zara langsung memeluk Leo.


"Leo....."ucap Zara.


"Zara......"ucap Leo.


Leo menciumi pundak Zara, dia begitu takut kehilangan Zara karena peristiwa tadi dan Zara mengelus punggung Leo yang terluka karena cambukan.


"Apa sakit Leo?"tanya Zara.


"Tidak, lebih sakit jika Leo kehilangan Zara"ucap Leo.


"Bro udah belum nih romantisannya, nih Devan CS kita apain?"tanya King.


Leo dan Zara melepas pelukan mereka dan menghampiri Devan.


"Leo kita laporin ke polisi aja nih orang"ucap Gerald.


"Oke gue setuju, dia memang harus dilaporkan polisi"ucap Leo.


"Lapor polisi, silahkan. Aku akan menuntut hutang Erica yang sudah menumpuk"ucap Devan.


"Hutang?"ucap Leo bingung.


"Kau tidak tahu, istrimu dijadikan pelunas hutang oleh Erica"ucap Devan.


"Apa?....Kak Erica menjadikan Zara pelunas hutang"ucap Leo.


"Ha....ha.....adiknya sendiri tidak tahu kelakuan busuk kakaknya"ucap Devan.


King dan Gerald berdiri dibelakang Leo mendengarkan percakapan itu. Leo kaget mendengar penjelasan Devan. Dia tak menyangka kakaknya tega menjadikan Zara sebagai pelunas hutang.


"Aku akan melepaskan kalian semua asal bayar hutang Erica"ucap Devan.


"Berapa hutang Kak Erica?"tanya Leo.


"Kau yakin?...hutangnya 1 Milyar"ucap Devan.


"Apa?.....1 Milyar"ucap Leo kaget.


Leo tak menyangka kakaknya berhutang sampai 1 Milyar.


"Kenapa?....kau tak bisa membayarnya?"tanya Devan.


"Aku akan membayarnya besok, asalkan kau jangan berani mengganggu hidupku dan istriku lagi"ucap Leo.


"Oke, sepakat"ucap Devan.


Leo akhirnya sepakat akan membayar hutang Erica. Dia, Zara dan semua sahabatnya keluar dari rumah besar Devan. Ditepi jalan depan rumah besar Devan mereka berkumpul untuk berbincang sebentar.


"Gerald, King, Niken dan Nafiza terimakasih atas pertolongan kalian untuk menyelamatkan Zara" ucap Leo.


"Sama-sama"ucap Mereka berempat.


"Leo kita pamit pulang dulu"ucap Gerald.


"Iya kita pulang dulu ya Leo,Zara"ucap Niken.


"Hati-hati dijalan"ucap Zara.


"Oke"ucap Mereka berempat.


King, Niken, Gerald dan Nafiza meninggalkan tempat itu, mereka pulang ke rumahnya.


Tinggal Leo dan Zara masih ditepi jalan itu, mereka berdua tersenyum bisa melewati masalah yang sulit itu.


Zara memeriksa luka Leo ditangan, kaki dan punggungnya.


"Leo pasti sakit, nanti sampai rumah Zara obati ya"ucap Zara sambil memegang tangan Leo.


Tanpa berkata apapun Leo langsung mencium bibir Zara, mereka berciuman cukup lama ditepi jalan itu.


"Zara sayang ayo kita lanjutkan dirumah"ucap Leo setelah melepas ciumannya pada Zara.


"Leo kangen ya"ucap Zara menggoda.


"Udah empat hari gak bermesraan ma Zara, tidur sama guling, kangen banget"ucap Leo.


"Nanti Zara kasih sesuatu yang spesial deh"ucap Zara.


"Beneran?.....Leo jadi gak sabar, pengen cepetan sampai dirumah"ucap Leo.

__ADS_1


Leo memegang tangan Zara berjalan dijalan itu sambil menikmati indahnya malam yang penuh bintang dan bulan.


__ADS_2