Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)

Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)
New Generation Part 12


__ADS_3

Rumah Sakit Healthy Life


Sampai dirumah sakit, Kirana mulai ditangani oleh Dokter dan perawat. Setelah ditangani, Kirana harus dibawa ke ruang rawat inap karena harus bed rest. Perawat segera mengantarkan Kirana ke ruang rawat inapnya. Saat mau memasuki ruangannya Kirana bertemu Rehan yang baru keluar dari ruangannya Cinta.


"Kirana"ucap Rehan.


"Reni"ucap Kirana dengan suara pelan.


"Kamu kenapa Kirana?"tanya Rehan.


"Kirana pingsan tadi karena kelelahan, dia harus dirawat sampai besok"ucap Farah.


"Oya Reni ini Kak Farah managerku"ucap Kirana.


"Hallo saya Reni teman satu kelas Kirana"ucap Rehan.


"Senang bertemu denganmu Reni"ucap Farah.


"Permisi, pasien mau dibawa keruangan dulu" ucap Perawat itu.


"Baik"ucap Rehan.


Kirana dibawa masuk ke dalam ruangan rawat inap itu. Diluar Rehan mencemaskan Kirana. Dia menunggu Kirana diluar ruangan itu. Setelah jam 3 malam Farah keluar dari ruangan itu, Rehan segera masuk ke ruangan Kirana. Dia melihat Kirana sedang berbaring tapi belum tidur.


"Kirana kenapa kau belum tidur?"tanya Rehan.


"Tubuhku rasanya ngilu dan pegal jadi susah tidur"ucap Kirana.


"Tapi kau harus istirahat Kirana biar cepat sembuh"ucap Rehan.


"Reni, kau tidak perlu khawatir, aku baik-baik saja kok"ucap Kirana.


"Kamu kok ada disini?"tanya Kirana.


"Teman sekamarku sakit, jadi aku mengantarnya ke rumah sakit"ucap Rehan.


"Oh begitu ya"ucap Cinta.


"Gimana kalau aku ceritakan dongeng Pangeran Mengejar Cinta Putri Cantik"ucap Rehan.


"Boleh juga, sepertinya ceritanya seru" ucap Kirana.


"Pada suatu hari ada seorang pangeran dari Kerajaan Narnian, dia jatuh cinta pada seorang gadis pemeran drama kolosal, tapi gadis itu tidak menyukai pangeran bahkan setiap pangeran menemuinya, dia selalu marah dan mengusirnya. Pangeran mencari cara agar bisa mendekati gadis itu, dia akhirnya terpaksa menyamar jadi seorang wanita agar bisa dekat dengan gadis itu............ "ucap Rehan.


Cerita belum selesai Kirana sudah tertidur pulas.


Rehan tersenyum melihat Kirana yang sudah tertidur.


"Kirana, pangeran itu aku"ucap Rehan sambil berbicara disamping Kirana yang sudah tidur.


Rehan menyelimuti Kirana dan duduk disamping ranjangnya untuk menjaganya. Dia sampai ketiduran dengan menyandarkan kepalanya disamping ranjang Kirana.

__ADS_1


Jam 6 pagi, Rehan bangun dan keluar dari kamar Kirana. Dia lupa semalam meninggalkan Cinta sendirian, Rehan masuk ke dalam ruangan tempat Cinta dirawat, saat dia masuk terlihat Dokter Daniel sedang tidur dengan duduk disamping ranjang sambil menyandarkan kepalanya ke samping ranjang Cinta.


"Ngapain Dokter ini ada diruangan Cinta, jangan-jangan semalam....."batin Rehan.


Tak lama Dokter Daniel terbangun dan melihat Rehan berdiri didepan pintu ruangan itu. Rehan berjalan menghampiri Dokter Daniel.


"Dokter Daniel kenapa Anda ada disini?"tanya Rehan.


"Kebetulan semalam saya masih ada dirumah sakit jadi menyempatkan untuk menjenguk Cinta kembali, saat saya masuk ruangan ini Cinta pingsan dilantai itu sebabnya aku menemaninya. Cinta tidak punya siapapun yang menjaganya jadi aku ingin menjaganya sampai dia membaik"ucap Dokter Daniel mencari alasan padahal dia memang sengaja tak pulang ingin tahu kondisi Cinta.


"Terimakasih atas perhatian Dokter pada Cinta, tapi sekarang sudah ada aku yang akan menjaganya. Sebaiknya Dokter pulang, pasti Anda lelah semalam menjaga Cinta"ucap Rehan.


"Aku ingin pamit sama Cinta dulu, jadi aku akan menunggunya sampai dia bangun"ucap Dokter Daniel.


"Dokter saya rasa Anda harus segera pergi dari ruangan ini, tidak baik jika ada perawat atau teman sejawat Anda melihat Anda ada disini bersama Cinta yang notabennya bukan siapa-siapa Anda, bisa muncul gosip yang tidak mengenakkan"ucap Rehan.


"Tidak masalah, yang penting saya bisa tenang sebelum meninggalkan ruangan ini dengan memastikan Cinta baik-baik saja"ucap Dokter Daniel.


"Dokter bukankah Anda harusnya profesional, jika gosip itu tersebar luas, gimana tanggapan masyarakat tentang Anda. Apalagi Cinta masih sekolah, tentunya Anda tidak ingin gosip itu juga sampai ditelinga teman-teman Cintakan"ucap Rehan.


"Baiklah kalau begitu, aku akan pulang. Titip salam untuk Cinta ya"ucap Dokter Daniel.


"Oke"ucap Rehan.


Dokter Daniel keluar dari ruangan itu. Rehan segera mendekati Cinta dan duduk disamping ranjangnya.


"Cinta maafkan aku, semalam aku sudah meninggalkanmu"ucap Rehan.


"Reni.......semalam aku mencarimu keluar, tapi karena tak menemukanmu jadi aku kembali ke ruanganku terus aku terjatuh dan aku tidak ingat apa-apa lagi"ucap Cinta.


"Cinta maafkan aku, semalam aku ada urusan pribadi, aku benar-benar menyesal telah meninggalkanmu tanpa pamit"ucap Rehan.


"Tidak apa-apa, justru aku tidak enak jadi merepotkanmu"ucap Cinta.


"Ayo jalan-jalan ke taman samping rumah sakit, sekalian berjemur biar tubuhmu hangat dibawah sinar matahari pagi"ucap Rehan.


"Ayo, sepertinya menyenangkan"ucap Cinta.


Rehan mengajak Cinta jalan-jalan ditaman samping rumah sakit. Mereka berjalan santai sambil berjemur dibawah sinar matahari pagi.


************


Ibu Meta membereskan semua bajunya, baju Kirana dan baju suaminya ke dalam koper. Mereka hendak pindah dari rumah itu. Pak Irwan kebingungan dengan kelakuan istrinya. Dia tidak tahu kenapa harus pindah rumah.


"Sayang kenapa kita harus pindah rumah?"tanya Pak Irwan.


"Bodoh banget sih kamu Pak, otakmu makanya diasah biar pinteran dikit. Kita akan menemui Leo Ariendra dan mulai menggali emas ditambang yang baru jadi kita harus memakai pancingan dulu"ucap Ibu Meta.


"Aku gak paham sayang"ucap Pak Irwan.


"Kita akan pindah ke kontrakan yang kecil dan kumuh, biar terkesan menderita, dengan begitu saat Leo Ariendra menemui anaknya pertama kali akan iba dan emas mulai bisa kita gali"ucap Ibu Meta.

__ADS_1


"Kau pintar sekali sayang"ucap Pak Irwan.


"Setelah kita bawa baju-baju ini ke kontrakkan baru kita, baru kita ke rumah sakit menjemput Kirana, hari ini dia pulang. Kita harus berakting sesuai yang ku beri tahu padamu semalam, kau sudah hafal teksnya kan"ucap Ibu Meta.


"Sudah dong, itu tak perlu dihafalkan, aku juga sudah paham"ucap Pak Irwan.


"Bagus, ayo Pak bawa kopernya ke mobil berat nih"ucap Ibu Meta.


"Oke siap Bos"ucap Pak Irwan.


Ibu Meta dan Pak Irwan pergi ke kontrakan baru mereka. Demi mengelabuhi Leo, dia menggunakan cara ini untuk memperoleh simpatinya.


Sampai dikontrakkan barunya yang sempit dan kumuh itu Ibu Meta dan Pak Irwan mulai meletakkan koper itu dikontrakkan itu. Mereka mulai membicarakan rencana selanjutnya untuk Kirana.


"Ingat Pak kita harus membuat Kirana percaya alasan kita sekarang tinggal ditempat kumuh dan sempit ini"ucap Bu Meta.


"Iya Bu"ucap Pak Irwan.


"Anak bodoh itu harus bisa mengikuti rencana kita untuk menarik simpati Leo Ariendra"ucap Ibu Meta.


"Kau benar Bu, Kirana itukan bodoh dengan akting kita yang seperti biasanya juga paling dia akan percaya"ucap Pak Irwan.


"Setelah nanti kita menjemput Kirana dirumah sakit rencana ini akan dimulai"ucap Ibu Meta.


"Oke Bu, kau memang pintar"ucap Pak Irwan.


Ibu Meta hanya tersenyum dengan rencana yang sudah dipersiapkannya. Dia yakin semua akan berjalan sesuai rencananya.


Visual Rehan



Visual Cinta



Visual Raka



Visual Kirana



Visual Raja



Visual Dokter Daniel


__ADS_1


__ADS_2