
Rehan dan Cinta duduk dibawah pohon setelah berjalan-jalan dari tadi. Rehan terus melihat wajah Cinta sampai Cinta malu ketika Rehan memandanginya.
"Gadis kecil jangan melihat ke bawah, aku ingin melihat wajahmu"ucap Rehan.
"Tuan yang sombong, aku malu jangan melihatku seperti itu"ucap Cinta.
"Gadis kecil tunggulah disini, aku akan segera kembali" ucap Rehan.
"Iya Tuan yang sombong"ucap Cinta.
Rehan meninggalkan Cinta yang untuk membeli seikat bunga mawar merah untuk Cinta. Dia membawa seikat bunga mawar merah itu sambil senyum-senyum sendiri. Tak sengaja Kirana melihat Rehan membawa seikat bunga mawar merah menuju ke arahnya. Kirana berpikir Rehan pasti akan memberikan bunga itu untuknya.
"Dia pasti mau memberikan bunga itu untukku" batin Kirana.
Rehan berjalan melewati Kirana bahkan dia tidak memperhatikan kalau yang dilewatinya itu Kirana, dipikirannya dipenuhi wajah Cinta yang tersenyum manis padanya.
"Apa?....dia melewatiku begitu saja, bunga itu bukan untukku, lalu untuk siapa?"ucap Kirana.
Kirana mengikuti Rehan, dia melihat Rehan memberikan bunga itu untuk Cinta.
"Apa?......Cinta?......dia memberikan bunga itu untuk Cinta, kok bisa. Dia biasanya selalu mengejar-ngejarku bahkan seperti anjing setia yang selalu menungguku, tapi sekarang kenapa dia begitu dekat dengan Cinta?"ucap Kirana.
Tiba-tiba Kirana merasa kehilangan Rehan, biasanya Rehan selalu jadi orang yang memperhatikan dan peduli padanya, kini Rehan lebih memperhatikan Cinta dan peduli padanya.
Cinta memegang bunga yang diberikan Rehan untuknya.
"Gadis kecil kau tak mengatakan sesuatu, aku sudah memberimu bunga"ucap Rehan.
"Terimakasih Tuan yang sombong"ucap Cinta.
"Jangan cuma terimakasih, cium aku"ucap Rehan.
"Sini sayang ku cium"ucap Cinta.
"Manis sekali ucapanmu, ayo gadis kecil aku siap"ucap Rehan mendekatkan wajahnya mendekati wajah Cinta.
Cinta langsung mencubit hidung Rehan.
"Aw.........kau ini benar-benar galak"ucap Rehan.
"Mau dicium lagi sayang"ucap Cinta meledek.
Rehan langsung menarik tubuh Cinta mendekatinya dan mencium bibirnya.
"Em.......lepas huh....huh.....kau menciumku paksa lagi. Aku sampai tak bisa bernafas"ucap Cinta.
"Kau manis sekali membuatku ingin menciummu lagi"ucap Rehan.
"Aku tak mau jalan denganmu lagi, kalau kau terus menciumku"ucap Cinta marah dan berjalan meninggalkan Rehan.
"Gadis kecil tunggu.....maafkan aku......"ucap Rehan.
Rehan terus mengejar Cinta, tapi Cinta tetap berjalan mengacuhkan Rehan. Lengannya ditarik Rehan.
"Maafkan aku gadis kecil"ucap Rehan.
Cinta hanya berdiri dan diam saja, Rehan berlutut didepan kakinya.
"Maafkan aku, aku takkan mengulanginya lagi, ku mohon"ucap Rehan.
"Berjanjilah kau takkan menciumku lagi"ucap Cinta.
__ADS_1
"Aku berjanji takkak menciummu lagi kecuali aku sudah menjadi suamimu"ucap Rehan.
Cinta kaget dengan ucapan Rehan. Tak lama Cinta langsung jatuh pingsan. Rehan langsung menangkap tubuh Cinta, dia melihat hidung Cinta mimisan kembali.
"Cinta....Cinta.....bangun.....bangunlah gadis kecil....jangan tinggalkan aku"ucap Rehan.
"Tuan yang sombong aku tidak apa-apa, aku hanya pusing dan lemas saja"ucap Cinta yang mulai sadar.
Rehan memeluk Cinta yang terlihat lemas itu.
"Ini pertama kalinya aku takut kehilangan seseorang dalam hidupku dan itu kamu Cinta"ucap Rehan.
Tapi karena Cinta masih lemas dia tidak begitu mendengarkan ucapan Rehan.
"Aku mau pulang"ucap Cinta.
"Iya, aku akan mengantarmu pulang"ucap Cinta.
Rehan menggendong Cinta dipunggungnya. Cinta tiduran dipungung Rehan karena tubuhnya lemas.
Rehan berjalan keluar dari taman hiburan itu. Dia memasukkan Cinta ke dalam mobilnya. Didalam mobil Rehan terus memeluknya Cinta, dia melihat Cinta yang tertidur didadanya.
"Gadis kecil, jangan pernah berani meninggalkanku, jangan menyiksaku dengan rasa takut seperti ini, kau harus bangun dan tersenyum seperti biasanya"batin Rehan.
"Seperti inikah rasanya takut kehilangan seseorang yang berarti dalam hidupku"batin Rehan.
"Rasanya membuatku takut....lebih menakutkan dari menghadapi bahaya"batin Rehan.
"Pak cepetan"ucap Rehan.
"Baik Presdir"ucap Pak Jojon.
Mobil itu melaju menuju ke asrama. Sampai di asrama, Rehan langsung membopong Cinta menuju ke kamar asramanya. Dia membaringkan Cinta diranjangnya dan membersikan mimisan dihidungnya. Tak lama Cinta terbangun dari tidurnya.
"Iya, aku mengantarmu ke asramamu, tadi temanmu Reni pamit keluar sebentar padaku" ucap Rehan berbohong pada Cinta.
"Terimakasih sudah mengantarku pulang"ucap Cinta.
"Iya gadis kecil, kau harus beristirahat dan tidur dengan nyenyak, aku pulang dulu ya"ucap Rehan.
Cinta mengangguk, kemudian Rehan keluar dari kamar asrama itu dan kembali jadi Reni. Dia masuk ke dalam kamar asrama dan melihat Cinta sedang tidur. Rehan menyelimutinya dan duduk disamping ranjang Cinta hingga tertidur dengan menyandarkan kepalanya disamping ranjang itu.
**********
Rehan pulang ke rumah besar milik orangtuanya. Dia sudah lama tak pulang ke rumah, selama ini dia tinggal di apartemen. Baru mau melangkahkan kaki ke tangga, Ibu tirinya memanggil Rehan.
"Rehan apa kau baru sampai? ibu sudah masak, apa kau mau makan?"tanya Ibu Riana.
"Aku tidak lapar dan tidak usah sok baik denganku"ucap Rehan.
"Ibu hanya ingin kau bisa makan bersama kami malam ini"ucap Ibu Riana.
"Terimakasih, tapi aku tidak lapar"ucap Rehan.
"Baiklah, tapi kalau kau lapar, turunlah ke bawah nak"ucap Ibu Riana.
Rehan tidak membalas ucapan Ibu Riana, dia langsung menaiki tangga menuju ke lantai atas.
Kakinya melangkah menuju kamarnya, baru mau membuka pintu, kakak tirinya mengajaknya bicara.
"Oh.....itu gadis yang kau suka"ucap Eden.
__ADS_1
"Apa mau?"tanya Rehan.
"Cantik, tapi aku tak menyangka kau menyukai gadis miskin itu, apa dia hanya mainanmu diranjang saja?"ucap Eden.
Rehan menghampiri Eden dan menarik kerah bajunya.
"Berhentilah menghinanya, aku takkan membiarkanmu berani menyebut namanya sedikitpun apalagi kau jika berani menyentuhnya seujung kukupun"ucap Rehan.
"Cinta namanyakan?....sepertinya aku bisa bermain dengannya"ucap Eden.
"Akan ku patahkan semua tulangmu jika berani mengganggunya"ucap Rehan.
"Kau lupa, dulu kau mengambil seseorang yang berharga dalam hidupku, dan kau menyia-nyiakannya hingga aku kehilangannya"ucap Eden.
"Kalau kau ingin membalas, balas padaku, tapi jangan berani menggangu Cinta"ucap Rehan.
Rehan melepas tangannya dari kerah baju Eden.
Lalu dia melangkah maju menjauh dari Eden.
"Rehan kalau Bos besar tahu kau bermain dengan gadis miskin itu, tentu kau tahu sendiri seperti apa Bos besar"ucap Eden.
"Itu urusanku"ucap Rehan.
Rehan masuk ke kamarnya, sementara Eden tetap berada ditempat itu sambil menelpon seseorang.
"Hallo"ucap Eden.
"Hallo Bos"ucap Tommy.
"Tommy cari tahu semua hal tentang gadis bernama Cinta, aku ingin tahu banyak tentang dia"ucap Eden.
"Baik Bos"ucap Tommy.
Eden menutup telponnya, lalu dia tersenyum licik.
"Rehan kau akan melihat apa yang akan ku lakukan untukmu"ucap Eden.
***********
Leo sedang mengerjakan pekerjaan kantornya dilaptop miliknya sambil duduk diranjang kamarnya. Zara menghampiri Leo dan duduk disamping Leo setelah selesai membersihkan mukanya. Leo langsung mencium Zara, meskipun mereka sudah tua, tapi kemesraan diantara mereka tetap terjaga.
"Pa, ada yang mau Mama bicarakan"ucap Zara setelah selesai berciuman dengan Leo.
"Bicara apa Ma?"tanya Leo.
"Pak Irwan selalu pulang malam dalam keadaan mabuk, ini membuat rumah kita jadi tidak nyaman"ucap Zara.
"Mama tidak usah khawatir secepatnya mereka akan keluar dari rumah kita, Papa sedang mencari tahu latar belakang mereka"ucap Leo.
"Bu Meta juga berkali-kali minta uang padaku Pa, untuk urusan ini dan itu, dan jumlahnya juga cukup besar"ucap Zara.
"Berarti mereka tidak hanya minta uang padaku saja, Mama juga dimintai uang oleh mereka"ucap Leo.
"Jadi mereka minta uang pada Papa?"tanya Zara.
"Iya, beberapa kali, kemarin minta uang untuk berobat, sebelumnya minta uang untuk bayar tunggakan kontrakan"ucap Leo.
"Kalau bukan karena Kirana, Mama tidak mungkin memberi uang begitu saja"ucap Zara.
"Sabar ya Ma, Papa sih berencana untuk membelikan mereka rumah sederhana supaya mereka tidak tinggal satu rumah dengan kita"ucap Leo.
__ADS_1
"Mama setuju dengan ide Papa, memang sebaiknya mereka tidak tinggal disini"ucap Zara.
Leo menutup laptopnya dan meletakkannya dimeja dekat ranjang. Lalu dia mengajak Zara tidur. Zara tidur dipelukan Leo, dari dulu sampai sekarang kebiasaan itu tak pernah berubah.