
Leo sedang belajar dikelasnya untuk ulangan Sosiologi pada jam pertama setelah jam istirahat usai.Beberapa teman dikelasnya juga sedang belajar dan ada juga yang sedang asyik mengobrol.Andi hanya memandangi bukunya dari tadi.
"Andi Lo kenapa bengong ngeliatin buku,Lo belajar apa cuma ngeliat tulisannya doang?"tanya Leo.
"Ya kali aja cuma diliatin masuk ke otak gue"ucap Andi.
"Bukannya Lo biasa nyontek sama Budi,tumben Lo belajar"ucap Leo.
"Beginilah nasib jadi bujangan Leo,pas lagi jatuh cinta pengennya kelihatan baik didepan orang yang kita suka"ucap Andi.
"Ooo...pantes aja Lo belajar ternyata Lo lagi pedekate"ucap Leo.
"Habis malu kalau nilai gue dibawah rata-rata,apa lagi sampai mengulang lagi terus berdiri didepan kelas menerima surat pemberitahuan orangtua karena nilai gue kurang baik,habis harga diri gue didepan Risya"ucap Andi.
"Andi,belajar itu karena niat bukan karena cewek nanti hasilnya pasti beda.Kalau karena niat Lo semangat belajarnya.Tapi kalau karena cewek,saat Lo patah hati belajar Lo pasti menurun drastis dan jadi malas belajar"ucap Leo.
"Susah ya jadi remaja,gak bisa liat cewek cantik jadi jatuh cinta.Udah gitu gue harus bersaing sama Tino anak kelas 2 IPS 3.Mana dia pinter dan ganteng,kaya bumi dan langit kalau dibandingin gue"ucap Andi.
"Lebih baik Lo fokus belajar yang bener,nanti kalau nilai Lo bagus dan sikap Lo baik pasti banyak cewek yang ngidolain Lo dari pada galau terus belajar enggak"ucap Leo.
"Bener juga kata Lo Leo"ucap Andi.
Andi akhirnya belajar bersama Leo.Sementara itu beberapa teman Leo asyik menyiapkan contekan.
"Nyontek paling aman dimana ya biar gak ketahuan guru?"tanya Bimo.
"Nulis ditangan aja"ucap Yoyo.
"Udah gak efektif,kemarin ketahuan sama guru"ucap Bimo.
"Aku naruh contekan didalam Bra,nanti pas waktunya ulangan tinggal ngambil kertas contekan yang kusiapkan dalam kertas kecil itu satu satu"ucap Dita.
"Aku nulis disekujur pahaku,sampai penuh contekan pahaku,tinggal buka rok pas mau nyontek,udah ditandai A-Z jadi biar gampang pas nyarinya"ucap Ratih.
"Ratih asyik dong kita-kita liat pemandangan gratis selama kamu nyontek"ucap Bimo.
"Enak aja,kalau berani melihat pahaku gue jitak baru tahu rasa"ucap Ratih.
__ADS_1
"Itu Akbar bawa taplak meja buat nutupin contekkannya yang ditulis penuh di mejanya,benar-benar strategi yang jitu"ucap Yoyo.
"Gue dong bawa kipas lipat yang udah ditulisin contekan semua.Tar tinggal pura-pura kegerahan terus kipasan sekalian ngelihat tuh contekan.Sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui"ucap Kiren.
"Kalau gue tinggal ngedipin Budi aja pakai bahasa isyarat dan kode,beres"ucap Joni.
"Itu semua dosa tahu,gak boleh nyontek"ucap Ahmad.
"Emang Lo udah siap ulangan Ahmad?"tanya Yoyo.
"Belum,gue ngitung kancing baju aja dari pada nyontek,gak dosa biarpun nilai pas-pasan habis belajar semalaman gak masuk-masuk ke otak,yang masuk malah camilan diwarung emak gue"ucap Ahmad.
Tidak semua teman sekelas Leo yang benar-benar belajar.Ada juga yang menyontek,apalagi di Zaman serba canggih biasanya anak-anak lebih tertarik main handphone dari pada belajar.
Ulangan Sosiologi di mulai,Guru membagikan kertas soal dan jawaban.Semua siswa mulai mengerjakan ulangan itu.Guru berjaga dibelakang ruang kelas dan sesekali memutari ruang kelas itu.Leo mengerjakan ulangan itu dengan sungguh-sungguh,semua yang dipelajari semalam keluar semua.
"Dita kamu ngapain pegang-pegang dada?"tanya Guru menghampirinya.
"Ini Bu gatal ada semut"ucap Dita itu.
"Kalau gitu buka coba bajunya biar Ibu liat ada semutnya gak?"ucap Guru itu.
"Lebih malu lagi kalau kamu nyontek didalam Bra,ayo keluar kelas sekarang"ucap Guru itu.
"Baik Bu guru"ucap Dita.
Dita keluar dari kelas karena ketahuan sedang menyontek .
"Siapa lagi yang masih menyontek lebih baik keluar kelas atau Ibu tidak memberi kesempatan mengulang ulangannya"ucap Guru itu.
Ratih,Akbar,dan Kiren akhirnya mengaku menyontek dan keluar dari kelas dari pada ketahuan juga dan tidak diberi kesempatan mengulang ulangannya.Bu Guru berdiri didepan kelas dan memberi nasihat pada semua siswa di dalam kelas.
"Anak-anak menyontek itu kebiasaan yang tidak baik.Berawal dari kesalahan kecil lama-lama melakukan kesalahan yang besar.Apalagi kalian masih muda,seharusnya kalian belajar melakukan hal yang baik supaya kalian terbiasa melakukan hal yang baik nantinya.Mau jadi apa kalau kalian tidak bisa bertanggungjawab pada diri sendiri.Ibu harap kalian bisa mengambil hikmah dari teman-teman kalian yang hari ini menyontek"ucap Bu Guru itu.
"Baik Bu"ucap Semua siswa.
Ulangan Sosiologi dilanjutkan kembali.Semua siswa mengerjakan ulangan itu dengan sungguh-sungguh.
__ADS_1
**********
Sepulang dari bekerja Leo mengajak Zara ke suatu tempat.Leo tidak memberitahu pada Zara mau pergi kemana.Zara mengikuti Leo melangkah kemanapun.Sampai didepan toko sepeda.Zara bingung kenapa Leo mengajak Zara ke toko sepeda.
"Leo kenapa kita pergi kesini?"tanya Zara.
"Kita akan beli sepeda Zara,supaya kita tidak jalan kaki lagi kalau pergi ke sekolah dan pergi bekerja,biar Zara tidak capek"ucap Leo.
Leo mengajak Zara masuk ke dalam toko sepeda itu.Mereka memilih-milih sepeda yang akan mereka beli.Akhirnya mereka membeli sepeda yang bisa untuk boncengan agar bisa naik sepeda bersama.Leo membayar sepeda yang sudah dipilih Zara,kemudian mereka langsung menaiki sepeda itu untuk berdua.
"Zara gimana enak gak naik sepeda?"tanya Leo.
"Iya Leo,enak naik sepeda apalagi dibonceng sama Leo"ucap Zara.
"Mulai besok kita tidak perlu jalan kaki lagi ke sekolah dan pergi bekerja"ucap Leo.
"Iya benar Leo"ucap Zara.
"Kita jalan-jalan ke alun-alun naik sepeda ini ya Zara"ucap Leo.
"Ya Leo"ucap Zara.
Mereka menaiki sepeda itu untuk jalan-jalan ke alun-alun.Mereka begitu senang bisa jalan-jalan naik sepeda yang dibeli dari kerja keras mereka sendiri.Meskipun itu hal kecil untuk kita tapi bagi Leo dan Zara ini suatu hal yang besar dihidup mereka.Memulai semuanya dari nol dan bertahap hidup mereka berubah lebih baik dari sebelumnya.
*********
Nunu kembali hanya mengurung diri dikamarnya.
Dia sedih melihat ayahnya sedang memanjakan Ibu tirinya.Hatinya terluka kedua orang tuanya telah berpisah sejak dia masih SD hanya karena berbeda pendapat.Ayahnya sibuk mengurus pekerjaannya dan Ibu tiri beserta anak dari Ibu tirinya itu.Ibu kandungnya juga begitu,dia sudah sibuk dengan kehidupan barunya bersama suami barunya dengan anak mereka.Nunu merasa kesepian dan sendirian.
"Aku rindu ayah,Ibu seperti dulu saat kita masih bersama,kini Nunu sendirian.Kalian sibuk dengan kehidupan baru kalian.Nunu ingin seperti dulu lagi saat kalian masih bersama dan memberi Nunu kasih sayang.Ayah,Ibu kenapa kalian harus berpisah,Nunu sangat kesepian dan sendirian sekarang.Teman-teman Nunu selalu membully Nunu.Tidak ada lagi tempat bersandar dan berbagi"ucap Nunu.
Nunu menggambar kedua orangtuanya yang sedang menggandeng tangannya,mereka bertiga bersama-sama pergi jalan-jalan.Nunu sedih kedua orangtuanya telah berpisah.Nunu bingung mau tinggal dengan siapa.Ikut ayah,harus tinggal dengan Ibu tiri yang galak padanya.Ikut Ibunya,dia sering digoda ayah tirinya.
"Aku harus tinggal dimana?ayah kau selalu membela Ibu tiri dan menyalahkanku.Ibu aku takut dengan ayah tiri yang selalu menggodaku.
__ADS_1
Aku tidak tahu harus tinggal dimana?ikut ayah atau ibu.Kenapa kalian harus berpisah Nunu sangat tersiksa karena perpisahan kalian"ucap Nunu.
Nunu sedih meratapi nasibnya akibat perceraian kedua orang tuanya.Terkadang kita hanya mendahulukan ego kita tanpa memikirkan perasaan anak kita bila harus bercerai.Padahal mencari kesempurnaan itu tidak mungkin ada.Setiap orang memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing.Perceraian yang tidak dipikirkan dengan matang hanya membuat anak yang tak berdosa jadi korban dari ego kita sendiri.