
Jalan Raya Terusan
Sebuah taksi online melaju dijalanan yang sepi. Pak Dudung adalah supir dari taksi online itu. Beliau masih bekerja hingga larut malam. Demi menafkahi istri dan anaknya dia rela bekerja hingga larut malam. Ditengah jalanan yang sepi ada dua motor yang membuntutinya. Motor itu menghentikan laju mobilnya. Ternyata mereka sindikat begal terorganisir. Mereka mengenakan baju hitam dan penutup kepala. Baju mereka terdapat simbol kelabang. Mereka begal yang berasal dari Geng Kelabang Merah. Pak Udung terpaksa keluar dari mobil itu karena semua begal itu menggunakan senjata api. Dia tidak bisa berkutik, dia berjalan keluar mobilnya lalu mengangkat tangannya.
"Ampun Mas, Bang, Bung, dan Pak. Saya hanya orang miskin jangan dibegal. Kasihan istri dan anak saya, mereka menunggu hasil saya bekerja seharian hik....hik...."ucap Pak Udung.
"Ha....ha....serahkan kunci mobilmu, atau mati"ucap Renat mengacungkan pistol pada Pak Udung.
"Udah habisi aja kalau dia gak nurut"ucap Diki.
"Pistol ini sudah panas belum dipakai dari tadi"ucap Colis.
"Ampun....ampun......jangan.....hik....hik...."ucap Pak Udung.
Terdengar sebuah suara yang berbicara pada para begal itu berasal dari atas pohon di tepi jalan.
"Tikus got seperti kalian memang hanya berani beraksi di malam hari ya"ucap Raynor.
"Suara apa itu?"tanya Renat.
"Jangan-jangan Raynor"ucap Diki.
"Sialan dia selalu mengagalkan rencana kita"ucap Colis.
Bluuug.............
Raynor turun dari atas pohon berjalan menghampiri mereka. Raynor sesosok berbaju hitam anti peluru dan benda tajam serta memakai topeng yang menutup seluruh kepalanya, hanya mata nya saja yang terlihat jelas. Dia membawa pedang dibelakang punggungnya. Setiap malam dia beroperasi untuk menumpas kejahatan malam.
"Good night, ayo kita berpesta"ucap Raynor.
"Habisi dia"ucap Renat.
Para begal mengepung Raynor lalu mengeroyoknya, mereka semua babu hantam di jalan itu. Para begal menembaki Raynor dengan pistol mereka.
Dor......dor.......dor........dor........
Raynor hanya menghindar dengan berkali-kali melakakukan lompatan dengan kayang. Setelah itu Raynor mengeluarkan pedangnya dia menebas semua begal itu dengan beberapa kali tebasan.
Sreeeet........sreeeet........sreeet...............
Baju semua begal itu tersobek hingga berkeping-keping.
"Aw .........gimana nih, burungku bisa terbang"ucap Renat.
__ADS_1
"Nasib, gue belum disunat ketahuan deh"ucap Diki.
"Ampun, celana boleh ngeredit sobek deh"ucap Tedi.
"Kabur yuk, ini memalukan dunia perbegalan" ucap Colis.
Raynor hanya berdiri membelakangi mereka dengan senyuman. Mereka semua langsung kabur dari tempat itu. Kemudian Raynor menghampiri Pak Udung.
"Terimakasih"ucap Pak Udung.
"Lain kali berhati-hatilah Pak, jangan bekerja hingga larut malam, diluaran tidak aman, assalamu'alaikum"ucap Raynor.
"Wa'alaikumsallam"ucap Pak Udung.
Raynor langsung meninggalkan tempat itu.
Dia kembali bergerak melewati setiap jalan dimalam hari itu. Dia hanya mengendarai sebuah motor gede pergi ke sebuah kota yang kumuh berada di pinggiran kota besar itu. Di kota itu penduduknya hidup dalam kemiskinan. Bahkan mereka sering kelaparan. Raynor membagikan amplop yang diselipkan ke bawah pintu setiap rumah di kota itu.
"Alhamdulillah selesai, tinggal pulang sebelum Papa dan Mama bangun lalu kakakku haruskah ku susul? tidak biarkan saja, biar dia tahu kehidupan diluar"ucap Raynor.
Raynor meninggalkan tempat itu lalu pulang ke rumah besarnya.
*************
"Adzan subuh, biasanya Papa dan Mama membangunkanku untuk sholat subuh, apa aku sholat ya?"ucap Haura sedang berpikir.
Setan Red : udah Haura inikan diperjalanan, lebih baik sholatnya diqhada, absen sekali gak masalahlah. Disekolah aja kalau absen sekali dimaklumin.
Setan Bul : udah Haura mendingan tidur, kamu capekkan. Udaranya sepoi-sepoi enak loh buat tidur, sholatnya nanti aja, masih keburu waktunya.
"Gak ah, aku mau sholat takut dosa"ucap Haura.
Setan Red dan Bul : tumben dia eling.
Haura turun dari bus bersama para penumpang lainnya pergi ke mushola. Dia berwudhu dan sholat bersama yang lainnya.
Setan Red dan Bul : Yah dia wudhu dan sholat kita gak bisa deket-deket deh.
Haura sholat buru-buru takut uang satu ransel hilang. Lalu dia secepatnya keluar dari mushola.
Setan Red : dia udah sholat atau cuma numpang lewat ya Bul?
Setan Bul : ya nama juga Haura, paling cuma copy paste sholat aja.
__ADS_1
Haura melihat ke arah sandal yang berjejer diluaran. Otak usilnya langsung muncul dikepalanya.
Setan Red : Haura udah lama ya gak iseng, gatelkan tuh tangan, ayolah ini menyenangkan.
Setan Bul : sedikit isengkan gak masalah, lupakan dosa, kesenangan tidak datang dua kali loh.
"Iya ya"ucap Haura.
Haura menulis di kertas lalu menempelkan disetiap sandal beserta uang 100 ribu.
Tulisan dalam kertas yang ditulis Haura
Jangan lupa beli sandal baru, butut tuh sandal minta pensiun.
"Kali ini isengku berhadiah, mumpung banyak duit sedekah ah"ucap Haura.
Setan Red : Yah Haura sedekah kita jadi liliput deh.
Setan Bul : aku yang gendut jadi langsing gak perlu diet.
Haura kembali naik bus, dia tidur di bus itu. Ransel miliknya diambil pencopet yang ada di bus itu. Pencopet itu turun diterminal pertama yang dilewati bus itu lalu busnya kembali melaju. Haura lupa mau turun di tempat tujuannya. Bus itu pergi ke kota yang lebih jauh lagi.
***********
Rehan dan Cinta menuju kamar Haura mereka hendak membangunkan Haura untuk sholat subuh. Saat mereka masuk, Haura sudah tidak ada di kamar itu. Hanya sebuah surat di meja belajarnya.
Dear Papa dan Mama
Papa, Mama, mungkin saat membaca surat ini Haura sudah pergi jauh. Haura ingin merasakan kebebasan yang sesungguhnya. Haura capek terus-terusan hidup penuh aturan. Gak iseng gak seru. Haura ingin jalan-jalan ke berbagai tempat, berpetualang dan melihat indahnya dunia. Papa jangan marah, nanti kalau duit Haura habis Insya Allah balik. Maaf ya Pa duit dibrangkas Papa Haura ambil buat bekal, sabar Pa ikhlas biar Haura enak ngabisin duitnya. Jangan naik darah ya Pa setelah membaca surat ini. I Love You Papa Mama.
Haura Days Out
"Haura........"teriak Rehan.
"Sabar Pa"ucap Cinta mengelus dada Rehan suaminya.
"Anak itu selalu saja bikin ulah, lihat saja kalau dia balik"ucap Rehan marah besar.
"Sabar Pa, kira harus cari Haura mungkin belum jauh"ucap Cinta.
"Gak usah, biarin tuh bocah tahu rasanya hidup diluar kaya apa"ucap Rehan semakin marah.
Rehan sangat marah dengan kepergian Haura, apalagi dia mengambil uang dibrangkas tanpa seizinnya. Rehan benar-benar kesal pada Haura yang sudah keterlaluan nakalnya.
__ADS_1