Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)

Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)
New Generation Part 136


__ADS_3

"Siapa kau? berani sekali memanggilku Papa" ucap Alex.


"Karena kau memang Papaku"ucap Zhafira.


Beberapa anak buah Alex langsung mengacungkan pistol pada Zhafira. Kemudian Alex menghampiri gadis muda itu. Dia tidak menyangka ada seorang gadis yang berani mengaku sebagai putrinya. Dia tidak tahu seberapa kejamnya Alex jika berani berbohong padanya.


"Gadis muda aku masih berbaik hati padamu, jika tidak pistol-pistol itu akan menembus kepalamu" ucap Alex.


"Lakukanlah kau akan menyesal, karena aku memang benar-benar putrimu"ucap Zhafira.


"Putriku? terdengar sangat akrab hubungan diantara kita"ucap Alex.


"Aku tidak berbohong aku memang putrimu"ucap Zhafira.


"Menarik, seberapa teguh mulutmu itu bisa mengucapkan kata-kata itu, ambilkan aku cambuk Keren!"ucap Alex.


"Siap Yang Mulia"ucap Keren.


Keren mengambil cambuk untuk Alex. Dia memberikan cambuk itu untuk Alex. Dengan tangannya sendiri Alex tanpa ragu mencambuk Zhafira.


Ceteeeer......... ceteeeer........ ceteeeer...................


Zhafira menggigit bibirnya sendiri menahan rasa sakit pada tubuhnya. Dia tidak peduli dengan rasa sakit akibat cambukan itu.


"Kenapa? mana suara rasa sakitmu? aku ingin mendengarnya biar aku tertawa dan puas"ucap Alex.


"Rasanya seperti dihukum Papa saat aku melakukan kesalahan"ucap Zhafira.


"Berani sekali kau masih memanggilku Papa" ucap Alex.


Alex semakin emosi dan mencambuk Zhafira kembali berkali-kali. Dia ingin mendengar suara menyerah Zhafira yang akan keluar dari mulutnya.


Tapi Zhafira tetap bertahan dengan menggigit bibir dan mencubit pahanya sendiri dengan tangannya.


"Kuat juga mentalmu, disaat aku menghujanimu cambukkan kau belum juga menyerah"ucap Alex.


"Aku tidak akan merubah satu katapun, kau memang Papaku"ucap Zhafira.


Kaki dan tangan Zhafira sudah dipenuhi bekas cambukan. Sebagian membentuk luka sayat yang tipis.


"Keren ambil air garam yang dicampur es, sepertinya enak kalau luka yang terbuka terkena air garam, pasti perih. Dan dinginnya es cocok untuk membuatnya kedinginan. Mungkin dengan itu mulutnya akan tertutup dan takkan berani menyebutku Papa lagi"ucap Alex.


"Baik Yang Mulia"ucap Keren.


Keren mengambil air garam lalu memberikannya pada Alex.


"Aku memberimu kesempatan terakhir, tutup mulutmu dan jangan berani mengakui aku Papamu lagi"ucap Alex.


"Papa aku rindu"ucap Zhafira.


Byuuuuuur....................


Air es yang mengandung garam itu disiram ke tubuh Zhafira sampai basah kuyup. Zhafira tetap mengigit bibirnya dan mencubit pahanya menahan rasa perih dan kedinginan. Bibirnya membiru karena rasa dingin yang ditimbulkan es itu.

__ADS_1


"Alex kau banci hanya berani menyiksa wanita"ucap Black Hunter.


"Penguasa pengecut, bisanya hanya menyiksa yang lemah"ucap Raka.


"Aku malu melihatmu, kau ini laki-laki atau perempuan"ucap Azkia.


"Pak Alex, Zhafira adalah putrimu, kau akan menyesal menyiksanya"ucap Cinta.


"Kasihan Zhafira, jadi kangen bini SMSku"ucap Raja.


"Cambuk mereka berlima lagi jangan berhenti" ucap Alex semakin marah.


"Baik Yang Mulia"ucap Anak buah Alex.


Mereka berlima yang diikat ditiang kembali dicambuk tanpa henti.


"Kuberi kau permintaan terakhir, apa mau mu?" tanya Alex pada Zhafira.


"Aku ingin kau memelukku, aku rindu Papa"ucap Zhafira.


"Ha......ha.....ha......ternyata semakin besar nyalimu"ucap Alex.


"Rendam dia diair es, Keren"ucap Alex memerintah Keren.


"Baik Yang Mulia"ucap Keren.


Keren dan beberapa anak buah Alex lainnya mengambil tong besar berisi air es. Mereka meletakkan tong itu lalu menarik Zhafira dan memasukkannya di air es itu.


"Papa....Papa..... Papa..... Papa...... Papa......"ucap Zhafira.


"Beri garam di air es itu"ucap Alex memerintah Keren.


"Baik Yang Mulia"ucap Keren.


"Tunggu"ucap Andra.


Andra berjalan menghampiri Alex lalu dia mengeluarkan Zhafira dari tong itu. Andra melepas jaket miliknya lalu memakaikannya pada Zhafira. Beberapa anak buah Alex langsung mengepungnya dan mengacungkan pistol pada mereka berdua.


"Siapa kau berani sekali melepasnya dari pengadilanku?"tanya Alex.


"Aku lelaki yang ingin menikahi putrimu Zhafira"ucap Andra.


"Tadi tiba-tiba aku memiliki seorang putri dan sekarang tiba-tiba aku memiliki calon menantu"ucap Alex.


"Papa ini semua benar"ucap Zhafira.


Zhafira mengeluarkan kalung milik ibunya dari sakunya. Dia menunjukkan kalung itu pada Alex.


"Ini kalung yang diberikan Papa untuk Mama, satu-satunya kenangan yang selalu Mama simpan sampai akhir hayatnya"ucap Zhafira.


Alex memperhatikan kalung yang ditunjukkan Zhafira lalu dia menghampiri Zhafira dan mengambil kalung itu.


"Murni"ucap Alex.

__ADS_1


Melihat kalung itu ingatan Alex tertuju pada Murni istrinya. Dia kehilangan Murni selamanya karena kesalahannya.


"Kenapa kalung ini ada padamu?"tanya Alex yang masih belum percaya Zhafira putrinya.


"Tadi sudah ku bilang aku putrimu, tentu aku memiliki kalung itu. Mama yang menyimpan kalung itu selama bertahun-tahun lamanya. Bahkan aku baru tahu kalau Papa adalah Papaku setelah Papa Hermawan memberitahuku semuanya"ucap Zhafira.


"Hermawan? pengkhianat itu membawa pergi istriku"ucap Alex.


"Papa, semua yang terjadi karena Mama tidak mampu melihat semua kekejaman yang Papa lakukan pada orang-orang yang tidak bersalah. Mama hanya ingin Papa bertobak dan kembali seperti dulu"ucap Zhafira.


"............"Alex hanya terdiam melihat kalung itu.


"Dulu Mama pergi meninggalkan Papa saat dia sedang mengandungku, dia tidak ingin aku tumbuh dalam kekejaman dan kejahatan"ucap Zhafira.


"..........."Alex masih terdiam.


"Papa aku berharap Papa mau bertobat, aku akan berbakti dan merawat Papa"ucap Zhafira.


"............."Alex tetap terdiam.


"Pa, aku akan menikah. Aku ingin Papa jadi wali dipernikahanku sebagai Papaku hik....hik....hik..." ucap Zhafira.


"Apa aku masih pantas jadi Papamu setelah semua yang ku lakukan padamu"ucap Alex.


Zhafira mendekati Alex dan memeluknya.


"Pa, ayo kita sambut kehidupan baru yang lebih baik, Zhafira akan ada disisi Papa selamanya"ucap Zhafira.


Alex menangis haru, dia tak menyangka akan dipertemukan dengan putrinya padahal tadi dia sudah menyiksanya habis-habisan.


"Nak maafkan Papa tadi sudah menyiksamu hik....hik....."ucap Alex.


"Aku sudah memaafkan Papa"ucap Zhafira.


Alex langsung membalas pelukan Zhafira. Mereka berpukan sebagai ayah dan anaknya.


"Papa akan jadi wali dipernikahanmu nak"ucap Alex.


"Iya Pa"ucap Zhafira.


Setelah kenyang berpelukan dengan putri kandungnya. Alex memerintahkan anak buahnya menghentikan cambukan itu pada mereka berlima.


Keren tiba-tiba mengambil alih komando dan menyuruh anak buah Alex mengepung Alex, Zhafira, Andra dan mereka berlima dengan pistol yang diarahkan pada mereka semua.


"Keren apa maksud semua ini?"tanya Alex.


"Licik adalah cara bertahan hidup didunia kejahatan seperti kita, lalu untuk apa aku bertahan lagi kalau sudah tidak ada kejahatan"ucap Keren.


"Keren....."ucap Alex marah pada Keren.


"Tembak mereka semua"ucap Keren memerintah semua anak buah Alex.


Tak lama terjadi guncangan yang cukup besar hingga mereka semua yang ada disitu terjatuh, pepohonanpun bergoyang tiada henti. Kemudian semua orang berlari kesana kemari menyelamatkan diri.

__ADS_1


__ADS_2