Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)

Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)
New Generation Part 132


__ADS_3

Raka dan Azkia hendak pergi ke Pulau Hitam. Mereka sudah mempersiapkan diri dengan setelan pakaian tempur yang lengkap. Mereka berdua turun ke lantai bawah. Tiba-tiba Raja bertamu ke rumah Leo.


"Assalamu'alaikum"ucap Raja.


"Wa'alaikumsallam"ucap Raka dan Azkia.


"Kalian mau naik ke puncak gunung?"tanya Raja.


"Bukan"ucap Raka.


"Ikut dong, lagi gabut. Istriku lagi pada kabur ke rumah mertua gara-gara gak adil pembagian permen gulali"ucap Raja.


"Kamu yakin ikut, bisa beladiri gak?"tanya Raka.


"Bisa yang dasarlah. Tenang aku punya kelebihan lain"ucap Raja.


"Siapkan surat wasiat dulu, siapa tahu pulang tinggal nama"ucap Raka menggoda Raja.


"Harus gitu, mana bini tiga nulisnya pegel dong"ucap Raja.


"Ya buat jaga-jaga"ucap Raka.


"Mana bebek, ayam warna-warni sama kura-kura belum dibagiin lagi tar mereka pada berebut gimana?" ucap Raja.


"Udah minta Pak RT bagiin aja biar adil"ucap Raka.


"Oke deh gampang tar gue chattingin surat wasiat online"ucap Raja.


"Gue tunggu di Pelabuhan Biru ya"ucap Raka.


"Beres gue siap-siap dulu"ucap Raja.


Raka dan Azkia berangkat ke Pelabuhan Biru. Mereka mau naik kapal menunggu Raja datang. Tak lama Raja datang dengan penampilan barunya.


"Hei friends"ucap Raja menghampiri Raka dan Azkia.


"Wah keren penampilan barumu Raja"ucap Raka.


"Kau mau syuting Jin dan Botol wasiat ya"ucap Azkia.


"Ini model baju bertempur terbaru, lihat bagaimana caraku mengatasi musuh dengan lampu ajaib ini" ucap Raja.


"Lo bawa karung juga, isinya beras jatah bro?"tanya Raka.


"Sembarangan, gue ini jin lampu ajaib pengabul semua keinginan ya perlu persiapanlah"ucap Raja.


"Yaudah lah yang penting lo masih idup deh sampai balik nanti"ucap Raka.


Raka, Raja dan Azkia naik kapal bersama. Mereka harus berlayar sampai tiga hari tiga malam. Raja asyik bersama ibu-ibu duduk lesehan.


"Tuan Jin, saya pengen punya suami tiga bisa gak ya?"tanya Ibu Ayu.


"Ha...ha....susah Bu"ucap Raja.


"Padahal saya kurang apa ya?"tanya Ibu Ayu.

__ADS_1


"Ha...ha....kurang cantik dan kurang seksi Bu"ucap Raja.


"Tuan Jin saya pengen punya sawah yang luas tapi gak punya duit"ucap Ibu Mini.


"Ha...ha.....itu takdir namanya Bu"ucap Raja.


"Padahal saya udah tidur diatas kasur tiap hari kok belum juga terwujud"ucap Ibu Mini.


"Ha.....ha.......terlalu biasa tidur dikasur Bu"ucap Raja.


"Terus tidur dimana?"tanya Ibu Mini.


"Ha.....ha.....coba tidur dialam barzah"ucap Raja.


"Mesti mati dulu dong"ucap Ibu Mini.


"Ha....ha....mungkin dengan mati kita baru menyadari arti bersyukur yang hakiki"ucap Raja.


"Oh......."ucap Ibu-ibu itu.


Setelah tiga hari tiga malam sampai juga mereka di Pulau Hitam. Mereka dijemput Black Hunter di tepi pelabuhan di Pulau Hitam itu. Mereka berempat pergi menuju ke sebuah pegunungan. Sampai dipegunungan itu, Black Hunter, Raka, Azkia dan Raja harus mendaki gunung karena Markas Gua Hitam ada diatas puncak gunung.


"Ka berapa lama lagi kita sampai, perasaaan dari tadi naik terus jalannya"ucap Raja.


"Ja, lo sih pakai bawa karung goni segala, capekkan"ucap Raka.


"Tapi ini karung keberuntungan gue, lihat bagaimana gue mengatasi semuanya"ucap Raja.


"Yaudah jangan ngeluh, jalan terus sampai kaki lo kapalan"ucap Raka.


Mereka terus berjalan tapi jalan semakin kecil dan lebat akan semak-semak belukar.


"Ka ini telor apa kok gede, lumayan buat digoreng tar"ucap Raja sambil mengambili telor diantara semak belukar ini itu.


"Ambil aja yang banyak Ja, itu paling telor ular piton atau anaconda"ucap Raka.


"Apa? gimana kalau piton dan anacondanya marah, yah....gue nginjek satu lagi, pecah"ucap Raja menginjek telor itu.


"Paling lo jadi pencuci mulut Ja"ucap Raka.


"Gue masing pengen idup Ka, bini gue tiga menanti dirumah"ucap Raja.


Tak lama seekor ular piton besar muncul dan membelit Raja.


"Ka tolongin....gue masih pengen idup"ucap Raja.


Black Hunter dan Raka langsung menembak ular piton itu.


Dor......dor..........


Peluru itu mengenai ekornya lalu ular piton itu melarikan diri dan melepaskan Raja.


"Alhamdillah belum jadi santapan uler piton"ucap Raja.


"Berhati-hatilah jalan ke atas gunung banyak rintangan"ucap Black Hunter.

__ADS_1


"Kenapa kita tidak naik helicopter saja"ucap Raka.


"Diatas puncak gunung penuh kabut dan tidak ada tempat mendarat yang aman, belum lagi ada gangguan lainnya"ucap Blac Hunter.


"Apa?"tanya Raka.


"Nanti kau akan tahu"ucap Black Hunter.


"Kak Rehan, aku mencium bau aroma terapi"ucap Azkia.


"Saat melewati hutan halusinasi, kalian usahakan kurangi menghirup oksigen, bernafaslah secukupnya"ucap Black Hunter.


"Hutan halusinasi? apa ini aroma bunga halusinasi yang menyebabkan orang yang menghirupnya berhalusinasi bukan?"tanya Azkia.


"Iya, itu sebabnya pakai masker dari kain yang tebal dan kurangi menghirup oksigen"ucap Black Hunter.


Semua orang mendengarkan kecuali Raja yang asyik menghitung jumlah telor ular piton. Mereka kembali berjalan menuju ke hutan halusinasi. Black Hunter, Raka dan Azkia menutup hidung mereka dengan kain dan mengurangi menghirup oksigen. Tak lama Raja menggila menari-nari sambil bergulung-gulung.


"Sayang kita apakan dia?"tanya Azkia.


"Biarin tar juga capek, siapa suruh gak dengerin" ucap Raka.


Raja menari-nari, tak lama muncul gorila yang sama terkena efek bunga halusinasi. Mereka berdua menari berpasangan berirama. Black Hunter, Azkia dan Raka hanya menyaksikan pertunjukan Raja dan sang gorila.


"Sayang maukah kau jadi istri keempat?"tanya Raja sambil berdansa bersama gorila.


"Ho...ho....ho....."ucap Gorila itu.


"Ih.....gemes seksi banget suaramu"ucap Raja.


"Ho.....ho......ho......"ucap Gorila itu.


"Jadi pengen nyium deh"ucap Raja.


Raja yang dalam halusinasinya bertemu bidadari bersayap mencium gorila betina itu.


Cup


"Sayang mulutmu bau comberan ya"ucap Raja.


"Ho....ho....ho...."ucap Gorila itu.


Azkia dan Raka menahan tawa melihat Raja begitu romantis pada Gorila.


"Sayang, kalau dibiarin tar mereka ke tahap yang lebih serius gimana?"tanya Azkia.


"Tak kita cariin penghulu biar halal"ucap Raka bercanda.


"Hah....."ucap Azkia terkejut.


Mereka bertiga memisahkan gorila betina itu dari Raja, walaupun susah karena sudah terlanjur cinta. Akhirnya gorila itu pergi juga setelah proses tarik menarik selesai. Raka menggendong Raja dipunggungnya sementara Azkia membawa karung goni bawaannya. Black Hunter berjalan didepan memimpin jalan. Rajapun sadar juga setelah lima belas menit dan mereka semua keluar dari hutan halusinasi.


"Didepan kita akan berjalan diatas lumpur kesengsaraan"ucap Black Hunter.


"Serem......"ucap Raja.

__ADS_1


"Seperti apa lumpur kesengsaraaan?"tanya Raka.


__ADS_2