
Leo dan Zara masih memikirkan kemana mereka harus pergi sekarang. Leo mengajak Zara terus berjalan. Zara hanya mengikuti kemana Leo berjalan. Bagi Zara, Leo sekarang satu-satunya yang dia punya dikota ini. Leo bukan hanya suami tapi temannya berbagi suka duka. Leo juga seperti teman sebayanya. Mereka terus berjalan hingga tiba disebuah pos kampling.
"Zara tunggu aku disini, jangan kemana-mana ya"ucap Leo.
"Ya Leo"ucap Zara.
Leo meninggalkan Zara dipos kampling itu. Leo menuju rumah Kemal, dia mengetuk pintu rumah Kemal sambil memanggil namanya.
Tuk....Tuk.....Tuk.....
"Kemal......Kemal.....ini gue Leo"ucap Leo.
"Eh, Leo ada apa?"tanya Kemal sambil membuka pintu rumahnya.
"Kemal gue boleh pinjam uang 1 juta"ucap Leo.
"Maaf Leo, kemarin aku punya uang segitu tapi sudah kuberikan pada orangtuaku untuk menjenguk nenek dikampung yang sedang sakit"ucap Kemal.
"Begitu ya, yaudah makasih ya Kemal"ucap Leo hendak meninggalkan rumah Kemal.
"Tunggu Leo, memang ada apa?"tanya Kemal.
"Sebenarnya.....nanti gue ceritakan tapi gak disini"ucap Leo.
"Yaudah masuk dulu, orangtua dan adikku lagi dikampung jadi aku tinggal sendiri"ucap Kemal.
Leo masuk ke rumah Kemal dan menceritakan semuanya pada Kemal. Kemal mendengarkan semua yang diceritakan Leo. Tapi Kemal tidak terlihat kaget mendengar cerita Leo tentang Zara.
"Aku sebenarnya sudah pernah melihat kalian sering bersama saat berangkat dan pulang sekolah. Saat itu aku membuntuti kalian sampai kosan kalian. Tapi aku menunggu Leo menjelaskan semuanya padaku"ucap Kemal.
"Iya Kemal, aku dan Zara sudah menikah. Dan sekarang aku tidak tahu harus tinggal dimana. Aku sih bisa tinggal dimana aja tapi Zara. Aku tidak mau terjadi sesuatu pada Zara"ucap Leo.
"Iya Zarakan perempuan tidak mungkin tinggal disembarang tempat. Kalian bisa tinggal sementara dirumahku orangtuaku dikampung selama satu dua minggu ini"ucap Kemal.
"Makasih banget Kemal"ucap Leo.
"Tapi masalahnya akan jadi omongan tetangga kalau mereka melihat Zara, kalau Leo sih kan udah sering main ke rumahku"ucap Kemal.
"Begini saja, nanti Zara bisa memakai topi dan bajuku saat pulang dan pergi dari rumahmu biar orang berpikir Zara laki-laki"ucap Leo.
"Benar"ucap Kemal.
Kemal setuju membantu Leo, dia memperbolehkan Leo dan Zara tinggal dirumahnya sementara waktu. Leo menjemput Zara dipos kampling itu. Dia mengajak Zara berganti pakaian milik Leo dan memakai topi untuk menutupi rambutnya dan memakai masker di toilet umum. Setelah itu Leo mengajak Zara kerumah Kemal. Dirumah Kemal ada 4 kamar. Kamar pertama milik orang tuanya,Kamar kedua milik Kemal, kamar ketiga milik adik perempuan Kemal dan kamar keempat adalah kamar tamu. Kemal dan Leo tidur dikamar Kemal sementara Zara tidur dikamar tamu.
Leo dan Kemal masih belum tidur,mereka mengerjakan PR dan belajar materi pelajaran besok. Kemal kagum melihat Leo yang sudah berubah lebih baik. Leo yang dulu dikenal Kemal adalah Leo yang suka mabuk, keluar malam, tidak suka belajar, nongkrong terus, dan suka foya-foya. Kini Leo berubah menjadi seorang yang baik dan suka belajar. Kemal mengajak Leo bicara usai belajar.
"Leo sebagai sahabatmu yang sudah lama mengenalmu, aku senang melihatmu sekarang jauh lebih baik dari sebelumnya"ucap Kemal.
"Itu semua karena takdir yang mempertemukan ku dengan Zara, entahlah jika saat itu tidak bertemu dengan Zara mungkin aku masih sama seperti dulu. Zara seperti matahari dihidupku yang gelap"ucap Leo.
"Iya,aku mengenalnya walau beda kelas. Zara itu pintar, ramah, baik dan cantik"ucap Kemal.
"Aku beruntung memiliki Zara sebagai istriku"ucap Leo.
"Oya kenapa kau tidak satu kamar saja dengan Zara kaliankan suami istri, aku paham kok"ucap Kemal.
"Walau kami suami istri, aku tidak berani menyentuh Zara sedikitpun Kemal, aku ingin Zara bisa tetap sekolah dan mengejar cita-citanya sesuai usianya"ucap Leo.
"Kau memang lelaki sejati Leo, aku salut. Semoga kalian selalu bersama dan mampu mewujudkan mimpi kalian"ucap Kemal.
"Ya, terimakasih Kemal"ucap Leo.
__ADS_1
"Ya"ucap Kemal.
Pagi harinya Leo, Zara dan Kemal berangkat sekolah. Zara berpisah dengan Leo dan Kemal ditempat yang biasa. Dia langsung duluan menuju ke sekolah. Zara memasuki ruang kelasnya. Niken sudah masuk sekolah. Zara langsung duduk dengan Niken dan menceritakan tentang King pada Niken. Niken juga menceritakan sesuatu pada Zara.
"Zara mulai hari ini aku pindah kelas ke kelas 2 IPA 2"ucap Niken.
"Kenapa memangnya Niken harus pindah kelas?"tanya Zara.
"Sepertinya kebijakan sekolah, dikelas ini jumlahnya sudah pas,jadi saat ada King masuk kelas ini, harus ada siswa yang pindah ke kelas lain. Dikelas 2 IPA 2 kurang satu siswa lagi, jadi aku direcomendasikan ke kelas itu"ucap Niken.
"Lho, kenapa tidak King saja yang pindah"ucap Zara.
"King itu kan kerabat Kepala Sekolah tentu bisa memilih sendiri ingin dikelas mana"ucap Niken.
"Iya ya, Niken aku pasti merindukanmu"ucap Zara.
"Tenang Zara nanti setiap jam istirahat dan pagi hari sebelum masuk aku akan selalu menemuimu ok"ucap Niken.
"Ya"ucap Zara.
Niken kembali ke kelas 2 IPA 2, sementara Zara duduk di kursinya menunggu bel masuk. Sampai bel masuk King tidak terlihat masuk sekolah. Tidak ada pemberitahuan izin ataupun sakit dari King pada sekolah. Pelajaranpun dimulai silih berganti. Sampai pada bel istirahat berbunyi.
Leo sedang berjalan menuju tangga yang menuju ke atas atap gedung. Leo biasa menghabiskan waktu istirahatnya diatap gedung sekolahnya. Saat dia sedang berjalan, dia melihat Nafiza sedang bicara dengan seorang siswa laki-laki.
"Nafiza kenapa kau selalu cuek padaku"ucap Rey.
"Terserah aku dong"ucap Nafiza.
"Kamu tahu aku sudah mengirimmu bunga, coklat, baju, gelang, jam dan masih banyak lagi. Kenapa kau malah membuangnya"ucap Rey.
"Aku tidak butuh"ucap Nafiza.
"Kamu tahu aku suka denganmu dari dulukan"ucap Rey.
"Kamu...."ucap Rey hendak menampar Nafiza.
Saat Rey hendak menampar Nafiza, Leo langsung meraih tangan Rey dan memegangnya dengan erat sampai Rey kesakitan. Leo langsung memarahi Rey.
"Leo..."ucap Rey.
"Jangan main kasar pada wanita, pergi sana, kalau berani berbuat macam-macam lagi maka aku akan memberimu pelajaran"ucap Leo.
Rey langsung takut, dan pergi meninggalkan Leo dan Nafiza. Leo menanyakan kondisi Nafiza.
"Nafiza kamu tidak apa-apa?"tanya Leo.
"Tidak apa-apa, makasih Leo"ucap Nafiza.
"Iya"ucap Leo sambil meninggalkan Nafiza.
"Tunggu Leo, kau mau ke atap gedung ya"ucap Nafiza.
"Iya"ucap Leo.
"Aku ikut, boleh tidak?"tanya Nafiza.
"Terserah kamu aja"ucap Leo.
Nafiza mengikuti Leo ke atap gedung. Nafiza senang bisa bersama Leo. Dia melihat sosok Leo yang tampan, berani dan gentle. Itu membuat Nafiza merasa nyaman bersama Leo.
*********
__ADS_1
Seperti hari sebelumnya Zara menjajakan kopi seduh dari jalan ke jalan, Zara tidak lelah dan terus berusaha. Dia tidak ingin Leo sendirian mencari uang. Zara ingin bisa berbagi kesulitan bersama Leo, itu sebabnya dia berusaha bekerja. Dia terus berjalan berteriak mempromosikan dagangannya.
"Kopi.....kopi.....kopi seduh, susu, tisu, mie cup seduh...."ucap Zara.
Beberapa orang datang membeli dagangan Zara. Mereka juga kagum melihat Zara yang bersekolah sambil mencari uang sendiri untuk hidup dan sekolahnya. Mereka juga senang karena Zara baik dan ramah saat melayani pembelinya.
Zara terus berjalan dan berjalan menggendong dagangannya sampai dihalte bus yang kemarin. Hujan pun turun cukup deras Zara berlari munuju halte bus itu. Dia melihat seorang laki-laki berdiri didepan halte bus itu kehujanan. Zara meletakkan barang dagangannya dan menuju ke laki-laki itu.
"Mas jangan hujan-hujanan nanti sakit, ayo berteduh dihalte bus itu"ucap Zara.
Laki-laki itu membalikkan badannya setelah mendengar suara Zara. Laki-laki itu ternyata King. King langsung menangis melihat Zara.
"Zara ini kamu...."ucap King.
"Ya, memang kenapa"ucap Zara.
"Semalaman aku menunggumu dihalte bus ini"ucap King.
"Ngapain menungguku"ucap Zara.
"Kemarin kamu tidak sekolah, aku mencarimu kemana-mana. Aku pikir kau pasti dihalte bus ini jadi aku menunggumu disini, kenapa kau tidak sekolah?"tanya King.
"Aku sedang ada urusan pribadi"ucap Zara masih sambil kehujanan.
"Bodoh, kamu seharusnya memberi kabar kesekolah jadi aku tidak khawatir"ucap King.
King melepas jaketnya menutupi kepala Zara dari hujan dan mengajaknya ke halte bus. Mereka kembali berbicara dihalte bus itu.
"Aku lupa tidak memberi kabar ke sekolah"ucap Zara.
"Gadis pintar, kau boleh tidak memberi kabar pada sekolah tapi harus memberi tahu padaku"ucap King dengan arogan.
"Apa hubungannya denganmu?"tanya Zara.
"Karena aku teman sebangkumu ok"ucap King arogan.
"King kau memang tidak dicari orangtuamu semalaman disini"ucap Zara.
"Mereka hanya peduli uang dan uang"ucap King.
"King jangan berkata seperti itu,merekakan orangtuamu"ucap Zara.
Orangtua King memang sibuk bekerja. Bagi mereka waktu adalah uang. Bahkan mereka sibuk bekerja tanpa memperdulikan King memerlukan kasih sayang orangtuanya. Mereka hanya mengangap King akan senang mendapatkan semua fasilitas yang bisa diberikan mereka. King sangat kesepian dan sendirian. Dia jadi tertutup tidak mau berteman dengan siapapun dan bersikap arogan karena merasa tidak butuh orang lain. Zara adalah teman satu-satunya yang bisa masuk ke dalam hati King.
"Orangtua, bahkan mereka tidak pernah ada dirumah, untuk sekedar datang dihari kelahiranku saja mereka tak sempat, aku sakit dirumah sakit saja mereka hanya menugaskan orang untuk menjagaku, apa itu orangtua namanya"ucap King.
"........."Zara terdiam.
"Aku kesepian dan sendirian dirumah besar itu. Aku tidak butuh semua itu aku cuma ingin mereka ada untukku walaupun hanya sebentar saja"ucap King meneteskan air mata nya"ucap King.
"King, jangan bersedih aku doakan semoga suatu hari nanti mereka sadar dan akan selalu bersamamu"ucap Zara.
"Zara terimakasih,jangan tidak masuk sekolah lagi, hanya kau teman yang membuat hariku jadi berwarna lagi"ucap King.
"Iya"ucap Zara.
"Gadis pintar kalau kau berani tidak sekolah tanpa mengabariku aku akan berdiri disini dan berteriak menyebut namamu semalaman"ucap King arogan.
"Apa? memalukan sekali"ucap Zara.
"Biarin"ucap King.
__ADS_1
Setelah hujan reda King membantu Zara menawarkan barang jualannya. Gadis-gadis muda langsung tertarik membelinya saat melihat wajah tampan dan penampilan keren King.