
Cinta dan Raja pergi ke cafe sekolah saat jam istirahat. Walaupun beda kelas Raja selalu menghampiri Cinta ke kelasnya. Mungkin cuma Raja teman Cinta disekolah itu. Walaupun sering usil tapi karena keusilannya Raja, Cinta tidak kesepian disekolah. Saat Cinta sedang berjalan dengan Raja, dia tak sengaja berpapasan dengan Kirana. Cinta langsung menyapa Kirana.
"Kirana"ucap Cinta.
Kirana hanya diam dan melewati Cinta begitu saja. Dia seolah menghindari Cinta. Ekspresinya dingin saat melihat wajah sahabatnya itu. Melihat itu Cinta coba mengejar Kirana dan meraih lengannya. Dia berusaha menghentikan langkah Kirana. Menatapnya dengan tatapan sahabat yang begitu rindu padanya.
"Kirana, apa salahku padamu, kenapa kita harus seperti ini?"tanya Cinta. Selama ini cinta tidak merasa melakukan kesalahan yang menyebabkan persahabatan diantara mereka harus terpisah. Kirana sendiri yang tiba-tiba menjauh dari Cinta dan memutuskan hubungan persahabatan di antara mereka. Padahal selama ini mereka selalu bersama tak pernah ada masalah.
"Bukannya sudah ku bilang dari dulu, kita sudah gak berteman lagi, gak usah sok akrab denganku"ucap Kirana. dia menegaskan bahwa hubungan diantara mereka sudah tidak ada lagi. bersikap seolah tidak mengenal Cinta dan tidak ingin Cinta mendekatinya kembali.
Dua orang teman Kirana menghampirinya yang sedang berbicara dengan Cinta. Mereka terlihat tidak menyukai Kirana berbicara dengan Cinta. Gadis miskin yang sering mereka bully ketika di sekolah.
"Kirana ngapain ngobrol sama tukang dagang nasi? bau asep tau"ucap Caca.
"Gak level kita mah sama dia, yuah tar ketularan miskin lagi"ucap Sisi.
Tangannya Karina ditarik Caca dan Sisi menjauh dari Cinta. Kirana hanya bisa mengikuti kedua temannya dan meninggalkan Cinta sendirian di lorong itu.
"Kirana ....," ucap Cinta berteriak.
Tapi Kirana tak peduli dengan panggilan Cinta, dia pergi meninggalkan Cinta, berjalan menjauh bersama kedua temannya. Dari belakang Raja menghampiri Cinta yang berdiri melihat Karina yang pergi meninggalkannya.
"Ayo Cantik, gak usah didengerin, meski kamu bau aku tetep suka di deketmu"ucap Raja lalu mencolek dagu Cinta.
"Enak aja bilang aku bau, kamu ya Raja ...,"ucap Cinta. Dia tidak terima ketika Raja menyebut Cinta bau.
"Cinta bau ... Cinta bau ... Cinta bau ...," ucap Raja berlari sambil meledek Cinta. Dia terus berteriak sepanjang jalan yang dilewati olehnya, membuat Cinta kesal dan ingin mengejarnya.
"Raja awas aja ya, aku akan menangkapmu dan mencubitmu," ucap Cinta mengejar Raja. Dia berlari sekuat tenaga agar bisa menangkap raja yang terus saja meledaknya sepanjang jalan menuju cafe sekolah.
Cinta terus mengejar tak ada rasa lelah, dia ingin menangkap Raja yang terus menerus meledeknya. Mereka kejar-kejaran di halaman sekolah sampai ke cafe sekolah.
Di tempat yang berbeda, Kirana masuk ke toilet sekolah, dia duduk di atas WC duduk dan menangis.
Sebenarnya Kirana ingin sekali berbicara dengan Cinta namun sesuatu hal membuat mereka tak bisa bersama seperti dulu lagi. Kirana harus berbohong dan bersikap dingin di depan Cinta. Padahal sebenarnya dia begitu rindu ingin bersamanya.
"Cinta, aku kangen ... aku ingin berteman sama kamu lagi kaya dulu hik ... hik ...," ucap Kirana.
"Aku kesepian Cinta hik ... hik .., andai waktu bisa diputar, aku ingin seperti dulu lagi, jadi Kirana yang dulu. Meskipun sekarang terkenal tapi aku kesepian ... hik ... hik ...,"ucap Kirana.
Kirana terus menangis, dia harus menutupi kesedihannya dan berperan seperti orang lain di depan umum padahal dia sendiri tersiksa dan kesepian. Dia merindukan masa-masa dulu saat bersama Cinta. Dimana dia bisa menjadi dirinya sendiri dan mengekspresikan apapun sesuai kemampuannya. Bukan menjadi sebuah boneka yang mengikuti perintah seseorang.
***
Rehan sedang mengerjakan pekerjaan di meja kerjanya. Meskipun masih muda tapi dia rajin.
Di meja kerjanya terpapang foto Kirana. Itu yang membuat dia semangat bekerja. Meskipun dia sudah ditolak berkali-kali, Kirana tetap saja menjadi orang yang spesial di hatinya. Tak lama Sekretaris Yuda masuk ke ruangan kerjanya.
"Siang Presdir," ucap Sekretaris Yuda menyapa bosnya yang sedang duduk di meja kerjanya.
"Siang," ucap Rehan membalas sapaan dari bawahannya itu.
"Presdir saya bawa kabar baik," ucap Sekretaris Yuda.
"Kabar baik apa?" tanya Rehan. Dia penasaran ingin tahu kabar baik yang dibawa oleh bawahannya itu.
"Saya sudah dapat informasi tentang Cinta sahabat Kirana," ucap Sekretaris Yuda.
__ADS_1
"Cepat sampaikan informasimu!" ucap Rehan memerintah.
"Cinta satu sekolah dengan Kirana. Dia tinggal di asrama sebagai siswa yang mendapatkan beasiswa di SMA Best Star School," ucap Sekretaris Yuda.
"Tinggal di asrama ya," ucap Rehan.
"Asrama sekolah diperuntukkan untuk siswa dari luar kota dan siswa yang mendapatkan beasiswa," ucap Sekretaris Yuda.
"Yuda, persiapkan semuanya. Aku akan segera ke asrama itu," ucap Rehan. Melalui Cinta, Rehan akan mendekati Kirana dengan begitu dia bisa mendapatkan lebih banyak informasi tentang orang yang dicintainya itu.
"Baik Presdir," ucap Sekretaris Yuda.
Rehan tersenyum bahagia, usahanya untuk mendapatkan hati Kirana sebentar lagi akan tercapai. Melalui Cinta dia akan mendekati Kirana. Apapun akan dia lakukan agar bisa bersama Kirana. Termasuk mendekati teman dekatnya Kirana di masa lalu.
***
Cinta datang ke Rumah Sakit Healty Life untuk menjenguk ibunya yang sedang koma dirumah sakit. Sudah satu tahun lebih ibunya Cinta koma. Sejak tragedi kecelakaan itu, ayahnya meninggal dan ibunya koma. Sesekali dalam seminggu dia pergi ke rumah sakit untuk menjenguk ibunya.
Cinta melihat ibunya yang terbaring dipenuhi alat-alat penunjang hidup. Cinta duduk disamping ibunya.
"Bu cepatlah sadar, Cinta kangen sama Ibu. Sekarang Cinta sudah kelas 2 SMA Bu, tak terasa Ibu sudah lama koma. Ibu harus melihat Cinta sudah besar, Cinta sudah bisa mencari uang sendiri Bu. Nanti Cinta beliin baju baru untuk Ibu kalau Ibu sudah sadar," ucap Cinta. Dia sedih melihat kondisi ibunya yang sudah cukup lama. Dari dulu cinta harus berjuang hidup sendirian dan menghidupi dirinya serta tetap bersekolah. Kondisi ibunya membuat cinta tak patah arang dan tetap berusaha.
Dia percaya hari esok akan jauh lebih baik asalkan dia terus berusaha dan berdoa.
"Hik ... hik ... hik ....,"Cinta menangis. air mata itu jatuh di pipi kemerahan nya. Melukiskan rasa sedih yang ada di dalam hatinya, yang sudah tidak bisa dibendung lagi.
Cinta ke luar dari ruang perawatan Ibunya dan berjalan di koridor rumah sakit. Dari belakang Dokter Daniel datang menghampirinya. Dia berjalan mengejar cinta yang berjalan di koridor itu.
"Cinta tunggu," panggil Dokter Daniel.
langkah kaki cinta terhenti saat suara Dokter Daniel memanggilnya. Dia berbalik melihat ke arahnya. Menatap laki-laki yang ada di depannya.
Dokter Daniel adalah seorang Dokter muda. Usianya baru 27 tahun, dia orang yang baik, ramah, sopan dan penyabar. Wajah tampan dan juga berasal dari keluarga terpandang. Dia sangat baik pada Cinta dan mengenal gadis belia itu karena ibunya merupakan pasiennya.
"Ada yang ingin saya bicarakan mengenai Ibumu" ucap Dokter Daniel.
"Iya Dokter, silahkan"ucap Cinta.
"Kita bicara di taman rumah sakit saja"ucap Dokter Daniel.
"Baik Dokter"ucap Cinta.
Dokter Daniel dan Cinta berjalan menuju taman yang ada di rumah sakit itu. Mereka duduk di kursi, menatap kedepan hamparan bunga berwarna-warni yang ada di taman itu.
"Cinta, orang yang menabrak orangtuamu sudah angkat tangan untuk membayar biaya perawatan ibumu"ucap Dokter Daniel.
"Lalu saya harus bagaimana Dok?"tanya Cinta. Dia tidak tahu bagaimana cara membayar uang untuk biaya perawatan ibunya selama dia, di rumah sakit.
"Kalau biaya dihentikan otomatis alat penunjang hiduppun akan dilepas"ucap Dokter Daniel.
"Gimana dengan Ibu saya nanti kalau alat penunjang hidupnya dilepas"ucap Cinta. Rasa khawatir mulai menghantuinya. Dia tidak ingin terjadi sesuatu pada ibunya yang disayanginya. Dia juga tidak memiliki uang untuk membayar biaya perawatan ibunya selama koma. Untuk makan dan biaya sehari-hari saja cinta harus bersusah payah menjual nasi bungkus dan laundry pakaian. Jangankan untuk membayar biaya perawatan ibunya selama koma.
"Apa kamu bersedia jika saya yang membayar biaya perawatan ibumu"ucap Dokter Daniel. Dia ingin membayarkan biaya perawatan ibunya cinta karena dokter Daniel kasihan melihat Cinta yang seorang diri harus berjuang dalam hidupnya.
Cinta langsung berpikir keras, dia tak ingin kelak berhutang budi pada Dokter Daniel. Biar bagaimanapun selama ini Dokter Daniel sangat baik pada Cinta bukan berarti Cinta ingin merepotkannya dengan biaya perawatan ibunya.
"Sebelumnya terimakasih Dok, tapi saya tidak bisa menerima kebaikan Dokter. Biaya perawatan Ibu saya sangat besar, saya tidak ingin merepotkan Anda"ucap Cinta.
__ADS_1
"Begitu ya, gimana kalau Ibumu dipindah ke rumah sakit milik pemerintah, biar nanti saya yang mengurus semuanya"ucap Dokter Daniel. Dia memberikan pilihan yang lain agar Cinta tidak keberatan. Ibunya tetap bisa dirawat meskipun tidak di rumah sakit swasta.
"Tapi berapa biayanya ya Dok?"tanya Cinta.
"Kalau dirumah sakit milik pemerintah kemungkinan gratis asal kamu mempunyai surat tidak mampu"ucap Dokter Daniel.
"Baiklah kalau begitu Dok, saya setuju Ibu saya dipindah ke rumah sakit milik pemerintah"ucap Cinta.
"Kebetulan saya juga akan pindah ke sana"ucap Dokter Daniel. Padahal sebenarnya dokter Daniel pindah ke rumah sakit pemerintah demi bisa tetap bersama Cinta dan melihatnya setiap datang ke rumah sakit.
"Oya Dok, alhamdulillah. Semoga Dokter juga yang menangani Ibu saya"ucap Cinta.
"Pasti, saya akan usahakan menangani Ibumu" ucap Dokter Daniel.
"Kalau begitu saya pamit pulang dulu ya Dok" ucap Cinta.
"Ya, hati-hati di jalan Cinta"ucap Dokter Daniel.
Cinta meninggalkan tempat itu. Dokter Daniel masih duduk sebentar di kursi taman rumah sakit itu. Teman sejawatnya datang menghampirinya dan duduk di sampingnya. Dia menepuk bahu dokter Daniel.
"Yaelah Bro, jatuh cinta sama anak SMA nungguinnya lama tar"ucap Dokter Adam. Dia tahu dokter Daniel menyukai cinta sudah sejak lama saat merawat ibunya. Dokter Daniel menyembunyikan perasaannya karena merasa Cinta masih belia.
"Apa sih Lo?" ucap Dokter Daniel.
"Sampek bela-belain pindah rumah sakit demi Cinta, semoga gak bertepuk sebelah tangan nantinya bro"ucap Dokter Adam.
"Apapun itu, gue akan tetep terima, yang penting Cinta bahagia, tapi gue akan tetap berusaha memberikan yang terbaik untuknya"ucap Dokter Daniel. Cintanya pada Cinta tulus. Dokter Daniel memang ingin melihat cinta bahagia meskipun dia tak bisa bersama dengannya.
"So sweet kalau membahas masalah cinta"ucap Dokter Adam.
"Gue mau praktek dulu"ucap Dokter Daniel.
"Giliran ngobrol sama gue gak betah loh, coba ngobrol ma Cinta berjam-jam juga betah"ucap Dokter Adam.
Dokter Daniel tersenyum dengan Dokter Adam. Sahabatnya itu tahu kalau Dokter Daniel suka pada Cinta.
Visual Rehan
visual Raka
Visual Cinta
Visual Kirana
Visual Dokter Daniel
Visual Raja
__ADS_1
Visual diatas hanya bersifat hiburan semata tak ada sangkut paut dengan yang digambar.