Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)

Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)
New Generation Part 131


__ADS_3

Leo, Zara, Aksa dan Marwa pergi ke luar negeri. Mereka jalan-jalan sekalian naik haji. Cinta hanya tinggal berdua dengan Azkia selama mereka semua pergi. Black Hunter kembali ke Pulau Hitam untuk menertibkan pulau itu. Sementara Raka pergi keluar kota. Azkia menghampiri Cinta yang sedang memasak didapur.


"Kakak ipar kau sedang apa?"tanya Azkia.


"Aku sedang memasak untuk dibagikan ke anak-anak jalanan"ucap Cinta.


"Boleh aku bantu?"tanya Azkia.


"Boleh, silahkan"ucap Cinta.


Azkia membantu Cinta memasak.


"Azkia kau masak apa?"tanya Cinta.


"Aku masak sushi Kak"ucap Azkia.


"Wah pasti enak ya"ucap Cinta.


"Ini sushi khas buatanku"ucap Azkia.


"Boleh aku mencobanya?"tanya Cinta.


"Boleh"ucap Azkia.


Cinta mencoba sushi buatan Azkia.


"Enak, ngenyangin lagi"ucap Cinta.


"Makan lagi Kak"ucap Azkia.


"Oke"ucap Cinta.


Saat mereka asyik memasak didapur terdengar suara gaduh diruangan depan. Cinta dan Azkia pergi ke ruangan depan. Ternyata rumah mereka sudah dikepung sekelompok orang berbaju hitam mengenakan penutup kepala. Semua pembantu, satpam dan tukang kebun sudah diikat.


"Kalian lagi"ucap Azkia.


"Kami kesini untuk mengambil wanita itu"ucap Salah satu dari lelaki bertopeng itu.


"Aku tidak akan membiarkanmu mengambil Cinta"ucap Azkia.


"Azkia mereka bahaya dan begitu banyak"ucap Cinta.


"Tenang Cinta aku akan melindungimu"ucap Azkia.


"Serang"ucap Salah satu lelaki bertopeng itu.


Semua orang yang mengenakan penutup kepala melawan Azkia secara bersamaan padahal jumlah mereka banyak. Disaat Azkia sibuk melawan lelaki memakai penutup kepala. Cinta ditangkap salah satu dari mereka. Azkia berusaha menghampiri Cinta tapi dia dihadang.


"Kakak ipar......"ucap Azkia.


Ada seseorang memukul Azkia dari belakang hingga mengenai lehernya. Azkia merasa kesadarannya mulai berkurang dan berkurang.


"Jangan......"ucap Azkia melihat Cinta ditangkap orang-orang itu.


Azkia merasa penglihatannya kabur hingga dia terjatuh dilantai dan pingsan.

__ADS_1


"Azkia.......Azkia........"ucap Cinta berteriak memanggilnya.


Cinta dibawa masuk ke dalam mobil lalu mereka semua membawa Cinta pergi dari tempat itu.


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


Karena perasaannya tidak enak, setelah urusan bisnisnya selesai Raka memutuskan pulang. Dia naik pesawat lalu segera mengendarai mobilnya pulang ke rumah besar Leo. Sampai disana sepi. Raka berjalan ke dalam rumah ternyata semua orang dirumah itu diikat dan diplaster mulutnya. Sementara itu Azkia pingsan dilantai. Raka membebaskan pembantu rumah tangga, tukang kebun dan satpam yang diikat. Lalu dia membawa Azkia naik ke kamarnya. Raka membaringkan Azkia, dia duduk diranjang disamping Azkia. Tak lama Azkia mulai sadar.


"Kakak ipar............."ucap Azkia berteriak.


"Huh .....huh......huh......"Nafas Azkia tersengal-sengal.


Azkia melihat keseluruh ruangan. Dia mengingat semua kejadian sebelumnya dengan sadar. Raka menghampiri Azkia lalu bertanya padanya.


"Sayang apa yang sudah terjadi?"tanya Raka.


"Kakak ipar dibawa sekelompok orang mengenakan penutup kepala dan aku gagal melindungimya hik.....hik....."ucap Azkia penuh sesal.


Raka menghampiri istrinya dan memberinya semangat.


"Sabar sayang, kita akan sama-sama menemukan Cinta"ucap Raka.


"Seharusnya aku bisa melindungi Cinta tapi aku malah pingsan dan membiarkan mereka membawa Cinta"ucap Azkia.


"Sayang, itu namanya takdir, kau sudah berusaha tapi tetap Allahlah yang menentukan"ucap Raka.


"Sayang ayo kita cari kakak ipar"ucap Azkia.


"Iya sayang, pertama-tama kita butuh bala bantuan dan juga kita harus menelpon suaminya Cinta"ucap Raka.


Raka langsung menelpon Black Hunter.


"Assalamu'alaikum"ucap Raka.


"Wa'alaikumsallam"ucap Black Hunter.


"Orang asing aku mau memberitahumu sesuatu"ucap Raka.


"Apa? cepat katakan"ucap Black Hunter.


"Cinta dibawa pergi sekelompok orang memakai penutup kepala"ucap Raka.


"Maksudmu Cinta diculik?"tanya Black Hunter.


"Iya betul"ucap Raka.


"Aku harus mencarinya kemana? aku yakin kau tahu sesuatu"ucap Raka.


"Pergilah ke Pulau Hitam"ucap Black Hunter.


"Pulau Hitam"ucap Raka.


Black Hunter langsung menutup telponnya. Raka mendengar nama pulau itu langsung terdiam. Melihat suaminya terdiam Azkia langsung mendekatinya.


"Sayang....sayang......sayang ada apa?"tanya Azkia.

__ADS_1


"Sayang kita harus ke Pulau Hitam"ucap Raka.


"Pulau Hitam? aku pernah mendengar pulau itu"ucap Azkia.


"Kita harus segera ke pulau itu"ucap Raka.


"Oke, kita akan kesana"ucap Azkia.


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


Andra menemui Zhafira ditaman bunga. Dia berjalan memasuki taman bunga itu. Andra menghampiri Azkia yang duduk dikursi taman bunga itu. Dia duduk disamping Zhafira.


"Assalamu'alaikum"ucap Andra.


"Wa'alaikumsallam"ucap Zhafira.


"Zhafira apa yang yang ingin kau katakan?"tanya Andra.


"Mas Andra aku sudah menemui ayahku kemarin" ucap Azkia.


"Lalu gimana?"tanya Andra.


"Papa yang selama ini aku pikir Papaku, ternyata bukan Papa kandungku"ucap Azkia.


"Jadi beliau hanya Papa tirimu?"tanya Andra.


"Iya, Papa kandungku adalah seorang mafia"ucap Zhafira.


"Mafia?"ucap Andra terkejut mendengar ucapan Zhafira.


"Iya, aku tidak akan memaksamu menikahiku. Aku tidak ingin kau kecewa kalau ternyata Papaku seorang mafia"ucap Andra.


"Aku tidak akan kecewa, aku akan tetap menikahimu meskipun kau anak mafia atau terpidana sekalipun"ucap Andra.


"Kau yakin dengan keputusanmu? terus bagaimana dengan Ibumu?"tanya Zhafira.


"Aku yakin, soal ibuku aku akan menjekaskan semua ini padanya"ucap Andra.


"Baiklah, aku akan pergi menemui ayah kandungku"ucap Zhafira.


"Bolehkah aku menemanimu menemui ayahmu itu?"tanya Andra.


Andra berpikir dia ingin mendampingi Zhafira disaat tersulitnya seperti ini. Dia tahu Zhafira pasti sedang sedih dengan semua kenyataan ini.


"Boleh, besok kita akan pergi menemui ayah kandungku"ucap Zhafira.


"Zhafira jangan bersedih, kau tidak sendirian. Ada aku, bagilah masalahmu denganku, aku akan membantumu melewati semuanya"ucap Andra.


"Iya, aku akan membagi semua masalahku denganmu"ucap Zhafira.


Setelah itu Andra dan Zhafira kembali ke rumahnya masing-masing. Zhafira bertekad untuk menemui ayah kandungnya dengan segala resiko yang akan dia hadapi nantinya saat bertemu dengannya. Dia tidak tahu apa ayahnya akan senang bertemu dengannya atau malah sebaliknya.


Zhafira masuk ke dalam rumahnya. Dia masuk ke kamarnya. Walaupun masalahnya berat untuknya tapi dia tetap optimis. Zhafira mengambil wudhu dan melaksanakan sholat. Dia berdoa pada Allah SWT.


"Ya Allah mudahkanlah, lancarkanlah urusan hamba. Engkau Yang Maha Berkuasa atas segala sesuatunya tak sulit untukmu merubah apapun dan m,enggerakkan apapun. Ya Allah lembutkanlah hati ayah hamba saat nanti beliau bertemu dengan hamba. Kami tak pernah bertemu sebelumnya tentu dia tidak akan mengenali hamba. Atau mungkin beliau tidak akan percaya kalau hamba putrinya. Ya Allah tolonglah hambamu yang lemah ini, izinkanlah ayah hamba jadi wali dipernikahan hamba nanti, amin"ucap Zhafira dalam doanya.

__ADS_1


Zhafira yakin hanya pada Allah kita mengadu dan meminta pertolongan. Sesungguhnya Allah yang mencipkan semua yang ada dialam semesta ini.


__ADS_2