
Leo dan Zara pulang ke kosan mereka dengan hati yang gembira. Mereka akhirnya memenangkan Lomba Cerdas Cermat itu. Leo dan Zara meletakkan piala diatas meja dekat ranjang mereka. Zara menanggalkan pakaian bagian atasnya didepan Leo. Leo bengong melihat Zara tidak mengenakan pakaian atas, hanya memakai pakaian lapisan dalam saja.
"Leo tolong garukkan punggungku gatal sepertinya digigit semut"ucap Zara.
".........."Leo masih bengong.
"Leo.....Leo....."ucap Zara.
"Leo.....Leo....."ucap Zara memanggil Leo berkali-kali.
Zara menghampiri Leo yang sedang duduk diranjang. Dia menepuk lengan Leo dan memanggil namanya.
"Iya Zara apa?"tanya Leo.
"Punggungku gatal tolong garukkan!"ucap Zara.
"Iya"ucap Leo.
Leo menggarukkan punggung Zara, tapi dia masih memikirkan hal yang tadi dilihatnya. Setelah dirasa mulai enakkan Zara duduk menghadap pada Leo. Leo makin grogi melihat area dada Zara dari dekat.
"Zara aku.......aku......"ucap Leo.
Zara yang tidak tahu kalau Leo memikirkan sesuatu hal yang dewasa saat melihat Zara seperti itu.
"Leo kenapa?punggungku sudah enakkan tidak gatal lagi"ucap Zara.
Leo tak mampu menahan keinginannya langsung mencium Zara. Sementara Zara hanya menikmati ciuman yang diberikan Leo.
Leo membaringkan Zara diranjang, Zara hanya pasrah dengan kemauan Leo. Dengan cara perlahan-lahan Leo mulai melakukan hal yang lebih pada Zara.
"Zara apa boleh?"tanya Leo.
"Ya"ucap Zara sambil tersenyum.
Mereka sama-sama sedang dimabuk asmara. Leo tetaplah lelaki normal, ketika melihat Zara dalam keindahan yang tak pernah dibayangkan membuat keinginannya muncul. Leo mulai melakukan pemanasan pada Zara, dia merasa ingin melakukan hal yang lebih dari itu. Mereka dimabuk asmara, dan terbuai dalam indahnya cinta. Tanpa disadari mereka mulai berlanjut ke hal yang lebih serius. Saat Leo mulai berlanjut ke hal yang lebih dalam. Dia langsung menyudahinya, kemudian duduk membelakangi Zara. Zara menghampiri Leo yang duduk membelakanginya. Zara memeluknya dari belakang.
"Leo kenapa tidak jadi?"tanya Zara.
"..........."Leo hanya diam.
"Apa Leo tidak mau melakukannya dengan Zara?"tanya Zara.
"Bukan begitu Zara, aku ingin sekali melakukannya dengan Zara tapi aku belum bisa memberimu hidup yang layak, tempat tinggal kita saja belum menetap, aku tidak mau membuatmu menderita nantinya. Jika kau hamil nantinya, kita terancam dikeluarkan dari sekolah dan anak kita, nasibnya gimana?jika kita saja masih sering kekurangan"ucap Leo.
"Iya, Zara mengerti"ucap Zara.
"Aku akan melakukannya dengan Zara nanti saat waktunya sudah tepat"ucap Leo.
__ADS_1
Zara hanya memeluk Leo erat-erat. Leo mencium pipi Zara dari samping. Mereka akhirnya mampu meredam keinginan mereka. Mungkin benar kata Leo belum saatnya untuk mereka melakukan itu. Masih banyak PR yang harus dikerjakan. Nanti saat waktunya sudah tepat hal itu akan terasa indah.
*************
Leo dan Didi sedang memarkirkan motor dan mobil yang masuk ke mini market itu. Didi terlihat murung dan tidak bersemangat. Bahkan dia hampir saja tertabrak motor yang masuk ke area parkir mini market itu. Leo yang melihat itu, langsung menyuruh Didi untuk beristirahat. Selesai memarkirkan semua motor dan mobil,Leo menghampiri Didi yang duduk disamping mini market.
"Di, Lo kenapa lemes banget?"tanya Leo.
"Gue sebenarnya mau nikah Leo"ucap Didi.
"Wah.....selamat Di, akhirnya Lo mau nikah juga"
ucap Leo.
"Iya,tapi......"ucap Didi ragu mengatakan yang sebenarnya pada Leo.
"Tapi kenapa Di?"tanya Leo penasaran.
"Uang gue udah habis buat ngurus semua persiapan pernikahan, tapi gue belum punya uang buat beli mas kawinnya"ucap Didi.
"Memang buat beli mas kawin butuh uang berapa?"tanya Leo.
"Paling sekitar 1,5 juta"ucap Didi.
Leo mengeluarkan uang dari ranselnya lalu memberikan pada Didi.
"Ya,anggap saja ini amplop kondangan dari gue.Nanti gue tinggal datang doang ke acara pernikahan Lo"ucap Leo.
"Wah....ini mah kebanyakan kalau buat amplop kondangan"ucap Didi.
"Gak apa-apa,mungkin ini rejeki karena Lo mau nikah"ucap Leo.
"Makasih banget Leo, Lo memang sahabat yang baik.Beruntung gue punya sahabat kaya Lo, udah pekerja keras, jago bela diri, pinter dan ganteng lagi"ucap Didi.
"Ya sama-sama,....Di gue pulang duluan ya"ucap Leo.
"Ada acara ma Zara ya?"tanya Didi.
"Iya,...gue mau makan malam romantis direstoran sama Zara"ucap Leo.
"Bagus deh, sesekali kalau lagi punya duit memang perlu bahagiain istri, ya sekedar makan malam juga cewek udah seneng"ucap Didi.
"Ya Lo benar"ucap Leo
Leo meninggalkan Didi, dia berjalan menuju ke seberang jalan tempat Zara berjualan kopi seduh. Lalu mereka pulang ke kosan untuk berganti pakaian yang pantas untuk makan direstoran. Setelah itu Leo dan Zara berangkat ke restoran yang mereka pilih.
Leo dan Zara duduk dikursi yang berhadapan.
__ADS_1
Mereka mulai memilih menu yang akan dipesan.
"Leo menu disini lumayan mahal,apa kau yakin kita makan disini.Makan di kedai dipinggir
jalan, Zara udah seneng kok"ucap Zara sambil melihat buku menu direstoran itu.
"Tenang Zara, kali ini kita makan disini untuk merayakan kemenangan kita"ucap Leo.
"Baiklah, aku pilih yang paling murah saja"ucap Zara.
Leo langsung mengambil buku menu yang dipegang Zara.
"Biar aku yang pesan, Zara tinggal menunggu saja. Aku tahu makanan yang Zara suka"ucap Leo.
Leo sengaja memesankan makanan itu supaya Zara tidak kepikiran harganya. Tak lama pesanan datang ke meja mereka.
"Leo,makanan yang kau pesan banyak ya"ucap Zara.
"Iya,....hari ini Zara harus makan enak"ucap Leo.
"Makasih Leo"ucap Zara.
Zara hanya memandangi makanan itu lalu meneteskan air matanya.
"Zara kenapa kau menangis?"tanya Leo.
"Sebelumnya kita sering lapar, tapi kali ini begitu banyak makanan yang akan dimakan"ucap Zara.
Leo menghampiri Zara dan memegang pundak Zara dengan kedua tangannya.
"Zara, ini rejeki yang kita dapatkan setelah semua kesulitan yang kita hadapi bersama"ucap Leo.
"Iya Leo"ucap Zara.
"Ayo kita makan sampai habis, biar tidur kita pulas nantinya"ucap Leo.
"Iya"ucap Zara.
Leo dan Zara memakan hidangan utama terlebih dahulu karena mereka lapar. Lalu baru hidangan penutup berupa beberapa kue. Leo menyuapi Zara kue itu. Kue yang disuapi Leo kebesaran sampai susah dimasukkan ke mulut Zara.
"Zara maaf potongannya kebesaran ya"ucap Leo.
"Ehm...gak apa-apa"ucap Zara dengan mulutnya yang dipenuhi kue sampai pipinya kaya bola.
"Kamu lucu Zara pipimu kaya bola"ucap Leo.
"Iya....ya"ucap Zara kesulitan untuk bicara.
__ADS_1
Mereka akhirnya menghabiskan semua makanan yang dipesan. Hari ini mereka bisa makan enak, setelah perutnya sering lapar berkali-kali. Leo dan Zara selalu percaya bahwa hidup akan lebih baik jika terus berusaha tanpa pantang menyerah.