
Seminggu setelah Lomba Cerdas Cermat tingkat Kabupaten,Leo dan Zara kembali beraktifitas seperti biasa.Siang ini sepulang sekolah mereka ingin pergi ke Mall untuk beli laptop yang dibutuhkan Leo.Mereka berboncengan naik sepeda untuk berangkat ke Mall itu.Saat berada dijalan raya,Leo dan Zara melihat Bapak penjual es dawet terserempet mobil dan gerobaknya terguling.Leo dan Zara menolong Bapak itu.Sementara mobil yang menyerempet gerobak Bapak itu melarikan diri.
"Bapak tidak apa-apa?"tanya Leo sambil membantu bapak itu bangun.
"Tidak nak,tapi dagangan bapak tumpah semua padahal itu punya orang,bapak cuma bantu jual aja"ucap Pak Sapri.
Leo kasihan mendengar ucapan bapak itu.Leo mengajaknya duduk dulu ditepi jalan.
"Nama bapak siapa?"tanya Leo.
"Pak Sapri"ucap Pak Sapri.
"........"Zara hanya mendengarkan Leo dan Pak Sapri berbicara.
"Memang sehari bapak diberi upah berapa?"tanya Leo.
"Sekitar 40 ribu nak"ucap Pak Sapri.
Zara membelikan bapak itu air mineral.Dia memberikan air mineral itu pada bapak Sapri.
Setelah dia minum,Leo kembali mengajaknya bicara.
"Pak berapa modal dari es dawet itu Pak?"tanya Leo.
"Sekitar 500 ribu kalau habis semuanya"ucap Pak Sapri.
Leo mengeluarkan uang 500 ribu dari sakunya dan diberikan pada Pak Sapri.
"Ini buat ganti modal es dawetnya,biar bapak gak dimarahi sama Bos bapak"ucap Leo.
"Terimakasih nak,semoga rejekimu semakin lancar"ucap Pak Sapri.
"Sama-sama"ucap Leo.
Leo dan Zara kembali ke arah jalan pulang tidak jadi ke Mall.
"Leo kita gak jadi beli laptop untukmu?"tanya Zara
"Tidak,uangnya masih kurang"ucap Leo.
"Yang tadi kau berikan pada Bapak itu sebagian uang laptopnya ya?"tanya Zara pada Leo.
"Iya,habis aku tak tega melihat bapak itu kesulitan.Tak apa-apa Zara,rejeki tak akan kemana"
ucap Leo.
Saat dan Zara melewati sebuah kedai makan yang dipenuhi pengunjung sesak padat.Leo dan Zara penasaran kenapa di kedai makan itu ramai sekali.Leo menanyakan pada seorang Ibu yang sedang berdiri didepannya.
__ADS_1
"Bu,ada apa ya kok ramai sekali?"tanya Leo.
"Sedang mengantri untuk mendaftar ikut lomba makan, Kedai ini sedang ada perayaan 20 tahun berdirinya"ucap Ibu Nur.
"Siapa saja boleh ikut mendaftar Bu?"tanya Leo.
"Iya boleh,lihat saja di spanduk itu,tertulis jelas siapa saja boleh ikut"jawab Ibu Nur.
Leo dan Zara tertarik untuk ikut mendaftar lomba makan itu.Mereka ikut mendaftar juga bersama orang-orang yang sedang mengantri itu.
Setelah pukul 3 Sore,lomba makan itu dimulai.
Lomba itu,lomba makan mie ayam dua mangkuk ,siapa yang lebih dahulu menghabiskan maka dinyatakan menang.Leo dan Zara ikut bersama lomba makan mie ayam itu.Sampai pada akhirnya Leo menghabiskan mie ayam itu paling duluan dari yang lainnya.
"Kita sudah mendapatkan pemenang lomba makan ini,silahkan nak Leo maju ke depan sebagai pemenang makan mie ayam dua mangkuk"ucap Pak Yusril pemilik kedai makan itu.
Leo maju ke depan menerima hadiah berupa amplop dan tiket makan gratis untuk dua orang selama 3 hari.Zara senang melihat Leo mendapatkan hadiah atas kemenangannya.
Leo dan Zara duduk dikursi tepi jalan untuk melihat isi amplop dari hadiah lomba makan mie ayam itu.Saat mereka membuka amplop itu,mereka langsung gembira dan bersemangat.
"Zara uangnya 1 juta,jadi kita bisa beli laptop sekarang"ucap Leo.
"Bener kata Leo tadi,rejeki tak akan kemana"ucap Zara.
"Kalau memang hari ini kita ditakdirkan beli laptop pasti akan terwujud,yang penting kita tidak putus asa,tetap berusaha dan jangan lupa berbagi dengan sesama"ucap Leo.
"Itu semua karena Zara ada dihidup Leo"ucap Leo.
Akhirnya Leo dan Zara jadi pergi ke Mall untuk membeli laptop.Ketika kita berbagi maka kita akan mendapatkan kembali lebih dari yang kita berikan.Jadi tidak usah takut miskin untuk berbagi pada sesama yang membutuhkan.
************
Leo dan Zara dipanggil ke ruangan guru untuk mendengar hasil Lomba Cerdas Cermat tingkat Kabupaten kemarin.Leo dan Zara menjadi juara pertama di lomba itu.Mereka sangat senang mendengar kabar gembira itu.Pak Yunus selaku Kepala Sekolah secara pribadi mengucapkan selamat pada Leo dan Zara beserta teman lainnya yang menjadi juara di lomba itu.Leo dan Zara mendapat piala,sertifikat,dan amplop.
Mereka begitu senang dan segera membuka amplop itu saat keluar dari ruangan guru.
"Leo uangnya sekitar 5 juta,banyak sekali Leo"
ucap Zara.
"Lumayan ya jadi kita punya tabungan sekitar 10 juta Zara,kalau begitu kita harus buka rekening bank untuk menyimpan uangnya.Siapa tahu bisa untuk biaya kuliah kita kedepannya"ucap Leo.
"Iya,Zara juga berpikir ingin kuliah suatu saat nanti setelah lulus SMA"ucap Zara.
"Kalau begitu kita nanti akan kuliah bersama di Universitas yang sama,Zara"ucap Leo.
"Tentu Leo"ucap Zara.
__ADS_1
Mereka begitu bahagia atas pencapaian yang mereka dapatkan.Atas semua kerja kerasnya belajar berminggu-minggu akhirnya mereka mendapatkan hasil yang terbaik.
**********
Satu Tahun Kemudian
Leo dan Zara memiliki sebuah rumah kecil yang Leo beli dari hasil bekerjanya.Projek pembuatan gambar komiknya membuahkan hasil.Leo dan Zara kini memiliki sebuah rumah sederhana walaupun kecil tapi hasil kerja kerasnya.Mereka sekarang duduk dikelas 3 SMA.Zara sekarang satu kelas dengan Niken,Nafiza dan King.
Sementara Leo satu kelas bersama Andi,Harun dan Beni.
Pagi itu Zara memasak nasi goreng untuk sarapan Leo.Dapur berukuran kecil itu menjadi tempat Zara berkreasi berbagai masakan untuk Leo.Leo menyusul Zara ke dapur.Dia memeluk Zara dari belakang tubuhnya sambil menciumi pipi Zara.
"Leo,geli.Sekarang Leo memiliki sedikit kumis ya,jadi geli kena pipi Zara"ucap Zara.
"Tapi enak gak dicium sama Leo?"tanya Leo.
"Enak tapi geli Leo"ucap Zara.
"Zara masak apa untuk Leo?"tanya Leo.
"Masak nasi goreng spesial pakai telur,sosis, bakso dan sawi"ucap Zara.
"Wah enak pasti buatan istri Leo yang cantik ini"
ucap Leo.
"Kalau begitu Leo tunggu diruang tamu,nanti Zara bawa nasi gorengnya kesana"ucap Zara.
"Leo mau ikut bantu Zara"ucap Leo.
"Boleh,yang penting jangan nempel kaya gini,Zara jadi gak bisa bergerak nih"ucap Zara.
"Iya Zara sayang"ucap Leo.
Rumah Leo dan Zara hanya terdiri dari satu kamar,ruang tamu,ruang bekerja Leo,dapur dan toilet.Walaupun kecil tapi mereka tidak perlu mengontrak lagi ataupun tidur disembarang tempat lagi seperti dulu.
Leo membantu Zara menyiapkan sarapan mereka.Mereka sarapan berdua diruang tamu itu.
"Zara besok masak nasi goreng lagi tapi yang banyak,Leo ingin bagi-bagi sarapan sama anak-anak dikolong jembatan yang kemarin kita lewatin itu,mereka gak punya rumah dan hidup dijalanan,jadi ingat saat kita dulu masih terlunta-lunta tak tau harus tinggal dimana sampai kita tidur ditaman dan diganggu sama preman"ucap Leo.
"Iya kau benar Leo,kalau ingat itu,Zara juga suka sedih melihat anak-anak dikolong jembatan itu"
ucap Zara.
"Nanti kalau Leo udah sukses,Leo ingin mendirikan rumah singgah beserta sekolahnya sehingga anak-anak jalanan seperti mereka bisa tinggal menetap dan bersekolah sehingga kedepannya mereka punya masa depan yang baik"ucap Leo.
"Zara akan selalu mendukung dan mendoakan Leo,Zara percaya Leo hebat dan bisa menggapai cita-cita yang Leo inginkan"ucap Zara.
__ADS_1
Mereka bersyukur atas kehidupannya yang sekarang.Dan tidak lupa untuk berbagi kebahagiaan dengan yang lainnya.