Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)

Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)
Harta itu Titipan


__ADS_3

Sekolah mulai sepi semua siswa sudah pulang kerumah.Tinggal beberapa siswa yang masih nongkrong disekolah.Leo berjalan menuju ke kelas Zara.Dia ingin mengajak Zara pulang ke rumah.Zara masih menyapu ruang kelas sendirian.Leo menghampirinya dari belakang dan langsung memeluknya.


"Leo bikin kaget aja,aku pikir siapa"ucap Zara.


"Zara sayang,rajin banget masih nyapu disekolah padahal mau libur juga"ucap Leo.


"Habis tadi pada buangin kertas dikelas dan beberapa teman makan dikelas.Gak enak aja melihatnya kotor nanti jadi bibit penyakit dan jadi sarang tikus.Kebersihan itukan sebagian dari iman"ucap Zara.


"Benar juga,Oya tadi dibagi raport pasti Zara juara pertama ya" ucap Leo.


"Iya,kok Leo tau Zara juara pertama?tanya Zara.


"Karena istri Leo inikan pintar dan rajin belajar pasti akan jadi juara pertama,selamat ya Zara sayang"ucap Leo.


"Terimakasih Leo,terus Leo gimana pasti juara pertama juga ya"ucap Zara.


"Iya Zara sayang,ini semua karena Zara yang selalu mengajari Leo belajar dan membuat Leo semangat untuk jadi lebih baik"ucap Leo.


"Leo kalau dipeluk terus kapan nyapunya?"tanya Zara.


"Eh iya,keenakkan meluk Zara habis makin berisi dan seksi"ucap Leo sambil melepas pelukannya.


"Ah....Leo mulai nakal"ucap Zara.


"Beneran...Leo gemes bikin gak sabar pengen cepet lulus biar bisa malam pertamaan sama Zara" ucap Leo.


"Leo.....kata-katamu jadi makin nakal"ucap Zara.


Zara mendekat ke Leo tapi Leo malah berlari.


"Zara makan yang banyak ya,biar tambah besar nanti Leo enak megangnya"ucap Leo sambil berlari menjauh dari Zara.


"Leo semakin berani kata-katanya"ucap Zara sambil mengejar Leo.


Mereka kejar-kejaran dikelas sampai keluar kelas.Leo berlari ke taman bunga dihalaman sekolah.Zara mengejar Leo dan mereka kejar-kejaran memutari pohon hingga turunlah hujan.Leo menarik lengan Zara mengajaknya berdansa dibawah air hujan yang turun.



*********


Sampai dirumah Leo dan Zara melihat ada orangtua Leo yang sedang duduk diteras rumah mereka.Leo dan Zara menghampiri mereka dan mencium tangannya.Pak Anton dan Ibu Vivi sengaja menemui mereka karena tahu hari ini mereka menerima raport.Leo dan Zara mempersilahkan mereka masuk ke dalam rumahnya.Mereka semua duduk diruang tamu.


"Papa, Mama ini raport milik Leo dan Zara"ucap Leo sambil memberikan raport mereka.


Pak Anton dan Ibu Vivi langsung melihat raport mereka.Mereka langsung menangis saat melihat rapot milik Leo.Ini pertama kalinya Leo berprestasi dikelasnya.

__ADS_1


"Papa benar-benar bangga pada kalian berdua.Ini prestasi yang luar biasa"ucap Pak Anton.


"Iya, Mama juga seneng banget Leo dan Zara jadi siswa berprestasi.Kalian nanti harus kuliah biar jadi orang yang sukses nantinya"ucap Ibu Vivi.


"Papa akan mencarikan kalian tempat kuliah yang terbaik kalau perlu kuliah diluar negeri"ucap Pak Anton.


"Pa, Leo mau mencoba jalur beasiswa aja sama Zara.Biar kami bisa mengukur kemampuan dan kemandirian kami Pa"ucap Leo.


"Yasudah kalau itu mau kalian yang penting kalian harus tetap kuliah untuk mencapai cita-cita kalian"ucap Pak Anton.


"Iya Pa"ucap Leo dan Zara bersamaan.


Pak Anton dan Ibu Vivi senang Leo dan Zara jadi siswa berprestasi.Mereka berharap Leo dan Zara akan jadi orang yang sukses ke depannya.


**********


Setelah orangtuanya pulang ,Leo dan Zara kembali berangkat bekerja seperti biasa.Zara pergi ke kedai kopi miliknya sementara Leo jadi tukang parkir dimini market.Hari ini hari terakhir Leo bekerja jadi tukang parkir.Sambil duduk dikursi,Leo cerita pada Didi tentang rencananya untuk berhenti jadi tukang parkir.


"Di, gue bakal berhenti jadi tukang parkir"ucap Leo.


"Lo mau balik lagi ke kehidupan kaya Lo ya?" tanya Didi.


"Enggak,Gue punya pekerjaan lain"ucap Leo.


Didi langsung nangis setelah bicara pada Leo.Dia merasa udah deket dan menganggap Leo seperti saudaranya.


"Di, Lo jangan nangis dong.Gue jadi gak enak nih"


ucap Leo.


"Habis gue tahu pekerjaan jadi tukang parkir gak seberapa upahnya tergantung pemberian orang.


Gimana bisa buat masa depan nantinya jika tetap jadi tukang parkir seperti gue.Kadang aja gue sering kekurangan sampai bini gue ngomel terus.


Tapi gue tetep semangat jalanin kerja jadi tukang parkir karena gue cuma lulusan SD.Mau nyari kerja dikantoran siapa yang mau nerima.Mau jadi OB mesti lulusan SMA minimal.Gue cuma bisa pasrah jalanin pekerjaan gue sebagai tukang parkir.Gue semangat kerja karena ada Lo disini Leo.Tapi ya gue gak bisa menahan Lo untuk tetap kerja disini"ucap Didi.


Leo menepuk pundak kiri Didi dan bicara padanya.


"Di, gue gak mau seneng sendiri terus ninggalin Lo biar bagaimanapun gue juga udah nganggep Lo kaya saudara.Maka dari itu Di, Lo ikut kerja sama gue"ucap Leo.


"Beneran Leo?....tapi kerja apa?Gue cuma lulusan SD"ucap Didi.


"Gambar komik,gue tahu Lo pinter gambar Di" ucap Leo.


"Gambar komik?.....tapi gue gak paham kaya gimana bentuk gambarnya"ucap Didi.

__ADS_1


"Tenang nanti gue arahin bentuk gambarnya,lagi pula kita gak kerja berdua doang.Gue punya dua patner lainnya.Jadi Lo patner ketiga.Nanti gue bayar per gambar,lumayan bayaran per gambarnya"ucap Leo.


"Boleh deh Leo,kebetulan gue emang hobi gambar dari kecil sampai Mak gue ngomel itu tembok dirumah dicoret-coret sama gue"ucap Didi.


Didi akhirnya sepakat menjadi patner kerja Leo.Kini Leo sudah memiliki tiga patner kerja.


Tinggal membangun kantor kecil-kecilan dekat rumahnya.


Dua orang suami istri keluar dari mini market menuju ke parkiran depan mini market.Mereka hendak mengambil motor milik mereka.Didi bantu mengarahkan jalan untuk mereka.


"Mas maaf ya gak punya receh"ucap Ibu Tina.


"Oh...tidak apa-apa Bu,silahkan jalan"ucap Didi.


"Yuk Pak jalan"ucap Ibu Tina.


Mereka meninggalkan mini market itu. Diperjalanan naik motor suaminya mengajak berbicara.


"Bu, kamukan ada uang 2 ribuan,kok bilang gak punya receh,kasihankan tukang parkirnya"ucap Pak Agus.


"Habis parkir bentar aja mesti bayar sayangkan pak mendingan buat jajan anak-anak"ucap Ibu Tina.


"Bu, rejeki yang kita punya gak semuanya milik kita,ada yang harus dikeluarkan untuk orang lain.


Toh cuma 2 ribu,anggaplah sedekah Bu.Mana tahu dengan uang 2 ribu yang kita berikan untuk mereka nanti justru menolong kita diakhirat nanti.


Yang penting kita ikhlas dan juga gak buat kita miskin dengan mengeluarkan uang 2 ribu"ucap Pak Agus.


"Belanja dikit aja mesti mengeluarkan uang 2 ribu"ucap Ibu Tina.


"Jangan berpikirnya kesitu.Coba kalau seandainya bapak yang jadi tukang parkirnya.


Menurut Ibu kasihan dak?apa salahnya sih Bu berbagi rejeki kita dengan orang lain.Inget Bu harta kita ini hanya titipan gimana kalau diambil kembali karena kita sombong dan kikir tak mau berbagi dengan sesama walaupun cuma sedikit"


ucap Pak Agus.


"Iya Pak, Ibu salah.Lain kali Ibu gak mengulangi lagi"ucap Ibu Tina.


"Nah ini baru istri tercinta bapak"ucap Pak Agus.


*********


Rejeki yang kita miliki memang bukan hanya milik kita sendiri.Harta hanya titipan yang kapan saja bisa diambil kembali,melalui kebakaran, kemalingan,penipuan,kecelakaan,musibah alam,dan kematian.So jangan lupa berbagi walau hanya sebagian kecil saja dari yang kita punya.


Senyuman mereka akan membuat kita bahagia.

__ADS_1


__ADS_2