
"Aku dan Kak Rangga sudah dari kecil bersama. Aku menganggapnya kakak, rasanya canggung kalau dia jadi kekasih atau suamiku," ujar Adelina.
"Rangga memang tak sempurna seperti Putra, tapi dia tulus. Dia juga baik dan lugu. Lucu paling tidak hari-harimu akan menyenangkan," ujarku.
"Dia itu pinky dan suka menyemprot disinfektan sama siapa aja," jawab Raina.
"Itu memang kebiasan yang agak aneh, tapi bisa dirubah perlahan. Jika Rangga bisa berubah, tidakkah Adel tertarik padanya?" tanyaku.
Adelina terdiam. Tak pernah terbayangkan dalam hidupnya Rangga jadi orang spesial untuknya. Biasa mereka bersama sebagai kakak adik. Dan sekarang berubah jadi cinta. Rasanya aneh dan canggung.
"Ya udah, dipikirin dulu. Jangan sampai nyesel tar," ujarku.
Adelina mengangguk.
Kami berdua kembali ke kelas masing-masing. Ternyata Rangga sudah ada di dalam kelas. Begitupun Sweety dan Joko Raharjo.
"Aara tugas dari Dosen dah dikerjain belum?" tanya Rangga.
"Udah dong," jawabku.
"Kok aku nulis soalnya aja dah bingung, apalagi jawabannya. Semalaman udah ngabisin chiki di toko Emak gue lagi," ujar Sweety.
"Ya elah Sweety, gak mikir aja lo udah ngabisin apapun, apalagi mikir," ujar Rangga.
Aku duduk di kursi dekat Rangga. Sweety dan Joko Raharjo di depan kami.
"Tenang cintaku, bapaku Bos, aku siap memberimu banyak chiki," ujar Joko Raharjo.
"Bos beneran?" tanyaku dan yang lainnya terkejut. Mana tahu bapaknya Joko Raharjo Bos minyak bumi atau Bos batu bara.
"Bos rongsokan, ada banyak chiki di rumah buat ditukerin rongsokan, mau?" tanya Joko Raharjo.
"Boleh-boleh," jawabku dan Rangga.
"Beneran gratis? Mau, tapi 1 ton ada?" tanya Sweety.
"Bangkrut bapaknya Joko Raharjo kalau gitu Dut, gak jadi menantu, dihempaskan ke pluto yang ada," ucap Rangga.
"Menantu yang tak dirindukan itu namanya," jawabku.
"Kalau 1 ton ada, tapi yang basi, mau?" tanya Joko Raharjo.
"Perutku udah biasa makan yang basi, Emak gue gak sanggup ngempanin seharian jadi makanan sisa se-RT buat gue," ujar Sweety.
"Pantes lo bulet Dut, dikasih makanan basi sisaan seRT lagi," ucap Rangga.
"Sabar ya Sweety, semoga perutmu baik-baik saja," ucapku.
"Tenang sayang, aku punya banyak makanan," ujar Joko Raharjo.
__ADS_1
Kami terkejut. Beneran nih Joko Raharjo punya makanan banyak.
"Nasi aking yang dikumpulin Emakku dari 10 tahun yang lalu," ujar Joko Raharjo.
"Ha ha ha." Kami tertawa. Benar-benar unik nih mereka. Ada aja yang membuat aneh dan lucu. Berasa lagi sama Dodo dan Ami. Jadi rindu mereka berdua. Terakhir aku datang ke makam keduanya. Aku rindu. Semoga amal ibadah mereka diterima Allah SWT.
***
Albern duduk di kursi kerjanya sore itu. Dia memikirkan caranya agar bisa mendekati Natasha. Albern harus mendapatkan informasi segera. Maklum rencana perjodohan itu membuatnya banyak pikiran. Dia takut aku akan menerima perjodohan itu.
"Gimana caranya deketin Natasha dan mendapatkan informasi darinya?" ujar Albern. Dia terus berpikir. Dan berpikir. Akhirnya Albern punya cara agar Natasha mau bicara.
Albern menelpon Natasha. Dia harus bisa membuat wanita genit itu percaya padanya dulu.
"Hallo sayang," sapa Albern.
"Iya hallo sayang," jawab Natasha.
"Malam ini ada waktu, aku mau ngajak jalan," ujar Albern.
"Malam ini aku klubbing sama teman-teman," ujar Natasha.
"Aku ikut dong, boring," ujar Albern.
"Beneran sayang?" tanya Natasha.
"Iya sayang," jawab Albern.
"Iya sayang," jawab Albern.
Setelah bicara handphone dimatikan. Namun Albern belum tahu di mana klub yang biasanya Natasha tongkrongin.
"Tanya sama siapa?" ujar Albern kebingungan. Dia terlihat diam dan memikirkan sesuatu.
Tiba-tiba Sekretaris Yeni masuk. Meletakkan kopi untuknya.
"Kopi Bos," ucap Yeni.
"Yen, mau tanya," ucap Albern.
"Tanya apa Bos?" tanya Yeni balik.
"Nanti malam bisa antar saya ke klub malam yang biasa?" tanya Albern. Dia yakin Yeni tahu di mana Martin pergi klubbing.
"Baik Bos," sahut Yeni.
"Ya sudah kau bisa kembali," ujar Albern.
"Baik Bos," sahut Yeni. Dia pun ke luar dari ruangan Albern.
__ADS_1
Di kursinya Albern sedang memikirkan cara agar Natasha memberinya informasi tanpa disadarinya. Dia berharap kasus ini segera terpecahkan dan kembali padaku.
***
Malam harinya Albern sudah siap pergi ke klub malam tempat Natasha nongkrong. Dia mengenakan celana levis hitam dan jaket kulit berwarna hitam dengan kaos putih di dalamnya. Mengenakan kaca mata hitam. Duduk di kursi belakang. Menunggu Yeni ke luar dari kantor. Tiba-tiba kaca mobil diketuk. Albern membuka pintu. Terkejut saat mendapati Yeni begitu seksi dan berdandan. Padahal sebelumnya Yeni tak pernah berdandan saat di kantor. Albern memang tak tahu banyak tentang Yeni. Baru satu bulan ini kerja bersamanya. Tidak banyak informasi tentang Yeni dari Bos Robberto. Hanya tahu sebatas sekretarisnya Martin.
"Maaf Bos lama ya," ujar Yeni.
"Iya gak papa," sahut Albern.
Yeni masuk ke dalam mobil. Duduk di samping Albern. Roknya minim. Sedangkan atasannya terbuka. Albern heran kenapa Yeni mengenakan pakaian seperti itu.
"Apa saat bersama Martin, Yeni juga begini?" batin Albern.
"Aku harus lebih berhati-hati. Baik Natsha atau Yeni mencurigakan," batin Albern.
Mobil pun melaju. Mereka pergi ke klub malam yang biasa digunakan Martin untuk happy-happy. Albern turun dari mobil bersama Yeni. Mereka masuk ke dalam klub malam. Di dalam sangat ramai. Banyak orang berjoget dan mabuk. Beberapa orang bermesraan di sembarang tempat. Mata Albern menyapu seluruh ruangan mencari Natasha.
"Mana Natasha?" batin Albern.
"Mencari siapa Presdir?" tanya Yeni.
"Natasha," jawab Albern.
Entah kenapa, tiba-tiba Yeni menarik Albern ke sudut ruangan. Tempat itu sedikit sepi dari orang-orang berjoget.
"Yeni ada apa?" tanya Albern.
"Untuk apa mencari Natasha, kalau aku bisa memuaskanmu Martin," ujar Yeni.
"Apa? Kenapa Yeni memanggil Martin dengan namanya? tidak biasa?" batin Albern bingung.
Yeni terlihat menggodanya. Tatapannya penuh cinta. Albern bingung apa yang sudah terjadi pada Yeni dan Martin.
Yeni meraba dada Albern. Langsung mencium bibirnya. Seketika Albern mendorong Yeni. Dia terkejut sekretaris Martin seberani itu.
"Yeni kau ini apa-apaan?" tanya Albern.
"Sayang, aku lelah, harus berada di antara kau dan Natasha. Jelas-jelas aku bisa memuaskanmu dari pada Natasha," keluh Yeni.
"Apa ada hubungan khusus antara Yenu dan Martin, kenapa Bos Robberto tidak tahu?" batin Albern. Dia berspekulasi kalau Martin memiliki hubungan dengan Yeni. Namun sejauh apa Albern tidak tahu.
"Aku harus berakting sebagai Martin, mungkin dengan begitu aku tahu seperti apa hubungan Yeni dan Martin," batin Albern.
"Sayang, aku terpaksa mencintai Natasha, dia selalu menempel padaku," ujar Albern.
"Iya, aku tahu, kau terpaksa bersama Natasha karena dia tak ingin kau putuskan," ujar Yeni.
Albern langsung memikirkan ucapan Yeni. Dia berpikir Martin pernah memutuskan Natasha tapi dia tidak ingin diputuskan.
__ADS_1